
Sore harinya Ray terbangun dari tidur, dia menggeliat sambil kembali membayangkan mimpi indahnya bersama dua sosok bidadari cantik yang membawanya terbang sampai keatas langit. Dia kemudian beranjak dari atas ranjang dan pergi membasuh mukanya di wastafel yang berada didekat pintu kamar mandi, dan berencana untuk keluar mencari keberadaan Lily maupun Mellisa yang sejak kedatangannya di Mansion itu belum dia jumpai.
Dengan hanya mengenakan pakaian santai Ray turun kebawah dan bermaksud mencari minuman hangat serta makanan ringan, tapi dari arah pintu masuk dia melihat Lily dan Mellisa baru saja memasuki Mansion dengan masing-masing menenteng beberapa tas belanjaan.
"Hon...!" panggil Lily.
"Hai Beb...! kata Mellisa.
"Kalian berdua dari mana?, mmm..., pasti berbelanja lagi ya!"
"Nggak banyak kok, justru yang banyak untukmu, nih...!, ini kami siapkan untukmu yang selain buat dipake ke kuliah juga yang akan kamu kenakan kalau kekantor perusahaan! kata Mellisa sambil menunjukkan tas bawaannya.
"Benar Hon..., kami juga kelamaan karena mencari kemeja dan celana yang cocok dengan seleramu!, ayo kita keatas?, sekalian mencoba ini semua" kata Lily yang kemudian mengajak sang suami kelantai 2 dimana tempat pribadi mereka berada.
Mereka bertiga kemudian menuju keatas dan kedua istrinya itu langsung mengeluarkan semua belanjaan mereka yang memang ternyata pakaian untuk Ray yang terbanyak, satu persatu puluhan pakaian yang baru itu dicoba oleh Ray untuk memuaskan keinginan dari kedua istrinya. Kegiatan mereka didalam kamar tersebut berlanjut dengan ritual sebagai pasangan suami istri, karena sudah beberapa hari Lily dan Mellisa ditinggal pergi oleh Ray dalam tugasnya untuk menyelesaikan pemindahan asset perusahaan Debeur Corporation di Kota Zarklando.
Ritual mereka berakhir ketika Lily dan Mellisa sudah tidak kuat lagi menghadapi kebuasan Ray di atas ranjang, walaupun demikian Ray merasa puas karena dia juga dapat mencapai puncak sebanyak 2 kali dengan masing-masing istri mendapatkan sekali siraman air kehidupan didalam goa surgawi mereka.
"Hon..., kamu hubungi bibi Selena, bilang makan malam kita bawa keatas saja, aku nggak ada tenaga lagi kalau harus turun kebawah!" kata Lily yang masih terkulai lemas disamping kiri Ray sementara itu disamping kanan Mellisa mash terlelap karena kelelahan.
"Ya Hon..., nanti aku kasih tahu!"
"Eunmm..., besok jam berapa kamu berangkat ke Bronxvile?"
__ADS_1
"Nanti sore..., tapi kalau jadual penerbangan dari otoritas bandara cepat selesai kemungkinan penerbangan bisa maju beberapa jam, aku tinggal menunggu berita dari pilotnya saja!"
"Tapi nanti saat acara wisudaku kamu datang kan?"
"Iya, itu pasti...!, kan masih ada 2 minggu lagi waktunya?, aku masih bisa kesini 2 kali atau kamu sama Mellisa kesana!"
"Apa nggak cape kamu bolak-balik Hon...?"
"Nggaklah..., kan cuma 1 jam lebih sedikit waktunya, apalagi kantor pusat perusahaan ada disini, pastinya kalau ada dokumen penting harus aku yang anda tangan, ya mau nggak mau harus datang sekalian ambil jatah!, eennmm...?"
"Iihhh..., dasar pikiran mesum mulai bangkit lagi!, ayo sana..., beritahu bibi Selena, aku mau bersihkan badan dulu, setelah itu kita makan malam!"
"Baiklah, sekalian kamu bangunkan Mellisa!" kata Ray kemudian mengenakan pakaian seadanya dan keluar dari kamar tidur untuk memberitahu sang kepala pelayan Mansion untuk mengantarkan makan malam mereka kelantai 2.
Setengah jam kemudian beberapa orang pelayan mulai berdatangan naik kelantai 2 dengan membawa beberapa hidangan sesuai dengan menu yang sudah diberitahukan Lily dan Mellisa tentang makanan kesukaan mereka bertiga, semua hidangan itu ditata di atas sebuah meja yang terdapat di ruangan tersebut yang menyatu dengan tempat bersantai untuk Ray, Lily dan Mellisa.
Seperti malam ini mereka bertiga tidak turun kelantai 1 untuk makan malam bersama anggota keluarga lainnya tapi meminta para pelayan untuk menyiapkannya ditempat pribadi mereka, kedua orang tua mereka juga sudah memaklumi keinginan anak-anaknya itu sambil berharap mereka secepatnya memberikan cucu kepada mereka.
Ray, Lily dan Mellisa menghabiskan waktu mereka sampai keesokan paginya, dan mereka baru turun untuk menyapa anggota keluarga lainnya pada pagi hari sekalian melakukan olah raga ringan disekitaran halaman Mansion. Setelah itu mereka juga ikut sarapan pagi bersama Tomy dan Bella serta jeff dan Anna juga ditemani oleh Max bersama istrinya serta kedua anak mereka,
Ray masih memiliki waktu sampai sore hari untuk bersama kedua istrinya itu sebelum dia terbang kembali ke Kota Bronxvile, karena dia sudah mendapat kabar dari pilot pesawat jet pribadinya bahwa mereka sudah mendapatan dokumen ijin terbang dari pihak otoritas bandara pada pukul 16:00.
Menjelang sore Ray dan kedua istrinya terlihat sudah bersiap dengan berpakaian rapi, barang-barang bawaan Ray juga sudah dibawa para pelayan ke mobil yang akan membawa mereka ke bandara. Setelah berpamitan dengan anggota keluarga lainnya Ray yang diantar oleh Lily dan Mellisa segera menuju ke bandara, sesampainya di hanggar pribadi milik Db & C Air Service mereka disambut oleh para staf maskapai tersebut termasuk para crew yang akan melayani penerbangan Ray, Jonathan dan Albert menuju ke Kota Bronxvile.
__ADS_1
"Segera hubungi kami setelah kamu sampai disana ya Hon...!" kata Lily mengingatkan sang suami.
"Iya..., baik-baiklah kaian berdua disini, aku akan selalu merindukan kalian, chuupphh..., chuupphh..., bye..!" kata Ray kemudian memberikan ciuman dimasing-masing kening kedua istrinya tersebut.
Setelah pesawat jet pribadi tersebut lepas landas dari bandara Kota Brashington, Lily dan Mellisa kembali ke Mansion dengan diantar oleh sopir pribadi keluarga mereka. Sementara itu Ray akan melewati penerbangannya menuju ke Kota Bronxvile selama 1 jam dan 45 menit, didalam pesawat Ray ditemani oleh Albert, Jonathan dan seorang pramugari.
Selama perjalanan Ray hanya tidur beristirahat karena masih merasa lelah setelah kebersamaannya dengan kedua istrinya sejak semalam dan dilanjutkan lagi pada pagi hari setelah sarapan sampai menjelang keberangkatannya, walaupun demikian dia merasa bahagia karena bisa melayani dan memberikan kepuasan kepada kedua istrinya itu sekaligus dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami dengan baik.
Beberapa menit sebelum mendarat Ray dibangunkan oleh pramugari yang bertugas,
"Tuan..., tuan muda Ray!, bangun..., 10 menit lagi pesawat akan segera mendarat di bandara Kota Bronxvile"
"Ahh... iya..., terimakasih...!"
"Sama-sama tuan, silahkan safety belt nya dikenakan dan dikencangkan!"
Beberapa menit kemudian pesawat jet pribadi Falcon Db & C Air Service mendarat dengan sempurna di bandara Bronxvile, terlihat di area parkir pesawat telah menunggu 2 buah Mercedez S Class berwarna hitam yang akan membawa Ray dan Albert menuju ke Mansion dan satunya lagi akan mengantar Jonathan menuju ke kediamannya.
Hari sudah menjelang malam saat Ray dan Albert tiba di Mansion, Juan yang menjemput tuannya segera menurunkan semua koper dan barang-barang bawaan Ray dan memasukkannya ke dalam Mansion,
"Selamat datang kembali tuan muda!" sambut Dominic.
"Terimakasih paman Dom...!, tolong beritahu bibi Flora untuk memasukkan barang-barang bawaanku ke kamar dan juga tolong beritahu untuk mengatur isi koper-koper itu didalam lemari pakaian, aku ingin minum minuman hangat dulu sebelum makan malam!" kata Ray kepada kepala pelayan Mansion.
__ADS_1
"Baik tuan muda, segera akan saya kerjakan!" kata Dominic kemudian bergegas kearah belakang untuk memberitahu Flora tentang tugas yang diperintahkan oleh Ray.
Setelah makan malam Ray menyempatkan diri untuk menghubungi kedua istrinya di Kota Brashington melalui sambungan video call dan selanjutnya dia beristirahat karena mengingat besok pagi dia harus kembali ke kampus untuk menjalani kembali masa perkuliahannya.