
Mereka berempat Segera masuk ke dalam ruang aula untuk tempat latihan mereka, Gea cukup takjub karena saat dia memasuki ruangan pandangan langsung melihat ruangan luas yang di isi berbagai macam alat latihan,, seperti halnya di tempat gym profesional ,, dan bahkan di sana juga terdapat Ring tinju untuk arena berlatih fighting
"Waw, ini keren sekali, apa ini tempat latihan para anggota Redbear?" tanya Gea
"Bukan,,, ini sebenarnya bekas markas ayah dulu sebelum dia seperti sekarang, dan tempat ini cukup bersejarah untuknya, dari itulah dia tetap mempertahankan gedung latihan ini meskipun sekarang jarang dia gunakan, kalau Para anggota Redbear mereka punya tempat latihan khusus di markas besar" jelas Anju
"Kedengarannya tempat ini seperti sebuah batu loncatan untuk menjadi orang hebat,, Baiklah kalau begitu, kita langsung mulai saja latihannya, ku harap aku juga bisa menorehkan sejarahku dari sini," ucap Gea sambil menatap Ring tempat latihan bertarung
"Jangan dulu lihat kesana, kau tidak mungkin langsung ingin melawan ku kan?" ucap Anju
"Tidak begitu,, Jadi apa yang harus ku latih lebih dulu?" tanya Gea
"Kita mulai dari hal dasar, kau bisa memilih mempelajari tehnik atau peningkatan kekuatan mu terlebih dulu," ucap Anju
"Kurasa aku masih lemah di hal kekuatan, jadi itu saja" ucap Gea
"Baiklah" ucap Anju,
Anju pun segera jadi coach dadakan untuk Gea,, dan mereka segera beranjak ke tempat alat alat gym berada dan melakukan pemanasan terlebih dulu, dan setelahnya Anju mengintruksikan Agar Gea menggunakan salah satu alat gym untuk melatih kekutan otot yang menurut Anju ramah terhadap tubuh wanita
Sementara gea dan Anju sibuk dengan latihan mereka, Adlan dan Anggi malah asik bermain boneka di sebuah meja yang terdapat di sana
"Ayo Oki, kamu juga ikut latihan seperti kak Gea, supaya kamu bisa melawan penjahat" ucap Anggi pada bonekanya
Adlan hanya tersenyum mendengar perkataan Anggi yang berkata sambil memainkan bonekanya itu, sesekali Adlan melirik Gea yang sedang menjalani latihan nya
"Anggi, apa kamu bisa membuat orang pingsan tanpa menyentuh seperti kak Gea?" tanya Adlan penasaran
"Tentu saja bisa, aku punya alat yang sama dengan kak Gea" ucap Anggi
__ADS_1
"Benarkah, jadi kak Gea melakukan nya dengan alat ?,, tapi aku tidak pernah melihat kak Gea menggunakan alat apapun saat melumpuhkan orang" ucap Adlan
"Ada,,, dia menggunakan bolpenya untuk menembakan jarum beracun, bolpen itu hadiah dari ayah sebelum dia meninggal" ucap Anggi
"Oh, begitu ceritanya, apa kak adlan boleh lihat bolpen punyamu?" tanya Adlan
"Tidak boleh, kak Gea bilang ini senjata rahasiaku, jadi tidak boleh ada orang yang tau" ucap Anggi
"Kan sekarang kak Adlan sudah tau soal bolpen mu, jadi kamu tidak perlu merahasiakan nya lagi" ucap Adlan yang penasaran dengan bentuk alat yang di gunakan Gea itu
"Oh iya ya,, aku sudah memberitahu kak Adlan, tapi jangan bilang-bilang pada orang lain ya, ini rahasia kita, sebentar aku ambil dulu" ucap Anggi
Diapun merogoh tas kecil yang khusus dia pergunakan untuk menyimpan bolpen mereka,, dan Anggi pun mengeluarkan sebuah bolpen dengan diameter sekitar 1,5 cm dan panjang sekitar 20 cm, dan terbuat dari bahan Kuningan yang sebagiannya berwarna hitam metalik
"Ini dia, ini senjata rahasia ku" ucap Anggi mengacungkannya di depan dadanya
"Boleh kakak memegang nya sebentar?" tanya Adlan
Adlan pun segera mengambilnya dan langsung memperhatikan setiap detail benda yang mirip dengan bolpen itu,, benda itu memiliki empat pemicu di ujung lancip nya, dengan warna yang berbeda-beda, ada merah, kuning, dan juga biru,, sementara bagian depanya cukup runcing
Sangat persis dengan sebuah bolpen yang mempunyai empat warna dalam satu wadah, dan tentu tidak akan ada yang menyangka kalau benda itu bisa di pakai untuk melumpuhkan orang, bahkan bisa sampai menghilangkan nyawa seseorang jika terkena jarum beracun yang terdapat di dalamnya,, dan tidak cepat di tangani dengan benar
"Benda ini Sangat unik,, pantas saja kakakmu bisa melumpuhkan orang dari jarak jauh, ku kira dia punya ilmu sihir" ucap Adlan
"Tidak, kak Gea tidak punya ilmu sihir, dia hanya tinggal menekan itunya dan jarumnya akan terbang jauh, dan orang jahat pasti akan langsung mati" ucap Anggi
"Sungguh, apa benda ini juga bisa mematikan?" tanya Adlan
"Kalau yang warna merah kata kak Gea bisa membuat orang meninggal, kalau yang warna biru hanya akan membuatnya pingsan saja," ucap Anggi
__ADS_1
"Terus kalau yang kuning?" tanya Adlan
"Kalau yang kuning bisa di pakai untuk menyembuhkan racun nya" ucap Anggi
"Ooohh,,, Baiklah, kakak paham Sekarang,, ya sudah, kamu simpan lagi ini baik baik, kalau ada orang jahat, kamu tembak saja mereka" ucap Adlan
"Tentu saja, kak Gea juga selalu berkata seperti itu" ucap Anggi, diapun memasukan lagi bolpenya kedalam tasnya
Adlan jadi sedikit mengetahui senjata andalan Gea itu, tapi Gea juga mempunyai kemampuan yang lumayan dalam hal Bela diri, jadi itu poin plusnya untuk Gea, sementara Anggi tidak punya kemampuan bela diri seperti Gea, dan mungkin akan jadi sasaran empuk bagi orang yang selalu mencari mereka
"O yah, apa kamu tau siapa sebenarnya orang yang selalu mencari kalian itu?" tanya Adlan
"Mereka orang jahat, mereka menusuk ayah dengan pisau, dan ada darah di mana mana,, aku aku takut, aku sangat takut" ucap Anggi tiba-tiba ketakutan saat membayangkan kejadian ayahnya yang di Habisi dan di saksikan olehnya dari selah pintu lemari saat dia dan Gea bersembunyi, dan trauma itu juga terus membayangi benak Anggi yang mengakibatkan psikologisnya terganggu,
Adlan juga sadar kalau pertanyaan nya mengundang ketakutan untuk Anggi, jadi dia tidak berniat menelisik lebih dalam lagi
"Tidak apa, kamu tidak perlu takut, kalau ada orang jahat, kak adlan akan memukul mereka semua, kamu tenang saja" ucap Adlan mencoba menenangkan Anggi
Adlan membuat kesimpulan dari cerita Anggi itu kalau orang yang mengincar mereka itu menginginkan seluruh keluarga Gea, tapi tentang siapa mereka dan apa motif mereka menghabisi ayah dari Gea, Adlan masih belum bisa menebaknya
"Apa Kakak janji?" tanya Anggi
"Iya, kakak janji,, tapi apakah kamu tidak mau jago berkelahi seperti Kak Gea?" tanya Adlan
"Sebenarnya Aku mau, biar aku bisa memukul orang-orang jahat juga seperti Kak Gea, tapi aku tidak bisa seperti Kak Gea" ucap Anggi
"Bagaimana kalau kak Adlan ajari kamu untuk berkelahi?" ucap Adlan yang berpikir ingin mengajari Anggi Bela diri,, tapi dengan keadaan Anggi yang sekarang bertingkah seperti anak kecil di usianya yang sudah remaja, Adlan sedikit pesimis kalau dia bisa di ajari beladiri, tapi setidaknya dia ingin mencobanya dulu
"Iya, Anggi mau, Anggi mau menghajar penjahat" ucap Anggi bersemangat
__ADS_1
"Baiklah, kita cari tempat untuk kita belajar, ayo ikut" ucap Adlan beranjak dari duduknya, dan berniat mengajari Anggi Bela diri tanpa di Ketahui Gea