
Pesan teks pertama hanya berisikan pesan singkat yang berbunyi :
"Bagaimana keputusanmu?"
Sambil berpikir dia mencerna isi pesan pertama itu karena tidak mengerti apa maksudnya dan kemudian mengganggap bahwa pesan itu terjadi karena salah kirim, kemudian dia melanjutkan dengan membuka pesan kedua yang juga berasal dari nomor yang sama dan sudah disimpan Ray dengan nama sebagai panggilan misterius.
"Aku yakin kamu pasti bingung dari mana aku mendapatkan nomormu, ketahuilah kami bisa mendapatkan apa saja yang kami inginkan tentang dirimu, tapi kami tidak bisa memaksamu untuk bergabung, karena hanya dengan kerelaan seorang Shadow Squad akan bebas bekerja menyelesaikan misinya, aku masih menunggumu atau setidaknya hubungi aku untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut tentang keluarga Shadow Squad kami!, salam 'Free For Freedom' sender : \=Shadow Zero\="
Melihat ada kata Shadow Zero, Ray kembali teringat dengan sosok misterius yang mencegatnya saat sedang kembali menuju Mansion kemudian memberikannya selembar surat yang diabaikannya dan hanya diletakkannya di laci meja dalam ruangan kerjanya, dia kemudian langsung menuju ruangan kerjanya yang juga sudah menyatu dengan kamar dan hanya sebuah pintu yang disamarkan yang menghubungi kedua ruangan berbeda fungsi tersebut.
Didalam ruang kerjanya dia mulai membaca isi surat yang diberikan oleh Shadow Zero, di bagian atas terdapat nama organisasi tersebut yaitu Shadow Squad dengan singkatan $$ atau 2 kali lambang mata uang negara State dengan tanpa menuliskan alamat dari organisasi tersebut. Isi suratnya adalah sebuah perkenalan dari sebuah organisasi rahasia yang berada langsung dibawah Menteri Pertahanan yang melakukan misi penyelamatan dan pembebasan bagi setiap warga negara State, dari situasi sebagai tawanan atau karena mendapat paksaan ekonomi (pemerasan) dari pihak-pihak yang menjadi Musuh Negara atau Organisasi Bawah Tanah maupun Organisasi Terlarang yang sudah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah dan lebih khusus lagi orang yang mengalaminya merupakan salah satu asset negara sehingga bisa membahayakan atau membocorkan rahasia negara.
Dengan semboyan Free for Freedom organisasi terbatas ini bergerak secara rahasia dan semua biaya operasional ditanggung oleh pemerintah, fasilitas peralatan dan persenjataan serba canggih dan didukung dengan tekhnologi tingkat tinggi untuk operasional setiap anggota Shadow Squad. Setiap anggota direkrut secara khusus dimulai dengan melihat sejarah kehidupannya, pendidikannya serta interaksi kehidupan sosialnya dan semua history itu dicatat dan disimpan dalam sebuah data base rahasia oleh organisasi ini.
Setiap calon anggota direkrut berdasarkan keahlian yang sedang dibutuhkan oleh organisasi dan juga calon anggota berhak menolak untuk ikut bergabung tanpa syarat, dan mereka hanya diminta untuk tetap merahasiakan proses rekrut serta anggota squad yang pernah menghubungi mereka. Hanya saja ada kondisi yang tidak pernah diberitahu kepada calon anggota jika dengan sengaja mempublikasikan organisasi rahasia ini, bahwa mereka akan tetap dipantau 1 x 24 jam oleh seorang anggota squad selama 5 tahun berturut-turut.
Setelah membaca surat itu Ray menyimpan nomor yang tertera di sana dan menyimpannya dengan nama '$$' dan mengganti nama 'panggilan misterius' menjadi '$$0', dia kemudian keluar dari kamar dan menuju mini dojo yang berada di bagian belakang lantai 2 Mansion itu. Selesai berlatih fisik Ray melanjutkan dengan bermeditasi tapi pikirannya masih dipenuhi dengan isi pesan teks dan isi surat yang diberikan oleh sosok misterius tersebut, dan akhirnya meditasi spiritual nya berubah menjadi meditasi pengolahan pikiran dengan isi pesan teks dan surat dari sosok misterius itu.
__ADS_1
Di sana Ray mulai memikirkan nasib banyak orang yang tidak berdosa sedang berada dalam bahaya, terdesak oleh tekanan ekonomi atau mengalami pengancaman dengan resiko nyawa mereka yang disebabkan oleh orang atau organisasi yang tidak bertanggung jawab, dia merasakan suatu keharusan untuk memberikan bantuan sebagai sesama manusia yang lebih mampu dan memiliki sedikit keahlian beladiri dan pengetahuan di bidang ekonomi.
Ray menyelesaikan proses meditasinya dan kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri, dalam pikirannya masih berputar-putar dengan keyakinannya yang penuh dengan keraguan apakah menerima atau menolak dengan tawaran dari organisasi rahasia tersebut. Selesai dari kamar mandi dengan hanya mengenakan bathrobe Ray langsung masuk kembali keruang kerjanya dan mengambil keputusan untuk menghubungi nomor '$$' melalui pesan teks dengan ponsel miliknya, dia mulai mengetik beberapa kata dan terus mengalir sesuai keinginan hatinya.
"Saya tertarik, dan ingin mengetahui lebih dalam tapi tidak untuk sekarang sampai sebulan ke depan, karena dalam rentang waktu itu saya membutuhkan banyak waktu pribadi dan penuh ketenangan, jadi beri saya waktu lagi setelah masa itu lewat dan terimakasih untuk waktu kalian yang telah memperhatikan saya selama ini!. Salam \=Ray\="
Setelah selesai mengetik teks tersebut Ray menekan tombol send untuk mengirim pesan itu ke nomor yang telah diaturnya, kemudian mendapat notifikasi yang menyatakan bahwa pengiriman pesan teks tersebut berhasil terkirim. Ada perasaan lega didalam hatinya yang telah membuang sedikit beban yang dia rasa seperti mempunyai sebuah hutang yang belum terbayar, dia masih berada didalam ruang kerjanya sambil menenangkan diri dan kembali fokus dengan rencana kegiatannya mula hari senin saat akan mengikuti ujian semester sampai 12 hari ke depan dimana saat acara pernikahannya.
Tanpa dia sadari Lily dan Mellisa sedang mencarinya untuk sarapan, kedua tunangannya itu telah berkeliling sampai ke halaman dan taman bunga di Mansion itu tapi tidak menemukan sosok Ray. Lily dan Mellisa belum mengetahui ruangan kerja sang kekasih dan mereka hanya menganggap bahwa sebuah meja kerja yang berada disisi lain dalam kamar tidur mereka itu adalah tempat kerja Ray, hal ini karena pintu masuk ruangan kerja Ray tidak terlihat seperti biasanya melainkan tersamar dengan corak warna dinding sehingga tidak terlihat adanya sebuah pintu.
Akhirnya Lily memutuskan untuk menghubungi sang kekasih melalui panggilan telepon dan menanyakan dimana keberadaannya, didalam ruangan kerjanya Ray mendengar suara getaran ponselnya yang berada di atas meja kerjanya.
Ray meraih ponselnya itu dan melihat panggilan telpon dari Lily, kemudian dia menjawabnya,
"Ya sayang...?"
"Hon...!, kamu dimana?, kami sudah mencari mu kemana-mana, sekarang kami menunggumu di meja makan untuk sarapan!"
__ADS_1
"Oh ya..., aku akan segera kesana!"
Ray kemudian bergegas keluar dan berganti pakaian kemudian segera turun kelantai 1 dan menuju keruangan makan dimana Kakek Albert, Lily dan Mellisa sudah menunggunya,
"Maaf aku tadi sedang melihat-lihat ruangan mini dojo dan mini theater!" katanya setelah sampai dimeja makan dan duduk diantara Lily dan Mellisa.
"Umm..., aku sudah mencari mu sampai di kebun bunga tadi" kata Mellisa.
"Aku bahkan telah mencari mu hampir di seluruh kamar dan ruangan dan bahkan keruangan mini dojo, tapi mengapa aku tidak menemukanmu di sana?" kata Lily.
"Mungkin saat kamu kesana saya sudah berada di mini theater atau sudah masuk kembali ke kamar untuk berganti pakaian!" jawab Ray.
"Ya sudah, ayo sarapan!, kamu mau yang mana Hon...?" tanya Lily sambil menawarkan hidangan yang berada di atas meja untuk diambilkan buat sang kekasih.
"Tolong, roti lapis ditambah telur dadar, Hon...!" kata Ray.
"Mau minum apa Beb?" tanya Mellisa.
__ADS_1
"Coklat panas saja Beb...!" jawab Ray.
Didepan mereka kakek Albert menyaksikan keromantisan dan perhatian yang diberikan Lily dan Mellisa terhadap Ray, dan dia kembali mengenang saat bersama almarhumah istrinya yang sempat hidup bersama selama 3 tahun kemudian keguguran dan meninggal. Karena traumanya Albert tidak lagi memikirkan untuk mencari pasangan hidup yang baru, dia hanya berpikiran untuk membantu bisnis kakaknya Frank Debeur sampai akhir hayatnya.