
Adlan tidak keberatan untuk berpindah tempat duduk ke kursi belakang, dan Anju juga tidak protes untuk bertukar tempat dengan adlan, dia sangat paham kalau Adlan tentu menginginkan untuk dekat dengan Gea
Dan mobil jemputan mereka pun segera melaju dengan pengawalan dari tiga mobil Redbear di belakang mereka
"Begini baru benar, dasar tidak sopan" ucap Gea
"Ya ya terserah lah, tapi ngomong-ngomong, apa kau masih mengingat perjanjian kita sebelumnya?" tanya Adlan
"Perjanjian Apa?" tanya Gea yang masih belum terlalu fokus karena masih terbawa suasana kekagumannya
"Untuk jadi pacarku" ucap Adlan
"Oh, apa kau lupa?, perjanjian kita jelas batal karena kau tidak jadi bertarung dengan mereka kan" ucap Gea
"Tapi mereka tetap mengaku kalah dariku kan?" ucap Adlan
"Jelas itu bukan karena mereka takut pada mu, tapi mereka takut oleh anggota Redbear,, dam aku tidak yakin kalau kau menghadapi mereka kau akan menang" ucap Gea
"Tapi bagaimana Bisa perjanjian kita batal begitu saja, apa kau hanya memberiku satu kali kesempatan saja??" ucap Adlan
"Pahamilah, aku sebenarnya masih ingin bebas tanpa terikat hubungan apapun, masih banyak hal yang ingin ku lakukan sendiri" ucap Gea
"Begitukah??, kalau kau ingin memberiku tantangan yang lain, aku akan melakukan nya" ucap Adlan
"Tidak perlu," ucap Gea
"Ayolah" ucap Adlan memelas, dia sedikit menyayangkan kalau kesempatan nya itu menguap begitu saja di karenakan kedatangan jemputan
"Tidak untuk sekarang" ucap Gea
Adlan langsung menghela nafasnya "Hhhhhh, sayang sekali" ucap Adlan merasa sedikit kecewa
…
Setelah beberapa saat perjalanan, mereka akhirnya masuk ke sebuah gedung yang sangat luas namun tidak begitu tinggi,, bangunan itu adalah markas besar Redbear, karena Gea ingin bertemu dengan Agam atau Ayah Anju
Dan Agam selalu satay di sana dan pulang larut malam kalau tidak ada urusan
Beberapa anggota yang bertugas berjaga di gerbang langsung memberi hormat pada mobil mereka yang baru saja datang,
Setelah mobil tiba di halaman gedung besar dan megah itu, beberapa anggota langsung membukakan pintu mobil untuk Adlan
"Tuan" sapa hormat dari sang anggota Redbear yang berjaga
__ADS_1
Adlan langsung turun dari mobilnya "Apa paman Agam tidak menyambut ku" tanya Adlan
"Ketua masih di atas tuan, dia tidak tau kalau tuan muda akan berkunjung kemari hari ini" ucap Sang anggota
"Baiklah tidak papa, aku akan menemui nya langsung ke atas" ucap Adlan
Gea yang baru saja turun dari mobil cukup terkesima melihat marakas pusat dari organisasi Redbear itu dari halamanya langsung, dia benar-benar serasa sedang bermimpi bisa menginjakkan kakinya di sana
Gea sangat tau markas itu, Karena selama ini dia sering datang Kesana untuk sekedar memperhatikan nya dari luar gerbang, tapi dia tidak punya keberanian untuk masuk tanpa ada orang dalam yang dia kenal,, dia merasa ragu dan takut kedatangannya hanya akan membuat masalah untuk dirinya sendiri
"Waaaw, Amazing" gumam Gea takjub
"Anju, kita langsung temui ayahmu" ucap Adlan
"Baik, Ge, ayo masuk" ucap Anju
"Oh iya" ucao Gea yang terbuyarkan dari kekagumannya
Gea langsung masuk kedalam markas besar Redbear itu dengan di dampingi oleh Anju dan Adlan, di sepanjang perjalanan, para anggota Redbear yang melihat kedatangan mereka itu langsung membukuk dan memberikan hormat pada mereka
Gea merasa kalau dia seolah sudah jadi bagian dari organisasi itu sekarang, dan itu memang yang jadi cita citanya selama ini, Dia termotivasi untuk bergabung dengan organisasi itu karena selalu mendengarkan cerita Ibunya tentang kehebatan organisasi itu di masa lampau,, Gea sedikit tidak menyangka dia bisa masuk ke gedung itu dan sebentar lagi akan bertemu dengan sang pemimpin dari Redbear
Mereka naik ke Lantai 5 yang jadi lantai tertinggi dari gedung luas itu, dan segera menuju ke ruangan pemimpin organisasi
Mereka langsung di bukakan pintu oleh penjaga yang ada di luar pintu
"Baik, terima kasih" ucap Adlan
Mereka bertiga pun segera memasuki ruangan yang cukup luas di dalamnya, Adlan melihat ada beberapa petinggi Redbear yang duduk di ruangan cukup luas itu,, ibu tirinya juga berada di ruangan itu karena dia juga sebagai punggawa dari organisasi itu, dan juga ibu tirinya itu masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Agam dan Anju
"Adlan, Kau kemari?, ada apa? Apa kau ada masalah" tanya Tiara datar
"Tidak ada apa apa, aku hanya berkunjung untuk mengantar temanku yang ingin bertemu dengan paman Agam, Kalau begitu aku akan tunggu di luar saja" ucap Adlan, hubungan di antara mereka memang kurang hangat, dan terkesan kaku,, jadi Adlan sedikit malas untuk bertemu ibu tirinya di sana
Adlan pun berbalik dan bergegas untuk ke luar ruangan lagi, dia membiarkan Gea di temani Anju untuk bertemu Agam
Gea juga tidak keberatan untuk menghadap pada Agam berdua dengan Anju, dia langsung melihat ke arah sesosok pria paruh baya yang masih terlihat cukup gagah duduk di kursi kepemimpinannya,,
Saat Gea dan Anju melangkah untuk mendekati meja Agam, dia benar-benar jadi pusat perhatian semua yang ada di sana, itu karena mereka menyadari kalau Gea mempunyai kemiripan wajah dengan mendiang Ibunya Adlan, atau istri kesayangan Master Sent
Tidak terkecuali Agam yang yang menatap Heran pada Gea yang kini berjalan mendekat padanya
Gea langsung membukukan badan pada Agam saat dia sudah berada di depan mejanya, dia sedikit gugup di kala harus berhadapan dengan orang besar sekelas Agam, dia merasakan tekanan Aura yang cukup kuat di ruangan itu, jadi dia merasa sedikit pengap dan tegang
__ADS_1
"B Bos besar, Sa saya Gea, Sa saya teman dari tuan muda Anju" ucap Gea memperkenalkan dirinya
Kepenasaran Agam dan Tiara pun langsung terjawab dengan Gea yang memperkenalkan dirinya, dan berspekulasi kalau Gea dan mendiang Lena hanya sekedar mirip saja, dan bukan benar-benar dia
"Hm, kenapa kau ajak temanmu kemari Anju?" tanya Agam
"Dia ingin bertemu dengan Ayah, jadi aku mengajak nya kemari" ucap Anju
"Duduklah," ucap Agam
"Terima kasih master" ucap Gea, dia benar-benar gugup dan bingung harus menggunakan gaya bicara seperti apa setelah berhadapan dengan orang yang sangat ingin dia temui itu
"Kau datang ketempat yang salah nona, jika kamu ingin sekedar main, kamu harusnya datang ke kediaman Anju, bukan kesini" ucap Agam
"Saya tau itu, tapi maksud dari kedatangan ku kesini karena saya sebenarnya ingin bergabung dengan Organisasi ini" ucap Gea
Mendengar itu Agam langsung menyunggingkan senyuman kecil
"Kau harus paham, organisasi ini tidak di peruntukan untuk seorang gadis sepertimu" ucap Agam yang menilai kalau Gea hanya gadis biasa saja, dan perawakanya juga tidak jauh berbeda dengan mendiang Ibunda Adlan, hanya saja dia lebih tinggi sedikit dari beliau
"Aku mohon, terima aku untuk jadi anggota organisasi ini, aku sudah bercita-cita dari dulu untuk masuk dan menjadi kuat di organisasi ini" ucap Gea
"Aku tidak bisa ambil resiko, kami punya prosedur yang lumayan rumit untuk merekrut seorang anggota,, salah satunya dengan sebuah penilaian pertarungan melawan calon lainya yang juga memiliki kemampuan" ucap Agam
"Aku sangat mengerti itu, Akan jadi sebuah kehormatan bagiku jika Anda sudi memasukanku ke kandidat anggota di sini, aku akan berusaha yang terbaik " ucap Gea
"Baiklah Kalau kau bersikeras,, Akan ku pertimbangkan, tapi ingat,, aku tidak bisa menjajnikan apa pun padamu sekarang, tapi aku akan ambil keputusan setelah kau membuktikan kemampuan bela dirimu di arena pertarungan nanti" ucap Agam
"Akan saya usahakan yang terbaik, terimakasih banyak Master" ucap Gea
"Akan ku beritau nanti kapan dan di mana kau bisa mengikuti seleksi nya" ucap Agam
"Terima kasih banyak, aku tidak akan mengecewakan mu" ucap Gea
...°°°...
Sementara di sisi lain Adlan menunggu di salah satu ruangan tunggu yang di sediakan untuk nya oleh anggota Redbear, dan beberapa saat kemudian Agam juga menghampiri nya di sana
"Tuan muda" sapa Agam
Adlan yang sedang terfokus melihat ke luar jendela pun langsung menoleh ke arah Agam
"Oh, paman Agam, kenapa kau kesini?, apa kau sudah selesai berbicara dengan Gea" tanya Adlan langsung berjalan menghampiri nya, Adlan langsung memeluknya sejenak, dia sudah menganggap Agam sebagai Ayah keduanya, karena Ayahnya juga sudah menganggap Agam sebagai keluarga meski mereka tidak mempunyai hubungan darah sedikit pun
__ADS_1
"Sudah,, paman kesini karena paman sangat rindu padamu kan,, apa kau baik baik saja selama di luaran sana?" tanya Agam
"Tentu paman, Anju selalu bersama ku kan, jadi tidak ada yang membuat ku merasa tidak baik selama berada di luar lingkungan ayah" ucap Adlan