Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Pulang


__ADS_3

Mendengar sebutan Tuan Besar yang di katakan Anju, Gea semakin yakin kalau adalan sebenarnya adalah anak dari keluarga terpandang, namun dia tidak tau apa alasan Adlan seperti menyembunyikan hal Itu


"Tuan besar?, jadi benar Adlan itu putra dari keluarga kaya?, lalu kenapa dia seperti tidak ingin menunjukkanya?, juga kenapa memilih fakultas ini untuk dia berkuliah?, bukan kah dia bisa masuk kuliah ke universitas yang lebih bagus daripada di sini, kalau memang dia berasal keluarga kaya" Gea melontarkan banyak pertanyaan sekaligus yang membuatnya sangat penasaran


"Aku juga tidak paham dengan jalan pikiran Adlan, tapi Ini memang pilihan hidupnya semenjak kepergian mendiang ibunda nya 2 tahun lalu, dia memilih mengasingkan diri dari semua kemewahan yang sang ayah sediakan untuknya,, mungkin ini cara dia untuk menghukum dirinya sendiri karena merasa sudah melakukan kesalahan fatal, yang jadi sebab meninggal nya nyonya" ucap Anju sedikit menjelaskan


"Begitukah?, sepertnya sedikit rumit, Aku benar-benar tidak menyangkanya sama sekali, dari pertama kali bertemu dengannya, aku pikir kalau dia lemah dan berlatar belakang sederhana, dia memang pandai sekali menyembunyikan sesuatu" ucap Gea


"Ya begitulah" ucap Anju


"Sejak kapan kau mengenal Adlan?" tanya Gea masih yang penasaran dengan latar belakang keluarga Adlan


"Aku sudah mengenal Adlan sedari dia kecil, dan mendampinginya kemanapun dia pergi,, itu karena Ayahku adalah orang kepercayaan mendiang Oma Adlan di masa lalu, dan ayahku juga tangan kanan dari tuan Arman,, bisa di bilang kalau keluarga Adla itu sangat berjasa untuk keluarga ku" ucap Anju


"Oh, pantas saja kau begitu menghormati Adlan, jika memang kau dan Adlan bersama dari kecil, kau pasti banyak tau soal dia kan?, apa dia menyimpan rasa pada gadis itu?" tanya Gea mulai menelisik soal perasaan


Anju langsung tertawa ringan "Ahaha, Kalau soal itu dia tidak pernah menceritakan nya padaku, jadi aku sama sekali tidak tau soal perasaan nya pada nona Sisil" ucap Anju


"Oh" ucap Gea dengan tetap memperhatikan Adlan yang masih terlihat berbicara dengan Sisil,


Setelah melihat Adlan Dan Sisil naik ke mobil jemputannya, Gea pun segera menyudahi tatapnya ke arah mereka, dan kemudian segera melangkah keluar dari area kampus


Dan Anju juga tentunya mengikuti Gea dan meminta anggota Redbear yang berada di markas untuk menjemput mereka


...°°°...


Sementara Adlan kini sudah duduk di dalam mobil mewah keluarga nya bersama Sisil teman masa kecil itu


"O yah, apa kau datang bersama paman Randi dan bibi Arni?" tanya Adlan


"Tentu saja, mana mungkin aku berani berkunjung ke rumahmu kalau mereka tida ikut" ucap Sisil


"Kenapa memangnya?, Ayahku juga tidak munkin mengusirmu kalau seandainya kau berkunjung sendirian kan?" ucap Adlan

__ADS_1


"Ya mungkin tidak, tapi aku tidak berani saja" ucap Sisil


"Kau ini terlalu sungkan, Ayahmu dan ayahku sudah seperti saudara, jadi lain kali, meskipun tanpa mereka kau juga jangan ragu untuk main ke rumah" ucap Adlan


"Iya baiklah, aku juga Sebelumnya sempat beberapa kali ke kota J dengan teman teman kampus ku, tapi sayangnya nomor lama mu sudah tidak aktif lagi, jadi aku sedikit ragu ragu untuk main ke rumahmu" ucap Sisil


"Ya,, aku memang sudah lama mengganti nomor ku" ucap Adlan,


Mereka berdua terus mengobrol hangat di dalam mobil layaknya teman lama yang baru saja bertemu kembali


Dan bahkan saat mobil mereka melewati Gea yang masih menunggu di pinggir jalan, Adlan hanya fokus ke teman lamanya itu, dan tidak memperhatikan Gea yang terus menatapi mobilnya, berharap ada sapaan darinya sebelum dia pergi


Namun Gea tidak bisa melihat nya sama sekali, karena pandangan nya juga terhalangi pantulan kaca film dari jendela mobil Adlan


"Apa kau ingin mendengarkan saran ku?" tanya Anju yang berdiri di samping Gea


"Hhhaah, eh maksudku, saran soal apa?" tanya Gea yang sempat bengong itu


"Lebih baik kau segera menerima perasaan Adlan,, kalau tidak,, munkin saja Adlan bisa berpindah haluan kalau kau terus tidak memberinya kepastian" ucap Anju


Tapi di sisi lain, gea juga tidak ingin mengecewakan ibunya yang terus mendesak nya, dan menginginkan agar Gea bisa menjadi pasangan Anju, itu supaya Gea memiliki kekuatan dari Anju untuk membalas kan dendam sang ayah, dengan memanfaatkan kekutan besar yang di miliki oleh Redbear,


"Entahlah, Kalaupun dia harus bersama orang lain, kurasa itu lebih baik untuk nya, daripada dia harus menunggu aku yang seperti ini, sepertinya aku mamang sama sekali tidak layak untuk nya, atau untuk masuk ke keluarga nya," ucap Gea langsung menundukkan pandangannya


Anju pun hanya bisa tersenyum rumit


Tidak lama mobil jemputan mereka datang, dan Anju pun segera mempersilahkan Gea untuk segera masuk ke mobil Anggota Redbear yang menjemput mereka, dan mereka pun segera pergi menuju ke Markas besar Redbear untuk mengurus keanggotaan Gea di organisasi


...°°°...


Sementara di sisi lain, mobil mewah yang membawa Adlan kini sudah tiba di sebuah halaman luas dari Mansion megah yang berarsitektur modern klasik, Mansion mewah seharga ratusan miliar itu adalah Kediaman Arman Arfandi yang tidak lain Ayahanda Adlan


Kedatangan Adlan ke kediaman ayahnya itu pun langsung di sambut Beberapa penjaga yang juga merupakan anggota Redbear yang bertugas di sana,

__ADS_1


Salah satu anggota langsung membukakan pintu untuk Adlan, "Silahkan tuan" ucap sang penjaga


Adlan segera turun dari mobil dan langsung menatapi rumah megah di hadapannya itu, yang di setiap sudutnya menyimpan banyak kenangan dirinya bersama sang ibu


Sisil yang sudah turun juga langsung menghampiri Adlan, dan mereka langsung melangkah untuk memasuki Mansion megah itu bersamaan


"Ayah dan ibuku sudah di dalam, kurasa dia akan pangling melihat mu sekarang" ucap Sisil


"Mungkin,,, rasanya memang sudah lama sekali aku tidak bertemu paman Randi" ucap Adlan,


Mereka pun segera masuk ke kediaman Arman Arfandi yang menampakkan kemewahan di setiap sudutnya bangunan nya


Dan mereka melewati pintu besar kediaman keluarga nya dan langsung masuk ke ruang tamu yang luas berlantaikan marmer yang cukup indah, dengan dekorasi ruangan klasik yang sangat elegan


Dan di sofa sofa berkelas di ruangan itu terduduk beberapa orang yang di antaranya adalah ayah ibu Sisil, dan tentunya juga ayah dan ibu sambung Adlan


"Adlan" ibu sambung dari Adlan langsung beranjak dari duduknya untuk menghampiri Adlan yang baru saja memasuki ruangan itu,


"Bu" ucap Adlan menyapa wanita yang sedang medekat ke arahnya, di usianya yang sudah kepala empat, ibu sambungnya itu masih terlihat awet muda dan cantik dengan balutan hijab berwarna biru tua yang jadi warna kesukaan nya


Ibu sambung Adlan pun langsung memeluk Adlan untuk melepas rindu nya Setelah hampir 2 tahun tidak bertemu secara langsung,


"Kenapa kau ini tidak pernah pulang Adlan,?" tanya Rania sang ibu sambung yang sudah menganggap Adlan seperti anak kandungnya


"Iya maaf bu, aktivitas kuliahku lumayan padat, jadi aku baru bisa pulang sekarang" ucap Adlan beralasan


"Kau pulang juga akhirnya" ucap Arman Arfandi dari belakang istrinya


Pandangan Adlan pun langsung mengarah pada sosok sang ayah yang masih terlihat tampan dan gagagh di usianya yang tidak lagi muda


"Iya, aku pulang yah," ucap Adlan dengan tersenyum ke arah ayahandanya, Setelah ibu sambungnya melepas pelukannya, Adlan juga langsung menghampiri Ayahnya dan memeluknya erat


"Kau tau?,, rumah ini terasa sepi jika kau tidak ada di sini" ucap Arman yang juga memeluk erat putra satu satunya itu, karena memang saudara tiri Adlan semuanya perempuan

__ADS_1


"Bagus, kau akhirnya mau pulang juga kesini," ucap Shelin dengan berkacak pinggang di belakang Adlan dan sang ayahnya yang sedang berpelukan


__ADS_2