Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Tidak Berguna


__ADS_3

Gea juga tertarik untuk mengambil minuman ramuan yang di suguhkan Anju yang di bilangnya sebagai pemulih tenaga itu "Ini minuman apa?" tanya Gea sambil memperhatikan nya juga seperti yang di lakukan Anggi


"Itu ramuan khusus yang selalu kami minum sehabis latihan, karena kau berlatih di sini, jadi ku pikir kau harus mencobanya juga" ucap Adlan


"Apa ini benar-benar biasa memulihkan tenaga?" tanya Gea


"Tentu saja" ucap Adlan tersenyum


"Adlan, sebenarnya kau bisa bertarung tidak?" tanya Gea


"Ya sedikit sedikit,,, hanya saja ada suatu sebab yang membuatku tidak ingin bertarung lagi" ucap Adlan


"Apa alasannya?" tanya Gea


"Aku tidak bisa cerita kalau soal itu" ucap Adlan yang merasa gea tidak perlu tau semua hal di masa lalunya


"Sebenarnya Adlan ini anak yang sangat nakal dulu, tapi...."


"Kak,,, Ayolah,, tidak perlu di ceritakan, aku berusaha menghapus mindset itu dari pikiranku sekarang" ucap Adlan merasa sedikit tidak enak jika kakaknya menceritakan tentang kenakalan pada Gea


"Iya Iya, Kakak tidak akan cerita" ucap Nayra


"Aku coba minumannya ya" ucap Gea, dia pun segera meminum ramuan yang rasanya pahit seperti jamu itu


Gea sampai mengeluarkan mimik wajah yang lucu Setelah meminumnya,


"Apa rasanya enak?" tanya Anggi


"Enak, coba saja" ucap Adlan


"Baiklah" Setelah Gea meminumnya, Anggi juga tidak ragu untuk mencobanya, dan begitu dia meminum nya, dia langsung tersedak dan sedikit memuntahkan ramuan dari mulutnya


"Iiiiiiih, apaan ini?, pahit sekali, aku tidak suka" ucap Anggi mengeluarkan ekspresi yang hampir sama dengan Gea


Semuanya hanya bisa terkekeh melihat ekspresi Anggi yang seperti itu


"Habiskanlah, itu bagus untuk kesehatanmu" ucap Adlan


"Tidak mau, aku lebih suka minuman ini saja" ucap Anggi langsung memium minuman kalengnya


"O ya, Kak Nay, Apa Kakak dan Adlan itu berasal dari kalangan keluarga biasa,?" tanya Gea penasaran, karena dia melihat semua barang yang di kenakan oleh Nayra, dari ujung rambut hingga ujung kakinya adalah merk merk brand ternama dunia,, dia terlihat bukan wanita dari kalangan biasa biasa saja, berbeda jauh dengan penampilan Adlan yang sangat biasa saja


Nayra sontak melirik Adlan, dan sedikit memperhatikan nya,,


Adlan hanya nyengir saja di tatap kakaknya seperti itu

__ADS_1


Nayra berpikir Adlan mungkin sengaja menutupi dari keluarga mana mereka berasal, jadi Nayra juga tidak berniat mengagungkan dirinya atau Adlan


"Ya Kami dari keluarga biasa saja, lihat saja Adlan, sepeda motor saja dia tidak punya kan, dia ke kampus juga suka naik bis" ucap Nayra


"Iya sih,, tapi aku melihat penampilan kakak itu jauh berbeda dari Adlan" ucap Gea


"Kan kalau kakak sudah kerja, sudah bisa membiayai diri sendiri, jadi bisa ngurus diri sendiri juga,, sementara Adlan masih kuliah kan, jadi tentunya dia belum bisa mengurus dirinya sendiri, kakak juga tidak bisa selalu memperhatikan nya" ucap Nayra


Adlan langsung berdehem mendengar obrolan mereka itu "Ehm, kalian membicarakan ku seolah aku ini bocah kecil saja, o ya Ge, memangnya menurutmu aku ini orang yang seperti apa?" tanya Adlan pada Gea


"Seperti apa ya?, entahlah" ucap Gea sedikit malu malu pada Adlan, karena semua persepsinya tentang Adlan semua nya meleset, Adlan tidak benar-benar suka mempermainkan perasaan wanita


"Jawaban mu membuatku semakin penasaran, apa menurutmu aku ini tampan?" tanya Adlan dengan bergaya so cool


"Tidak, kau biasa saja" ucap Gea tidak ingin memujinya


"Begitu ya, berarti kau wanita pertama yang mengatakan kalau aku ini biasa saja" ucap Adlan


"Memang nya wanita mana saja yang mengatakan kalau kau tampan?, kurasa mereka harus periksakan mata mereka ke dokter" ucap Gea


"Wanita pertama yang mengatakan aku tampan adalah ibuku, kedua tentu saja kakak ku yang cantik ini, ketiga harusnya itu kau" ucap Adlan ngeles, karena sebenarnya dia ingin mengatakan semua wanita yang sempat dekat dengannya selalu memuji ketampanan nya,, tapi dia mempelesetkan nya sedikit


"Ya Iya lah, mana mungkin ibumu bilang kalau kau jelek kan,, ngomong-ngomong soal ibumu, pasti dia sangat cantik seperti kakakmu, tapi aku tidak melihat kemiripan yang identik dari kalian" ucap Gea


"Itu karena Kami berbeda ibu" ucap Nayra


.


Mereka lumayan lama bercengkrama di sana, dan lebih mengenal satu sama lain tentang karakter mereka, tapi mereka menghindari pembicaraan yang sifatnya privasi


Dan setelah hari menjelang sore, barulah Adlan mengantar Gea dan Anggi pulang ke kediaman nya,


…


"Yeeee kita pulang" ucap Anggi girang saat mobil mercy yang di kendarai mereka sampai di jalanan depan rumah nya


"Kalian mampir dulu?" tanya Gea yang duduk di depan bersama Anju yang mengemudi


"Tentu" ucap Adlan yang duduk di kursi belakang bersama Anggi


"Baguslah, ayo turun" ucap Gea, dia langsung membuka pintu mobil, dan segera turun


Anggi juga segera turun dari mobil


"Kau diam saja di sini, tidak perlu turun, aku tidak akan lama" ucap Adlan menepuk bahu Anju sebelum dia turun

__ADS_1


"Oh, Baiklah" ucap Anju


Adlan turun dari mobil dan langsung bergabung dengan Gea yang masih menunggu mereka


"Tuan Anju, apa kau tidak turun,?" tanya Gea


"Aku?, aku harus menelpon seseorang dulu" ucap Anju beralasan


"Oh baiklah, nanti kalau sudah selesai,, masuk saja, ya" ucap Gea


Mereka bertiga pun segera masuk ke kediaman Gea,


…


"Duduklah" ucap Gea pada Adlan saat mereka masuk kedalam rumah


"Oh, baiklah" ucap Adlan, diapun duduk di kursi ruang tamu rumah Gea yang tidak terlalu besar itu


"Kamu mau minum apa?" tanya Gea


"Apa Saja lah," ucap Adlan


"Buatkan untuk ku juga ya kak, aku juga haus" ucap Anggi juga mendudukkan dirinya di sebelah Adlan


"Kau ambil minum sendiri, jangan manja" ucap Gea sambil beranjak pergi


"Ya kakak, pilih kasih sekali sih" ucap Anggi, diapun kembali beranjak mengikuti Gea dengan tetap membawa bonekanya


Tidak lama, Ibunda Gea membuka pintu dari luar dan masuk ke rumah itu, dia langsung melihat Adlan yang duduk di ruang tamunya


Dia tau kalau Adlan hanyalah teman Anju, jadi dia tidak terlalu menghiraukan Adlan dan langsung berlalu tanpa menyapa Adlan


Angelin yang menuju ke dalam kebetulan berpapasan dengan Gea yang membawa minuman untuk Adlan


"Gea, kenapa tuan Anju kau biarkan di luar, sementara temannya malah kau biarkan masuk, jangan bilang kalau kau lebih dekat dengan pria itu" ucap Angelin


"Anju tadi menelpon dulu bu, dia bilanh akan masuk belakangan" ucap Gea


"Ya sudah, suruh dia masuk sekarang, kau harus perlakuan dia dengan baik, dia itu dewa penolong bagi Kita, jadi jangan buat dia merasa jengah dengan kita, kau harus pandai pandai mengambil hatinya, paham" ucap Angelin dingin


"Iya, aku paham" ucap Gea


"Hhhhh,, Kalau saja ibu punya seorang putra, pasti masih ada yang bisa ibu harapkan untuk membalas penghianatan Tiger, sayangnya ibu hanya melahirkan kalian yang tidak berguna ini" ucap Angelin sambil berlalu


Gea pun tidak bisa menyembunyikan perasaan kesalnya yang selalu di cap tidak berguna oleh ibunya, itu karena dia dan Adiknya hanyalah seorang perempuan, yang menurut ibunya mereka tidak mungkin bisa membalaskan kematian ayahnya,

__ADS_1


Dan dari itulah kenapa dia ingin jadi lebih kuat untuk membuktikan pada ibunya kalau dia anak yang bisa di andalkan


__ADS_2