
Gea dan yang lainya pun segera berangkat pergi ke kantor seorang pengusaha wanita yang ingin meresmikan bisnis barunya di kota D, dia meminta jasa dari Redbear untuk pengawalan supaya bisa mengantisipasi hal yang tidak di inginkan,, karena di tengah pesaingn bisnis yang sangat ketat, banyak pesaing nya yang tidak suka padanya, yang mungkin berpotensi melakukan sabotase terhadap nya
Setelah mereka tiba di kantor klien mereka, mereka di sambut hangat oleh pihak keamanan kantor, karena mereka sangat tau organisasi Redbear itu seperti apa, dan sangat segan terhadap semua Anggota nya
Setelah klien mereka keluar dari kantor nya, mereka segera melakukan pengawalan perjalanan terhadap mobil mobil klien mereka
.
.
Perjalanan ke luar kota mereka lalui dengan terus melakukan pengawalan terhadap mobil sang klien di depan dan di belakangnya, perjalannya cukup lancar dan nyris tanpa menemui kendala,
Mobil yang di tumpangi Gea melaju dengan gagah di jalan raya saat memimpin perjalanan mereka, lambang beruang merah yang terdapat di cup mobil depan membuat Gea merasa sangat percaya diri untuk memimpin rombongan mobil mobil itu
Sementara mobil yang membawa Adlan ada di barisan paling belakang, dan terhalang oleh dua mobil klien dari mobil Gea
"Apa kau tidak bisa mengejar nona Ge?" tanya Adlan asal, dia merasa kesal terus-menerus menguntit di belakang
"Ini sudah sesuai dengan prosedur pengawalan, satu di depan dan satu di belakang, memangnya kau pikir ini sebuah balapan, bisa saling mengejar?" ucap Hendra
"Membosankan sekali" ucap Adlan
"Diamlah, dan ikuti saja jika kau memang berniat mengikuti pelatihan" ucap Hendra
"Iy Iya, Baiklah" ucap Adlan yang memang tidak di kenali oleh anggota Redbear
Hingga mereka pun akhirnya tiba di sebuah gedung perkantoran yang ada di kota D, setelah menempuh beberapa jam perjalanan dari kota J, Gea dan yang lainnya langsung turun dari mobil masing-masing dan langsung mengawal klien mereka yang seorang wanita muda untuk masuk ke gedung tersebut
Gea berjalan tepat di belakang wanita itu, dan yang lainya di sisi kiri dan kanan klien,
Mereka terus mengawal sang klien kedalam hingga masuk ke dalam gedung, hingga saat klien masuk ke ruang meeting, barulah mereka tidak mengikutinya dan hanya berjaga di luar pintu
"Heh anak magang,, jangan buat masalah yang tidak perlu selama tugas ini, mengerti?, " tanya Gea sambil menatap lurus mata Adlan
"Siap, aku mengerti" ucap Adlan
"Aku sedikit meragukannya,, sepertinya kau hanya mengerti kata 'Siap' saja" ucap Gea sedikit menekankan
"Siap, saya memang mengerti" ucap Adlan dengan terus bersikap layanknya bodyguard cool
"Dasar Aneh" gerutu Gea
Setelah klien mereka keluar dari ruang meeting bersama rekan rekannya, Gea dan yang lainya kembali mengawal mereka lagi untuk kembali ke tempat peresmian kantor itu
__ADS_1
Kemudian mereka berjaga jaga di sekitaran panggung peresmian saat klien naik untuk gunting pita, awalanya semua berjalan normal, dan di sambut baik oleh semua hadirin yang nampak sangat antusias mengikuti acara itu
Sampai ketika Adlan melihat gelagat seorang pria yang sedikit mencurigakan di tengah-tengah hadirin,
"Ketua Ge, aku akan memeriksa keamanan di sebelah sana" ucap Adlan
"Terserah lah, kau mau kemana pun" ucap Gea tidak perduli
"Siap laksanakan" ucap Adlan
Diapun berjalan di antara hadirin dan terus mengintai pria yang menurutnya sedikit mencurigakan, karena dari banyaknya hadirin yang berpenampilan rapih, hanya pria itu yang berpenampilan seadanya
Dan Benar saja, ketika sang klien sudah mulai berpidato, pria itu langsung mengambil telur busuk dari tas yang di bawanya, dan berniat melempar sang klien Gea dengan telur itu
Adlan Yang sedari awal sudah mengngintainya pun langsung bergerak cepat untuk menghalau perbuatan pria itu
Namun sayang, saat adlan berusaha menghentikan aksi pria itu, dia sedikit terlambat karena pria itu sudah mengambil ancang-ancang dan kemudian melempar nya
"Sial kau" ucap Adlan langsung membekuk pria itu dan mejatuhkannya ke lantai
Lemparan telur itu sedikit melenceng dari sang klien karena mungkin konsentrasi sang pelempar terganggu oleh Adlan
"Ah, apa ini??" tanya sang klien sedikit kaget melihat sebuah lemparan dari tengah tengah hadirin, sontak bau busuk dari telur itu pun langsung menyebar di atas panggung, dan membuta sang klien langsung menutup hidungnya
""Baik"" ucap serempak Hendra dan Robin yang berada di belakang panggung bersama Gea
Sementara Gea langsung berlari ke arah kerumunan untuk mencari sang pelaku
Tapi dia sedikit terkejut saat melihat Adlan yang terlihat santai menduduki punggung seorang pria di tengah-tengah hadirin
"Hey, sedang apa kau?" tanya Gea tidak mengerti
"Siap, aku sedang duduk" ucap Adlan
"Aku tau, tapi kenapa kau menduduki orang ini?, ada yang melakukan sabotase pada klien kita, jadi cepat cari orang yang mencurigakan" ucap Gea
"Dia orang yang cukup mencurigakan, jadi aku menangkapnya, tapi aku bingung harus berbuat apa padanya, jadi sambil menunggu perintah mu, aku duduki dia saja" ucap Adlan
Gea menatap Adlan dengan tatapan tidak bingung, 'Benar-benar konyol' batin Gea
"Apa buktinya kalau dia memang orang nya?" tanya Gea
"Periksa saja paperbag yang di tanganya" ucap Adlan
__ADS_1
Gea pun segera mendekati Adlan di antara kerumunan yang hanya Menonton kekonyolan Adlan itu, dan memeriksa tas yang di pegang pria yang terlihat kesakitan karena di duduki oleh Adlan
Dan benar saja, Gea melihat ada beberapa telur di tas itu, dan juga beberapa tomat busuk
"Benar benar menjijikan, Adlan, langsung bawa dia ke pos keamanan" ucap Gea
"Baiklah" ucap Adlan langsung berdiri dan memaksa pria itu untuk berdiri juga, Adlan mengunci satu tangannya dan kemudian mendorongnya untuk dia bawa ke ruang keamanan kantor
"Jalan, jangan berpikir kau bisa lari dariku" ucap Adlan
Namun yang tidak di sangka oleh Adlan, baru beberapa langkah adlan mendorong punggung pria itu, dia ternyata masih memegang satu telur di tangan satunya, dan langsung mengarahkan telur itu ke wajah Adlan
Adlan refleks untuk menghindarinya, alhasil
'Crat' telur itu pecah tepat di badan Gea yang ada di belakang Adlan, dan mengotori sebagian depan baju depannya,
Mulut Gea langsung menganga saking kagetnya, dia tidak percaya kalau baju Seragam kebanggaannya harus terkena telur busuk yang berbau tidak sedap itu
"Kurang ajar, aku tidak akan mengampuni mu" Gea yang tidak terima bajunya di kotori langsung menjambak rambut pria yang masih di tahan Adlan, dan gea langsung saja menghajar pria itu hingga dia mengaduh kesakitan
'Buk' buk buk' Gea menghajar pria itu hingga dia terjerembab ke lantai
Sementara Adlan hanya bisa menyaksikan nya saja dengan tersenyum kaku
Gea yang sudah melupakan kekesalannya itu sedikit terengah-engah saking emosinya
"Apa kau tau?, ini baju kebanggaan ku satu satunya, kau malah mengotorinya, dasar bedebah" ucap Gea
"Ketua Ge, sebaiknya Anda segera mengganti pakaian anda, biar pria ini saya yang membawanya ke ruang keamanan" ucap Adlan
"Biklah, urus dia, jangan sampai dia kabur, aku masih ingin membuat perhitungan dengannya" ucap Gea yang kesal,
Gea pun segera beranjak menuju ke mobilnya untuk mengambil baju ganti di tasnya, dan kemudian mencari toilet untuk membersihkan dirinya dan menganti pakaian nya
Sementara Adlan langsung membawa pria itu ke pos keamanan, dan langsung menyerahkannya pada penjaga di sana
"Apa pelakunya tertangkap" tanya sang klien yang juga menghampiri pos keamanan bersama Robin dan Hendra
"Iya nyonya, saya sudah menangkap pelaku nya, dia ada di dalam pos sekarang" ucap Adlan
"Baguslah, aku pastikan akan memberi dia hukuman, O yah, ketua kalian di mana?" ucap Sang klien
"Dia sedang membersihkan pakaiannya, karena si pelaku juga mengotori pakaian ketua Ge" ucap Adlan
__ADS_1
"Oh, nama ketua kalian Ge ya, baiklah, kerja bagus" ucap Sang klien