Putra Sulung

Putra Sulung
Pengalaman Pertama


__ADS_3

Hari ini rencananya Lily dan Mellisa akan kembali ke Brashington dengan menumpang sebuah penerbangan milik Maskapai Nasional Negara State, mereka akan ke Bandara pada pukul 11:30 karena pesawat mereka akan boarding 1 jam kemudian dan mereka akan diantar oleh Juan sopir pribadi keluarga Conway.


Setelah selesai sarapan mereka bertiga kembali ke kamar mereka untuk melihat kembali barang bawaan agar tidak ada yang tertinggal, Ray membantu kedua tunangannya itu sambil melihat-lihat disekitar kamar jika masih ada barang penting milik Lily dan Mellisa yang belum sempat dimasukkan kedalam koper dan tas mereka.


"Sepertinya semua sudah beres dan tidak ada yang tertinggal, kalau begitu kalian segera bersiap diri, aku sudah memberitahu Juan tadi agar bersiap mengantar kita ke Bandara!" kata Ray kepada kedua tunangannya itu.


"Hon...!, Beb...!" kata Lily dan Mellisa bersamaan dengan raut wajah mereka yang memelas.


"Hmm..., ada apa dengan wajah kalian berdua?, seperti induk ayam kehilangan anaknya saja!" kata Ray sambil menatap kedua tunangannya itu dengan intens.


"Hon...!, masih ada yang belum dimasukkan, itu...!" kata Lily sambil menunjuk kearah Ray kecil.


"Beb...!, aku juga disini!" kata Mellisa sambil menunjuk sudut bibirnya.


"Ke sinilah kalian berdua!, aku akan memenuhi semua yang kalian berdua inginkan, karena aku adalah milik kalian dan demikian juga sebaliknya!, jangan ditahan kalau ingin berteriak juga tidak apa-apa karena kamar kita ini sudah aku buat kedap suara!" kata Ray menjelaskan sambil membawa dua sosok bertubuh ramping itu keatas tempat tidur.


Aktivitas mereka itu berlangsung sampai waktu keberangkatan Lily dan Mellisa menuju bandara tiba, mereka saling memberikan tanda kepemilikan di bagian tubuh favorit masing-masing dan Ray memberikan yang terbaik kepada keduanya secara bersamaan. Terlihat wajah-wajah kepuasan dan penuh kebahagian mengiringi kepergian Lily dan Mellisa kembali ke Kota Brashington, mereka masih sempat berpelukan hangat dan Ray memberikan kecupan mesra di kening mereka sebelum Lily dan Mellisa memasuki ruangan tunggu keberangkatan di Bandara Bronxvile.


Tanpa Ray sadari dia sedang diperhatikan oleh 3 sosok pemuda tampan dan juga bertubuh kekar dari sebuah sudut terminal keberangkatan tersebut, setelah tidak bisa lagi melihat sosok tubuh ramping dan sexy milik kedua tunangannya itu Ray keluar dari dalam terminal keberangkatan menuju tempat parkir dimana Juan sedang menunggunya.


Disudut terminal keberangkatan 3 sosok pemuda yang memperhatikan gerak-gerik Ray terlihat sedang berbincang membicarakan sosok yang mereka lihat,


"Apa mungkin dia?, tapi tidak mungkin dia memiliki pacar secantik gadis-gadis tadi, apa mungkin keduanya adalah keluarganya?" kata Maikel Howard sosok mahasiswa glamour kekasih Claudia Collins yang berkuliah di kampus yang sama dengan Ray.


"Mungkin saja bos, apakah itu pemuda miskin tapi sombong tak banyak bicara itu, yang bos pernah ceritakan kepada kami?" tanya seorang pemuda yang mengenakan kemeja coklat.


"Iya..., wajahnya mirip sekali tapi dia tidak memiliki seorang pacar pun dan jarang bergaul dengan gadis-gadis di kampus!, dan yang tadi terlihat kedua gadis cantik itu seperti pacarnya?" kata Maikel menjelaskan dengan penasaran.

__ADS_1


"Kita datangi saja bos dan tanyakan namanya, lagi pula dia hanya sendiri dan kita bertiga, kalau banyak bicara kita sikat saja sampai tidak bisa berdiri atau sampai pingsan!" kata sosok pemuda yang memakai jaket jeans identik dengan sosok seorang preman.


"Hmm..., benar juga!, kalian berdua ayo ikuti dia, biar aku mengawasi dari kejauhan!" kata Maikel yang keluar sifat pengecutnya.


"Baik bos!" kata keduanya kemudian menyusul Ray ketempat parkir bandara.


Maikel Howard memang tidak bisa memastikan bahwa sosok yang sedang dia perhatikan itu adalah Ray, karena penampilan dan gaya berpakaian Ray yang sangat jauh berbeda dengan saat dia pergi ke kampus. Walaupun wajah tidak bisa Ray sembunyikan tapi hal itu sudah cukup mengaburkan penglihatan Maikel sehingga mereka akan menganggap Ray sebagai sosok orang yang lain, sambil berjalan santai Ray mencari mobilnya diarea parkir sambil berharap secepatnya menemukannya karena dengan warna Biru Metalic mobilnya itu akan dengan sangat mudah terlihat dari jauh. Belum juga menemukan mobilnya Ray mendengar suara panggilan dari arah belakang,


"Hei...!, kamu yang berkemeja navy blue berhenti sebentar, kami ada perlu denganmu!" kata sosok pemuda berjaket jeans.


Ray segera menghentikan langkahnya karena merasa 2 sosok dibelakangnya itu sedang memanggilnya, Ray memang mengenakan setelan casual dengan warna favoritnya biru dan kemudian dia berbalik dan melihat 2 orang pemuda berbadan kekar sedang mendatanginya.


"Bagus..., apakah kamu yang bernama Ray?" tanya sosok pemuda yang mengenakan kemeja coklat.


"Hmm..., maaf mungkin kalian salah orang, dan aku tidak mengenali kalian berdua!" kata Ray.


"Baik, siapa kalian dan ada keperluan apa ingin tahu namaku?" kata Ray dan baik bertanya.


"Busyeeet...!, ditanya malah bertanya, apa kamu sudah merasa jagoan disini?, ayolah kami hanya ingin tahu namamu tidak ada maksud lain, dan lebih baik permudah dirimu jangan bawa dalam kesulitan!" kata sosok berjaket jeans masih dengan gaya premannya.


"Benar apa kata temanku, kami hanya bertanya baik-baik apa susahnya menjawab pertanyaan gampang itu?, atau mungkin kamu tidak memiliki nama?" kata sosok berkemeja coklat.


"Hmm..., kalian bertanya kepada orang yang tidak kalian kenal sebelumnya dan itu faktanya disini, dan sebagai etika kesopanan kalianlah yang seharusnya memberitahukan nama kalian terlebih dahulu sebelum menanyakan namaku, mengerti!" kata Ray tegas.


"Uhh..., ternyata yang dikatakan bos kami benar, kamu itu sombong dan angkuh, hanya dengan pertanyaan mudah kamu malah menggunakan segala tata cara peradaban seperti itu, baiklah kalau itu maumu, saya Bruno Fox wakil ketua Geng Serigala Merah Bronxvile dan itu temanku Austin Fox sebagai Ketuanya, nah sekarang giliran peradaban darimu!" kata pemuda yang mengenakan jaket jeans dengan sombongnya.


"Ohh..., anggota geng?, saya pikir Kota Bronxvile ini tidak ada anggota Mafia atau kelompok bawah tanah dan sejenisnya tapi ternyata ada juga kelompok geng seperti kalian!, namaku Raymound Young seorang pebisnis muda yang baru mulai berkarir di Kota Bronxvile ini!, nah apakah itu sudah cukup?" kata Ray menjelaskan identitasnya sebagai Ray orang kantoran bukan sebagai mahasiswa.

__ADS_1


"Hmm..., business man!, bagus..., benar kamu bukan orang yang kami cari tapi kamu telah membuang banyak waktu kami dengan segala peradaban seperti tadi!, untuk itu kami minta kompensasi sebesar 200 dollar, saya pikir bagi seorang pebisnis sepertimu hal itu tidaklah sulit karena hanya sebuah recehan kecil, bagaimana?" kata sosok berkemeja coklat.


"Hahaha..., sehabis mencegat ku dengan hal yang tidak berguna sekarang kalian ingin memeras ku?, dengarkan akulah yang telah kalian rugikan dengan waktuku yang terbuang!, kalianlah yang harus membayar kompensasi kepadaku karena selama 20 menit kalian telah menahan ku, dan jika dikonversi dengan penghasilan perusahaan ku selama 20 menit maka saat ini aku telah mengalami kerugian sebesar 20.000 dollar!, cepat segera ganti kerugian ku atau aku akan melaporkan kalian ke polisi!" kata Ray balas membentak sambil mengancam.


"Bajingan...!, orang yang tidak bisa dikasih hati, nih..., terimalah bayaran dari kami sebagai pelajaran untukmu agar tidak main-main dengan geng Serigala Merah!" kata sosok berjaket jeans sambil melayangkan pukulan ke wajah Ray dan disusul oleh temannya dengan sebuah tendangan yang mengarah ke leher.


Hiiaatt...


Ray yang melihat kedua sosok itu sudah bertindak berlebihan dengan menggunakan kekerasan merasa sangat terkejut dan bingung karena ini kali pertama dia mengalami pertarungan yang sebenarnya setelah sekian lama berlatih dengan hanya melakukan pertarungan latihan antar sesama murid di dojo.


Buukkk..., Deeesss....


Brruuukkk...


Uuggghhh...


Dua serangan pertama tidak bisa dihentikan oleh Ray dan mendarat dengan kerasnya di pipi bagian bawah dan leher sebelah kiri dari wajahnya, karena masih bingung dan terkejut dia terlambat mengantisipasi dan menghindar dari kedua serangan itu dan tubuhnya terlempar sejauh 2 meter dan terhempas keatas aspal area parkir tersebut. Benturan tubuhnya di atas aspal membuat Ray tersadar dengan situasi dan segera bangkit tanpa merasakan sesuatu yang sakit ditubuhnya, aura pertempuran keluar dari dalam tubuhnya sambil mengepalkan tangannya Ray menyalurkan kekuatan Hawa Murni kearah kedua lengan dan kakinya dan mengambil ancang-ancang kemudian bersalto 2 kali di udara dan memberikan dua sosok pemuda didepannya dengan pukulan yang sama seperti yang mereka lakukan sebelumnya terhadap Ray.


Buukkk..., Deeesss....


Hiiaattt...


Bhuukk..., Kreetakkk..., Aduhhh...


Dheess..., Kreetakkk..., Wadaww...


Ray memberikan bayaran sebanyak 2 kali lipat dengan masing masing menerima pukulan dan tendangan diakhiri dengan kuncian yang langsung mematahkan sikut lengan kanan sosok berkemeja coklat dan patahnya kaki kanan sosok berjaket jeans sebatas lutut.

__ADS_1


Tubuh kedua pemuda itu tergeletak di atas aspal sambil mengaduh aduh karena tangan dan kaki mereka sebelah kanan tidak berasa lagi karena sudah patah dan dari sudur bibir mereka mengeluarkan beberapa tetesan darah, sementara itu disisi Ray terlihat bekas pukulan dan tendangan yang lebam di wajah dan bagian lehernya.


__ADS_2