
Pagi harinya mereka turun ke lobby hotel dimana telah menanti 2 buah limousine mewah yang akan mengantarkan Ray, Lily dan Mellisa serta Bella dan Anna juga Max dan Jonathan menuju kantor United Bank of Switzerland bagian bisnis international banking. Ditempat itulah rekening deposito dan semua asset kedua perusahaan terdaftar dan tersimpan dengan baik, Frank Debeur dan Alexander Hoffman ayah Julia Hoffman serta Jefferson Conway mempercayakan harta kekayaan mereka kepada bank tersebut yang sudah dipercaya oleh kalangan pebisnis dan orang kaya di dunia sebagai tempat teraman untuk menyimpan harta kekayaan mereka.
Dengan stelan resmi terbaiknya Ray masuk kedalam mobil mewah tersebut diikuti Lily dan Mellisa dan mobil satunya diperuntukkan bagi Bella, Anna, Max dan Jonathan, mereka membutuhkan waktu selama 15 menit untuk sampai di gedung United Bank of Switzerland dan diterima oleh staf khusus bank tersebut dengan hanya menanyakan nomor id nasabah. Max memberitahu nomor id milik Tomy dan Bella serta nomor id milik Jeff dan Anna, setelah melihat 2 id tersebut staf khusus tersebut langsung membawa Ray dan rombongannya itu kesebuah ruangan pelayanan bagi pelanggan khusus atau VIP dan akan dilayani oleh staf yang lebih tinggi tingkatannya dari dia.
Proses masih berlanjut karena jenis transaksi yang akan dilakukan yaitu pengalihan kepemilikan harus ditangani langsung oleh seseorang yang sudah berada ditingkat manager karena masalah transparasi identitas pemilik rekening, sebab ada aturan khusus keamanan di bank ini untuk menjaga kerahasiaan nama pemilik rekening dan hanya direktur pelaksana dan manager data yang mengetahui identitas pemilik rekening selebihnya hanya mengetahui nomor identitas pelanggan saja. Aturan inilah yang membuat Bank Swiss itu terkenal di seluruh dunia karena menjaga kerahasiaan setiap pemilik rekening, belum lagi keuntungan para nasabah yang menginvestasikan dananya di bank itu dengan cara menyimpan uang atau asset.
Proses pengalihan berjalan lancar walau membutuhkan waktu yang cukup lama karena memerlukan ketelitian tingkat tinggi saat memasukkan data identitas baru bagi si pemilik rekening tersebut, tapi Max dan Jonathan telah mempersiapkan semua data dan dokumen sah dan resmi yang diperlukan terlebih Max yang sudah pernah mengurus hal seperti ini saat pengalihan dari Frank Debeur ke Tomy Debeur.
Setelah perubahan data selesai kini Ray dan kedua calon istrinya itu telah menjadi pemilik sah atas semua rekening deposito maupun rekening asset dengan nama perusahaan Db & C International Company, Ray kemudian membuat surat permohonan penerbitan 5 buah Platinum Black Card yang memiliki kapasitas transaksi tidak terbatas dengan menggunakan identifikasi sidik jari dan retina mata bagi si pengguna, dan kartu-kartu itu akan mengantikan semua kartu milik Jeff, Anna, Lily, Mellisa serta kartunya sendiri dan kemudian Jeff dan Anna akan memiliki sebuah dari kartu tersebut demikian juga dengan Tomy dan Bella kemudian Ray sendiri serta masing-masing untuk Lily dan Mellisa.
Semua Black Card tersebut akan terhubung ke rekening cash atas nama Ray, Lily dan mellisa yang berjumlah ratusan triliun dollar itu, hanya saja semua kartu itu memiliki batasan transaksi minimal yaitu sebesar 50.000 dollar dalam sekali transaksi, untuk itu Jonathan menyarankan untuk membuat kartu debit tersendiri bagi mereka agar lebih mudah dan kartu debit tersebut akan terhubung dengan rekening cash perusahaan Db & C International Company di bank lokal Negara State.
__ADS_1
Ray menyetujui usulan Jonathan dan segera memerintahkannya untuk segera membuat aplikasi permohonan secara online untuk mereka dan juga untuk operasional perusahaan bagi Max dan Jonathan sendiri, akhirnya seluruh proses pengalihan di Bank Swiss itu selesai dan mereka kembali ke Hotel dan berencana untuk berjalan-jalan di sore hari nanti.
Sesampainya di Hotel mereka makan siang bersama sambil membicarakan rencana penerbangan mereka besok hari menuju Kota Paris untuk urusan gaun pengantin yang akan dikenakan Lily dan Mellisa saat upacara pernikahan mereka yang tinggal beberapa minggu lagi, Ray dan Max serta Jonathan juga akan memanfaatkan kesempatan berada di Negara Perancis tersebut untuk mengunjungi sebuah perusahaan pembuat pesawat jet pribadi yang akan mereka pesan.
Sore harinya Ray hanya tinggal di Hotel dan menikmati suasana disekitar hotel ditemani Lily, sementara itu Bella, Anna dan Mellisa pergi jalan-jalan melihat kota Zurich ditemani Max dan Jonathan.
"Hon...!, ayo kita kepingggiran sungai itu, sepertinya tempatnya menyenangkan banyak bunga juga, seperti di kebun raya Kota Brashngton" ajak Lily kepada sang kekasih.
Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan menikmati panorama alam sungai di Kota Zurich yang terlihat sangat bersih dan banyak perahu yang lalu lalang sedang membawa penumpangnya yang ternyata para karyawan yang kembali dari pekerjaan mereka, setelah puas menikmati keindahan panorama alam itu keduanya kembali ke kamar hotel untuk beristirahat sambil menunggu Bella, Anna dan Mellisa kembali dari jalan-jalan sore mereka.
"Hon...!, sepertinya Ray kecil sedang marah nih, itu karena kamu dari tadi menempel terus ke tubuhku, dan kamu harus tanggung jawab sekarang!" kata Ray yang sudah bergelora akibat mendapatkan tempelan dua gunung kembar Lily di lengannya sepanjang menikmati pemandangan di sungai tadi.
__ADS_1
"Hmm..., dasar otak mesum hanya karena kena tempelan yang lembut-lembut langsung bangkit, oke, ayo lakukan, tapi tanpa sarung karet kana aku ingin merasakan semburan lahar gunung berapi didalam sana!, oke?"
Keduanya kemudian mulai bergumul dengan penyatuan diri mereka tanpa menggunakan pengaman seperti biasanya, dan pergulatan mereka berlangsung selama 2 jam lebih dengan beberapa kali keduanya mencapai puncak gunung yang kemudian menyemburkan laharnya kedalam sumur magma.
Setelah pergulatan berakhir terlihat Mellisa memasuki kamar dengan menenteng beberapa tas belanjaan dan langsung mengunci kamar itu dari dalam, dan berjalan cepat kearah ranjang dimana ada dua sosok yang sedang tertidur dan kemudian dia langsung melompat keatas ranjang dan mendarat diantara Ray dan Lily yang sedang lelap tertutup selimut hangat.
"Beb..., mana bagianku?, aku tahu kalian berdua tadi melakukannya maka sekarang giliranku, hei..., jangan pura-pura tidur sayang...!" kata Melisa yang dengan cepat telah melempar semua pembungkus tubuhnya ke segala arah dan ikut masuk kedalam selimut dan mulai menyerang wilayah pertahanan Ray.
Ray yang mendapat serangan tiba-tiba tak berdaya dan langsung melayani serangan sang kekasihnya itu dengan serangan yang sama yaitu menyerang objek vital dari pertahanan lawan, strategi penyerangan yang dilakukan Ray adalah dengan melakukan serangan secara terus menerus tanpa memberi jeda sedikitpun.
Strategi tersebut akhirnya memaksa Mellisa mengendurkan pertahanannya dan pasrah dengan gempuran artileri dari Ray yang tanpa berhenti, serangan militer Ray ke wilayah sensitif pujaan hatinya itu berlangsung selama hampir 2 jam sampai membuat Mellisa menyerah tanpa syarat dan terkapar tak berdaya disamping kanan tubuh sang kekasih. Disamping kiri Ray terdapat Lily yang telah lebih dulu pulas setelah bertarung secara fisik dengan kekasihnya itu dengan durasi yang sama dengan sang adik, Ray memberikan pelayanan terbaiknya kepada kedua kekasihnya itu agar tetap menjaga keseimbangan perasaan diantara keduanya.
__ADS_1