Putra Sulung

Putra Sulung
Kegelisahan Keluarga Debeur 2


__ADS_3

Satu persatu warisan peninggalan langsung Frank Debeur dan Julia Hoffman, berupa emas batangan, lahan pertanian dan beberapa gedung bertingkat mulai dijual oleh Jason dan Clara untuk memenuhi gaya hidup mereka. Hasil penjualan harta dan aset itu juga menjadi bahan perselisihan antara keduanya karena masing-masing merasa mendapat bagian yang sedikit, sifat ketamakan dan iri hati telah merasuk kedalam pikiran Jason dan Clara membuat kondisi hidup mereka saat ini dipenuhi kecemasan akan kekurangan biaya hidup glamour mereka. Berbeda 180 derajat dengan Tomy dan Bella yang saat ini hidup nyaman dan tidak berkekurangan karena gaya hidup mereka yang sederhana dan secukupnya, karena prioritas mereka sejak 15 tahun lalu hanyalah tertuju kepada Ray anak tunggal mereka.


"Jason...!, kenapa aku hanya mendapatkan 600 ribu dolar?, padahal yang aku tahu hasil penjualan lahan pertanian diluar kota itu adalah sebesar 2 juta dolar!" tanya Clara suatu ketika dikediaman mereka di Paviliun Debeur.


"Hmm..., benar itu adalah harga transaksinya, tapi apakah kamu tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan administrasi penjualan lahan pertanian itu?" kata Jason sambil menekankan kata-katanya dihadapan Clara.


"Bukankan biaya itu sudah ditanggung oleh si pembeli?, kamu jangan membohongi aku terus!, bulan yang lalu hasil penjualan Star Tower juga aku hanya mendapatkan bagian lebih sedikit dari bagianmu kenapa sekarang demikian juga?" kata Clara berapi-api karena sudah emosi.


"Ahh..., kamu tahu apa hahh...?, kalau begitu besok-besok kamu yang akan menangani penjualan berikutnya, aku tinggal terima beres pembagiannya saja!, tapi ingat tunjukkan bukti resmi dari notaris atas hasil penjualan itu seperti yang selalu aku lakukan!" kata Jason balik membentak adiknya itu.


"Baik aku yang akan menanganinya nanti!" kata Clara sambil bergumam dalam hati akan membalas perlakuan kakaknya itu dengan memberikan bagian yang lebih sedikit seperti yang dia alami beberapa kali.


##Bronxvile City##


Sebulan telah berlalu, Ray sudah selesai mengikuti pretest semester dan rencana renovasi kamar dilantai 1 dan lantai 2 yang di Paviliun telah selesai dikerjakan sesuai dengan keinginannya, pengerjaannya dilakukan oleh divisi khusus properti milik Conway Group dan juga proses renovasi itu telah mendapatkan restu dari Jeff dan Anna bahkan mereka sangat mengapresiasi niat baik Ray itu.

__ADS_1


Jeff dan Anna bahkan berkeinginan untuk segera menyerahkan kursi kepemimpinan Conway Group kepada Ray dan kedua putrinya, namun mereka mempertimbangkan kembali niat mereka itu sambil menunggu Lily menyelesaikan kuliahnya dan pelaksanaan acara pernikahan Ray dengan kedua putri mereka yaitu Lilyana dan Mellisa.


Persiapan Lily untuk menghadapi ujian telah 100% dan beberapa hari lagi dia akan maju untuk melakukan sidang ujiannya, dan apabila dinyatakan lulus dia akan mengikuti wisuda sarjananya sebulan kemudian. Sementara itu Ray dan Mellisa akan menghadapi ujian kenaikan semester setelah baru saja mereka selesai dengan pretest semester, dan disisi lain Ray tetap melakukan proses magangnya dan saat ini dia sudah dikenal oleh para pebisnis tingkat atas di Kota Bronxvile sebagai seorang pengusaha muda dan calon CEO Conway Group yang baru.


Pada setiap aktivitasnya Ray selalu menyesuaikan gaya penampilannya, dia akan bergaya selayaknya mahasiswa sederhana di Kampus dengan mengendarai mobil listrik dengan menggunakan nama Ray Mound, dan saat sedang berada di kantor perusahaan dia menampilkan gaya elegan sebagai seorang pebisnis muda yang mapan dengan segudang pesona yang dimilikinya dengan menggunakan nama Raymound Young. Hal ini berhasil dilakukannya berkat bantuan beberapa orang yang sudah dia percayai sepenuhnya, yaitu paman Rocky kepala keamanan gudang Happylive Mart, para pelayan dan penjaga di Paviliun dan terutama Jonathan Baker yang saat ini sudah menjadi assisten pribadinya.


##Zarklando City##


"Max...!, besok aku akan berangkat ke Brashington, bagaimana?, apakah sudah ada hasil dalam sebulan ini?" tanya Albert ditempat pertemuan rahasia mereka disebuah taman dipinggiran Kota Zarklando.


"Hmm..., aku berharap kamu optimis terus dalam usaha pencarian kita ini, karena kabar pastinya belum kita peroleh jika mereka sudah tiada, itu hanya perkiraanmu saja bukan?, aku juga akan berusaha mencari informasi di Brashington setibanya aku di sana!" kata Albert sambi memberikan semangat kepada Max karena diantara keduanya sudah saling menganggap sebagai saudara.


"Baiklah, kakak Albert berhati-hati di sana, jaga kesehatan dan tetap berhubungan lewat sambungan telepon, aku juga akan tetap berusaha disini sambil mengawasi perusahaan yang kakak Frank dan Julia tinggalkan, hahh..., Tomy..., Bella...!, dimana kalian, ayo tunjukkan diri kalian jangan buat susah kami terus!" desah Max sambil memijit bagian belakang lehernya yang terasa berat.


##Brashington City##

__ADS_1


Dikediaman Tomy dan Bella terlihat Lily dan Mellisa sedang bergelayut manja dikedua tangan Bella, hari sudah siang Lily yang sedang menenangkan dirinya untuk bersiap menghadapi sidang ujian kelulusan beberapa hari ini memang memilih kamar Ray dikediaman Tomy dan Bella untuk menjadi tempatnya menyendiri. Sementara itu Mellisa meluangkan waktunya untuk menemani sang kakak setiap pulang kuliah sampai sore hari, karena Mellisa harus kembali kekediaman Jeff dan Anna untuk menemani kedua orangtuanya itu sambil belajar pada malam harinya sebagai persiapan menghadapi ujian kenaikan semester.


"Ibu..., kakak...!, besok malam ijinkan juga aku ikut menginap disini kalau Ray sudah tiba!, mmm..., biar saat itu bisa mengobati rinduku dan sebagai penambah semangat saat aku menempuh ujian semester nanti!" kata Mellisa merayu Bella dan kakaknya Lily.


"Hehehe..., anak ibu yang memendam kerinduannya, boleh...!, asal ingat dan pegang teguh komitmenmu!, ingatkan juga calon suami kalian itu untuk mematuhinya, jangan dia melanggar lagi!" kata Bella dengan tegas namun penuh kasih sayang terhadap kedua calon menantunya itu.


"Baik ibu, aku akan mengingatkan mereka!" kata Lily sambil tersenyum dan mengingat kembali saat dia dan Ray melanggar komitment yang sudah disepakati terhadap kedua orang tua mereka masing-masing.


"Terimakasih ibu...!, kalau begitu aku pulang sekarang saja dan akan kembali besok siang setelah selesai kuliah, dan sekalian akan ke bandara menjemput Ray nanti sore bersama kakak Lily, bagaimana kak?" tanya Mellisa meminta persetujuannya kepada Lily.


"Mmm..., ide bagus!, sekalian besok kesini pinjam mobil ayah dan ibu, agar bisa diduduki oleh lebih dari 2 orang, kalau menggunakan mobilmu atau mobilku kita akan kesusahan jika kembali bertiga!" kata Lily memberikan saran.


"Iya memang besok aku berencana meminjam mobil ayah dan ibu, oke..., kita sudah deal!, sekarang saatnya aku kembali, sampai bertemu besok siang, daahhh..., ibu..., kakak...!, chuupphh...!" kata Mellisa sambil memberikan kecupan di pipi Bella kemudian pergi meninggalkan Bella dan Lily yang masih akan tinggal dan menginap.


"Hati-hati dijalan Mell...!, jangan ngebut!" kata Bella melepas kepergian sang calon menantu menuju kediaman Jeff dan Anna.

__ADS_1


__ADS_2