Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Pilihan Sulit


__ADS_3

Gea datang pada Adlan dengan ekspresi menekuk wajahnya, dia juga menaruh minuman di meja dengan sedikit kasar 'Brukkk'


"Ada apa?, kau kenapa?, Apa kau tidak suka aku di sini?" tanya Adlan basa basi, padhal dia tau apa penyebabnya, karena adlan bisa mendengar semua pembicaraan Gea dan ibunya meski suara mereka sedikit pelan


"Tidak apa,, hanya ada sedikit masalah keluarga, ini bukan masalah mu," ucap Gea sedikit dingin,, diapun langsung beranjak pergi keluar untuk meminta Anju Masuk seperti titah ibunya


Adlan juga beranjak dari duduknya, dia juga merasa tidak enak kalau kehadiran nya tidak di inginkan di sana


Gea langsung menghampiri Anju yang masih berada di dalam mobil


"Apa Anda sudah selesai menelpon?, kenapa tidak langsung masuk?" tanya Gea


"I Iya sudah, tapi aku sedikit malas untuk turun dari mobil" ucap Anju beralasan lagi, dia tidak mau melanggar perintah Adlan, karena menurutnya perintah Adlan itu mutlak untuk dia turuti


"Oh, kalau begitu apa kau ingin minum sesuatu, biar aku bawakan kesini" ucap Gea


"Boleh juga kalau kau tidak keberatan," ucap Anju


"Tentu saja tidak, kau mau minum apa?" tanya Gea


"Apa saja" ucap Anju


"Baiklah, tunggu sebentar" ucap Gea dia pun berbalik dan kembali untuk mengambilkan minum untuk Anju, diapun berpapasan dengan Adlan di teras dan melewatinya


Adlan langsung menghampiri Anju di mobilnya, "Turunlah, kau jangan merepotkan Gea, ambil minumanmu kedalam" ucap Adlan


"Oh, baiklah kalau begitu" ucap Anju langsung membuka pintu depan mobil dan turun, dan itu bersamaan dengan Adlan yang membuka pintu belakang


Dan Adlan langsung masuk kedalam mobilnya


"Lho, tuan, bukankah kita akan masuk kedalam?, kenapa kau malah masuk ke mobil?" tanya Anju sedikit bingung


"Masuklah sendiri, kau sudah besar kan" ucap Adlan


"Bukan begitu maksudnya, kalau tuan ada di sini, untuk apa aku masuk kedalam" ucap Anju


"Kau tinggal masuk saja, apa susahnya?" ucap Adlan


"Oh, Baiklah" ucap Anju tidak protes lagi, dia pun beranjak untuk masuk ke rumah Gea meski dia tidak tau untuk apa dia masuk

__ADS_1


.


Gea membuka pintu rumah dengan beberapa minuman di tangannya, tapi dia melihat Anju sudah berdiri di depan pintu


"Oh, kau kesini?, Adlan mana?" tanya Gea


"Dia di mobil" ucap Anju


"Oh, ya sudah, silahkan masuk saja" ucap Gea


"Baiklah" ucap Anju, diapun masuk kedalam dan duduk di kursi


"Ini minumanmu, aku tidak tau kau suka minuman apa, jadi kubawa beberapa untuk kau pilih" ucap Gea


"Kau ini berlebihan sekali, satu saja sudah cukup kan, bukan kah sudah kubilang apa saja," ucap Anju


"Iya sih, Oh sebentar" ucap Gea langsung beranjak untuk mengambil cemilan, dan Setelah menaruh nya di meja, Gea langsung duduk di sebelah Anju


"Kau ini, aku merasa selalu merepotkan mu jika aku berkunjung kesini" ucap Anju


"Tidak, aku tidak repot, beneran, apa kau ingin di pijit kau pasti lelah setelah melatihku seharian" ucap Gea langsung meraih tangan Anju dan memijit nya


"Ge Ge, tidak perlu,, aku tidak enak jika kau bersikap seperti ini padaku" ucap Anju menahan tangan Gea yang memijat tanganya, da ngeri juga dengan sikap Gea yang kemanisan itu


"Tidak perlu Ge, aku tidak bisa lama-lama di sini, ada urusan lain yang harus ku kerjakan di luar, jadi tidak perlu" ucap Anju menolak secara halus, bukan dia tidak ingin di perlakukan seperti itu oleh wanita secantik Gea, tapi dia merasa tidak enak pada Adlan yang menyukai Gea


"Oh, Baiklah, Kapan kapan kau harus makan di sini, ya" ucap Gea


"Iya, kapan kapan saja, kalau begitu aku pamit sekarang" ucap Anju


Angelina yang sedari tadi mengintip pun langsung keluar dari persembunyiannya "Eh ada tuan Anju, baru juga kemari kan, kenapa harus buru buru pergi lagi, apa karena rumah ibu ini tidak nyaman?" tanya Anggelina


"Bu bukan seperti bu, aku hanya ada urusan lain saja, bukan merasa tidak nyaman di sini" ucap Anju


"Oh begitu ya, sayang sekali, padhal ibu ingin mengajak Anda untuk makan dulu di sini" ucap Anggelina


"Terimakasih atas tawarannya bu, bukan saya tidak mau, tapi saya benar-benar ada urusan lain yang menanti, jadi saya pamit sekarang bu" ucap Anju langsung berdiri dari duduknya, dan kemudian segera melangkah untuk keluar dari rumah yang membuat nya jadi salah tingkah itu,


Anju keluar dengan di ikuti Gea sampai kedepan mobil

__ADS_1


"Aku pergi dulu" ucap Anju


"Iya, sampai ketemu lagi" ucap Gea dengan senyum yang terus terpatri di bibir manisnya


"Iya", Anju pun langsung masuk kedalam mobil yang ada Adlan di dalamnya


"Kenapa sudah kembali?" tanya Adlan dingin,


Jujur dia sedikit cemburu karena Anju lebih di inginkan ibunya Gea daripada dirinya, tapi dia juga memakluminya setelah mendengar penuturan ibunya tentang sebuah balas dendam pada orang yang bernama Tiger itu, dan Anju mungkin akan memiliki kuasa penuh atas Redbear nantinya, jadi tentu dia bisa memenuhi ambisi Anggelina dan Gea


"Untuk apa lama lama?, Aku tidak nyaman berada di dalam sementara tuan menungguku di sini" ucap Anju


Adlan menghela nafasnya dalam "Baiklah, aku ingin mengatakan apa yang ingin ku katakan,, aku mundur untuk mendekati gea, kau boleh mengambilnya" ucap Adlan


"Apa maksud tuan?, aku sama sekali tidak punya niatan untuk bersaing dengan Anda, aku tidak tau kenapa Nona Gea sepertinya tertarik padaku, aku tidak pernah merayunya sama sekali," ucap Anju


"Itu karena kau anak paman Agam, jadi Gea menginginkan mu" ucap Adlan


"Begitukah?, kenapa?, aku tidak paham" ucap Anju


"Sudahlah, nanti kau juga akan paham sendiri, sekarang jalankan saja mobilnya" ucap Adlan


"Baiklah" ucap Anju


Mereka pun segera pergi meninggalkan kediaman Gea, dan Anju mengantar Adlan kembali ke tempat Kostnya,


…


Saat Sampai di kamar kost nya, Adlan langsung menjatuhkan dirinya ke tempat tidur, dan langsung menatap foto sang bunda Yang terpajang di dinding kamarnya


"Bu, kalau pun aku tidak bisa memiliki gadis itu, setidaknya aku masih bisa melihatnya tersenyum bersama orang terdekat ku,, wanita titisan ibu itu layak mendapatkan apapun yang dia inginkan di dunia ini,, jadi kurasa aku tidak perlu jadi penghalang nya kan," gumam Adlan,


Adlan kemudian menatap langit-langit kamarnya, dalam lamunanya dia benar-benar berharap bisa bersama Gea, agar dia tetap merasa hidup bersama ibunya selamanya


…


Dan di tempat Tidur yang berbeda, Gea juga hanya menatap langit langit yang ada di kamarnya seperti Adlan, dia mencoba meredam pergolakan batin nya yang bimbang, antara memilih kekutan atau rasa sukanya pada Adlan, karena tidak di pungkiri olehnya, dari pertama kali dia bertemu Adlan saat masa ospek, hatinya sudah bergetar melihat Adlan yang menurutnya peduli padanya,


Meski sebenarnya bukan Niat Adlan untuk membantu Gea yang di buli Erik saat itu, tapi pikiran Gea menangkapnya itu adalah sebuah pembelaan dari lawan jenis untuk nya, dan sejak saat itu dalam diam Gea sering memperhatikan Adlan

__ADS_1


Termasuk saat Dia mengunakan jarum biusnya pada Erik dan kawan-kawan saat mereka merundung Adlan di depan kampus, dan itu bukan karena kebetulan Gea datang, yang kebetulan adalah Gea satu bis dengan Adlan saat itu, dan diam diam Gea memperhatikan adlan dari belakang dan mengikutinya saat turun dari bis hingga saat Adlan menabrak Erik


"Apa perasaan ini salah?, apa perasaan seperti ini harusnya tidak ada?, aku tau perasaan seperti ini hanya akan membuatku lemah,, dan aku tidak boleh lemah,,, ya, kurasa perasaan ku padamu ini memang salah Adlan" gumam Gea pada bayangan Adlan yang ada di langit langit kamarnya itu, matanya sampai berkaca-kaca seolah dia sedang memilih pilihan yang sulit


__ADS_2