
Sore harinya, setelah mereka menyelesaikan mata kuliah mereka, Adlan dan Anju kembali ke rumah Gea untuk menemani Gea bersiap pergi ke tempat seleksi keanggotaan nya
Setibanya di rumah Gea, Adlan segera duduk di kursi teras rumah
"Aku tunggu di sini saja" ucap Adlan
"Oh Baiklah, kalau begitu aku bersiap siap dulu di dalam" ucap Gea, diapun segera masuk ke rumahnya
Adlan langsung mengeluarkan laptopnya untuk mengerjakan beberapa tugas kuliah sembari menunggu Gea bersiap,
Tidak lama Anggi keluar dari rumahnya karena tau ada Adlan di luar "Hay kak Adlan, kau kemari lagi ternyata,, gitu dong, sering sering main kesini" ucap Anggi, seperti biasa,, Anggi langsung menghampiri Adlan dan duduk di sebelahnya,
"Kak Adlan sedang apa sih, fokus sekali?" ucap Anggi mencoba melihat apa yang sedang di kerjakan Adlan di layar laptopnya
"Kakak sedang mengerjakan tugas Kampus, jadi jangan mengganggu ya,," ucap Adlan yang merasa kalau waktu nya akan sedikit mepet untuk mengerjakan tugasnya, karena malam ini dia akan mengantar Gea ke tempat sleksi keanggotaannya, dan pastinya itu menghabiskan waktu panjang semalaman
"Oh baiklah, tapi aku ingin melihatnya" ucap Anggi
"Ya Sudah, lihat boleh, tapi jangan mengganggu, oke" ucap Adlan
"Emmmh, oke" ucap Anggi
Adlan kemudian kembali terfokus melanjutkan tugasnya lagi
.
Beberapa saat kemudian, Gea kelur dari rumahnya setelah dia membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Gea sekarang mengenakan stelan mantel hitam dan celana panjang, dia juga menggunakan boots wanita tinggi selutut,
"Aku sudah siap, apa kita langsung pergi sekarang?" tanya Gea
Adlan dan Anju pun langsung menoleh ke arah Gea,
Adlan sedikit memperhatikan penampilan Gea dari ujung rambut hingga ujung kaki, Adlan merasa kalau Gea lebih cocok jadi model dari pada jadi anggota Redbear
Adlan langsung saja menggelengkan kepalanya,
"Kau ini mau pergi berkelahi, atau ke catwalk fashion show?" tanya Adlan
"Kenapa memang?, apa ada yang salah dengan penampilan ku?" tanya Gea sambil memperhatikan penampilan nya sendiri
"penampilan mu itu lebih cocok jadi model daripada jadi seorang anggota organisasi" ucap Adlan
"Ngaco saja, tidak akan ada perusahan fashion yang menerima model yang tingginya hanya 5 feet seperti ku, setidaknya aku harus punya tinggi 6 kaki untuk jadi seorang model" ucap Gea
"Kau bisa jadi model anak anak, wajahmu itu masih terlihat imut untuk jadi seorang model anak" ucap Adlan asal
"Lupakan saja, aku sama sekali tidak berminat, cepatlah kita pergi sekarang, keburu sore" ucap Gea sudah tidak sabar untuk pergi
__ADS_1
"Pembukaannya di mulai pukul delapan malam, jadi santai saja, aku juga belum menyelesaikan tugasku" ucap Adlan dengan tetap mengetik tugasnya
"Kau ini, Rajin sekali, ngomong ngomong apa cita cita mu?, jadi petarung atau pembisnis,?" tanya Gea
"Kedu duanya" ucap Adlan
"Hmm, bagus juga cita citamu, semoga kau bisa sukses dan berjaya nanti,," ucap Gea
"Aamiin" sahut Adlan
"Kalau begitu aku buatkan kopi dulu untukmu, sebentar ya" ucap Gea
"Itu ide bagus, buatkan yang seperti kemarin,, itu benar-benar kopi paling enak yang pernah ku minum" ucap Adlan
"Baiklah tuan muda pembisnis, segera aku siapkan" ucap Gea asal, diapun kembali masuk untuk membuatkan kopi untuk Adlan dan Anju
.
Tidak lama Gea kembali dengan membawa dua cangkir kopi dan menaruhnya di meja, "Silahkan di minum" ucap Gea yang juga langsung duduk di kursi
"Terima kasih, kau memang calon yang sangat pengertian" ucap Adlan asal
"Calon apa maksudmu?" tanya Gea bingung
"Calon ibu dari anak anak ku?" ucap Adlan asal dan langsung tersenyum
"Huuuu dasar, sejak kapan kau mulai belajar jadi perayu?" ucap Gea sambil mesem
Adlan pun segera mengambil dan menyeruput kopi buatan Gea 'Srrrrrrrrup' "Ahhhh,, benar benar sangat nikmat, daya kinerja otaku rasanya langsung meningkat seribu persen jika minum kopi buatan mu ini" ucap Adlan
"Ayolah, hentikan bualan mu, dan cepat selesaikan saja tugas mu" ucap Gea
"Iya Iya baiklah" ucap Adlan, diapun segera melanjutkan lagi aktivitas nya
Sementara Gea hanya terus memperhatikan dengan sesekali tersenyum melihat Adlan yang terlihat cukup serius itu
.
…
Beberapa saat kemudian Adlan pun sudah menyelesaikan sebagian tugasnya, dan berniat untuk menyelesaikan nanti,,
"Hhhhh, sudah selesai," ucap Adlan langsung menutup laptopnya dan memasukannya ke tasnya lagi
"Sudah selesai ya?, cepat juga, baiklah kalau begitu, ayo pergi" ucap Gea
"Baiklah" ucap Adlan, dia langsung menyeruput sisa kopinya hingga habis, kemudian di beranjak dari duduknya
__ADS_1
"Aku ikut kak" ucap Anggi
"Tidak boleh, kamu di rumah saja" ucap Gea
"Tidak mau, aku tidak ada teman di rumah, ibu juga belum pulang kerja" ucap Anggi
"Ajak saja, kasian,, lumayan untuk tambahan suporter untukmu nanti" ucap Adlan
Gea langsung menghela nafasnya "Hhhhh, Baiklah, kau boleh ikut" ucap Gea
"Yeeeeey aku ikut" ucap Anggi girang
Mereka pun segera berangkat dengan membawa serta Anggi bersama mereka, karena dia merengek untuk ikut,
.
…
Sekitar dua puluh menit kemudian, mereka pun sampai di depan sebuah kelab mewah yang di kelola oleh organisasi Redbear sebagai salah satu bisnisnya,
Tapi selain tempat hiburan malam,, hampir semua orang tau kalau di backsatge bisnis yang di kelola oleh organisasi Redbear, itu selalu ada satu sudut di dalamnya yang terdapat sebuah arena tanding untuk mencari bibit bibit petarung, yang nantinya di seleksi untuk jadi seorang anggota
"Ini tempatnya, besar sekali" ucap Gea
"Iya, ini adalah salah satu tempat bisnis yang di jalankan oleh organisasi, selain bisnis penjagaan dan senjata" ucap Anju menjelaskan
"Really Amazing, ku pikir Organisasi ayahmu hanya bergerak di bisnis gelap saja" ucap Gea
"Tidak lah, organisasi ayahku punya lisensi bisnis, dulu memang kami melakukan bisnis seperti itu, tapi itu sudah lama kami tinggalkan semenjak pergantian kepemimpinan, dan hanya fokus mengembangkan bisnis yang mempunyai perizinan saja" ucap Anju
"Benar benar keren, speechless aku jadinya," ucap Gea yang kagum, dan itu menambah motivasi nya untuk bergabung dengan Redbear
"Ya Sudah, kita langsung masuk saja kedalam" ucap Adlan
"Baik tuan, mari" ucap Anju langsung menuntun jalan untuk mereka masuk ke kelab mewah itu
Mereka pun langsung mengikuti Anju untuk masuk
Para penjaga di sana tentu saja mengenali Anju dan Adlan yang datang, jadi mereka dengan hormat menyambut kedatangan mereka, dan melakukan pengawalan saat mereka memasuki kelab
Gea berpikir, kalau saja dia hanya sendirian datang ke sana, pasti dia langsung di usir dan tidak akan di izinkan masuk, mengingat dirinya yang masih mirip remaja kecil
Tapi yang membuat Gea semakin tidak mengerti adalah sikap Anju yang sangat menghormati Adlan, melihat dari status Anju yang sangat di segani di organisasi Redbear, kenapa dia malah mau maunya di jadikan kacung oleh Adlan,
Dan itulah yang jadi tanda tanya besar di benak Gea semenjak dia tau kalau Anju adlah putra dari pemimpin Redbear, itupun memancing asumsi lain di pikiran nya tentang Adlan,
Gea melirik ke arah Adlan yang berjalan di sampingnya dengan ekspresi wajah penuh tanya 'Apa kau tidak sesederhana ini?,, atau kau punya latar belakang yang tidak biasa??,, tapi kalau iya, kenapa kau terlihat seperti orang bisa saja??' batin Gea sedikit tidak paham
__ADS_1
...~°~...