Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Nama Besar


__ADS_3

"Lepasakan aku bedebah" ucap Gea yang mencoba berontak untuk melepaskan diri dari pria pria yang sekarang menahanya


Tapi apa daya tenaganya tidak bisa menandingi 3 orang pria yang memegangi nya sekarang, Gea merasa


kali ini dia sudah tidak punya kesempatan untuk lolos,


"Diamlah sayang, kalau kau tidak mau diam, Aku akan sekalian membuatmu berteriak kenikmatan di sini, haha" ucap salah satu pria yang mengikat tangan Gea


Adlan yang baru menemukan keberadaan mereka langsung mendekat dan menarik kepala pria paling belakang, dia meraih dagu dan memutarkan kepalanya sekuat tenaga, hingga leher pria itu menghasilkan bunyi 'krek' "Arggh" pria itu terpekik dan langsung di banting ke tanah oleh Adlan


Sontak Pria lainya langsung menoleh kebelakang dan langsung menyerang Adlan "Barengsek kau" ucap pria itu dengan melayang kan sebuah pukulan pada Adlan


Tapi Adlan menangkap tanganya, lalu kemudian memelitirnya hingga terdengar lagi bunyi 'krek' "Arrrrrgggghh"pria itu langsung berteriak histeris


Adlan menariknya menendang pria itu ke dinding 'Guprak' dan dia berakhir ke tanah


Tinggal tersisa satu pria yang masih memegangi tangan Gea, dia segera melepaskan tangan Gea yang sudah berhasil di ikatnya, dia berdiri dan berhadapan dengan Adlan


"Siapa kau?, kenapa kau ikut campur urusan kami" tanya pria itu tidak langsung menyerang,


"Kau tidak perlu tau siapa aku, karean sebentar lagi kau akan berakhir" ucap Adlan,, dia segera bersiap untuk menyerang, tapi


'Habuuukkkk' "Aaaaaaaaaaaa" pria itu tiba-tiba berteriak histeris dengan memegangi anunya, padahal Adlan sama sekali belum menyerangnya,


Pria itu langsung berguling guling di tanah dengan merintih dan memegangi anunya itu


Ternyata Gea yang sekarang sudah berdiri dan menendang keras burung pria itu dari belakang


"Rasakan itu bodoh" ucap Gea sambil menendang nya lagi dan lagi di tanah


Setelah Gea puas menendang nya, Gea langsung menoleh pada sosok Adlan di dalam keremangan malam, dia tidak bisa melihat jelas wajah Adlan sekarang


"Terimakasih sudah membantu ku, kalau boleh tau, siapa Anda??" tanya Gea


Adlan hanya tersenyum di balik maskernya,, dia tidak menjawabnya supaya Gea merasa penasaran, diapun berbalik dan kemudian beranjak untuk pergi


"Tunggu, aku mohon, tunggu aku, aku ingin tau siapa kamu" ucap Gea langsung mencari bolpenya yang terjatuh tadi, setelah menemukan nya, Gea membidikannya pada pria yang masih terpingkal itu, dan dia menembakan jarum beracunnya pada pria itu juga 'Cep' "Membusuklah kalian di neraka" ucap Gea


Meski racun yang di gunakan Gea itu tidak langsung mematikan, tapi efeknya bisa langsung mematikan sarap motorik,, dan kejang-kejang


Setelah itu Gea langsung mengejar Adlan, karena di sangat penasaran siapa orang yang sudah menolong nya barusan,, dia terus berlari untuk mengejar

__ADS_1


Tapi Adlan belok di sebuah persimpangan


Gea pun mencoba terus mengikuti langkah Adlan, tapi dia langsung berpapasan dengan Adlan yang sudah membuka maskernya dan membalikan jaketnya lagi


"Ge, apa kau tidak papa??" tanya Adlan


"Minggirlah, aku sedang buru buru" ucap Gea, dia langsung menyingkirkan Adlan dan memperhatikan jalanan di depannya, tapi sosok pria berjaket abu itu sudah tidak ada di pandangan matanya


Gea menoleh lagi pada Adlan "Adlan, apa kau melihat seseorang berjaket abu yang lewat sini barusan??" tanya Gea


"Tidak, aku tidak Melihat siapa siap barusan" ucap Adlan membual


"Sial, kemana perginya dia, cepat sekali menghilangnya" ucap Gea


"Memangnya siapa dia?" tanya Adlan pura pura


"Tidak ada urusanya dengan mu" ucap Gea ketus, dia langsung berlalu dari hadapan Adlan untuk mecari sosok itu lagi


"Ya ampun Ge, aku di sini kan, Kenapa kau tidak mencurigai ku sama sekali," gumam Adlan,, dia juga beranjak untuk mengikuti Gea yang tanganya masih terikat


Adlan keluar dari jalanan gang dan langsung mencari cari keberadaan Gea di pinggir jalan raya,,


Dan akhirnya dia melihat kalau Gea sekarang bersandar di tiang reklame dengan ekspresi kecewa karena tidak menemukan apa yang di cari


"Kenapa di saat ada orang yang bisa membantuku, dia malah pergi begitu saja, tapi orang yang tidak beguna seperti mu tetap saja mengikuti ku,, aku sungguh sial" ucap Gea, dia langsung ambruk dan terduduk di tanah dengan tangan masih terikat


Adlan mendekatinya dengan tersenyum, dia berjongkok di hadapan Gea dan langsung membuka tali pengikat tangan Gea


"Memangnya jika orang itu ada di sini, kau mau apa?" tanya Adlan


"Aku tidak tau, tapi aku harap bisa dekat dengan orang yang berkemampuan seperti dia, bukan pria seperti mu" ucap Gea


"Jadi dengan kata lain kau menyukai pria yang pandai berkelahi??" tanya Adlan


"Tentu saja," ucap Gea


"Tapi Yang tadi itu......"


Belum selesai Adlan bicara Gea suda memotong nya ,,


"O yah Adlan, apa kau tau soal organisasi Redbear di kota ini??" tanya Gea mengalihkan pembicaraan saat tanganya sudah berhasil terlepas

__ADS_1


"Red Bear??, kurasa itu organisasi yang di pimpin oleh ayah sahabat ku,, kenapa memang nya?" tanya Adlan


"Sungguh?,, maksudmu teman yang tadi bersama mu itu??" tanya Gea


"Iya, dia Anju, dia sahabat ku dari kecil" ucap Adlan


"Tidak ada Sangar sangarnya dia,, apa dia jago bela diri?" tanya Gea,


"Ya lumayan" ucap Adlan


"Kalau begitu di mana dia sekarang??," tanya Gea bersemangat


"Memangnya kau mau apa?" tanya Adlan


"Kau tidak perlu tau, aku sudah lama ingin bertemu dengan master Sent yang legendaris itu" ucap Gea


"Master Sent??, siapa dia, aku baru dengar nama itu" ucap Adlan,


Adlan tidak pernah tau kalau itu adalah julukan ayahnya pada masa jayanya dulu,, master Sent atau Sean sang pemimpin organisasi yang berhasil mengguncang dan merajai dunia bawah pada masanya, tapi sekarang dia mempercayakan organisasi pada Agam untuk mengurusnya, dia pergi ke markas hanya kalau ada urusan yang penting saja,,


Dan yang Adlan tau selama ini ayahnya hanya pebisnis sukses saja, sementara nama besar ayahnya di organisasi itu dia tidak tau sama sekali, karena Sang ayah juga tidak pernah menceritakannya


"Katanya dia ayah temanmu, tapi masa tidak tau namanya, aku jadi meragukan mu" ucap Gea dengan memicingkan pandangan nya


"Mungkin itu julukan paman Agam waktu muda, jadi aku tidak tau" ucap Adlan


Tidak berapa lama Anju pun Datang setelah tadi mereka berpencar untuk mencari Gea


"Tuan, Apa nona Gea baik baik saja?" tanya Anju yang melihat Gea terduduk malas,


"Dia tidak papa, dia baik baik saja" ucap Adlan


"Anju, kau Anju kan??" tanya Gea langsung berdiri dan berhadapan dengan Anju,, Gea segera mengulurkan tangannya untuk bersalaman


Anju sedikit heran kenapa tiba-tiba Gea bersikap seperti itu padanya, tapi dia langsung menjabat tangan Gea "Iya, aku Anju" ucap Anju


"Kau tampan sekali, aku ingin jadi temanmu, apa boleh?" tanya Gea


Anju langsung menoleh pada Adlan karena dia tidak tau apa yang sudah mereka bicarakan sebelumnya


Adlan juga hanya bisa menggertakan giginya karena merasa sedikit kesal, 'Aku yang sudah berjuang, kenapa Anju yang dapat manisnya, benar-benar tidak adil' gumam batinya dengan menatap iri pada Anju

__ADS_1


Anju juga sampai gelagapan di tatap Adlan seperti itu, tapi dia juga masih tidak mengerti apa yang terjadi


__ADS_2