
Ray menghubungi Jonathan untuk mengatur keberangkatan keenam mahasiswa magang sahabatnya itu agar bisa bersama dengan Jonathan ke Brashington untuk menghadiri acara pernikahannya pada hari jumat dengan menggunakan pesawat Jet Pribadi Falcon miliknya, kemudian dia menghubungi Mellisa dan juga menanyakan tentang keberadaan Lily selanjutnya dijawab oleh Mellisa bahwa kakaknya itu sedang pergi keluar bersama Anna untuk mengurus tempat pernikahan mereka nanti. Ray kemudian meminta agar Mellisa bisa menjemputnya di kediaman Tomy dan Bella karena malam ini Ray akan menginap dikediaman mereka, Mellisa dengan senang hati mendengar permintaan calon suaminya itu dan segera bersiap untuk menjemput Ray.
Sementara itu Lily yang belum mengetahui kedatangan Ray ke Brashington karena saat ini dia sedang bersama ibunya Anna untuk melihat tempat yang akan dilangsungkannya acara pernikahan mereka, walaupun sudah dipesan beberapa minggu sebelumnya tapi hari ini mereka akan memastikannya sekalian memberitahu konsep dekorasi tempat tersebut yang mengikuti keinginan Lily dan Mellisa yaitu konsep resmi dan terbuka. Untuk itu mereka menginginkan pelaminan dibangun didalam gedung tersebut dan untuk untuk pestanya dilangsungkan dihalaman depan gedung tersebut, sehingga semua rangkaian acara itu akan menggunakan seluruh lokasi ruangan utama gedung hotel mewah tersebut sampai halaman dan taman depan gedung.
Menjelang sore Tomy kembali ke rumah dan disambut Bella,
"Bagaimana Tom?, apakah semua sudah beres?" tanya Bella.
"Sudah..., aku dan Jeff juga dibantu Max sudah menyelesaikan semua urusan dokumen dan nantinya Ray tinggal tanda tangan dan bisa langsung memegang kendali atas semua perusahaan!" kata Tomy menjelaskan.
"Baguslah!, itu anakmu barusan tiba bersama paman Albert dan sepertinya mereka sedang beristirahat, paman Albert akan menginap dikamar tamu, sedangkan Ray akan pergi kekediaman Jeff dan Anna nanti malam" kata Bella memberitahu kedatangan putranya kepada sang suami.
"Baiklah!, aku akan menemuinya langsung, karena ada beberapa hal yang harus saya sampaikan kepadanya" kata Tomy sambil berlalu menuju kamar Ray.
"Hei Bro...!, apakah kamu lelah?, kalau tidak ikuti aku ada beberapa hal yang akan ku sampaikan!"
"Ehh..., Ayah...!, mmm..., tidak juga, oke...!" kata Ray yang terkejut karena Tomy masuk kedalam kamarnya tanpa mengetuk pintu kemudian beranjak dari atas ranjang dan mengikuti Tomy menuju keruangan tamu.
"Apa yang akan ayah katakan?" tanya Ray.
"Aku dan Jeff sudah menyelesaikan semua urusan pengalihan nama kepemilikan semua perusahaan atas namamu, Lily dan Mellisa dan sudah sah resmi secara hukum yang berlaku di Negara State ini, kamu tinggal menandatanganinya saja dan mulai mengendalikan seluruh operasional perusahaan itu dibawah bendera Db & C International Company, satu hal yang akan selalu aku ingatkan padamu nak...!, jangan serakah dan berlakulah adil dan jujur terhadap siapapun!" kata Tomy menegaskan.
"Baik ayah, aku akan mengingatnya dan selalu mengharapkan bantuan saran dan petunjuk mu!"
"Bagus..., itu baru namanya anakku!, bagaimana hasil ujianmu?"
__ADS_1
"Sudah selesai dengan baik, hanya saja nilainya baru bisa diketahui beberapa hari ke depan"
Disela-sela perbincangan antara ayah dan anak itu mereka mendengar suara mesin mobil sport yang sedang memasuki halaman kediaman mereka, kemudian terdengar ketukan pelan dari pintu masuk.
Tok..., tok..., tok...
"Silahkan masuk!, pintu tidak terkunci" kata Tomy mempersilahkan sang tamu untuk masuk.
"Selamat sore ayah, Ray...!" kata Mellisa yang datang untuk menjemput Ray.
"Kamu Mell...!, duduklah" kata Tomy.
"Hei Beb...!, apakah kamu merindukanku?" kata Ray sambil merentangkan kedua tangannya untuk menyambut tubuh langsing itu kedalam pelukannya.
"Ya..., aku sangat merindukanmu Beb...!, chuuph...!" kata Mellisa yang sudah berada dalam pelukan sang kekasih sambil memberikan kecupan hangat dibibir Ray tanpa menghiraukan kehadiran sosok Tomy dan Bella yang baru saja berada didekat mereka.
"Ahh..., maaf ayah..., ibu...!" kata Mellisa yang terlihat memerah kedua pipinya.
"Sini...!, duduk disamping ibu Mell...!" ajak Bella.
"Baik Ibu!" kata Mellisa kemudian berjalan menjauh dari sisi Ray dan duduk disamping Bella yang duduk bersebelahan dengan Tomy.
"Ini untukmu...!, sebelumnya ibu juga sudah memberikan sebuah cincin turun temurun keluarga Castelo kepada Lily, dan cincin yang ini adalah pemberian Julia Hoffman kepadaku saat menikah dengan Tomy, dan sekarang akan menjadi milikmu, terimalah...!" kata Bella kemudian memberikan cincin pemberian ibu mertuanya itu kepada Mellisa.
"Ahh..., terimakasih ibu, aku akan menjaga cincin ini dan kelak aku juga akan memberikannya kepada anak-anak kami ketika mereka akan menikah nantinya!" janji Mellisa dihadapan Bella dan Tomy dan disaksikan Ray calon suaminya.
__ADS_1
"Aya..., ibu...!, kami mungkin tidak bisa makan malam bersama kalian disini, karena kami sudah harus kembali kekediaman keluarga Conway!" kata Ray.
"Ya..., baiklah hati-hati dijalan, dan kalau tidak sibuk besok kalian bisa datang kesini untuk menemani kami" kata Bella.
"Akan kami beri tahu bu..., karena kami juga belum mengetahui rencana Jeff dan Anna untuk kami sesampainya dikediaman kami!" kata Mellisa.
"Ya sudah, lihat saja nanti kesempatan yang ada!" kata Tomy.
"Baik ayah..., ibu..., kami pergi dulu!" kata Ray kemudian mengajak tunangannya itu pergi menuju kediaman keluarga Conway.
Hari sudah menjelang malam saat Ray dan Mellisa tiba dikediaman keluarga Conway dan belum melihat mobil Lily maupun Jeff terparkir di garasi mobil,
"Sepertinya Ibu dan lily belum kembai demikian juga ayah!" kata Mellisa yang berjalan lebih dulu masuk kedalam rumah besar itu melalui pintu samping yang terhubung dengan garasi mobil.
"Beb..., aku naik ke kamar dulu mau meletakkan koperku ini, kamu beristirahat saja dulu!" kata Ray yang langsung menuju kelantai 2 dan masuk kedalam kamarnya yang sebenarnya adalah kamar Lily sedangkan kamar Mellisa berada diseberang kamar Lily itu.
"Hmm..., aku mau mandi saja dulu Beb...!" kata Mellisa yang kemudian masuk ke kamarnya sendiri.
Didalam kamar Ray mengeluarkan semua isi kopernya dan memindahkannya kedalam lemari yang juga merupakan lemari milik Lily tetapi didalamnya sudah bercampur dengan semua pakaian milik Ray termasuk beberapa stelan pakaian resminya. Belum selesai dia mengatur dengan rapi semua pakaiannya dalam lemari itu, dia melihat sosok bertubuh langsing milik Mellisa dengan hanya terbungkus sebuah handuk sedang berjalan menuju kearahnya.
"Sudah selesai Beb...?" tanya Melisa.
"Sedikit lagi!"
"Ayo cepat susul aku kedalam kamar mandi" kata Mellisa yang langsung masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Ray melihat gelagat yang tak asing lagi dari sosok Mellisa segera menyelesaikan kegiatannya itu kemudian melepas semua kain yang menutup tubuhnya tanpa meninggalkan sesuatu pun dan segera menyusul Mellisa kedalam kamar mandi dalam keadaan tanpa sehelai benangpun ditubuhnya, dari arah pintu dia mendengar suara kucuran air yang keluar dari shower sedang membasahi tubuh Mellisa yang sedang mandi. Kemudian keduanya saling melepaskan kerinduan mereka dibawah siraman air, acara mandi berdua itu akhirnya berlangsung lama karena diselingi permainan nakal dari keduanya sampai sebuah d3s4h4n panjang terdengar dari mulut Mellisa dibarengi lenguhan tertahan dari mulut Ray.