
Setelah selesai mandi Ray bersiap dan berpakaian dengan gaya anak kampus dan melihat hasil kerja salep cream yang diberikan Shadow Zero untuk mengobati cedera lebam yang dialaminya kemarin didepan kaca meja rias milik kekasihnya, dia memeriksa dengan teliti semua lebam yang terdapat di wajah dan lehernya kemarin dan pagi hari ini dia sudah tidak melihat lagi ada bekas sedikitpun yang tertinggal.
Didalam hatinya Ray berterimakasih kepada Shadow Zero yang telah membantunya dengan memberikan salep cream untuk menghilangkan jejak cedera lebam di wajah dan lehernya, hal ini sangat menguntungkan bagi dirinya karena dia tetap bisa menjaga kerahasiaannya dari para pria glamour dan kelompok gadis elit di kampusnya.
Dengan mengendarai mobil listriknya Ray berangkat ke kampus untuk mengikuti ujian semester yang akan berlangsung selama 3 hari ke depan, dihalaman parkir dia melhat sepeda motor listrik milik Kenny sudah terparkir demikian juga mobil-mobil mewah milik para glamour dan kelompok gadis elit. Bergegas dia menuju ruangan kelas setelah memarkirkan kendaraan listriknya, karena walaupun waktu masih tersisa 30 menit tapi kebanyakan dari para mahasiswa telah hadir dan sudah bersiap untuk menghadapi ujian semester pada hari ini yang akan berlangsung sebanyak 4 kali yaitu 2 materi di pagi hari dan 2 materi lainnya pada siang sampai sore hari.
"Bagaiman persiapanmu Ken?" tanya Ray setibanya didalam ruangan kelas.
"Sangat siap!, kamu sendiri bagaimana?, karena aku tahu didalam pikiranmu banyak persoalan yang sedang dan akan dilakukan, kalau saja rencana itu dilaksanakan di Kota ini, aku pastikan kami bertiga akan membantumu!" kata Kenny dengan tulus.
"Iya terimakasih atas perhatiannya, tenang saja semua sudah ada yang mengurusnya, tapi ssstttt..., jangan keras-keras!"
"Aku mengerti bro...!"
"Wah.., wah...!, para gelandangan sedang berdiskusi masalah materi ujian, kasian...!" kata suara yang datangnya dari bagian belakang.
Ray dan Kenny secara spontan menoleh kebelakang dan melihat asal suara itu datang,
"Mmm..., bukan urusanmu Dan...!" kata Kenny singkat setelah mengetahui pemilik suara tersebut adalah Danny Lang pacarnya Cindy Mudrow yang sefakultas dengan Ray dan Kenny.
"Diam kamu Kenny...!, biarkan si pemulung dari gudang pasar swalayan itu yang bicara" kata Danny, tapi Ray diam dan terus mandang kearah tempat duduk dimana Danny Lang, Ronny Tomphson dan Maikel Howard serta para kekasih mereka berada.
__ADS_1
"Tenanglah Ray, jangan kau hiraukan perkataan Danny, mereka bukan ancaman buat kita!" kata Kenny menenangkan sahabatnya itu, sementara di pihak Ray senang dalam hatinya karena melihat kelompok glamour itu tidak curiga kepadanya sehubungan dengan kejadian kemarin saat di bandara.
"Aku baik-baik saja Ken..., kamu seperti tidak mengenaliku lagi, sejak kapan aku meladeni hal-hal tak berguna seperti ini?" kata Ray memastikan keadaannya saat ini.
"Baguslah..., ayo kita duduk kembali!" ajak Kenny.
"Hei pemulung jangan diam kamu!" terdengar suara dari tempat yang sama, karena Ray dan Kenny telah duduk kembali ditempat mereka dan membelakangi kelompok glamour dan kelompok gadis elit sehingga mereka berdua tidak melihat siapa yang barusan berteriak tapi dari suaranya Ray dan Kenny mengetahui bahwa itu adalah suara Maikel.
"Hahaha..., para gelandangan yang tak bernyali, percuma jadi seorang pria tapi pengecut seperi banci!" kata suara yang dikenali oleh Ray dan Kenny sebagai Danny.
"Tunggu saja kalian setelah selesai ujian semester ini, para gelandangan akan benar-benar menjadi pengemis di kampus ini!" kata suara Ronny dari arah belakang kelas.
"Ya benar itu!, dan kalian semua yang berada didalam kelas ini dengar baik-baik itu, jangan mengikuti jejak para gelandangan itu kalau masih ingin kuliah di kampus ini!" kata suara Maikel dengan tegas.
Ray dan Kenny sementara kembali ke asrama untuk makan siang di kantin asrama, di sana telah menunggu Jim dan Ronald bersama Kathrine, Diane dan Sandra, sudah menjadi kebiasaan mereka untuk makan siang di kantin asrama karena mereka sudah merasa cocok dengan menu yang disediakan di sana. Mereka masih akan menjalani ujian 2 materi lagi setelah makan siang ini dan diperkirakan akan selesai ada pukul 16:00,
"Hai kalian...!, kenapa lama sekali?" tanya Kathrine melihat kedatangan Ray dan Kenny.
"Maaf sayang, mobil Ray tidak bisa dikebut jalannya karena tenaga listriknya hampir habis, nggak tau dia lupa menambah kapasitas listrik baterainya!" kata Kenny menjelaskan.
"Umm..., kami kira kalian terlalu lama mengerjakan materi kedua tadi!, perasaan soal-soal yang diujiankan mudah semua!" kata Kathrine.
__ADS_1
"Oh ya!, bagaimana ujian kalian apa bisa dikerjakan semua?" tanya Ray.
"Bisalah, kalau tidak belajar bersama kalian mungkin kami akan kesulitan" kata Sanda dan Diane bersamaan.
"Sayang...!, itu sudah menjadi keharusan karena aku adalah pasangan kekasihmu!" kata Jim.
"Hati-hati Diane, gombalan pacarmu itu pasti ada kemauannya" kata Kenny menggoda pasangan Jim dan Diane.
"Hehehe..., aku sudah tahu kebiasaan dan keinginan kekasihku Ken!, biarkan saja dan terlebih lagi aku sangat menyukai jika dia bermanja-manja kepadaku!" kata Diane menimpali godaan Kenny kepadanya.
"Astaga...!, pasangan mata empat benar-benar sangat mesra, jangan-jangan kalian telah...?" kata Ronald curiga sambil menatap dengan tajam kearah Jim dan Diane.
"Apaan kamu Nald...!, jangan menuduh sembarangan, aku masih tersegel karena kami menjaganya dengan baik, betulkan sayang...?" kata Diane sambil minta persetujuan sang kekasih.
"Jangan dengarkan mereka sayang!. mereka iri dengan kemesraan kita, eennmm!... cuupphh..." kata Jim sambil menunjukkan kemesraan pasangan pemakai kacamata itu dengan mencium sekilas bibir kekasihnya.
Di kelompok mereka memang hanya Jim dan Diane yang menggunakan kacamata minus tapi masih terlihat sebagai kacamata biasa karena tidak terlalu tebal ukurannya, bahkan menambah pesona penampilan keduanya jika mengunakan kacamata. Disisi Ray melihat keakraban dan kedekatan pasangan dari ketiga sahabatnya menjadi senang dan teringat dengan kedua tunangannya di Brashington, Kenny kemudian menceritakan tentang sikap para pemuda glamour dan kelompok gadis elit dikelas mereka tadi pagi dan mendengar tanggapan mereka semua.
Semenjak Kathrine, Diane dan Sandra menjadi pasangan kekasih ketiga sahabat Ray itu mereka memang telah dikeluarkan dari kelompok gadis elit kampus, dan hal itu juga yang menjadi salah satu kegusaran kelompok pemuda glamour yang dibantu oleh kelompok gadis elit untuk lebih mengucilkan mereka hanya karena latar belakang empat sekawan datang dari keluarga kelas tingkat bawah.
Hal itu malah menjadi pemicu semangat ketiga sahabat Ray untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi mereka dalam bidang akademik, dan Ray yang berada dibelakang mereka dalam mensuport kemampuan mereka karena Ray sudah mengerti dengan baik bahwa dengan menenangkan diri dan mempertajam konsentrasi melalui meditasi maka pikiran seseorang akan bisa lebih fokus pada sesuatu hal yang diinginkan. Ray mengarahkan ketiga sahabatnya itu bersama para kekasih mereka agar tetap berlatih dan bermeditasi yang akan membuat pikiran tenang agar semua materi pelajaran dapat terserap dengan baik, dan dengan hanya membacanya kembali secara sekilas mereka sudah dikatakan sangat siap untuk mengikuti ujian ini.
__ADS_1
Mereka kembali ke kampus saat waktu telah menunjukkan pukul 12:45, karena ujian materi ketiga akan dimulai pada pukul 13:10. Kali ini mobil listrik Ray ditinggalkan di asrama dan Kenny menumpang mobil Kathrine sedangkan Ray menumpang mobil Diane, Jim dan Ronald dengan sepeda motor mereka menuju fakultas mereka masing-masing.