
Adlan segera mengajak Gea untuk beristirahat sejenak dengan naik kembali ke kapal pesiar, sementara Shelin tetap ikut Tiara yang masih membenahi semua pasukan Redbear agar bisa melakukan tugas masing-masing mereka dengan baik di darkland
Sesampainya mereka di ruangan private keluarga Arfandi, Gea langsung menjatuhkan dirinya ke Sofa dan rebahan lemas di sana, karena dia memang merasa kelelahan setelah beberapa waktu lalu menyelam dan juga menghadapi para anak buah jaguar di pelabuhan "Huuuhhhh,, akhirnya bisa rebahan juga" ucap Gea
"Capek kan??,, makanya jangan bandel" ucap Adlan yang langsung beranjak ke freezer pantry untuk mengambilkan minum untuk Gea ,
"Minumlah" ucap Adlan yang kembali dengan dua kaleng minuman untuknya dan untuk Gea
"Oh, terimakasih" ucap Gea langsung mendudukkan dirinya dan mengambil minuman dari Adlan
Adlan juga mendudukkan Dirinya di samping Gea
"Aku hanya tidak ingin diam dan bersantai saja, sementara ibu dan adikku tidak tau seperti apa kondisinya di tempat Tiger" ucap Gea
"Aku tau, kau sangat khawatir pada mereka, tapi jika kau menghabiskan banyak tenaga mu di perjalanan, kau tidak akan punya cukup tenaga untuk berhadapan dengan Tiger, bukan kah kau sangat ingin memukulinya?" tanya Adlan
"Iya, aku memang ingin melakukan itu, seandainya ada jalan pintas supaya aku bisa cepat cepat sampai ke tempat Tiger tanpa harus membuang banyak tenaga" ucap Gea berandai-andai yang di susul helaan nafas jengah
Adlan yang mendengar nya tentu langsung merenungi perkataan Gea,, sebagai pasangan, Adlan tentu selalu ingin mewujudkan apapun yang di inginkan Gea,
Kalau mereka mengikuti alur rencana untuk menaklukkan sebagian wilayah darkland terlebih dulu, itu pasti akan membutuhkan waktu hingga berhari hari,
"Apa menurutmu kita perlu ambil jalan pintas?" tanya Adlan
"Maksudmu?" tanya Gea tidak mengerti
"Maksudku kita bisa pergi duluan untuk menyusup diam diam ke pusat kota dengan menyamar, sementara yang lain menjalankan misi mereka untuk menaklukkan sebagian wilayah darkland, dengan begitu kita bisa cepat sampai ke pusat kota tanpa perlu menghadapi anak buah Tiger secara terang-terangan, dan mungkin kita juga bisa sekalian memantau situasi di depan sana seperti apa, dan memberikan informasi nya pada rekan kita di sini, bagaimana menurutmu?" tanya Adlan
"Maksudmu kita jadi mata-mata??,, Kedengarannya itu sangat beresiko" tanya Gea
"Kalau kita bisa meniru penampilan orang-orang di Dark Land, kurasa itu akan bisa meminimalisir resikonya, kau pastinya tau seperti apa orang-orang di sini kan?, jadi kita tinggal ikuti saja gaya mereka" ucap Adlan
"Ya, itu kedengarannya mudah, tapi Apa ibumu akan mengijinkan kita untuk bergerak sendiri sendiri?" tanya Gea
"Maksudmu ibu,, Tiara?" tanya Adlan
"Iya,, aku sedikit ragu kalau nyonya Tiara akan setuju dengan rencana mu" ucap Gea
"Masalah itu kau tidak perlu memikirkan nya, yang penting sekarang bagaimana supaya kita bisa berpenampilan semirip mungkin dengan penduduk lokal di tempat ini, apa kau bisa mengaturnya?" tanya Adlan
__ADS_1
"Itu mudah saja, kita hanya tinggal berpenampilan tidak karuan saja kan?" ucap Gea
"Ya, kau benar,, tapi sekarang sebaiknya kau istirahat dulu, nanti sore kita langsung berangkat menuju ke pusat kota Dark Land, ya" ucap Adlan
"Baiklah," ucap Gea
"Ya sudah, aku juga ingin menyegarkan diri dulu" ucap Adlan beranjak dari sofa
"Adlan" ucap Gea segera menahan tangan Adlan yang akan beranjak
"Ya?" Adlan langsung menoleh dan kembali ke posisi duduknya semula, karena mengira ada yang masih ingin di bicarakan Gea
Tapi Gea ternyata langsung menangkup wajah Adlan dan dengan cepat mencium bibir Adlan dengan penuh perasaan
Di sepersekian detik, Adlan di buat mati kutu oleh ciuman Gea yang selalu tiba-tiba, Gea selalu menciumnya Di saat saat yang tidak ia duga duga, tapi setelah nya Adlan juga langsung menikmati sentuhan dari bibir manis Gea, dan meraih tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka,
Detik demi detik seperti terus menghanyutkan mereka ke jurang terdalam di hati mereka,, saat nafas mereka beradu, mereka tidak peduli dengan sekitar mereka, seolah mereka dapat menghentikan waktu yang berjalan saat mereka berpagutan mesra.
Beberapa saat kemudian, Gea melepaskan ciumannya karena merasa hampir kehabisan nafas
"Terimakasih" ucap Gea dengan tatapan mata nanar seperti sedang mabuk,
"A aku, aku, akan beristirahat dulu, sampai ketemu lagi nanti" ucap Gea, dia pun langsung beranjak pergi meninggalkan Adlan
"Ge..." ucap Adlan tertahan,, dia pun hanya menatap pungung gea dengan perasaan enggan untuk di tinggal, dia ingin Gea tetap di sana, karena Adlan masih ingin merasakan bibir manisnya itu,
Tapi Gea tidak peka, dan hanya menoleh sebentar, lalu segera masuk ke kamarnya dengan tersipu
Adlan langsung menghela nafasnya karena melihat gadis imut nya hilang di balik pintu,,
Setiap kali Gea menciumnya, Adlan selalu terhanyut oleh sensasi bibir lembut Gea yang sedikit memabukannya itu, dia selalu ingin berlama-lama menikmati nya
"Awas saja, lain kali, kau tidak akan kubiarkan kabur" ucap Adlan tersenyum penuh arti,
Setelah nya, diapun beranjak untuk beristirahat ke tempat istirahat nya
.
...
__ADS_1
Sore harinya, Adlan dan Gea menemui Tiara yang sudah kembali ke ruang pribadi kapal itu, untuk izin soal rencana yang akan mereka lakukan,
Karena bagaimanapun, Tiara adalah punggawa Redbear tertinggi yang bertanggung jawab di kapal itu mewakili Master Sent,
Mereka duduk berseberangan di sofa melingkar di ruang TV, dan Adlan menjelaskan perihal rencana yang di buatnya dengan Gea
"Apa kau yakin ingin melakukannya,, Kalau kalian sampai tertangkap, aku tidak bisa menjamin keselamatan kalian" ucap Tiara yang sudah mengetahui niat Adlan untuk melakukan penyamaran untuk jalan pintas
"Aku sudah memikirkanya, kalau kita bisa langsung menembus jantungnya, untuk apa bersusah susah menyingkirkan orang orang yang tidak penting?" ucap Adlan
"Masalahnya tidak sesederhana itu, mereka bukan sekelompok badut bodoh yang akan membiarkan orang asing mendekati sarang raja mereka begitu saja, jika di tempat ini saja ada banyak penjaga bersenjata, apalagi di pusat kota mereka" ucap Tiara
"Untuk itulah, aku memerlukan bantuan beberapa orang dari anggota Redbear yang bisa ku andalkan untuk membatuku" ucap Adlan
Tiara langsung menghela nafasnya ringan "Baiklah, kalau kau bersikukuh ingin mencobanya, tapi jangan salahkan aku jika terjadi apa apa pada kalian, Kau butuh berapa orang untuk ikut dengan mu?" ucap Tiara
"Aku memerlukan orang yang ahli di bidang peledak, pembuka kunci, penembak jarak jauh, dan tim medis yang tentunya tidak hanya bisa mengobati" ucap Adlan
Tiara berpikir sejenak untuk memilih siapa saja orang orang yang bisa di percayanya untuk mengemban tugas itu "Baiklah, aku akan pilih beberapa orang yang kau butuh kan itu untuk membantu mu" ucap Tiara
"Terimakasih,,, ibu" ucap Adlan
Tiara sedikit terperangah saat Adlan memanggilnya ibu "Kau bilang apa?, ibu?" tanya Tiara yang sedikit heran, karena dia hampir lupa kapan terakhir Adlan memanggilnya seperti itu
"Maksudku Anda" ucap Adlan
"Oh" ucap Tiara datar
Gea yang berada persis di samping Adlan langsung mencubit sisi perut Adlan, yang menandakan kalau Gea lebih setuju kalau Adlan memanggil Tiara dengan sebutan ibu
"Aw, apa yang kau lakukan" ucap Adlan dengan suara kecil karena kaget dengan cubitan Gea yang rasanya seperti di gigit semut raksasa itu
Gea hanya mengisyaratkan mulutnya yang mengucap kata Ibu tanpa suara, karena dia memang menginginkan Adlan berdamai denganTiara
Adlan yang mengerti langsung menghela nafasnya, "Baiklah, Bu, hanya itu saja yang ingin ku bicarakan" ucap Adlan sedikit malas, karena gengsi nya di paksa tunduk oleh gadis imut di sampingnya itu
Tiara langsung tersenyum, Dia berpikir kalau Gea mungkin memang bisa memperbaiki retakan yang ada di antara dia dan putra satu-satunya di keluarga Arfandi itu
"Baiklah,, ibu pasti akan memilih orang-orang yang bisa di andalkan untuk ikut dengan mu" ucap Tiara dengan senyuman hangat yang terpatri di bibirnya
__ADS_1