Putra Sulung

Putra Sulung
Kejutan Untuk Ketiga Sahabat


__ADS_3

Hari terakhir di Kota Paris semua keperluan para Wanita telah didapatkan, dan malam harinya mereka akan kembali ke Kota Brashington Negara State. Pagi hari Jonathan mengajak mereka semua untuk menikmati keindahan Kota Paris dengan mendatangi objek-objek wisata terkenal di kota itu, berbagai moment kebersamaan bagi Lily dan Mellisa dengan Anna maupun Bella mereka abadikan dengan kamera dalam ponsel canggih mereka demikian juga moment romantis mereka berdua dengan sang kekasih Ray yang terlihat terpaksa mengikuti semua kemauan dari para tunangannya itu.


Menara Eiffel sebagai ikon tempat wisata di Kota Paris menjadi salah satu monumen terkenal dan penting bagi Negara Perancis, selain bisa menikmati pemandangan lanskap menara Eiffel yang cantik dari kejauhan juga bisa menikmati pemandangan indah Kota Paris dari atas menaranya. Kunjungan di Menara Eiffel Ray dan rombongan kecilnya itu menyempatkan diri singgah kesebuah restoran yang terkenal akan menu steak dan wine nya yang berada ditingkat dua menara tersebut,


Rombongan Ray melanjutkan perjalanan menuju Arc de Triomphe yang merupakan salah satu monumen yang paling terkenal di Kota Paris dan terletak di pusat Place Charles de Gaulle yakni di ujung barat dari Champs Elysees, selanjutnya tempat tujuan mereka yang juga salah satu hobby dan kegiatan harian Bella yaitu Tuileries Garden yang adalah sebuah taman umum yang berada di antara Louvre dan Place de la Concorde dan di taman ini menjadi tempat yang bagus untuk jalan-jalan atau sekedar istirahat sejenak sambil memanjakan mata dengan bunga-bunganya yang sedang mekar dengan indahnya.


Mereka juga mengunjungi beberapa tempat wisata dengan gedung-gedung bersejarahnya serta taman-taman bunga lainnya, dan menjelang sore mereka kembali ke hotel untuk bersiap check out dan menuju Bandara karena tepat pukul 19:00 waktu Kota Paris mereka akan kembali terbang pulang menuju Kota Brashington dan akan singgah sebentar di Kota Bronxvile di Negara State.


"Apakah kalian sudah mengambil keputusan untuk terus kembali ke Brashington atau singgah beberapa hari di Bronxvile!" tanya Anna kepada kedua putrinya itu.


"Kami sudah membicarakannya ibu..., kami sepakat untuk singgah selama 2 hari di Bronxvile untuk memberikan undangan secara resmi kepada beberapa orang teman kami" kata Mellisa menjelaskan alasan mereka akan tinggal selama 2 hari di Bronxvile.


"Hmm..., baiklah tapi ingat komitmen kalian Mell...?, dan ingat juga hari Senin depan kamu dan Ray akan mulai Ujian Semester!, dan Lily akan menghadapi sidang ujian skripsinya dua hari kemudian" kata Anna mengingatkan.


"Iya bu..., kami mengingatnya dan sudah mempersiapkan diri kami!" kata Ray menegaskan kesiapannya dan kedua tunangannya itu dalam mengahadapi ujian semester dan ujian akhir mereka.


Mereka kembali akan mengalami penerbangan panjang dengan waktu tempuh selama 8 jam lebih antara Kota Paris Negara Perancis dan Kota Bronxvile Negera State, berbagai makanan dan minuman ringan telah disiapkan untuk menghilangkan kejenuhan selama penerbangan begitupun dengan berbagai sarana untuk beristirahat atau tidur. Melihat pengalaman sebelumnya Lily dan Mellisa juga membeli beberapa jenis permainan yang akan mereka lakukan didalam pesawat jet carteran itu, dan mereka berdua juga sudah mewanti-wanti Max agar memperhatikan hal tentang kenyamanan dan fasilitas beristirahat pada pesawat jet pribadi yang akan mereka beli.


Pukul 10:00 waktu Kota Bronxvile pesawat jet pribadi yang ditumpangi Ray dan rombongannya mendarat dengan mulus di Bandara Kota Bronxvile, kemudian Ray, Lily, Mellisa dan Jonathan turun dari badan pesawat meninggalkan Bella, Anna dan Max Dorigan yang akan melanjutkan penerbangan mereka menuju Kota Brashington.


Mereka sudah dijemput oleh Juan sopir pribadi keluarga Conway dengan sebuah Mercedez S Class, sementara itu Jonathan dijemput oleh sopir perusahaan dengan mobil yang tipenya sama. Jonathan langsung kembali ke Perusahaan untuk melakukan tugasnya yang sementara menjadi pemimpi perusahaan mewakili Jefferson Conway yang sedang banyak urusan mempersiapkan pernikahan kedua putrinya, sementara itu Ray, Lily dan Mellisa langsung diantar oleh Juan ke Mansion keluarga Conway.

__ADS_1


Mereka disambut oleh para penjaga gerbang dan para pelayan Mansion sambil menghidangkan makanan dan minuman ringan favorit dari kedua nona majikan dan tuan muda mereka, Dominic sebagai kepala pelayan di Mansion langsung melaporkan segala sesuatu yang terjadi di Mansion selama kepergian Ray, laporan Dominic berupa selesainya renovasi Mansion, pembuatan tempat latihan untuk para penjaga dan pelayan Mansion serta sebuah Helipad di bagian belakang taman bunga.


"Hon...!, apa yang telah kau lakukan dengan Mansion ini?" tanya Lily sesampainya mereka di Mansion dan melihat sebuah perubahan besar didalam ruangan Mansion baik dilantai-1 maupun dilantai-2 serta mendengar laporan yang disampaikan kepala pelayan Mansion Dominic.


"Ini sudah sesuai dengan kebutuhan kita dimasa depan Hon...!, dan aku juga sudah berkonsultasi dengan ayah Jeff dan ibu Anna tentang hal ini!" kata Ray menjelaskan.


"Wah..., Beb...!, ruangan keluarga dan ruangan makan sudah menjadi lebih luas dari sebelumnya!, mmm..., ini persiapan untuk berapa banyak orang nanti Beb...?, kan kita hanya bertiga di Kota ini!" kata Mellisa yang melihat perubahan tersebut.


"Hehehe..., ini persiapan untuk jangka panjang Beb...!, dan aku sudah memikirkannya sebagai persiapan masa depan kita!, 2 ruang kamar besar di lantai-1 yang berada disamping kiri adalah kamar tidur untuk ayah Jeff dan Ibu Anna sedangan yang berada disisi kanan adalah kamar tidur untuk ayah dan ibuku, dan 2 kamar tidur lainnya disiapkan untuk tamu, sementara kamar tidur kita tetap berada di atas dan juga sudah direnovasi menjadi sebuah ruangan besar yang sudah digabung dari sebelumnya 2 kamar milik kalian sekarang menjadi satu ruangan saja termasuk ada ruangan kerjaku didalamnya!" kata Ray kemudian menjelaskan secara rinci renovasi yang dia lakukan terhadap Mansion itu.


"Beberapa ruangan juga mengalami perubahan menjadi lebih luas seperti ruangan keluarga ini dan ruangan makan termasuk dapur!, kondisi di lantai-2 tidak berbeda jauh selain penggabungan 2 kamar tidur kalian yang menjadi satu juga ada tambahan perubahan untuk ruang latihan menjadi sebuah mini dojo yang khusus untuk anggota keluarga dan kamar-kamar lainnya masih tetap sama" kata Ray menambahkan penjelasannya.


"Ayah dan Ibu pasti akan terkejut melihat semua perubahan ini!" kata Mellisa.


"Pertama aku akan berterus terang kepada Kenny, Jim dan Ronald tentang keberadaan ku sebagai calon suami kalian tapi aku tidak akan menyinggung tentang warisan dari Debeur dan Hoffman kemudian akan mengundang mereka secara resmi untuk datang di pesta pernikahan kita bersama pacar mereka masing-masing!, bagaimana?" tanya Ray memohon pertimbangan dan persetujuan kedua tunangannya itu.


"Hmm..., boleh saja asalkan pacar mereka tidak akan berbuat sesuatu hal yang akan menyinggung perasaanmu atau teman-temanmu!" kata Mellisa tegas.


"Tidak Beb...!, aku sudah melihatnya sendiri, mereka telah berubah pandangan terhadap kami berempat dan bahkan Kathrine, Sandra dan Diane telah dipecat dan dikeluarkan dari kelompok elit kampus oleh Claudia!" kata Ray kembali menjelaskan situasi ketiga sahabatnya itu.


"Baiklah aku juga akan memberikan undangan kepada Jane dan Katy yang sedang berada di Inggris serta Lindsay yang berada di Kanada, mmm..., semoga saja mereka bisa datang menghadiri pernikahan kita Beb...!" kata Mellisa yang mengenang kebersamaan denan ketiga temannya itu saat dikelas 12.

__ADS_1


"Ya kirimi saja undangan buat mereka bertiga lewat akun sosial media mereka!, katakan saja kamu akan menanggung biaya tiket pesawat dan penginapan mereka selama berada di Kota Brashington nanti!" kata Ray yang mendukung niat baik dari Mellisa.


Ray telah mengirim pesan teks kepada ketiga temannya yang sedang berada di Asrama Putra Universitas Fenesvile untuk datang ke Mansion dengan alamat yang jelas, tidak berapa lama kemudian 3 buah pesan teks diterima oleh Ray yang mengatakan akan segera datang menemuinya di alamat yang diberikan.


Ray kemudian naik menyusul kedua tunangannya yang telah lebih dulu naik ke kamar mereka dilantai 2 untuk membersihkan diri dan beristirahat, sambil menunggu kedatangan ketiga temannya Ray juga mengambil kesempatan untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan jauh selama 8 jam lebih dari Benua Eropa menuju Benua Amerika dengan tak lupa memberitahu kepada Dominic untuk menerima kedatangan ketiga temannya saat mereka datang nanti.


Pukul 16:00, 3 buah motor listrik memasuki halaman Mansion keluarga Conway,


"Ehh..., Ken...!, apa tidak salah alamat yang diberikan Ray kepada kita?, inikan Mansion keluarga teman kita Mellisa!" kata Jim yang terlihat bingung.


"Ini benar alamat yang diberikan Ray!, mmm..., apakah majikan yang dimaksud Ray adalah kedua orang tua Mellisa?, brengsek tu anak...!, tidak berterus terang kepada kita, awas saja kau Ray!" kata Ronald sambil mengumpat temannya itu.


Mereka disambut oleh Dominic dan mempersilahkan mereka duduk di ruangan tamu sementara dia akan memanggil Ray sedang istirahat.


Ray turun dari lantai 2 setelah mendapat pemberitahuan dari Dominic tentang kedatangan ketiga temannya, sementara itu Lily dan Mellisa akan menyusul setelah mengenakan kembali pakaian mereka yang sudah berhamburan di atas lantai kamar.


Masih dengan keadaan linglung karena habis terbang keatas awan ken1km4t4n, dia melihat ketiga sahabatnya yang sedang duduk di sofa ruangan tamu sambil menatapnya dengan tajam dan penuh dengan pertanyaan. Belum lagi Ray menyapa ketiga temannya itu terdengar panggilan dari 2 sosok bidadari dari arah tangga,


"Hon...!" panggil Lily.


"Beb...!" panggil Mellisa.

__ADS_1


"Ya..., disini Hon..., Beb...!" kata Ray yang berbalik melihat kedatangan kedua tunangannya itu sambil merentangkan kedua tangannya menyambut tubuh kedua kekasihnya itu dan membawa mereka duduk bersama di sofa besar yang berhadapan dengan Kenny, Jim dan Ronald


Kenny, Jim dan Ronald hanya bisa terpaku ditempat duduk mereka dengan mata yang terbuka lebar dan mulut yang terbuka membentuk huruf 'O' melihat pemandangan yang sedang terjadi didepan mata mereka.


__ADS_2