
Selesai dengan dokumen-dokumennya Ray segera beranjak dari kursinya dan berjalan menuju kearah sofa dimana keenam sosok mahasiswa magang tersebut sedang duduk menunggunya,
"Ada dengan wajah kalian itu?, kenapa memandangku seperti sedang melihat hantu!" kata Ray membuka pembicaraan mereka.
"Ahhh..., surprise apalagi yang akan kau tunjukkan kepada kami setelah ini, hahh...!" kata Kenny yang masih dengan tatapan tajamnya kearah Ray.
"Ehh..., kalian juga kan tau aku sedang magang di perusahaan ini!, hanya saja aku magang sebagai CEO karena calon ayah mertuaku sedang sibuk mengurus acara pernikahan kedua putrinya itu di Kota Brashington, sedangkan kalian magang sebagai karyawan unit khusus yang sengaja baru aku bentuk sebelum ujian semester kita pada 4 hari yang lalu!" kata Ray menjelaskan.
"Kami tidak percaya kamu hanya sebagai status magang saja!, kami yakin tuan Jefferson Conway sudah mengangkat dirimu sebagai penggantinya karena hanya kamu satu-satunya pria di keluarga itu saat ini yang juga akan menjadi putra menantunya!" kata Kathrine menegaskan.
"Ya..., kurang lebih seperti itu dugaanmu Kath...!, tapi sampai hari ini aku masih berstatus magang, lihat saja dokumen-dokumen penting perusahaan masih tertera atas nama Jefferson Conway bukan namaku!" kata Ray menambahkan.
"Hmm... terserah kamu saja Ray!, kami sekarang akan mengiyakan saja dan mengikuti perintahmu, dan selanjutnya bagaimanapun kami adalah bawahanmu saat ini, terlebih kami masih berhutang banyak dengan semua ini!" kata Sandra sambil menunjukkan semua benda yang berada dilehernya dan jari kekasihnya Ronald yaitu semua perhiasan yang dibelikan Ray.
"Ahh..., kalian ini!, sudah aku bilang jangan mempermasalahkan hadiah dariku itu, saya ikhlas memberikannya kepada kalian sebagai tanda persahabatan sejati kita!, ingat itu bukan hutang piutang, dan juga banyak tugas dan pekerjaan yang akan sama-sama kita kerjakan untuk kelangsungan perusahaan ini dimasa depan, nah bagaimana...?, apakah kalian masih akan mempermasalahkan status, jabatan dan gengsi saat kita sedang bersama?, terlebih sedang berada di kantor seperti ini?" kata Ray menegaskan pendiriannya tentang kebersamaan mereka sebagai sahabat sejati.
"Hmm..., maafkan kami Ray!, kami hanya shock saja sebelumnya, karena saat akan memasuki ruangan CEO ini kami dipenuhi perasaan merinding dan gemetaran untuk berhadapan dengan sosok Boss Besar yang ternyata adalah kamu Ray!" kata Jim.
"Hahh..., apa sebelumnya kalian tidak diberitahu oleh Jona untuk menemui aku di ruangan ini?"
__ADS_1
"Mana ada...!, tuan Jonathan hanya mengatakan kepada kami agar segera menghadap Boss Besar di ruangan CEO, mana kami tahu itu adalah dirimu!" kata Kenny yang masih terlihat sewot.
"Sayang...!, sopan sedikit dengan Boss Besar, ini di kantor bukan di asrama!" kata Kathrine menegur tunangannya itu.
"Mmm..., iya sayang...!, maafkan aku Ray juga kalian semua!" kata Kenny yang akhirnya melunak akibat mendapat tatapan tajam dari sang kekasih.
"Sudah...!, santai saja..., tapi aku berharap kalian akan serius dengan pekerjaan kalian, nanti akan secara bertahap aku dan Jona akan memberikan data-data perusahaan dan meminta kalian berenam melakukan evaluasi serta mengadakan analisis dan kemudian memberikan saran strategis untuk pertumbuhannya dimasa depan, itu sesuai dengan nama unit khusus bentukanku yang baru ini yaitu Unit Analytic Strategic and Marketing Intelligence, dan untuk kalian ketahui unit baru ini hanya akan dihuni oleh orang-orang kepercayaanku, untuk itu buatlah aku bangga dengan memiliki kalian disini!" kata Ray menjelaskan.
"Kami tidak akan berjanji Ray!, tapi kami akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu!, percayalah kami adalah sahabat-sahabat sejatimu!" kata Kenny dengan penuh keyakinan dan diiyakan dengan anggukan dari lima sosok yang lainnya.
"Terimakasih...!, bekerjalah dengan serius karena semakin lama akan semakin banyak data yang akan berdatangan di meja kalian masing-masing, dan semua apa saja yang menjadi kebutuhan kalian akan disiapkan oleh Jona nanti, sering-seringlah berkomunikasi dengannya karena aku sudah memberitahu Jona untuk mendukung kalian setiap saat kalian membutuhkan!"
"Hahaha..., ketahuan juga sialan kau Ken!, tidak bisa melihat orang senang" kata Ray yang terkejut karena Kenny sempat melihat kaca satu arah yang membatasi ruangan mereka.
"Ahh..., kita harus berhati-hati ada CEO mesum yang akan mengintip kita!" kata Diane sambil berlari mendahului teman-temannya keluar dari dalam ruangan Ray.
Ray merasa senang dan puas dengan pertemuan perdananya bersama sahabat-sahabatnya itu dalam lingkup pekerjaan, dia kemudian melanjutkan aktifitasnya untuk memeriksa semua dokumen penting yang berada di atas meja kerjanya.
Ray hanya mempunyai waktu 2 hari lagi untuk berada di Kota Bronxvile karena hari senin minggu depan dia sudah harus terbang ke Kota Brashington untuk mempersiapkan acara pernikahannya yang akan diselenggarakan pada hari sabtu, walaupun persiapan besar lainnya sudah dikerjakan oleh kedua orangtuanya Tomy dan Bella serta kedua calon mertuanya Jeff dan Anna yang dibantu sepenuhnya oleh Max Dorigan.
__ADS_1
Selama 2 hari ketiga sahabat Ray bersama kekasih mereka masing-masing memulai proses magang dan akan dilanjutkan lagi pada minggu depannya selama 4 hari tanpa Ray, karena sahabat mereka itu sudah terbang ke Kota Brashington dan sementara itu mereka akan menyusul Ray pada hari jumat sehari sebelum acara pernikahan sahabat mereka itu berlangsung.
Hari senin pagi Ray berangkat ke Kota Brashington bersama Albert Debeur dengan menggunakan salah satu pesawat Jet Pribadi Falcon yang sudah resmi terdaftar sebagai armada Db & C Air Service, penerbangan sipil perdana pesawat pribadi milik Ray tersebut sengaja dimulai dengan mengantar sang pemilik untuk menuju ke Kota Brashington tempat Kantor Pusat Db & C International Company berada. Pada awal-awal penerbangan kedua pesawat jet pribadi itu sudah didaftarkan oleh Max Dorigan ke Departemen Perhubungan Negara State, yang akan melayani rute Brashington - Bronxvile - Zarklando dimana ketiga Kota tersebut terdapat kantor-kantor besar Db & C International Company.
Siang harinya Ray dan Albert tiba di Kota Brashington dan dijemput oleh Max, selanjutnya diantar ke rumah kediaman Tomy dan Bella karena Albert sementara akan menginap di sana dan Ray sendiri akan menginap di kediaman keluarga Conway setelah dia bertemu dengan kedua orangtuanya.
"Aku pulang...!" kata Ray didepan pintu masuk kediaman Tomy dan Bella.
"Ray...!, mmm..., bagaimana keadaanmu eumm...?" tanya Bella yang menyambut kedatangan putranya itu dengan penuh kehangatan.
"Aku baik-baik saja Mom...!, bagaimana dengan ibu dan ayah?" tanya Ray.
"Kami juga baik-baik saja!, ehh..., apa kabar paman Albert!" kata Bella yang melihat Albert juga datang bersama Ray.
"Hai Bella...!, kami baik-baik saja, aku akan menumpang lagi di rumahmu ini Bella, sampai acara pernikahan anakmu itu selesai!" kata Albert.
"Ya..., silahkan saja paman Albert, kami akan senang jika paman berada disini!, Tomy sedang berada diluar bersama Jeff untuk melakukan pemeriksaan gedung tempat acara pernikahan nanti" kata Bella menyambut senang kehadiran pamannya itu bersama putranya Ray.
"Istirahatlah dulu, aku akan membuatkan minuman hangat untuk kalian berdua!" kata Bella kemudian segera pergi ke dapur dan terlihat Albert juga masuk kedalam kamar tamu untuk meletakkan koper bawaannya, sementara Ray duduk di sofa sedang melakukan panggilan telepon.
__ADS_1