
Pagi harinya Max mendapat panggilan telepon dari Jason dan mengatakan ingin bertemu untuk membicarakan tentang pengalihan saham milik mereka, Jason dan Clara akhirnya memutuskan untuk melepas saham milik mereka itu kepada Ray dan memilih menerima tawaran Ray. Mereka berdua juga masih tetap akan menempati Paviliun keluarga Debeur dan tetap menggunakan nama keluarga Debuer sepanjang mereka tidak menyalah gunakannya, Ray juga sudah berjanji tidak akan menuntut Jason dan Clara atas perbuatan mereka yang dahulu telah memalsukan dokumen tentang status anak kandung keluarga Debeur.
Sementara itu Ray masih terlelap tidur setelah malam sebelumnya dia bersama Jonathan, Albert dan Max menyelesaikan semua dokumen perusahaan Debeur Corporation yang sepenuhnya akan dilebur dan semua asetnya akan berubah menjadi Db & C International Company.
Max sengaja tidak mengganggu Ray yang sedang beristirahat karena malam sebelumnya dia sudah mendapat pengarahan dari bosnya itu bagaimana harus bertindak serta kondisi apa yang harus dia berikan jika Jason atau Clara menghubunginya dengan keputusan yang mereka ambil, Max tidak mengalami kesulitan saat bertransaksi dengan Jason maupun Clara dan setelah mendapatkan bukti resmi pengalihan saham kepemilikan asset keluarga Debeur sebesar 10% tersebut maka tugas mereka di Kota Zarklando sudah dapat dianggap selesai.
Max juga sudah mengatur manajemen perusahaan cabang di Kota Zarklando itu yang juga membawahi beberapa anak perusahaan, demikian juga dengan semua persiapannya yang akan memboyong keluarganya untuk pindah ke Kota Brashington telah siap.
Siang harinya pesawat jet pribadi Falcon Db & C Air service terlihat lepas landas dari bandara Kota Zarklando dengan route menuju Kota Brashington, didalam pesawat tersebut terdapat Ray, Albert, Jonathan dan Max bersama istri dan kedua anak mereka, ditemani oleh seorang pramugari maskapai pribadi Db & C Air Service mereka akan terbang selama 1 jam lebih.
Pesawat tersebut mendarat dengan sempurna di Bandara Internasional Kota Brashington dan langsung menuju hangar pribadi Db & C Air Service, di sana terlihat sudah menunggu 4 buah mobil Mercedez S Class berwana hitam yang akan mengantar Ray dan rombongannya ke Mansion milik keluarga Debeur Conway yang baru dibangun oleh Ray dikawasan pinggiran Kota Brashington.
Ray hanya memiliki waktu satu hari untuk dapat bersama keluarganya, karena setelah itu dia akan kembali ke Kota Bronxvile untuk kembali memasuki kehidupannya sebagai seorang mahasiswa.
Sebuah lahan pertanian yang sangat luas dimana di bagian tengahnya terdapat sebuah bangunan Mansion yang berdiri megah dengan gaya arsitektur modern, bangunan utamanya berlantai 2 dan memiliki 2 sayap bangunan disamping kiri dan kanan serta sebuah bangunan lainnya yang memanjang kebelakang dari gedung utama sehingga jika dilihat dari atas maka bangunan Mansion tersebut berbentuk sebuah bintang.
__ADS_1
Didalam gedung utama terdapat sebuah ruangan tamu dan 2 buah kamar yang diperuntukkan untuk tamu sedangkan dilantai 2 dijadikan tempat pribadi Ray dan kedua istrinya, di sana terdapat sebuah kamar tidur yang berukuran besar, ruang bersantai yang dilengkapi dengan set mini theater juga memiliki ruang makan tersendiri serta sebuah ruangan khusus berupa mini dojo yang diperuntukkan untuk Ray dan kedua istrinya berlatih dan bermeditasi.
Sayap gedung sebelah kiri diperuntukkan bagi Jeff dan Anna sedangkan sayap sebelah kanan untuk Tomy dan Bella, dimasing-masing sayap gedung juga terdapat masing-masing 2 buah kamar yang luas sehingga Albert memilih untuk tinggal di sayap gedung sebelah kanan bersama Tomy dan Bella. Sedangkan Max dan keluarganya memilih tempat di bagian gedung yang memanjang ke belakang dari gedung utama karena di sana juga terdapat beberapa kamar berukuran besar, ruang makan utama dan ruangan keluarga juga terdapat di bagian gedung tersebut dan di bagian paling belakang terdapat beberapa kamar yang diperuntukkan bagi para pelayan, pekerja dan penjaga Mansion yang jumlahnya hampir 30 orang.
Di sekeliling Mansion tersebut juga sudah dibangun jalan yang bisa dilewati oleh 2 buah mobil dan disamping kiri dan kanannya terdapat taman bunga, untuk seluruh kawasan lahan pertanian itu telah dibatasi dengan pagar tembok yang kokoh dengan sistim keamanan elektronik yang canggih selain itu ada juga terdapat 20 orang petugas keamanan yang sudah terlatih dan berjaga selama 1 x 24 jam secara bergantian.
Mansion mewah dan megah tersebut juga dilengkapi dengan sebuah helipet yang sudah terparkir sebuah helikopter pribadi dan siap membawa sang pemilik kemana saja dia inginkan, semua fasilitas mewah tersebut memang sengaja disiapkan oleh Ray dan kedua istrinya untuk menunjang aktivitas Ray dalam mengurus perusahaannya yang besar.
Pukul 13:40 empat buah Mercedez S Class berwarna hitam terlihat beriringan memasuki kawasan Mansion, iring-iringan 4 buah kendaraan mewah tersebut telah melewati pintu gerang utama dan masih akan melewati lagi 2 pintu pemeriksaan yang sedang dijaga ketat oleh beberapa orang penjaga keamanan.
"Jona...!, apakah kebun bunga milik ibuku sudah kau pindahkan kesini juga?" tanya Ray kepada Jonathan karena dia tidak melihat lokasi kebun bunga tersebut.
"Itu..., disebelah sana tempatnya!" kata Jonathan sambil menunjuk arah bagian sebelah kanan dari Mansion terebut.
"Benar Ray...!, di sana juga berdiri kandang dari 3 ekor kuda milik nyonya Lily" kata Max.
__ADS_1
"Hmm..., sejak kapan Lily membeli kuda?, kenapa dia tidak memberitahuku?"
"Rencananya untuk membeli kuda itu sudah sejak sebelum acara pernikahan kalian, dan karena kedatangan kuda-kuda itu membutuhkan waktu maka mungkin dia belum sempat memberitahu kepadamu tentang hal itu" kata Max menjelaskan.
"Ya sudah..., nanti ku tanyakan sendiri kepadanya, silahkan kalian beristirahat!, sampai ketemu nanti saat makan malam" kata Ray kemudian masuk kedalam Mansion dan langsung menuju kelantai 2 dimana kediaman pribadinya berada.
Sambil berjalan naik kelantai 2 Ray masih menatap kagum dengan semua yang berada didalam Mansion barunya itu, kemudian didalam hatinya dia memuji semua hasil kerja keras Jonathan dan Max, sesampainya dilantai 2 dia mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan untuk mencari keberadaan kedua istrinya tapi tidak nampak olehnya.
Kemudian tanpa mengetuk pintu dia masuk kedalam kamar tidur sambil berharap akan mendapatkan sambutan hangat dari Lily maupun dari Mellisa, tapi harapan tinggal harapan semua khayalan indahnya tidak satupun yang terwujud karena didalam kamar tidur dia juga tidak menemukan sosok kedua istrinya itu. Akhirnya dia memutuskan untuk membersihkan diri karena mulai merasa gerah setelah menempuh perjalanan udara dan darat sebelumnya, dia segera melepas pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk memulai ritual mandinya.
Sampai selesai mandi Lily maupun Mellisa belum juga terlihat sehingga dia memutuskan untuk istirahat karena dia juga masih merasa lelah setelah 3 hari berturut-turut bekerja di Kota Zarklando, dengan hanya menggunakan boxer dia naik keatas ranjang kemudian menutupi dirinya dengan selimut hangat yang tersedia di sana.
Perlahan dia memasuki alam mimpi yang indah karena langsung bertemu dengan 2 sosok bidadari cantik yang wajahnya sangat mirip dengan Lily dan Mellisa, dan yang membedakan dari kedua sosok cantik tersebut adalah mereka memiliki sepasang sayap dipunggung mereka dan juga keduanya bisa terbang sehingga Ray agak kesulitan untuk menggandeng tangan mereka berdua. Walaupun demikian Ray tetap berusaha untuk menggapai tangan kedua sosok bidadari tersebut sampai akhirnya dia berhasil dan dibawa ikut terbang melayang ke angkasa biru, menikmati pemandangan dari ketinggian atas langit dengan dua tubuh wangi dan lembut yang lengket menempel dikedua sisinya membuat darah laki-laki didalam tubuhnya terasa mulai bergejolak.
Perasaan tersebut seperti nyata sedang dialaminya saat ini, tapi Ray menepis anggapannya itu karena telah mengetahui dengan pasti bahwa kedua istrinya sedang tidak berada bersamanya di kamar tersebut.
__ADS_1