
Gea yang di pelukan Adlan sedikit terkesima dengan permintaan janji dari Adlan itu, dia tidak langsung menjawabnya, dan hanya diam karena mengingat syarat bantuan yang di ajukan Master Sent soal pilihan
Adlan yang penasaran karena tidak menerima jawaban dari Gea sontak melonggarkan pelukannya, dan menatap mata sendu Gea dengan memegangi bahunya
"Apa permintaan ku itu sulit bagimu?, apa kau tidak ingin menghabiskan sisa hidupmu bersama ku?" tanya Adlan
"Si siapa bilang aku tidak ingin?, Baiklah, jika itu bisa membuat mu lebih baik, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu,, selamanya" ucap Gea dengan tersenyum
Adlan pun langsung tersenyum senang mendengarnya, "Terimakasih, aku harap kau bisa menepati janji mu itu" ucap Adlan
Gea yang juga memang menginginkan itu juga merasa senang,, meski hatinya di penuhi oleh keragu raguan,, apakah dia bisa menepati janji nya?, atau tidak?
Mereka keluar dari ruangan dengan bergandengan tangan,
Sementara di luar, ternyata Shelin sudah menunggu mereka dengan melipat kedua tangannya di depan
"Sudah selesai?, lama sekali kalian di dalam, apa yang kalian lakukan?" tanya Shelin yang sebenarnya dari tadi mengumping pembicaraan mereka
"Aku sedang tidak ingin meladeni mu sekarang, mending kau pergi saja," ucap Adlan langsung melangkah melewati Shelin begitu saja
"Eh tunggu tunggu," ucap Shelin langsung beranjak ke samping Gea yang menggandeng tangan Adlan
"Sudah ku bilang, aku tidak ingin meladeni mu" ucap Adlan
Tapi Shelin pura pura tidak merespon Adlan
"Kak Gea, ada tempat yang ingin ku tunjukkan padamu di kapal ini, pokoknya di jamin kau akan menyukainya" ucap Shelin
"Sungguh?, memangnya tempat apa?" tanya Gea
"Pokoknya ikut saja, ayo" ucap Shelin langsung menarik tangan Gea
"Ta tapi shel..."
"Sudahlah ayo," ucap Shelin dengan menarik tangan Gea hingga dia melepaskan tangannya dari Adlan
Tentu saja Adlan tidak terima jika Gea di bawa oleh Shelin begitu saja
__ADS_1
"Heyy, Shelin, kau benar-benar, Gea tidak akan ikut denganmu" ucap Adlan langsung melangkah dan meraih tangan Gea
Gea pun kini jadi bahan rebutan antara Adlan dan Shelin
"Tidak, Gea harus ikut dengan ku, lepaskan dia" ucap Shelin dengan menarik Gea lagi
"Sudah ku bilang tidak" ucap Adlan juga menarik Gea lagi
Tentu saja Gea jadi merasa tidak senang di perebutkan seperti itu, dan langsung melepaskan tangannya dari keduanya "Cukup, aku ini bukan boneka, kenapa kalian terus menarik tanganku seenaknya, sekalian saja belah aku jadi dua,," ucap Gea sedikit cemberut
"Maaf maaf, apa itu sakit?" tanya Adlan melihat tangan Gea
"Tidak, aku hanya tidak suka di tarik tarik,,, aku akan ikut dengan Shelin dulu sebentar, setelah selesai aku nanti kembali," ucap Gea yang menebak kalau sebenarnya Shelin hanya ingin memancing Adlan untuk bersamanya, dan memanfaatkan Dirinya sebagai umpan,
Karena tentunya Shelin tau kalau Adlan tidak mungkin jauh jauh dari Gea
"Apa???, yang benar saja Ge,? aku juga bisa menemanimu berkeliling kapal ini, jika kau mau" ucap Adlan
"Memangnya kakak tau aku akan mengajak Gea kemana?" tanya Shelin
"Ya, aku tidak tau, memangnya kau mau ajak Gea kemana?, hah?, katakan??" ucap Adlan
"Sebaiknya kau beritahu aku atau kau akan menyesal" ucap Adlan
"Eh mamah, apa kau mencariku? atau cari kak Adlan?" ucap Shelin sambil melihat ke arah belakang Adlan seolah-olah Tiara ad adi sana
Refleks Adlan langsung menoleh kebelakang karena mengira Tiara memang ada di belakang, tapi dia tidak melihat ada siapa pun di belakangnya, karena dari tadi memang tidak ada orang yang lewat untuk masuk ke area toilet, jadi mustahil ibu tirinya itu tiba-tiba ada di belakangnya
"Apa kau mengerjai....." saat pandangan Adlan kembali melihat ke depan,, Adlan tidak melihat Gea dan Shelin lagi di depannya, karena mereka berdua sudah berjalan cepat ke depan dengan Shelin yang menarik Gea yang juga tidak menolak untuk mengikuti nya
"Siaaaal, kau benar-benar menguji kesabaran ku Shel, Hey, berhenti" ucap Adlan langsung beranjak untuk mengejar keduanya yang sudah sedikit menjauh
Namun saat Adlan mengejar kedua gadis itu ke persimpangan lorong, Adlan malah kehilangan jejak mereka, dan tidak tau harus ambil jalur yang mana"Sial, kemana pergi nya mereka?" ucap Adlan yang kebingungan menentukan arah, dan kemudian dia memilih jalur kanan untuk mencoba mencari
Setelah Adlan menjauh dari persimpangan Shelin langsung keluar dari persembunyiannya dengan terkekeh geli, karena dia meraa sudah berhasil membuat Adlan kelabakan mencarinya
"Kau ini, kurasa kau memang senang sekali melihat kakakmu kesal" ucap Gea dari belakang Shelin yang bersembunyi di balik sekatan
__ADS_1
"Sebenarnya tidak juga,, tapi seru sih,, Sekarang ayo kita pergi ke tempat yang ku bilang tadi, sebelum kakakku kembali lagi" ucap Shelin kembali melanjutkan langkahnya untuk menuju ke area lift kapal pesiar mewah itu
"Baiklah, tapi sebenarnya kau mau mengajak ku kemana?, bagaimana kalau Adlan marah padaku nanti?" ucap Gea
"Tidak akan, mana mungkin dia akan marah padamu, dia juga pasti akan menemukan kita nanti di atas, tenang saja" ucap Shelin terus melenggang tanpa menarik Gea lagi untuk berjalan
Gea pun mengikuti Shelin karena dia sedikit penasaran kemana Shelin akan membawanya,
Mereka pun segera memasuki sebuah lift yang langsung membawa mereka ke lantai paling atas di kapal pesiar itu
Setelah pintu lift terbuka di tempat yang di tuju Mereka keluar dengan Gea yang sedikit linglung saat memperhatikan ruangan di sekitar nya, karena dia tidak tau mereka sebenarnya akan keruangan apa,
"Ini ruangan untuk apa Shel?" tanya Gea
"Ini lantai pribadi yang biasa keluarga ku gunakan kalau kami berlibur di kapal ini, kau jangan khawatir, aku tidak akan mencelakai mu" ucap Shelin tersenyum dan terus melangkah ke arah sebuah pintu, dan dia membukanya
"Ini dia, silahkan masuk" ucap Shelin pada Gea menunjukkan sebuah ruangan berkelas di dalamnya
" Oh, Baiklah" ucap Gea yang masih tidak begitu fokus pada ruangannya karena masih melihat lihat sekitar, dan Gea segera masuk ke pintu yang di bukakan oleh Shelin,
Gea terkesima saat melihat ruangan super mewah yang sangat nyaman dan luas di dalamnya, layaknya berada di sebuah apartemen mewah yang bertarap internasional dan mahal, Gea melihat Semuanya tersedia di tempat itu, dari mulai tempat istirahat mewah , sofa berkelas, TV besar, dan furniture furniture klasik yang berkelas, juga masih banyak lagi ornamen-ornamen pajangan yang sangat memanjakan matanya saat dia Melihat
"Waaaw, ini nyaman sekali, ini seperti bukan di dalam sebuah kapal saja" ucap Gea
"Ya kau boleh beristirahat di sini kalau kau mau" ucap Shelin
"Tidak mungkin, aku tidak akan berani menempati tempat Master Sent, maksudku ayahmu" ucap Gea
"Tidak apa, aku yakin ayah tidak akan marah jika aku mengajak mu menghuni tempat ini" ucap Shelin
"Kurasa tidak,, Mending kita kebawah lagi, Adlan pasti sudah kebingungan mencariku" ucap Gea.
"Ayolah, aku butuh teman di sini, kak Adlan juga pasti akan kesini nanti,, ayo masuk, jangan sungkan sungkan" ucap Shelin mendorong Gea untuk masuk lebih dalam lagi,, Shelin memang tidak menganggap kalau Gea itu orang lain, karena dia tau Gea orang yang spesial untuk kakaknya
"Beb Baiklah" ucap Gea yang hanya bisa mengikuti dorongan dari Shelin
"Duduklah, kamu Mau minum apa, orange jus,?, strawberry,?, atau kopi?" tanya Shelin
__ADS_1
"Apa saja lah" ucap Gea
"Baiklah, aku rasanya ingin minum jus strawberry, jadi aku akan buat untuk mu juga" ucap Shelin langsung bergegas untuk membuka freezer dan mengambil apa yang dia mau, dia membawanya ke pantry untuk memperoses jus untuk nya dan Gea