
Adlan beranjak ke samping Gea yang terus menatap gelisah ke arah kobaran api yang menghalangi jalannya untuk ke ibunya yang berada di kapal panter, Adlan menepuk nepuk pundaknya untuk menenangkan Gea yang terlihat sedih,
Adlan tidak bisa berbuat banyak untuk Gea sekarang, karena memang jalan mereka untuk ke kapal itu kini terhalang oleh api yang menyala-nyala, akibat dari tembakan Bazooka musuh yang mengenai sebuah mobil
Sampai beberapa saat mereka hanya terdiam di sana, dan di saat kobaran api itu mulai mereda, tanpa aba-aba Gea langsung berlari untuk melewati siasa api yang masih menyala
"Ibuuu, aku akan melepaskan mu" ucap Gea yang seperti tidak takut dengan hawa panas yang ada di depannya
"Ge, jangan kesana!!,, itu berbahaya," ucap Adlan yang juga langsung beranjak untuk mengejar Gea
Tapi Gea tidak menghiraukan perkataan dari Adlan dan terus menerobos sisa sisa api dari percikan mobil yang terbakar
Sesampainya di tepian dermaga, Gea langsung melihat ke arah lautan lepas, dan dia melihat kalau biasan lampu dari kapal perahu yang membawa ibunya itu sudah berada sangat jauh di tengah laut
"Ibuuuuuuuuuu" teriak Gea, dia terus melangkah ke tepian dan berniat menceburkan dirinya untuk mengejar kapal itu dengan cara berenang,
Tapi Adlan langsung sigap menangkap tangan Gea yang akan melakukan aksi konyol nya itu
"Ge, berhenti, apa yang ingin kau lakukan?,, kau jangan bodoh, kapalnya sudah ada di tengah laut sekarang,, apa kau pikir bisa mengejar nya dengan berjalan di Air?," ucap Adlan
"Tapi ibu dan Anggi Ada dbkapal itu, aku takut terjadi apa-apa pada mereka, lepaskan aku Adlan, tolong" ucap Gea
Adlan langsung menarik tangan Gea hingga dia masuk ke dalam pelukannya
"Aku tau kau khawatir pada mereka, aku juga sama, tapi kita harus punya rencana untuk membebaskan ibumu dan anggi, mereka itu bukan komplotan kecil kan?, tapi aku yakin mereka tidak akan mencelakai ibumu, kalau mereka berniat seperti itu, mereka pasti sudah melakukan nya di tempat ini juga" ucap Adlan mencoba menenangkan Gea
Gea pun hanya bisa menangis tersedu di dekapan Adlan, dan dalam hati dia juga membenarkan ucapan Adlan itu, untuk sekedar mengurangi kekhawatiran nya
Adlan terus mendekap Gea supaya dia bisa lebih tenang dan berpikiran jernih, dan itu memang cukup berhasil untuk meringankan kekhawatiran Gea pada ibu dan adiknya
Setelah Adlan merasa Gea sudah cukup tenang, Adlan melonggarkan dekapannya dan menatap wajahnya "Kita pulang dulu sekarang, dan pikirkan rencana apa yang akan kita ambil untuk menyusul ibumu," ucap Adlan
Gea pun hanya menganggukan kepalanya pelan, dia kembali menoleh ke arah kapal yang hampir tidak terlihat lagi "Bu, aku pasti akan menyelamatkan kalian, bagaimana pun caranya" ucap Gea
Adlan segera memapah Gea berjalan untuk pergi dari sana, meskipun Gea terlihat enggan, dan mereka segera masuk ke mobil Redbear yang terparkir di area luar pelabuhan
Sepanjang perjalanan pulang, mereka duduk berdampingan di dalam mobil, dengan Gea yang terus memegangi tangan Adlan sembari menyandarkan kepala di bahunya, Suasana hati Gea yang sendu membuatnya merasa ingin terus ada di samping Adlan
Hingga akhirnya rombongan mobil mereka segera memasuki halaman luar markas besar Redbear, mobil yang membawa Gea langsung mengantarkannya ke depan asrama yang di tempati Gea
"Kita sudah sampai, ayo turun" ucap Adlan
"Baiklah" ucap Gea, diapun segera melepaskan pegangannya dari Adlan dan segera turun dari mobil
__ADS_1
Adlan juga tentunya ikut turun dan menghampiri Gea yang masih nampak murung
"Aku akan mengantar mu masuk" ucap Adlan
"Emmhh" ucap Gea
Adlan kembali menggandeng Gea untuk masuk ke Asramanya
.
Dan Sesampainya mereka di depan pintu kamarnya, Gea langsung membuka pintunya, dua wanita Anggota Redbear senior yang jadi teman sekamar Gea di sana langsung menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka,
Mereka yang awalnya sibuk dengan ponselnya masing-masing langsung saja bangkit dari tidurnya, dan bersikap hormat karena melihat Adlan ada di pintu kamar mereka
"Selamat Malam tuan" sapa salah satunya dengan memberi hormat pada Adlan
"Kalian tidak perlu bersikap seperti itu padaku, biasa saja" ucap Adlan merendah, karena dia memang belum tau status nya di sana adalah putra dari pemimpin tertinggi Redbear
Adlan kembali menoleh pada Gea yang di sampingnya "Aku mengantar mu sampai sini, segera lah beristirahat, jangan terlalu banyak pikiran, semuanya akan baik-baik saja" ucap Adlan
"Kau jangan pergi" ucap Gea yang merasa masih butuh seseorang untuk menenangkan nya
"Tidak, ini sudah larut, kau harus beristirahat" ucap Adlan
Adlan langsung terdiam sejenak, dia berpikir mana mungkin dia tinggal di kamar yang di huni oleh beberapa orang wanita,
"Di sini??" tanya Adlan
"Kami bisa tidur di kamar rekan kami yang lain Tuan ," ucap salah satu teman sekamar Gea
Gea langsung menoleh pada rekan rekannya "Bu bukan seperti itu maksudku, kalian jangan berpikir yang aneh aneh" ucap Gea yang sebenarnya bermaksud ingin Adlan tetap berada di markas Redbear, bukan di kamar mereka
"Tidak papa, kami tidak akan mengganggu mu" dua rekannya itu pun langsung melenggang keluar dari kamar mereka dan pergi menuju kamar rekan mereka yang lain
"Hei tunggu dulu" ucap Gea mencoba menahan rekan rekannya
Sementara Adlan langsung masuk ke kamar Gea untuk melihat lihat ruangan itu, dan gwa juga mengikutinya
"Apa kalian hanya bertiga di sini?" tanya Adlan yang melihat ruangan kamar yang luas dengan beberapa tempat tidur bertingkat 2
"Iya" ucap Gea, dia langsung duduk di salah satu tempat tidur yang berada di bawah
"Apa aku harus tidur di sini juga?" tanya Adlan
__ADS_1
"Tidak harus, tapi setidaknya temani aku sampai aku bisa tidur," ucap Gea
"Baiklah Kalau begitu," ucap Adlan juga langsung duduk ditempat tidur yang ada di sebrang Gea
"Emhh" Gea pun segera merebhakan dirinya di tempat tidur, dan menghadap pada Adlan
"Menurutmu, ibu sedang apa di kapal itu??" tanya Gea
"Menurutku dia juga sedang tidur sekarang, jadi kau juga sebaiknya segera tidur" ucap Adlan
"Apa kau akan menemaniku untuk menyusul nya?" tanya Gea
"Tentu saja,, tapi aku ingin mencari tau dulu kekuatan mereka disana seperti apa, supaya kita tidak sia sia jika mengejar mereka ke tempat mereka" ucap Adlan
"Apa kau bisa meminta ketua Agam untuk membantu ku juga?" tanya Gea
"Aku akan mencoba nya, jadi kau tenang saja, semuanya pasti akan baik-baik saja" ucap Adllan
"Terimakasih, kau benar-benar sudah banyak membantu ku" ucap Gea
Adlan juga merebahkan dirinya di kasur yang di dudukinya "Berapa waktu yang di butuhkan untuk sampai ke dark Land dengan pesawat?" tanya Adlan
"Tidak ada pesawat komersial yang berani terbang ke langit Redbear, kalaupun ada, pasti mereka langsung menembaknya hingga hancur" ucap Gea
"Jadi maksudmu hanya jalur laut satu satunya jalan untuk sampai kesana?" tanya Adlan
"Kurang lebih begitu,, mungkin jika menggunakan helikopter dengan warna tertentu tidak akan di curigai, karena pemimpin mereka juga menggunaka helikopter berwarna hitam untuk penerbangan mereka, tapi itu juga tidak menjamin akan aman" ucap Gea
"Berapa waktu yang di butuhkan jika kita lewat jalur laut?" tanya Adlan
"Sekitar empat hari" ucap Gea,
"Apa??, empat hari??, lama juga ternyata" ucap Adlan
"Ya, itu juga kalau tidak ada gangguan di tengah laut," ucap Gea
.
.
Seiring dengan obrolan mereka yang semakin jarang, Gea pun akhirnya bisa memejamkan matanya, dan tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan Adlan lagi
Adlan tersenyum saat melihat Gea sudah terlelap,, jadi dia beranjak dari tempatnya dan membenahi selimut di tubuhnya,, "Seperti nya kau sudah tidak ingin membohongi perasaan mu lagi, tetaplah seperti ini" ucap Adlan .menatap intens wajah Gea, dan kemudian mengecup keningnya
__ADS_1
...~°~...