Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Memanjat


__ADS_3

Rencana sudah di siapkan matang matang oleh Adlan dan para komandan Redbear, dan mereka kini tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mereka melakukan pergerakan


Setelah mereka selesai membahas rencana mereka, Adlan dan yang lainnya segera keluar dari ruangan konferensi


Dan para komandan segera mengabarkan hasil perundingan mereka kepada semua Anggota Redbear yang jadi bawahan mereka,


Sementara Adlan Dan yang lainya hanya menyimak di belakang 7 komandan Redbear yang sedang menyampaikan pidato mereka priahal rencana mereka


"Adlan, apa kau yakin akan maju lebih dulu?" tanya Gea yang di sampingnya


"Tentu saja, itu rencananya kan?" ucap Adlan


"Kalau begitu aku juga ikut" ucap Gea


"Tidak , seperti yang sudah kita bahas tadi, kau dan yang lainya menepi saat keadaan sudah kondusif untuk berlabuh" ucap Adlan


"Sebenarnya kau tidak perlu turun tangan untuk urusan ini, aku percaya lima anggota Redbear yang nanti akan di turunkan sudah cukup untuk menangani penjagaan di area Dermaga," ucap Tiara yang berdiri di sisi lain Shelin


"Aku bukan tidak percaya pada kemampuan mereka,, tapi ini misi pertamaku di Redbear, jadi aku ingin memulainya lebih dulu" ucap Adlan


"Baiklah, terserah kau saja" ucap Tiara


Shelin sedikit heran kenapa keduanya bisa ngobrol sesantai itu, dan itu sudah lama tidak terlihat selama ini di antara mereka


Shelin sedikit mencondongkan badannya ke arah Adlan dan berbisik, "Apa kalian sudah baikan?" tanya Shelin dengan Suara pelan


"Tidak juga" ucap Adlan


"Oh, kupikir begitu" ucap Shelin kembali menegakan badan nya lagi


Setelah hasil perundingan mereka di umukan, Adlan dan yang lainya kembali ke ruangan pribadi keluarga di kapal pesiar itu lagi, untuk bersiap dan menunggu jarak yang cukup dekat untuk memulai aksi awal mereka


Adlan dan Gea berjalan masuk mengikuti Tiara yang memang memimpin jalan mereka di depan,


"Adlan, aku perlu bicara" ucap Gea dengan suara yang di pelan kan


"Bicara apa?, tinggal bicara saja" ucap Adlan


"Tidak di sini, kita ke dek depan saja" ucap Gea


"Baiklah" ucap Adlan


Mereka pun segera bergegas ke dek depan, sementara Tiara dan Shelin masuk ke salah satu kamar untuk beristirahat


Adlan dan Gea langsung duduk di kursi kayu di bawah sebuah payung pantai yan ada di tepi kolam

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Adlan penasaran


"Kenapa aku tidak boleh ikut dengan mu?" ucap Gea sedikit manyun


"Bukan tidak boleh, tapi bukankah sebaiknya kau menyimpan tenaga mu untuk berhadapan dengan Tiger nanti?" ucap Adlan


"Tapi aku ingin ikut dengan mu" ucap Gea kekeh


"Kau ini, aku bermaksud untuk pengertian padamu, tapi kenapa seolah aku mencekal mu," Adlan sedikit menghela nafasnya "Baiklah, kau boleh ikut," ucap Adlan


"Sungguh, Baguslah, Terimakasih" ucap Gea langsung menghilangkan wajah cemberut nya


"Ya ya ya, kau memang tidak mengerti maksud baiku" ucap Adlan


"O yah, satu hal lagi" ucap Gea segera merogoh kantong kecil yang selalu dia gunakan sebagai tempat menyimpan Bolpen emasnya, yang Gea sangka itu hanya bolpen logam biasa untuk pelontar jarum beracun saja, dia tidak pernah menyangka kalau itu emas Sungguhan, apalagi menganggapnya sebuah kunci gitarnya untuk membuka sesuatu


"Apa sebaiknya kau yang menyimpan bolpen emas ini, Tiger menginginkan benda ini,, jadi kupikir ini tidak akan aman jika berada di tangan ku" ucap Gea


Adlan langsung tersenyum "Tidak,,,, meski ini benda yang di incar oleh Tiger, tapi kau juga membutuhkan nya untuk melindungi dirimu sendiri kan, jadi tetap kau simpan saja," ucap Adlan


"Baiklah jika menurutmu ini aman dengan ku" ucap Gea menatap bolpen peninggalan ayahnya itu


.


Karena jika jarak kapal mereka terlalu dekat, di khawatir kan kapal mereka akan di lihat oleh penjagaan anggota Blacak Python, dan melakukan serangan senjata berat sebelum mereka berhasil sampai


Adlan dan yang lainya segera bersiap dengan memakai baju dan perlengkapan selam mereka,


"Kenapa kau harus ikut segala sih, aku juga jadi ingin ikut kalian" ucap Shelin pada Gea yang sudah bersiap melaut


"Kamu mending turun nanti saja dengan yang lainya, itu lebih aman kan" ucap Gea


"Ya baiklah, tapi hati-hati, jaga diri kalian baik-baik" ucap Shelin


"Tentu, aku akan berhati hati" ucap Gea


"Baiklah, jangan ada drama lagi, kita segera lakukan saja rencananya,, lebih cepat lebih baik" ucap Adlan


""Baik tuan"" ucap serempak lima Anggota yang di pilih oleh komandan mereka untuk melakukan penyelaman bersama Adlan dan Gea,


Mereka pun segera naik ke sekoci kecil dan segera di turunkan dari kapal pesiar besar itu ke permukaan laut


"Aku sangat mengandalkan Kalian, jadi kuharap kita bisa bekerjasama dengan baik supaya rencana kita berjlan mulus" ucap Adlan sebelum menceburkan dirinya


""Siap, kami mengerti"" ucap Serempak anggota

__ADS_1


Adlan segera memakai kacamata selam dan alat Scuba Diving nya untuk pernapasan di bawah Air, lalu Adlan langsung menceburkan dirinya ke lautan untuk memulai penyelaman mereka,


Itu mereka lakukan supaya bisa mendekat dengan aman dan pergerakan mereka tidak terlihat oleh pengamatan dari pihak musuh,


Mereka hanya menyelam di kedalaman tiga meter di bawah permukaan laut, karena tujuan mereka untuk lurus ke depan, dan bukan untuk menjelajahi bawah laut


Mereka terus menyelam beriringan ke arah lepas pantai Darkland, dan sedikit demi sedikit mereka pun terus mendekati tujuan mereka, ya itu dermaga untuk melabuhkan kapal mereka,


Setelah di rasa mereka sudah cukup dekat, mereka muncul dari permukaan air untuk mengamati kondisi di atas dermaga, Adlan menggunakan teropong kecil untuk mengamati pergerakan musuh di sana


Setelah memastikan pihak musuh sedang dalam kondisi lengah, Adlan memberi isyarat tangan supaya semuanya segera maju menuju ke bawah dermaga yang terlihat cukup aman


Setelah mereka sampai tepat di bawah dermaga, dengan cekatan satu persatu anggota Redbear langsung memanjat tihang tihang baja yang jadi penyangga atas pelabuhan itu


Adlan sedikit kebingungan saat mereka di haruskan untuk memanjat tihang yang lumayan tinggi, karena dia takut Gea tidak bisa melakukannya


Adlan melepaskan perangkat oksigen di mulutnya meski dia masih berada di permukaan air, "Apa kau bisa memanjat seperti mereka?" tanya Adlan dengan suara pelan pada Gea


Gea segera melepaskan perangkat oksigen di mulutnya juga "Entahlah, tapi aku akan mencoba nya" ucap Gea


"Kalau begitu, naiklah duluan, aku ada di bawahmu" ucap Adlan


"Baiklah" ucap Gea


Diapun segera memanjat seperti yang di lakukan oleh para anggota Redbear, entah karena tanganya licin atau energi nya sudah sedikit terkuras oleh penyelaman, Gea yang baru naik beberapa kaki itu malah merosot kebawah lagi, dan menimpa kepala Adlan di bawahnya,


"Astaga, kenapa kau kembali lagi?" ucap Adlan sedikit kaget dan berusaha menahan berat badan Gea supaya mereka tidak kembali ke air lagi


"M maaf, ini sedikit sulit" ucap Gea


"Sudah kubilang jangan ikut kan, Baiklah, kau boleh menginjak bahuku sekarang" ucap Adlan dengan lebih mengencangkan peganganya ke tihang penyangga


"Maaf," ucap Gea yang merasa tidak enak karena malah menjadi beban untuk Adlan


Gea pun akhirnya bisa di naikan Adlan dengan susah payah, dan juga di bantu oleh anggota yang sudah berada di posisi aman di atas


Sesampainya Adlan di atas, dia langsung memijat mijat bahunya untuk mengendurkan otot nya, karena harus naik plus jadi pijakan untuk Gea di kondisi seperti itu cukup membuatnya sedikit pegal


Gea tentu merasa tidak enak melihat ekspresi Adlan seperti itu "Maaf, berat ya?" ucap Gea nyengir


"Tidak, kau hanya membuat tanganku sedikit keram saja" ucap Adlan


"Ya maaf" ucap Gea dengan tatapan bersalahnya


"Sudahlah, jangan di bahas, lebih baik kita langsung bersiap untuk bergerak sekarang" ucap Adlan yang langsung menghampiri Anggota Redbear yang sedang memantau mengintai untuk melihat situasi

__ADS_1


__ADS_2