Putra Sulung

Putra Sulung
Melepas Rindu


__ADS_3

Lily berlari kearah Ray tanpa memperdulikan kondisi tubuh sang kekasih yang dalam keadaan tanpa selembar kain yang menutupi tubuhnya, Lily melompat dan memeluk sambil bergantungan dileher Ray sedangkan Ray yang terkejut dengan kehadiran sosok yang sangat dirindukannya itu menyambut tubuh Lily dan memangkunya dalam pelukan. Kedua kaki Lily melingkar dipinggang Ray begitu juga dengan kedua tangannya yang melingkar erat dileher sang kekasih sementara Ray memegang dengan erat bagian bawah pinggul Lily untuk menahan tubuh seksi sang kekasih agar tidak jatuh, mereka bergelayutan saling menempelkan bibir mereka semakin dalam dan saling bertukar saliva.


Pasangan kekasih yang saling merindukan itu tidak menghiraukan sudah berapa lama mereka berdua saling berpagutan, semua fantasi indah yang selama ini terpendam mereka keluarkan dan lampiaskan kepada pasangannya seakan tidak ada lagi hari esok. Kemesraan itu berhenti ketika Lily merasakan sesuatu yang keras menyentuh bagian intimnya yang masih terbungkus celana panjang katun yang lembut, sedangkan pakaian bagian atasnya sudah terbang entah kemana akibat perbuatan tangannya sendiri yang ingin memanjakan sang kekasih dengan kelembutan gunung kembar didadanya. Lily mengetahui dengan pasti bahwa Ray sangat merindukan bagian tersebut sebagai tempat favoritnya untuk bermanja ria, oleh sebab itu dia memprioritaskan bagian itu sebagai pelampiasan kerinduan sang kekasih.


Lily segera melepaskan rangkulannya dari leher Ray dan turun dari pangkuan kemudian segera melepas celana panjang yang dia kenakan beserta kain berbentuk segitiga yang dia pakai untuk menutupi goa surgawi miliknya, dan menarik tubuh Ray membawanya kearah ranjang. Dia duduk dipinggir tempat tidur sedangkan Ray masih tetap berdiri dan memulai kegiatan oralnya untuk membuat sang kekasih menuju puncak hasrat, dipihak Ray menikmati pelayanan Lily sambil memainkan kedua gunung kembar milik Lily dengan kembut. Mereka berdua mencapai puncak secara bergantian dan melanjutkannya lagi pada ronde kedua dikamar mandi sambil berendam didalam bathtub. Aktivitas saling melepas rindu itu berhenti setelah keduanya mendengar panggilan dari pelayan Mansion yang memberitahukan bahwa makan malam untuk mereka telah siap.


"Non Lily..., Tuan Muda Ray...!, makan malam telah siap!"


"Baik bi..., sebentar lagi kami akan turun" kata Ray.


Keduanya sudah selesai membersihkan diri dan masih bergulingan diatas ranjang tanpa sehelai benangpun, dengan masih berpelukan dan bibir menyatu mereka berdua seakan tidak merasa puas padahal keduanya sudah dua kali mengalami puncak kenikmatan dengan cara oral.


"Sayang...!, ayo berpakaian kita makan malam dulu, eennmm...?" ajak Ray kepada sang kekasih yang terlihat enggan untuk melepaskan pelukannya.


"Uumm..., aku masih kangen Hon...!, dikit lagi ya...!"


"Oke..., apapun hanya untukmu sayang!, tapi ngomong-ngpmong sekarang entah siapa yang terlihat liar dan buas? nih lihat hampir semua tempat didadaku penuh dengan gigitanmu!, sedangkan aku hanya ada dua disetiap gunung itu"


"hihihi..., namanya juga orang kangen kuadrat mau gimana lagi?, biarin aja, toh itu juga punyaku semuanya! weee..." kata Lily manja sambil menjulurkan lidahnya keluar.


"Issh..., kusedot baru tau rasa kamu, ayo cepat berpakaian nanti kita lanjut ngobrol dibawah, dan ingat...!, kamu hutang banyak pertanyaan dariku, hemm...?"


"Iya..., iya...!, nanti aku akan jelaskan semuanya sayang!, ayo buruan pake pakaianmu"

__ADS_1


Keduanya kemudian turun kelantai 1 sambil bergandengan tangan, pemandangan itu menjadi tontonan baru bagi para pelayan Mansion yang melihat kemesraan nona mereka dengan tuan mudanya. Padahal mereka sudah diberitahu oleh Jeff dan Anna bahwa Ray yang selalu menginap di Mansion setiap akhir pekan adalah calon menantu mereka dengan Lily, tapi mereka belum pernah melihat saat keduanya sedang bersama seperti ini dan kali ini adalah yang pertama mereka menyaksikannya.


"Benar-benar pasangan yang serasi!"


"Kamu benar yem..., yang satu cantik jelita dan satunya lagi tampan maknyusss..., nyusss!"


"Ayo sus..., jangan ngelamun terus!, cepat samperin nona dan tuan muda, tanyakan ingin minum apa!"


"Siap laksanakan yem...!"


"Maaf non Lily..., tuan muda Ray...!, mau minum apa ya...?"


"Eemm..., coba lihat dilemari anggur sus..., apakah masih ada anggur merah?, kalau ada bawakan sebotol kesini!" kata Lily.


"Ehh..., sayang!, kok anggur lagi?, kan kita dirumah?, kita mimum air putih saja ya?"


"Makan malam kali ini, kita lakukan seperti perayaan melepas kerinduan kita setelah berpisah sebulan lebih, dan lagi semua anggur didalam rumah ini very low alkohol, jadi kamu jangan kuatir karena tidak akan mabuk jika hanya minum 1 sampai 2 gelas"


"Hmm..., baiklah apapun untukmu Hon...!"


Sambil duduk berdampingan Ray dan Lily menikmati makan malam mereka, setelah itu mereka berpindah diruangan keluarga dan Ray mendengar penjelasan Lily mengapa dia tiba-tiba berada di Mansion saat ini.


"Sejak 3 hari yang lalu aku sudah merencanakan kedatanganku kesini dan hal itu juga suah diketahui oleh ayah, ibu dan Mellisa!, dan mereka juga tidak masalah dengan keinginanku ini?, terutama ibu yang malam mendorong aku untuk sesekali datang menjengukmu disini karena ibu kuatir kamu tergoda dengan cewek lain!"

__ADS_1


" Ahh..., masa ibumu sekhawatir itu terhadapku?, nanti kamu tolong jelaskan kepada ibumu tentang diriku yang sebenarnya ya?, aku merasa jadi ngak enak Hon...!"


"Hihihi..., itu karena dimata ibuku kamu terlalu tampan sayang!, padahal aku sudah sering sekali menjelaskan kepadanya bahwa kamu tidak akan tergoda dengan gadis lain selain diriku?, karena kamu sudah terhipnotis dengan punyaku ini!, benar khan?" kata Lily sambil menunjukkan 2 buah gunung kembar yang kenyal didadanya.


"Mmm..., chuupphh..., tak terbantahkan!, hehehe..., karena ini sangat menggoda membuatku tidak bisa lepas kalau berada didekatnya!" kata Ray sambil me rem4s-rem4s kedua benda kenyal didepannya itu.


"Ahh..., pelan-pelan sayang!, dia tidak akan lari kemana-mana"


"Ehh..., kita keruang kerja ayahmu dulu, tadi kata bibi susi ada titipan dokumen penting untukku dari ayahmu!" kata Ray kemudian bersama berjalan bersama Ray menuju ruangan kerja Jeff.


Sesampainya didalam ruangan kerja ayah Lily, mereka melihat sebuah amplop coklat besar diatas meja kerja sang ayah. Ray kemudian membukanya dan melihat isi didalamnya terdapat beberapa lembaran kertas yang berisikan daftar nama perusahaan beserta anak perusahan milik keluarga Conway yang tergabung dalam Conway Group, serta ada sebuah surat yang ditujukan kepada Ray yang intinya Jeff ingin memberkan data-data tersebut agar dipelajari oleh Ray dan kemudian meminta Ray untuk setiap minggu sekali datang mengunjungi kantor-kantor perusahaan tersebut sebagai ajang latihan atau magang baginya.


Didalam surat tersebut juga mengatakan bahwa Ray diharuskan mengenakan pakaian formal resmi, sebagaimana yang sering dikenakan oleh para pemimpin perusahaan dan juga ada terselip sebuah kartu hitam berlapiskan emas dipinggirannya. Kartu yang diberikan ayah Jeff kepada Ray adalah sebuah kartu hitam edisi terbatas dengan kapasitas unlimited payment, padahal kartu hitam pemberian Lily hasil penggandaan kartu milik Lily baru sekali dia gunakan saat membeli mobil listrik yang dia gunakan saat ini.


"Nah sayang...!, sepertinya ayah menyuruhmu untuk segera beradaptasi dengan perusahaan-perusahaan dibawah Conway Group, itu artinya ayah telah menentukan siapa pewaris semua perusahaan itu!"


"Aduh..., apakah ini tidak terlalu cepat Ly...?, aku kan masih kuliah?, belum ada ilmu ekonomi yang bernar-benar tertanam dalam pikiranku ini!"


"Nanti juga kamu akan bisa!, karena didalam sana banyak orang-orang pilihan ayah!, ddan mereka pasti akan memebantumu mengendalikan Conway Group"


"Ahh..., bagaimana nantinya saja!, yang terpenting sekarang kita harus kembali kekamar, aku masih rindu denganmu!, ayo sayang!"


"Waahh..., simesum tampan akan kembali beraksi nih!, hehehe..., siapa takut? ayo...!"

__ADS_1


Keduanya kembali naik kelantai 2 dimana kamar Lily berada, sambil membawa amplop coklat pemberian Jeff kepada Ray. Keduanya kemudian mulai berenang dan akhirnya tenggelam dalam permainan asmara yang panas, walau hanya sekedar bercumbu dan bersentuhan dapat mengobati kerinduan mereka yang terpendam.


__ADS_2