
Adlan langsung berdiri dari duduknya dan merasa sedikit salah tingkah, dia merasa sudah kepergok melakukan sesuatu yang salah oleh Anggi
"Tidak, kakak tidak sedang melakukan apa apa, kak Gea terluka, jadi kakak mencoba mengobati nya" ucap Adlan menjelaskan
"Oh, Anggi kira kalian ini pacaran, jadi berciuman seperti di film-film, hihi" ucap Anggi
"Kau ini, apa kau suka menonton film dewasa tanpa sepengetahuan kakak?,, kamu itu masih kecil, jangan nonton film orang dewasa" ucap Gea sedikit sewot
"Tidak, aku melihatnya di film kartun kok" ucap Anggi
"Ya Sudah, sana kembali tidur,," ucap Gea yang sedikit kesal karena merasa momennya terganggu oleh Anggi,
"Iya,, aku akan kembali tidur, kalian lanjutkan saja, aku sebenarnya setuju kalau kakak pacaran dengan kak Adlan" ucap Anggi
"Anggiiii,, jangan bicara yang aneh-aneh, cepat sana pergi" ucap Gea dengan wajah sedikit memerah malu,
"Iya Iya, aku pergi" ucap Anggi langsung beranjak kembali ke kamar ibunya
"Ge, Aku juga keluar, kau tidur yang nyenyak ya, semoga luka mu cepat sembuh" ucap Adlan, diapun langsung bebalik dan keluar dari kamar Gea
Sementara Gea langsung tersenyum senyum sendiri, dan langsung mengubur dirinya di balik selimut, entah apa yang di rasakannya sekarang saat mendapat perhatian lebih dari Adlan, intinya itu sulit di jelaskan olehnya
...°°°...
Sementara itu Adlan langsung duduk di samping Anju yang tidur terduduk, dia langsung menepuk pundak Anju dengan sedikit keras
Tentu saja Anju langsung terkejut, dia langsung reflek memberi hormat pada Adlan "Ada apa tuan?,, aku siap" ucap Anju
"Ada apa ada apa, kenapa kita bisa menginap di sini?" tanya Adlan dengan suara di pelankan, karena dia takut mengganggu penghuni rumah yang masih beristirahat
"Oh, itu, tuan tadi ketiduran di depan, jadi Gea menyuruhku untuk membawamu masuk" uacap Anju
"Iya, tapi setidaknya tidak perlu di kamar Gea, Kau harusnya membangun kan ku dulu, bukanya kita malah langsung menginap di sini, memalukan sekali kau ini" ucap Adlan
"Aku sudah membangun kan mu tadi malam,, masa iya Anda tidak ingat, aku pikir Anda tidak menolak karena Anda setuju untuk menginap" ucap Anju
"Aku tidak ingat kau membangun kan ku" ucap Adlan
"Tapi Anda benar-benar berjalan sendiri saat masuk, aku hanya sedikit memapah mu," ucap Anju
"Begitukah, kenapa aku sama sekali tidak ingat, ya sudah, nanti subuh kita segera pulang, kau tidak perlu tidur lagi" ucap Adlan
__ADS_1
"Oh, Baiklah" ucap Anju tidak membantah
.
Mereka pun terjaga hingga pagi datang, meski Anju sesekali mengantuk dan hampir tidur lagi, tapi di tetap bertahan
Setelah memasuki waktu subuh, Adlan menengok ke kamar Gea yang memang tidak ada daun pintu nya, hanya terhalang gorden yang berwarna ungu saja,, tapi dia melihat Gea masih terlelap di tempat tidurnya
Jadi adlan tidak ingin menggangunya dan berniat pergi dari rumah Gea tanpa pamit terlebih dulu kepada sang pemilik rumah,
Adlan dan Anju segera kembali ke daerah tempat kostnya lagi, dan Adlan melakukan kewajiban subuhnya di mushola yang ada di sekitaran kompleks rumah kost Adlan,
Setelah nya, barulah Adlan kembali ke tempat kostnya untuk melakukan aktivitas paginya seperti biasanya, dia berolah raga pagi, mandi, kemudian merapihkan diri, dia pun segera berangkat untuk pergi ke kampus
Saat Adlan berjalan ke halte tempat biasa dia menunggu bis, dia melihat Gea sudah duduk cantik di sana dengan Outfit kasualnya, Gea menatap Adlan yang sedang menuju ke arahnya
"Selamat Pagi" sapa Gea dengan tersenyum manis
"Pagi Ge, sedang apa kau di sini,?" tanya Adlan sedikit heran
"Aku menunggu kalian untuk berangkat ke kampus" ucap Gea
"Memangnya kenapa?, Tidak boleh?" ucap Gea
"Bukannya tidak boleh,, hanya saja tempat tinggalmu lumayan jauh dari sini kan" ucap Adlan
"Aku naik bis kesini, bukan jalan kaki,, jadi bukan masalah kan,,, tapi ngomong-ngomong kenapa kalian pergi tanpa pamit dulu padaku, tidak sopan sekali" ucap Gea
"Kau masih tidur tadi, jadi aku pikir tidak perlu membangun kan mu" ucap Adlan
"Harusnya kau membangun kan ku saja" ucap Gea
Tidak lama Bus yang mereka tunggu pun segera tiba
"Nah, ini dia bis nya, ayo pergi" ucap Gea langsung berdiri dari duduknya dan beranjak untuk naik ke bis
Adlan juga langsung mengikuti nya, dan memilih duduk di depan kursi yang di duduki Gea
"Kenapa kau duduk di sana?, di sini lebih nyaman tau" ucap Gea dari belakang Adlan
"Itu tempat Anju, aku tidak berani duduk di sebelah mu" ucap Adlan
__ADS_1
Anju yang tadinya ingin duduk di sebelah Adlan jadi berpindah ke belakang karena mendengar perkataan Adlan
"Mulai lagi, aku rasanya ingin mencubit ginjalmu kalau kau selalu bicara begitu, aku tidak membeda bedakan mu dengan Anju" ucap Gea
"Dari itulah" ucap Adlan tersenyum ke arah luar jendela bus yang mulai melaju
Gea langsung mencondongkan dirinya ke arah depan dan meraih sandaran kursi Adlan "O yah Adlan, kau jangan lupa nanti malam antar aku ke kelab Beruang Merah, aku akan berlaga di sana nanti" ucap Gea
"Aku sedikit malas jika harus melihat mu berkelahi lagi" ucap Adlan
"Ayolah, jangan seperti itu, ini berbeda dengan pertarunganku melawan Anak buah Wolf, ini seperti pertandingan resmi pada umumnya, Iya kan Anju??" tanya Gea menoleh pada Anju
"Iya, kurasa pertandingan nya tidak akan terlalu bebas, karena ada yang mengatur jalannya pertandingan, tapi aku tidak yakin kalau kau akan mendapatkan lawan yang mudah" ucap Anju
"Aku tidak takut, aku di ajari oleh guru terbaik, jadi tidak ada yang perlu aku takut kan,, aku tidak akan kalah" ucap Gea
"Kau ini memang gadis aneh, seorang gadis sepertimu harusnya diam saja di rumah untuk memanjakan diri, atau pergi ke dapur untuk belajar memasak yang enak untuk menyenangkan suami mu kelak, bukan malah ingin berkelahi" ucap Adlan
"Kau ini, bukan kah sudah kubilang alasanku, aku juga sudah cukup pandai memasak, tidak perlu belajar lagi" ucap Gea
"Aku meragukannya,, memangnya kau bisa memasak apa??" tanya Adlan
"Ya aku, Aku bisa memasak telur, atau mie instan, atau sayuran hijau, itu juga namanya memasak kan?" ucap Gea
"Yaya baiklah, aku percaya" ucap Adlan sambil terkekeh
"Jangan menertawakan ku,,,,, kau mau mengantar ku atau tidak?, kalau tidak mau ya tidak papa, aku bisa pergi berdua dengan Anju" ucap Gea
"Ya pergilah berdua saja, aku tidak suka melihat mu di pukuli" ucap Adlan
"Iiiih, kau harus ikut untuk mendukung ku, kau sudah berjanji kemarin kan?" ucap Gea merengek
"Katanya tidak papa, tapi kenapa memaksa?" ucap Adlan
"Kau ini, benar-benar tidak peka" ucap Gea langsung memundurkan badannya lagi dan menyandarkan diri dengan kesal ke kursi nya
Adlan tersenyum karena dia berhasil membuat Gea kesal, karena itu memang tujuannya, setelah Gea kesal barulah Adlan menengok ke belakang
"Iya iya, aku akan mengantarmu nanti, jangan marah" ucap Adlan membujuk nya lagi
"Nah gitu dong, jadi laki laki harus pandai menepati ucapannya" ucap Gea yang segera menghilangkan kekesalannya pada Adlan.
__ADS_1