Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Ketara


__ADS_3

Keesokan Paginya, Adlan memulai harinya seperti biasanya lagi, dan Adlan pagi pagi sekali berangkat dari tempat kostnya untuk kembali mengunjungi makam sang ibu, dia tetap di temani Anju meski dia sedikit kaku setelah mengundurkan diri dari perjuangan nya untuk mendekati Gea, yang menurutnya dia sama sekali tidak memberi respon yang berarti padanya


.


Di pemakaman Adlan langsung berjongkok di depan makam sang ibu, dan mengganti bucket bunga yang layu dengan bunga baru yang di bawanya


"Selamat pagi bu, apa kabarmu hari ini??,,, Ya aku lumayan baik hari ini, aku bawakan bunga lagi untukmu, semoga kau menyukainya,, o ya bu, kau sepertinya harus bersabar lagi untuk mendapatkan calon menantu, karena ternyata sangat sulit mencari sosok wanita yang benar-benar mirip dengan mu, yang sederhana, tegas, penyayang, baik hati,,,, Gea memang mirip ibu secara fisik, tapi kurasa sifat nya jauh berbeda dengan mu, dia suka kekerasan bu,, menurut ku itu hal yang aneh untuk sifat gadis imut seperti dia,,, sangat di sayangkan wanita sepertinya harus punya sifat seperti itu,, tapi mau bagaimana lagi, itulah kehidupan nya" sepenggal curhatan Adlan pada makam sang ibu


Dia tidak menyadari kalau saat dia bercerita, sosok semu sang ibu berbaju putih berdiri persis di sisinya, dia hanya tersenyum menyadari kalau putranya sekarang mulai menyukai seorang gadis,


Sosok semu itu bahkan mengelus kepala Adlan yang berjongkok di depan makamnya


Tapi Adlan terus saja bercerita tanpa merasa kalau ibunya hadir di sana, mata batinnya masih benar-benar tertutup, tidak seperti Ayahnya yang sudah membuka mata batin, hingga dia peka dan bisa merasakan kehadiran sang istri, bahkan bisa melihat bayangannya


Setelah Hari beranjak Siang, Adlan segera beranjak dari makam ibunya untuk segera pergi ke kampus, seperti sebelum sebelumnya, dia menghentikan bus di pinggir jalan untuk tumpanganya menuju kampus


Begitu naik, Adlan melihat kalau Gea juga ada di bus itu,, Gea duduk di kursi bagian tengah bus dan terfokus ke gawainya, tapi Adlan tidak berniat mendekat padanya atau pun menyapanya, Adlan malah menyuruh Anju untuk mendekati Gea


"Gea di sana, pergilah kesana" ucap Adlan pada Anju


"Oh, Baiklah" ucap Anju tidak menolak nya,


Adlan langsung duduk di kursi bagian depan yang kebetulan masih kosong


Sementara Anju langsung menghampiri Gea di kursi nya


"Hey, kau naik bis ini juga ternyata, apa aku boleh duduk di sebelah mu?" tanya Anju


Menyadari kalau yang menegurnya itu Anju, Gea malah tidak fokus pada pertanyaan Anju,, karena dia langsung melihat lihat ke belakang Anju "Adlan mana?, Apa kau tidak naik bersamanya?" tanya Gea


"Dia duduk di depan" ucap Anju


"Oh" ucap Gea tidak mencoba mencari sosoknya lagi


"Kau belum menjawab pertanyaan ku" ucap Anju


"Soal apa?", tanya Gea yang tadi tidak memperhatikan pertanyaan Anju

__ADS_1


"Kau ini, apa kau melamun, aku tanya padamu apa aku boleh duduk di sebelah mu?" tanya Anju


"Oh, tentu, duduklah, ini juga bis umum kan," ucap Gea


"Baiklah" ucap Anju langsung duduk di samping Gea


"O yah, apa kau merasa ada yang berbeda setelah meminum ramuan yang kubuat?" tanya Anju


"Ya memang tenaga ku rasanya sedikit ada peningkatan di banding sebelumnya, kuarsa ramuan mu itu benar-benar ramuan ajaib" ucap Gea


"Menurutku juga begitu, itu memang ramuan ajaib yang diturunkan leluhur ku" ucap Anju


Mereka terus mengobrol berdua selama dalam perjalanan ke kampus


Sementara Adlan hanya bisa menutup telinganya dengan headset yang tersambung ke ponselnya, dia memutar musik yang bisa menenangkan pikiran, dan dia menikmati kesendirian dengan mata terus memperhatikan setiap hal yang di lewati bus di luar jendela


Setibanya di halte depan kampus, Adlan langsung turun tanpa menengok kebelakang, dia langsung beranjak untuk masuk ke kampus nya tanpa menunggu Anju atau Gea


Gea yang turun belakangan dengan Anju sedikit heran dengan sikap Adlan yang tidak seperti biasanya dan tidak menyapanya


"Tidak juga, mungkin dia hanya tidak ada mood saja" ucap Anju


"Begitu ya, apa karena sikap ku yang kemarin, apa dia benar-benar menganggap ku marah padanya?, dia sensitif sekali" ucap Gea


Anju hanya tersenyum, dia tau kalau Adlan sebenarnya sedang meredam kecemburuanya, tapi dia tidak berani mengatakan hal itu pada Gea langsung


Gea hanya bisa menduga-duga dalam hatinya, meskipun dia menampik semua rasa yang dia punya pada Adlan, tapi dia juga merasa sedikit tidak nyaman kalau Adlan tiba-tiba tidak menghiraukan nya seperti itu,,


Mereka segera menuju ke ruang kampus mereka masing-masing, Dan mengikuti mata kuliah mereka seperti biasanya,


.


…


Siang harinya, Adlan keluar dari ruangan kelasnya untuk mencari makan siang seperti yang lainya, dia turun ke halaman kampus untuk mengajak Anju makan bersamanya


Tapi Adlan melihat kalau Anju sekarang bersama Gea lagi, jadi dia tidak jadi untuk mengajak Anju makan bersamanya

__ADS_1


Gea yang melihat Adlan sudah turun berniat menyapa, tapi belum juga dia memanggil, Adlan sudah berlalu


"Anak itu kenapa sih, apa dia sedang datang bulan?, aneh" ucap Gea


"Sepertinya begitu, kita ikuti dia saja" ucap Anju,


"Itu tidak mungkin, dia pria, jadi mana mungkin dia bisa datang bulan" ucap Gea, dia benar-benar tidak terbiasa melihat Adlan yang seakan menghindari nya,


Mereka berdua segera beranjak mengikuti Adlan yang sudah beranjak keluar dari area kampus,


Anju dan Gea juga mengikuti Adlan masuk ke tempat untuk makan siangnya, dan mereka langsung duduk di dekat Adlan


"Adlan, apa kau sedang punya masalah?, tidak biasa biasanya kau menghindariku,, apa karena sikapku yang kemarin?, kalau iya aku minta maaf jika sikap ku membuatmu tidak nyaman," ucap Gea


Adlan menoleh dan tersenyum pada Gea "Aku tidak punya masalah apa apa,,, aku hanya tidak ingin mengganggu kalian, kurasa itu bukan masalah,, tapi harusnya kau senang jika tidak ada yang mengganggumu" ucap Adlan


"Siapa bilang aku tidak Senang, kurasa hariku lebih leluasa kalau aku tidak di ganggu olehmu" ucap Gea ngeles


"Terus kenapa kau mengikuti ku kesini?" tanya Adlan


"Ya karena Anju mengajak ku kesini kan, aku tidak mengikuti mu" uap Gea


Anju yang hanya memperhatikan dapat melihat jelas kalau keduanya hanya bicara untuk membohongi diri mereka sendiri , dia jadi bingung kenapa Gea sepertinya enggan mengakui kalau dia sebenarnya menyukai Adlan juga, dan itu sangat ketara menurutnya


"Oh, kalau begitu aku akan pindah tempat duduk" ucap Adlan


"Tidak tidak,, Aku saja yang pindah, aku yang belakangan kesini kan" ucap Gea, diapun berdiri dan langsung beranjak ke meja yang terpisah


Sementara Anju masih duduk di tempat Adlan "Tuan,, Anda sadar tidak?, sebenarnya nona Gea bukan tidak menyukai mu, tapi dia hanya tidak mau mengakui nya" bisik Anju


"Aku tau itu dari awal, untuk itu aku menghindari nya sekarang, aku mau lihat sampai mana dia terus seperti itu" ucap Adlan


"Oh, Begitu ya, baiklah" ucap Anju


"Sana pergi, temani dia lagi" ucap Adlan


"Siapp," ucap Anju, dia pun segera beranjak untuk ke meja Gea, dan mereka segera memesan makan Siang untuk mereka masing-masing

__ADS_1


__ADS_2