Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Lega


__ADS_3

Gea yang telah pingsan karena pukulan Tiger di tengkuknya pun langsung di bawa oleh anak buahnya menuju ke Puri, karena Tiger membutuhkan Gea untuk membuka kunci gudang penyimpanan harta yang di kunci rapat rapat oleh Leopard dengan kunci dan kode yang rumit olehnya


Sementara itu,, Adlan masih tergeletak di lantai ruangan kamar, Adlan benar-benar sudah pasrah untuk menunggu ajalnya tiba,


Hingga sampai Beberapa Saat dia tergeletak tanpa bergerak, tapi Adlan masih tetap saja bisa merasakan detak jantungnya masih berdetak normal, dan dia masih saja sadar sepenuhnya,


Adlan malah merasakan kalau sakit dan panas di tubuhnya yang terkena Peluru itu perlahan menghilang, Adlan merasa sangat heran akan hal itu, dan karena penasaran Adlan segera membalikan badannya untuk memeriksa tubuhnya sendiri,,


Adlan melihat baju yang dia kenakan sekarang sudah bolong bolong karena terkena peluru sebelumnya, tapi yang tidak di sangka olehnya, tidak ada noda bercak darah setetes pun di bajunya itu,


Adlan meraba raba badannya sendiri dengan untuk memastikan ada atau tidaknya luka di tubuhnya, tapi Adlan tidak menemukan luka satu pun , karena proyektil peluru tidak ada yang mampu menembus ke tubuhnya, hanya ada bekas bekas lecet yang tidak begitu parah


Adlan langsung mendudukkan dirinya untuk lebih jelas memastikannya, Adlan langsung membuka menyingkpa Tsirt hitam yang dia gunakan dan meraba tubuhnya sendiri


"Ada apa ini?,, kenapa peluru peluru ini tidak meluakaiku sama sekali,, atau kah aku sudah masuk ke dunia lain sekarang??,,, ini mustahil" ucap Adlan yang masih tidak mengerti dengan kondisinya


Tapi Adlan yakin kalau dia benar-benar masih hidup saat ini, sejenak Adlan menatapi cicin besi kursani yang di wariskan mendiang ibunya yang sekarang berada di jari tengahnya itu,


Saat Adlan memperhatikanya,, cincin itu seolah memiliki binar cahaya samar yang baru Adaln sadari


"Apa aku kebal karena cicinmu ini bu,?, tapi bagaimana bisa?,, kalau memang Iya, aku sangat berterima kasih padamu bu" gumam Adlan dengan terus memperhatikan cicin itu


Entah itu suatu keberuntungan untuk Adlan, atau apa yang sudah di lakukanya daengan Gea sebelumnya tidak temasuk melanggar pantangan dari cicin bertuah itu, karena bisa di bilang kejadian itu murni kecelakaan, dan bukan di lakukan dengan niat dari hati Adlan sendiri


Jadi efek magis yang di punyai cicin itu sekarang masih bisa menyelamatkan Adlan,, karena pada dasarnya cicin bertuah itu tidak akan memberikan perlindungan apapun kepada pemiliknya jika pantangan nya itu di langgar


Hingga sampai Beberapa Saat Adlan terdiam, dan sesekali bergidik ngeri kalau seandainya dia harus mati saat itu juga, dia memang merasa belum siap, dan tidak sanggup meskipun itu hanya membayangkan nya


Setelah pikiran nya fokus lagi, dia pun mulai mengingat Gea yang sekarang bersama Tiger


"Gea" ucap Adlan langsung bangkit


Tapi Adlan merasa tidak mungkin untuk bertindak sendirian sekarang, mengingat musuhnya si puri itu sangatlah banyak, jadi Adlan langsung menghubungi Tiara untuk mengetahui sudah sampai mana pergerakan anggota Redbear di darkland

__ADS_1


...


Di sisi lain,,Tiara sudah dalam perjalanan dengan menggunakan sebuah mobil Jeep, saat ponselnya berdering, dan melihat adalan yang memanggilnya, diapun segera mengangkat panggilan Dari Adlan itu


šŸ“²"Hallo Adlan, ada apa?" tanya Tiara


"Rencana yang ku buat gagal total,, jadi aku butuh Redbear untuk melancarkan rencana awal" ucap Adlan


šŸ“²"Gagal??, tapi apa kau baik-baik saja sekarang??" tanya Tiara


"Untuk saat ini aku baik, dan mungkin masih bisa melakukan pergerakan, hanya saja aku sekarang terperangkap sendirian, jadi mungkin pergerakanku aka sangat terbatas" ucap Adlan


šŸ“²"Baiklah, tidak akan lama lagi pasukan Redbear akan tiba di pusat kota,, karena kita sudah berada di distrik terakhir sekarang, kau tetap jaga dirimu baik baik Adlan" ucap Tiara


"Baiklah Bu, Terimakasih" ucap Adlan


Setelah Adlan menutup panggilan, dia masih bingung harus melakukan apa, pikirannya sekarang sedikit ngebleng dan belum bisa membuat rencana, Adlan masih syok sebab dia mengira akan mati hari ini


Jadi dia masih belum bisa berpikir jernih untuk memikirkan langkah apa yang harus dia ambil untuk menyusul Gea


Adlan merasa keadaan di luar puri saat ini pasti dalam kondisi siaga penuh, Dan tidak memungkinkan untuk memanggil bumi dan timnya untuk menemuinya di rumah itu


Adlan juga masih belum sepenuhnya yakin dengan kekuatan dari cicin kursaninya, jadi dia belum berani melakukan hal yang ada di luar imajinasinya, seperti membabat habis semua anggota BlackPython yang menghalanginya jalanya sendirian saja


'Cklek,'


Tiba tiba saja pintu ruangan yang di tempati Adlan itu di buka oleh anak buah Tiger yang bertugas untuk membuang jasad Adlan,, yang mereka sangaka sudah benar-benar mati


"Kita buang kemana jasadnya,, kandang harimau atau sumur tua" sekilas terdengar percakapan mereka


Saa pintu terbuka sepenuhnya, Pandangan Adlan dan para anggota itu pun langsung beradu,


Empat orang anak buah Tiger langsung terbelalak saat melihat kalau Adlan ternyata masih hidup,, mereka merasa tidak percaya melihat Adlan masih bisa berdiri tegka di ruangan itu, meski sudah di Yunani tembakan oleh Mereka

__ADS_1


"Tidak mungkin, pria itu masih hidup?, bagaimana bisa?" ucap pria yang pertama melihat Adaln dengan mata membulat


Adlan menyunggingkan senyum di kala melihat ekspresi mereka yang seperti itu, dan tanpa pikir panjang Adlan segera melesat ke arah pria pria bersenjata api yang berdiri di pintu masuk itu,


Adlan merasa tidak takut kalau mereka akan menembak lagi,, kalau pun mereka menembak, itu mungkin bisa menguji kembali apa kah dia memang kebal peluru karena keberuntungan, atau dia memang mendapatkan kekuatan yang hebat dari cincin bertuah peninggalan sang ibu itu


Adlan langsung meloncat dan menendang dua pria yang berdiri di pintu masuk itu sekaligus, hingga mereka ambruk dan Adlan langsung berdiri di atas tubuh mereka, Adlan langsung merampas dua senjata api dari tangan tangan mereka, dan membanting wajah wajah mereka dengan senapan mereka sendiri


Sementara dua lainya sekarang sudah membidik Adlan untuk segera menembaknya, dan 'Duaaaar' duar' duarrrrr'


Tembakan itu pun langsung melesat dan mengenai dada Adlan


Tapi Adlan kalia ini hanya merasa kalau peluru itu tidak ubahnya seperti kerikil yang di lempar mereka ke tubuhnya,, yang tidak menimbulkan efek serius apapun,


Adlan memperhatikan proyektil peluru yang terjatuh ke lantai dengan perasaan lega,, karena merasa dia benar-benar kebla sekarang,, dia langsung menatap tajam pada dua pria yang sekarang gemetaran melihat tembakannya tidak memampan kepada Adlan


"Ma manusia macam apa orang ini" gumam salah seorang dari mereka


"Apa Sudah puas kalian menembaku?,, kalau iya, ijinkan aku untuk menembak kalian sekarang" ucap Adlan langsung mengarahakan dua moncong senjata api yang dia rampasnya,, dan membredel kan tembakan pada dua pria yang di hadapannya, 'Dreeeeedddd derrrreeddd'


"Aaaaaarghh" "Araaaaghhh"


Pria pria itu pun segera tergeletak di lantai karena tembakan Adlan,


Setelahnya, Adlan langsung beranjak ke pintu keluar untuk memantau kondisi di luar dari tirai jendela


Adlan melihat kalau di luar masih banyak anak buah Tiger yang berjaga di sekitar Paviliun, tapi dia tidak melihat ada yang datang ke sana lagi walaupun ada suara tembakan dari dalam,


Setelah memastikan situasi,, Adlan langsung menghubungi Bumi untuk mencari tau dimana posisi tim Redbear yang ikut dengannya sekarang


"Posisi kalian di mana sekarang?" tanya Adlan tanpa basa basi


šŸ“²"Hallo tuan, kami sekarang bersembunyi di ruangan gudang tidak terpakai, maaf, Kami kesulitan untuk mendekat ke tempat tuan,, penjagaan di sekitar puri benar-benar di perketat saat ini" ucap Bumi

__ADS_1


"Tidak apa, kalian tetap hati-hati, jangan sampai kalian tertangkap oleh musuh" ucap Adlan


šŸ“²"Siap tuan" ucap Bumi dari sebrang telpon, dan panggilan mereka pun berakhir.


__ADS_2