Putra Sulung

Putra Sulung
Simpati Kepada Kenny


__ADS_3

Suasana Kampus Fakultas Ekonomi masih sepi dan baru ada beberapa mahasiswa senior yang datang, sementara itu Ray berjalan dengan santai menuju kelas setelah memarkirkan mobil listriknya diarea parkir dan memastikan sepeda motor listrik Kenny belum terparkir ditempat biasanya.


Dia memasuki kelas yang masih kosong dan duduk ditempat biasanya dia duduk berdua bersama Kenny, Ray membuka kembali pelajaran minggu sebelumnya dan membacanya berulang-ulang kali agar dia memahami semua maksud dari teori Pengantar Bisnis. Ray menganggap materi ini merupakan dasar yang penting bagi seorang pengelola perusahaan besar nantinya, oleh sebab itu materi ini menjadi menarik dan mendapat perhatiannya.


Sepuluh menit berselang satu-persatu teman sekelasnya mulai berdatangan termasuk Kenny, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 07:55 sehingga tinggal 5 menit lagi dosen pemberi materi Pengantar Bisnis akan masuk kedalam kelas.


"Hai Ray, bagaimana akhir pekanmu di gudang atau dipabrik?" tanya Kenny saat sudah duduk disebelah Ray.


"Ohh baik Ken, sabtu dan minggu kemarin aku diajak bosku ke peternakannya diluar kota!, aku menemaninya melihat produksi susu milik keluarganya!" kata Ray membalikkan fakta dihadapan Kenny karena semalam dia mendapat pesan teks dari paman Rocky yang sekarang menjaga gudang Happylive Mart di Kota Bronxvile, bahwa ada seorang temannya yang juga pernah ikut berlatih bersama di dojo yang mencarinya digudang. dan hal itu yang membuat Ray waspada karena Kenny masih tetap menyelidikinya.


"Ohh..., pantasan aku ke gudang dan tidak menemukanmu disana, padahal aku mau memberitahukan kalau nanti malam kita akan pergi ke pesta ulang tahun Sandra saudara kembarnya Diane Lockwood, Kathrine mengajakku kepesta itu dan aku harap kamu mau ikut juga bersama kami kesana" kata Kenny.


"Apakah mereka telah menganggap kita layak untuk menjadi teman mereka?, karena kamu tahu sendiri Ken?, sifat mereka yan sangat merendahkan orang kelas bawah seperti aku?" kata Ray menanggapi undangan Kenny.


"Tenang saja, Kathrine yang memintaku untuk mengajakmu bersama Jim dan Ronald, dan dia sudah bisa menerima kita sebagai sahabatnya karena sebentar pagi kami berdua akan berpacaran setelah naik ke semester 2!" kata Kenny memberikan alasannya.


"Baiklah aku akan ikut, dan nantinya aku akan datang keasrama dan kita berangkat bersama dari sana" kata Ray yang akhirnya menyetujui ajakan Kenny dan berharap temannya itu segera dapat menggaet pujaan hatinya Kathrine yang sudah sejak awal pertemuan mereka di Kampus Kenny telah tertarik dan terpesona dengan wajah dan kelembutan sikap Kathrine kepadanya dan hanya karena Kenny bukan berasal dari keluarga orang kaya maka hubungan mereka terhambat.

__ADS_1


Pelajaran pertama dipagi hari itu dimulai, beberapa kali Ray bertanya untuk lebih meyakinkan dirinya tentang tindak lanjut teori pengantar bisnis itu kepada dosen, dan setelah lewat 1 jam mereka istirahat untuk menunggu materi kedua dipagi hari itu.


Pukul 14:30 Ray kembali ke Mansion setelah berjanji akan keasrama nanti malam untuk pergi kepesta bersama ketiga temannya itu, Ray juga memberitahukan hal itu kepada Lily dan Mellisa agar keduanya tidak berprasangka yang tidak-tidak terhadap Ray. Lily dan Melli tidak keberatan dan Lily hanya menitipkan pesan agar sang kekasih tidak mengobral senyumnya dan dari Mellisa meminta agar Ray jangan terpesona oleh kecantikan para gadis-gadis yang berada di pesta tersebut.


Dengan setelan kemeja lengan panjang biru muda dipadu dengan celana panjang Biru gelap serta sepatu yang sesuai Ray berangkat ke Asrama Putra Universitas Fenesvile dengan mengendarai mobil listriknya, penampilannya saat ini tidak memperlihatkan kemewahan karena dia tidak menggunakan assesoris pakaian maupun jam tangan mewah yang dibelikan Lily. Dia tetap menjaga image teman-temannya tentang kesederhanaannya selama ini, dan dia belum akan memperlihatkan keberadaanya saat ini yang sebenarnya.


Ray, Kenny, Jim dan Ronald berangkat ketempat pesta yang diselenggarakan disebuah restoran mewah tempat para kalangan atas beracara dengan naik taxi, ketiga temannya mengenakan pakaian terbaik mereka terlebih Kenny yang selalu menunjukkan sesuatu yang lebih agar menarik perhatian Kathrine.


Mereka turun dari taxi dan melihat parkiran restoran yang dipenuhi banyak mobil mewah serta mobil sport berbagai merek terkenal yang menjadi kebanggaan para kaum glamour di Kota Besar seperti Kota Bronxvile, Dentuman musik keras menyambut empat sekawan ketika memasuki restoran mewah tersebut karena didalamnya sudah banyak anak-anak muda yang terlihat sedang berpesta.


"Itu Kath...!, ayo kita bergabung disana" seru Kenny kepada Ray, Jim dan Ronald yang datang bersamanya.


Ray melihat keramaian acara tersebut yang banyak didominasi oleh para gadis, dan hanya ada beberapa anak muda dengan penampilan glamour mereka dan bahkan ada beberapa pria dewasa disalah satu sudut.


"Hai Kath...!, kami sudah datang, dimana pemilik pesta?, kami berempat sengaja hanya membeli sebuah kado ulang tahun agar terlihat lebih berkualitas untuk Sandra, dan semoga saja dia mau menerima hadiah dari kami ini!" kata Kenny sambil memegang sebuah kotak hadiah ditangannya.


"Sebentar aku panggilkan Sandra, tadi dia bersama Cindy dan Danny disebelah sana, ohh..., itu dia, Sandra...!, hei kesini...!" teriak Kathrine kearah sang pemilik pesta yang kemudian terlihat bergegas menuju kearah mereka.

__ADS_1


"Hai selamat ulang tahun ya!, ini ada kado dari kami berempat untukmu!" kata Kenny ambil menyerahkan kotak hadiah tersebut.


"Wouw..., kenapa kalian repot-repot menyediakan hadiah untukku?, aku hanya berharap Kathrine berhasil membawa kalian kesini dan memeriahkan pesta ulang tahunku, tapi terima kasih semuanya karena sudah datang dan memberikan kado ini, silahkan nikmati pestanya dan hidangan ada disebelah sana!" kata Sandra sambil tersenyum dan mengarahkan empat sekawan untuk menikmati hidangan pesta.


"Buka kadonya San...!, kami ingin melihatnya!" kata Kathrine penuh antusias.


"Baiklah kalau itu keinginan kalian!" kata Sandra.


Dia kemudian membuka kado tersebut dan terlihat isinya adalah sebuah benda berbalutkan beludru indah dan didalamnya sebuah tas tangan dari merek terkenal dan terlihat sangat mewah, mata Sandra dan Kathrine sampai terbuka lebar melihat hadiah yang diberikan oleh Kenny dan ketiga temannya itu adalah barang berkelas dan asli karena didalamnya ikut terselip bukti pembelian resmi dari sebuah toko yang menjual barang-barang branded walaupun Ray dengan sengaja mencoret nilai dari tas tersebut agar tak terkesan norak.


Setelah selesai kuliah tadi sore sengaja Ray menumpulkan uang dari ketiga temannya itu untuk membeli hadiah ulang tahun untuk Sandra dan dia sendiri yang pergi membeli tas tersebut ketoko langganan Lily dengan menggunakan Black Card Platinum miliknya, nilai tas itu baginya tidak seberapa dengan statusnya saat ini tapi bagi Kenny, Jim dan Ronald merupakan sebuah kemewahan yang amat sangat karena harganya yang bernilai sebesar 8.000 dollar hampir setara dengan harga sebuah mobil baru kelas bawah.


"OMG, ini tas tangan keluaran terbaru dan harganya hampir 10.000 dollar!, wah..., Kenny dan teman-temannya telah bekerja keras untuk menyiapkan hadiah ini untukku, terima kasih untuk kalian Ken, Ray, Jim dan Ronald, saya sangat menghargai kedatangan kalian dan buah tangan yang kalian berikan, ayo bersenang-senanglah kalian!" kata Sandra.


Ketiga temannya langsung menatap Ray dengan tajam karena uang yang mereka kumpulkan tadi sore hanya sebesar 1.200 dollar tapi kenapa Ray bisa membeli barang yang harganya hampir 10.000 dollar?, sebuah pertanyaan besar sedang disiapkan oleh ketiga temannya itu kepada Ray yang terlihat hanya tersenyum. Ray memang berniat menyenangkan hati Kenny dengan membuat mereka berempat sedikit berkelas dipesta kali ini, karena dia tidak mau lagi mendapat hinaan seperti dulu saat pesta ulang tahun Claudia.


Ray bertambah senang setelah itu karena melihat Kathrine bertambah lengket dengan Kenny dan Jim serta Ronald yang bisa diterima duduk bersama para gadis glamour lainnya pada pesta tersebut, Ray hanya duduk disudut restoran dan menikmati acara para anak muda didepannya yang sedang bergoyang liar mengikuti irama musik keras.

__ADS_1


__ADS_2