Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Zion


__ADS_3

Gea yang merasa sedikit familiar dengan si penjual Gurita lekas menghampirinya lagi, dia ingin memastikan Kalau paman itu mantan koki keluarga nya dahulu atau bukan


"Paman Beni" panggil Gea dengan suara yang tidak pelan, juga tidak terlalu keras


Sontak si penjual yang sedang terfokus menyayat ikan untuk dia panggang langsung menoleh ke arah Gea yang berdiri tidak jauh dari stand nya, si penjual sedikit tidak mengerti kenapa gadis di depannya itu bisa mengetahui namanya, padahal dia yakin kalau mereka baru kali ini bertemu


"Darimana kamu tau kalau namaku Beni?" tanya Uncle Beni masih dengan suara lucunya


"Ah tidak, aku hanya asal menebak saja, kalau benar, itu artinya kebetulan" ucap Gea, dia pun segera berbalik badan lagi setelah menuntaskan rasa kepenasaran nya


"Nona Ge?, apa kau ini nona Ge?" tanya Beni yang sedikit mengingat postur mantan nona mudanya itu


Gea sedikit menoleh, dan dengan tenang menjawab si penjual


"Siapa yang kau panggil nona Ge?, apa kau bicara padaku?,, tebakan mu salah, aku tidak mengenal siapa itu Nona Ge yang kau sebut" ucap Gea berdalih


"Oh, maaf kalau begitu, aku salah" ucap Si penjual dengan tetap memperhatikan siluet Gea yang menurutnya sangat mirip, meski makeup aneh menutupi wajah Gea


Gea Kemudian pergi dari depan stand paman Beni, dan kembali ke tempat duduknya semula di samping Adlan


"Dia benar-benar mantan koki keluarga ku dulu, pantas saja aku sangat familiar dengan rasa pasakanya itu" ucap Gea sambil kembali memakan gurita nya


"Oh, kebetulan sekali kalau begitu, apa dia mengenalimu?" tanya Adlan


"Sepertinya dia memang mengingat ku, tapi aku menyangkalnya, dan dia percaya" ucap Gea


"Oh, baguslah" ucap Adlan yang juga sedang menikmati gurita lezatnya itu


Saat mereka sedang menikmati makan malam mereka, tiba tiba dari kejauhan terdengar segerombolan pemotor bising yang meraung-raungkan motor nya dengan sengaja, motor motor itu di kendarai oleh para pemuda urakan yang sengaja membuat kegaduhan di sepanjang jalan yang mereka lalui


Mereka tertawa tawa keras dengan laju motor yang seliweran tidak jelas mengacak semua badan jalan tidak beraturan

__ADS_1


Dan para pengguna jalan lain juga langsung menyingkir untuk memberi jalan pada mereka seperti takut akan kedatangan mereka itu, jadi mereka memilih meminggirkan kendaraan mereka untuk memberi jalan pada para pemotor bising itu


Tentu saja hal itu memancing perhatian dari Adlan dan yang lainnya


"Seperti itu kah kelakuan anak anak muda di sini?" ucap Adlan


"Ya mungkin" ucap Gea yang memang tidak begitu paham pergaulan para pemuda di sana


Para pemotor itu pun semakin lama semakin mendekat kepada Adlan dan timnya


Adlan juga sedikit memperhatikan paman Beni yang langsung tergesa-gesa membereskan semua dagangan nya, dan karena panik, paman Beni sampai menumpahkan salah satu wadah jualannya yang dia angkat, dan membuatnya jadi berantakan dan harus membereskan nya lagi


Adlan tidak tau kenapa reaksi mereka seperti merasa ketakutan oleh para pemotor itu


Dan yang tak di sangka oleh Adlan, pemimpin para pemotor bising itu ternyata berhenti tepat di depan stand paman Beni, dan pemotor yang mengikuti nya menepi hingga melebar ke hadapan tempat Adlan dan yang lainya duduk,


Gea langsung nampak sedikit tegang saat dia mengenali pemimpin gerombolan motor itu,, dia langsung merangkul tangan Adlan seolah olah Gea ingin menyembunyikan wajahnya dari sang pemimpin pemotor itu,


Pemimpin dari pemotor itu langsung turun dari atas motornya dan melangkah ke stand paman Beni yang wajahnya sudah terlihat tidak karuan


"Hallo Uncle Beni, masih hidup juga kau ternyata, apa kau senang hidup di jalanan?" tanya pria muda yang berperawakan tinggi sedang yang berpenampilan serba hitam hitam, dengan beberapa kalung rantai yang melingkar di lehernya


"I iya Tuan muda" ucap paman Beni dengan keringat dingin yang mulai bercucuran di keningnya


"Sebenarnya aku sangat kasihan padamu, tapi ini pilihan mu sendiri kan?, tapi kau masih terbilang beruntung tidak langsung di habisi Tiger karena menentang keinginan nya,, dia tidak bisa lagi menemukan koki seperti mu di darkland,, O yah ngomong ngomong,, buatkan aku makanan kesukaan ku, aku lapar, dan buatkan juga untuk kawan-kawan ku semuanya" ucap Sang pemuda


"Ta tapi tuan, persediaan ku tidak banyak, ini tidak akan cukup untuk mereka semua, dan juga aku akan Rugi kalau aku memberikan semuanya pada tuan muda" ucap paman Beni yang melihat kalau jumlah mereka lumayan banyak,


Pria itu langsung menendang stand paman Beni karena tidak puas dengan jawaban nya, 'Braaaaakk' stand paman Beni pun langsung terguling dan makanan di atasnya langsung berantakan di tanah


"Itu bukan masalahku kau rugi atau tidak, yang jadi masalah ku sekarang, aku dan kawan-kawan ku lapar, jadi cepat buatkan aku makanan, paham??" ucap Zion membentak

__ADS_1


"Be baik tuan muda" ucap Paman Beni


Adlan hanya menoleh dan merasa tidak perlu ikut campur pada masalah mereka, toh ini di darkland, siapa yang kuat di berhak menindas, kalau saja itu terjadi di kampung halamannya, Adlan tentu akan langsung membela paman itu dan menghajar semua orang-orang itu segera


"Dia Zion, putra bungsu dari kakak ibuku,, jangan biarkan dia melihatku" bisik Gea yang masih menyembunyikan wajahnya di bahu Adlan


"Oh,, Baiklah" ucap Adllan


Sementara paman Beni membereskan kekacauan yang di buat Zion, Zion kembali duduk di motor besarnya untuk menunggu pesanannya, tapi saat dia menoleh pada Adlan dan rekanya, itu sedikit mengalihkan perhatian nya pada mereka, dan tentunya dia tidak senang melihat sekumpulan orang yang tidak pergi saat dia datang,


Zion menatap tajam ke arah Adlan yang tengah menyantap makanan mereka dengan tenangnya, tentu saja itu membuat Zion menganggap kalau mereka tidak menghormati keberadaan nya di sana, yang masih termasuk kedalam jajaran kelurga besar sang penguasa Darkland


Zion langsung berjalan ke arah Adlan dengan laganya yang so


"Wah wah, enak sekali seperti nya makan malam kalian ini" ucap Zion dengan ekspresi angkuh


Adlan langsung menoleh pada Zion, "Oh, ini??, ya ini memang enak,, apa kau mau?" tanya Adlan basa basi dengan tenang


"Astaga, siapa orang-orang bodoh ini?, berani sekali dia menawariku makanan sisa, benar-benar memuakan, apa kau tidak tau siapa aku??" tanya Zion sedikit meninggi kan nada bicaranya


"Aku tau kau siapa,, aku hanya basa basi saja barusan" ucap Adlan


"Oh,, basa basi?, kau mau basa basi dengan ku?, benar-benar orang yang tidak tau kasta" ucap Zion dengan ekspresi jiji, dan matanya tiba-tiba teralihkan pada sosok wanita yang bersembunyi di balik Adlan,,


"Ahhhh,, kau sedang berkencan ya?, mari kita lihat, wanita seperti apa yang mau berkencan dengan pria seperti mu?," ucap Zion yang berniat mengganggu Gea dan Adlan yang di anggapnya sedang berkencan


"Hey gadis, Kenapa kau menyembunyikan wajah mu itu?, apa kau malu malu padaku, Ayolah, aku tau kalau aku ini sangat menawan, dan kau takut menyukaiku kan??,, tidak perlu begitu, kita bisa berkencan kalau kau bosan dengan pria mu, tapi aku ingin melihat dulu wajah mu sekarang" ucap Zion yang mendekat dan mencoba meraih pundak Gea yang menyembunyikan wajahnya


Tentu saja Adlan langsung menepis tangan Zion supaya dia tidak menyentuh Gea "Sebaiknya Anda tidak mengganggu dia, dia sedang tidur" ucap Adlan beralasan


"Kurang Ajar, berani sekali kau melarang ku, sepertinya kau benar-benar cari mati " ucap Zion

__ADS_1


Seketika orang-orang yang di bawa oleh Zion langsung maju mengerumuni Adlan dan yang lainya, karena mereka tentu sudah tau betul apa yang harus mereka lakukan jika tuan mudanya merasa tersinggung, yaitu menghajar orang yang membuat tuan mudanya tidak senang


__ADS_2