
Gea melewati detik demi detik yang terasa sangat lambat di tempat duduknya sekarang, itu karena dia harus terus berhadapan dengan Agam yang seolah-olah mengintrogasinya, dan menyibak semua hal tentangnya di depan Adlan. Meskipun sebenarnya sikap Agam seperti Air yang tenang, tapi menurut Gea itu seperti ombak yang menakutkan
Dia jadi tidak fokus untuk melihat ke Arena pertandingan yang sedang berlangsung, dia hanya diam dan dan sedikit melamun
'Apa Adlan akan berpikir kalau aku juga menjalani kehidupan bebas saat di Dark Land??, seperti yang sudah dia ketahui sekarang' batin Gea terus mempertanyakan tentang pikiran Adlan yang tentunya tidak bisa dia tebak,
Dia merasa takut kalau Adlan akan menganggapnya wanita liar saat di Dark Land, seperti kebanyakan penduduk wanita di sana,, dia tidak ingin kehilangan kepercayaan dan perhatian Adlan yang selama ini dia tunjukan padanya,
Karena Adlan tentunya sudah mendengar semua hal tentang sisi kelam kehidupan di tempat asal Gea, dan membuatnya berspekulasi kalau Gea juga mungkin menjalani kehidupan seperti yang di jabarkan Agam
Dan Gea terus berpikiran kalau Adlan yang mendengar nya juga mungkin akan mengira kalau dia sama saja seperti orang-orang dari negaranya, yang menjalani kebebasan hidup tanpa norma, seperti yang di sudah di katakan Agam,
Gea tau kalau di negeri yang sedang dia pijak sekarang sangat menghargai harkat dan martabat wanita, dan memandang rendah wanita yang tidak bisa menjaga martabatnya sendiri, tidak seperti di tempat asalnya
Tapi pada kenyataan nya, Gea yang seorang putri dari mantan pemimpin tertinggi kelompok mafia di sana, dia banyak mendapatkan batasan yang harus dia patuhi olehnya, termasuk batasan pergaulan saat ia menginjak usia dewasa yang cukup ketat dari sang ayah
Gea sangat berharap kalau Adlan masih mempercayainya sebagai wanita yang masih suci
.
Beberapa saat kemudian, nama Gea pun di umumkan kembali untuk pertandingan keduanya, jadi Gea segera undur diri pada Agam bersama Adlan dan juga Anggi, dia mengajak serta Anggi ikut supaya dia tidak membuat masalah lagi dengan kepolosan nya, sebab karena kepolosan Anggi itulah apa yang Gea coba tutupi tentang kehidupan di tempat asalnya akhirnya tersingkap juga di depan Adlan, yang sebelumnya tidak dia ceritakan untuk menghindari stigma negatif dari Adlan
ā¦
Saat mereka berdiam di balik pintu arena pertandingan, Gea menoleh pada Adlan yang ada di sebelahnya,
"Adlan, apa kau masih bisa mempercayai ku?" tanya Gea
Adlan tau kalau maksud pertanyaan Gea bukan soal pertandingannya, melainkan tentang kepercayaan pria pada wanita
__ADS_1
"Entahlah, aku tidak bisa menebak isi hatimu seperti apa sekarang, jadi maaf kalau seandainya aku meragukan mu" ucap Adlan
Mata Gea langsung berkaca-kaca lagi mendengar jawaban dari Adlan, entah mengapa dia langsung merasa sedih, seolah kalimat yang terlontar dari bibir adlan itu adalah kata yang sangat menyakitkan
"Baiklah, aku memakluminya, kalau seandainya ada cara untuk membuktikan diriku, aku akan melakukannya" ucap Gea
"Sudahlah, jangan pikirkan masalah ini sekarang, fokus saja pada pertandingan mu" ucap Adlan
"Iya, terimakasih" ucap Gea
Setelah nama Gea di panggil untuk naik ke arena tarung, mereka pun segera keluar dari tempat mereka, Gea segera bersiap untuk naik ke arena lagi, tapi Adlan menghentikan nya sejenak
"Ge, aku ingin kau pakai baju ini di pertandingan, jangan terlalu terbuka di depan umum, aku takut kau malah masuk angin nanti" ucap Adlan menyerahkan sebuah paperbag coklat yang berisi pakaian atasan yang sedikit lebih tertutup,
Karena Adlan tau kalau Gea pasti akan melepaskan mantelnya lagi, dan mebuat mata para laki laki manapun tidak akan berkedip melihat keindahan lekuknya yang sedikit terekspos
"Oh, baik, terimakasih" ucap Gea langsung mengambilnya, dan membawanya ke Arena, dia juag langsung melepaskan mantelnya dan membuka paperbag dari adlan, dia segera melapis tenktop sportnya dengan kaos lengan pendek yang menutupi bagian dadanya yang sebelumnya sedikit terekspos itu
Kali ini Gea mendapatkan lawan yang tinggi tegap, dan ototnya lumayan kekar, raut wajahnya juga tidak terlihat bersahabat
Setelah penanda pertarungan berbunyi, Gea maju dengan memasang kuda-kuda nya, dia berpikir harus lebih berhati-hati dari sebelumnya karena sekarang dia menghadapi lawan yang terlihat cukup kuat
Lawanya kali ini tidak banyak bicara, dan hanya terus menatap tajam pada Gea, mereka juga hanya berputar di Arena dan belum ada yang memulai serangannya
Gea juga tidak ingin asal asalan menyerang lawannya, itu karena untuk menghemat tenaga nya, karena seperti yang dikatakan Adlan, akurasi serangan itu penting untuk menghemat performa tarungnya,,
Dan pertarungan pun di mulai saat pria itu melayangkan sebuah pukulan pada Gea
Dan Gea juga memiliki refleks pertahanan yang baik, jadi dia dapat menghindari nya dengan mudah, dan dia mengandalkan kecepatan geraknya untuk mengimbangi lawanya itu, karena meskipun badanya tinggi tegap, tapi pergerakan dari pria yang jadi lawannya itu sedikit lambat, jadi Gea memanfaatkan peluang itu untuk langsung menyerang balik aat dia bisa menghindari serangan lawannya itu
__ADS_1
Jual beli serangan pun tejadi di tengah Arena, meskipun serangan Gea tidak terlalu berpengaruh pada lawannya, tapi dia tidak bisa membiarkan dirinya jadi bulan bulanan lawannya itu, jadi dia terus bergerak lincah seperti seekor rubah kecil yang sangat pandai mengelak, dan terus mencoba mencari titik lemah lawannya,
Gea tidak bisa menyerang area terlarangnya seperti yang selalu dia lakukan pada anak buah Wolf, karena itu melanggar peraturan di arena tentunya
Saat pertarungan mulai berlangsung sengit, Gea sedikit kehilangan fokus nya karena sedikit melamun, dan diapun terkena hantaman yang cukup keras di wajahnya
'Bak' "Ahhhhh" lirih Gea langsung mundur hingga beberapa langkah, dia sedikit merasa pusing dan langsung memegangi hidungnya yang terkena pukulan, hantaman itu membuat gea mengeluarkan sedikit darah segar dari hidungnya
Adlan yang melihat Gea terkena serangan pun langsung bereaksi "Gea, fokuslah, hati hati," triak Adlan dari pinggir Arena,
Gea sedikit menoleh pada adlan, dan merasa kalau perhatian Adlan padanya sama sekali tidak berubah, jadi dia segera memfokuskan dirinya lagi pada lawan yang sekarang mulai menyerang lagi ke arahnya
Gea langsung mengelak dari pukulan lawannya dan melakukan serangan balik dengan menghantamkan pukulan keras ke dagu pria itu dari arah bawah, dan
'Habuuukkkk' "Arghhhhh" lirih pria itu
Alhasil pria itu langsung mundur beberapa langkah ke belakang dan mengatur keseimbangan nya lagi, karena nyaris saja dia terjungkal akibat pukulan Gea
Gea langsung meneruskan seranganya dengan menendang kaki lawannya yang belum berdiri stabil itu hingga membuat pria itu langsung terjatuh ke lantai Arena 'Bruuukk' "Ahh" lirih pria itu lagi
Melihat lawannya berhasil dia jatuh kan, Gea tentu tidak membiarkan nya begitu saja, karena itu kesempatan bagus untuk terus menyerang
Gea langsung loncat cukup tinggi dan segera mendaratkan lututnya menghantam persis dada pria itu, dan
'Bruuukk' "Aaaaaaaaah" pria itu mengerang lebih keras lagi, akibat dari hantaman lutut Gea yang mengenai tulang rusuk nya
Gea juga dengan cepat mengambil satu tangan lawannya dan kemudian menggunakan tehnik pengunci tangan lawan dengan mengandalkan tangan dan kakinya
"Aaaaawww, sakit, sakit,, aku menyerah, aku menyerah" ucap Pria gagah itu mengepak ngepakan satu tanganya ke lantai tanda dia menyerah, itu karena dia merasa satu tangannya hampir patah oleh tehnik kuncian yang di lakukan Gea,
__ADS_1
Pria itu juga merasa kesulitan bernapas karena satu kaki Gea menekan lehernya, terlebih dadanya juga sudah di hantam keras oleh Gea, jadi dia tidak punya pilihan dan terpaksa mengakui kekalahan nya pada gadis imut namun mematikan seperti Gea