
Adlan dan yang lainnya segera masuk ke kelab Beruang Merah yang cukup mewah itu, mereka terus di kawal masuk oleh beberapa penjaga dari luar yang juga merupakan anggota Redbear
Mereka langsung memasuki ruangan yang tidak begitu ramai pengunjung, karena hari memang baru beranjak malam,
Mereka langsung naik ke lantai atas kelab BM dengan menggunakan sebuah Lift, dan segera memasuki sebuah ruangan VIP yang hanya di peruntukan untuk para petinggi Redbear yang ingin menyaksikan langsung pertandingan di arena tarung yang tepat berada di bawahnya
Mereka langsung duduk di sofa sofa berkelas yang berjajar rapi di tempat itu, dan menghadap langsung ke arena tarung yang terhalang oleh kaca tebal anti peluru,
Gea memilih duduk di sebelah Anju, sementara Adlan dan Anggi duduk di sofa yang lain
Mereka langsung di layani dengan pelayanan terbaik oleh para Waitres di kelab itu,,
Gea merasa kalau dia sekarang memasuki dunianya yang dulu sempat hilang, di saat sang ayah masih berada di puncak kejayaannya, yang mana harta dan kekuasaan masih sepenuhnya ada di tengah-tengah kehidupan nya,
Dan itu tentunya sangat berbeda jau dengan keadaan keluarganya sekarang, yang hidup sederhana dan kadang mengalami krisis finansial
Sementara Anggi langsung terlihat senang bermain dengan sekitar nya, dia bahkan bermain dengan boneka di antara botol botol minuman berkelas yang ada di meja kaca di depannya.
"Anggi, jaga sikap mu, jangan main sembarangan" ucap Gea merasa tidak enak hati,
"Oh baiklah" ucap Anggi kembali memeluk bonekanya lagi
Gea sangat khawatir kalu Anggi menumpahkan minuman minuman mahal di meja, dan membut masalah untuk mereka berdua, Gea lupa kalau dia datang dengan penguasa tempat itu, dan mana mungkin mereka akan di tuntut ganti rugi kalau terjadi apa-apa
"Tidak apa, biarkan saja" ucap Adlan,
"Tuh kan, kata Kak Adlan juga tidak papa" ucap Anggi merasa mendapat pembelaan dari Adlan
"Apa kau mau minum anggur?" tanya Anju pada Gea yang menuangkan anggur untuk nya sendiri,
"Iya" ucap Gea
"Kau jangan minum anggur,, atau kau tidak akan fokus menghadapi lawan mu di pertandingan, nanti kau malah mengacaukan nya" ucap Adlan
"Baiklah, aku tidak akan minum" ucap Gea, entah mengapa dia merasa kalau Adlan dan Anju memiliki Aura yang berbeda dari biasanya, saat mereka berada ditempat itu,
Wibawa mereka seolah meningkat drastis jika mereka ada di lingkungan organisasi Redbear,, jadi Gea juga sedikit terbawa segan pada mereka berdua,
Itu karena para anggota Redbear yang mungkin akan jadi seniornya juga sangat menghormati keberadaan Adlan dan Anju di sana
Jadi Gea sebisa mungkin menjaga sikap nya dan tidak berani berbicara lepas seperti saat mereka berada di luar lingkungan Redbear.
__ADS_1
.
Adlan menuangkan wine non alkohol kedalam gelasnya, karena dia juga bukan penikmat minuman beralkohol, seperti Anju,
Dan semua anggota Redbear juga sudah tau itu, karena Adlan di larang keras oleh ayahnya untuk meminum minuman beralkohol, jadi mereka tentu menyediakan wine non alkohol di meja untuk di sajikan pada Adlan, atau Ayahnya kalau sewaktu-waktu dia meninjau tempat itu
"Kau minum wine saja" ucap Adlan yang langsung memberikan gelas tangkai yang berisi wine itu pada Gea
"Terimakasih" ucap Gea juga langsung menerimanya
"Kak Adlan, aku juga mau minum, aku haus" ucap Anggi
"Anggiii, kamu yang sopan sedikit" ucap Gea dengan membulatkan matanya pada Anggi
"Oh, Iya kak, aku boleh minta minum nya tidak?" tanya Anggi
"Iya Iya, tapi tunggu sebentar," Adlan kemudian mengangkat sedikit tangannya, dan langsung di hampiri salah satu Waiters yang seolah sudah paham dengan isyarat Adlan
"Iya Tuan" ucap Waiters itu
"Aku minta jus buah untuk temanku" ucap Adaln pada sang Waiters
"Baik tuan, mohon tunggu sebentar, kami akan menyediakan nya, mohon maaf jika sedikit lama, karena kami akan mencarinya di luar" ucap Waiters itu, karena di sana memang tidak menyediakan minuman jus buah untuk pelanggannya
"Baik Tuan" ucap sang Waitres, diapun segera beranjak dari hadapan Adlan untuk mencari pesanannya
"Kenapa tidak minuman ini saja, di sini banyak minuman, tuh lihat, ada tiga empat lima, 6 botol,, apa tidak boleh aku memintanya satu?" ucap Anggi
Adlan langsung tersenyum ringan "Ini minuman untuk orang dewasa, bukan untuk mu, kau tidak akan menyukainya,, rasanya sedikit tidak enak" ucap Adlan pada Anggi
"Oh,, begitu ya, baiklah aku menunggu jus buahku saja, aku suka minum jus" ucap Anggi
Mereka pun hanya duduk di sana untuk menunggu pembukaan pertandingannya di mulai,
Dan Setelah beberapa saat kemudian, pembukaan pertandingan pun segera di laksanakan, dan memulai laga satu lawan satu yang di awali oleh dua petarung pria tegap yang langsung naik ke arena tarung, mereka langsung unjuk kebolehan Bela diri masing-masing
Gea yang menyaksikan itu mendadak sedikit gugup melihat lawan lawan yang akan di hadapinya memiliki fisik yang bagus, juga tehnik tehnik bertarung yang cukup baik,
Entah karena mentalnya yang belum siap, atau memang suasana yang membuatnya jadi kehilangan kepercayaan dirinya,
Adlan pun menyadari gelagat Gea yang nampak sedikit tegang itu
__ADS_1
"Kau kenapa?, Apa kau takut untuk berlaga di sana?" tanya Adlan
Gea yang sedari tadi terfokus ke pertandingan pun langsung menoleh pada Adlan "Hah?,,, Eh maksudku, tidak juga, aku mungkin hanya demam panggung saja" ucap Gea
"Oh,, kau hanya perlu bulatkan tekadmu seperti di awal, dan ingatlah tujuan yang ingin kau dapatkan di akhir" ucap Adlan mencoba memberikan motivasi untuk Gea
"Baiklah, terima kasih untuk saran Anda, maksudku, kau" ucap Gea sedikit terbawa suasana
Adlan langsung tersenyum karena merasa lucu dengan Gea yang manis seperti itu, tapi sayangnya dia juga harus melihat Gea yang akan berhadapan dengan lawan lawan yang mungkin saja bisa menyakiti nya, itulah yang tidak ingin Adlan lihat
Tidak lama, Agam beserta para petinggi Redbear juga datang ke tempat VIP itu, semua anggota Redbear yang ada di ruangan itu pun langsung bersikap tegap dan memberi hormat pada senior dan sang pemimpin mereka yang baru saja memasuki tempat itu
"Kau sudah di sini ternyata Adlan" sapa Agam yang melihat Adlan dan putranya sudah duduk di tempat itu
"Ah, paman Agam, Iya, teman ku sudah tidak sabar ingin segera datang kemari, jadi aku datang lebih awal" ucap Adlan
Gea yang melihat kedatangan Agam dan rombongannya pun langsung berdiri dari duduknya, dan langsung membungkukkan badan ke arah Agam
"Master, maaf, saya sudah lancang berada di ruangan ini" ucap Gea yang merasa tidak pantas untuk duduk di antara mereka
"Tidak apa, duduklah kembali, kau sudah seperti keluarga di sini," ucap Agam
"Terimakasih atas kerendahan hatinya Master" ucap Gea kembali duduk dengan kaku, dia mulai merasa tidak nyaman duduk satu barisan dengan pemimpin besar seperti Agam
Agam langsung duduk di sofa singel yang berhadapan langsung dengan Adlan,, dan yang lainnya juga duduk di barisan Sofa yang masih kosong,
Agam langsung melihat keberadaan Anggi di sebelah Adlan yang acuh tak acuh dengan kedatangannya, dan tetap bermain dengan bonekanya
"Dia siap Adlan?" tanya Agam penasaran
Sebelum Adlan menjawab Anggi sudah menoleh dan langsung memperkenalkan dirinya
"Apa maksudmu itu aku?, aku Anggi paman, aku ikut dengan kak Gea kesini" ucap Anggi polos
Agam langsung tertawa renyah mendengar jawaban Anggi "Ahaha, baru kali ini aku bertemu remaja polos sepertimu" ucap Agam
Gea tentu saja merasa sangat tidak enak hati dengan sikap Anggi yang sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat pada Agam, 'Mati aku, ini yang ku khawatir kan, benar-benar berantakan' batin Gea sambil mengerejapkan matanya sejenak, dan langsung ambil suara,
"Maaf master, dia adalah Anggi, adiku, dia sedikit keterbelakangan mental, mohon Anda bisa memakluminya" ucap Gea
"Tidak apa, aku sudah bisa menebaknya" ucap Agam
__ADS_1
"Terimakasih master, terimakasih banyak" ucap Gea, dia sekarang benar-benar ingin segera pergi dari tengah tengah mereka, karena tekanan atmosfer yang tercipta di ruangan itu benar-benar bertambah berat saat Agam datang, dan hampir membuat Gea sesak nafas karena mentalnya belum cukup kuat untuk berbaur dengan para petinggi Redbear seperti mereka
...~°~...