
(Part dewasa š)
Gea yang berada di bawah Kungkungan Zion mencoba berbagai tehnik untuk melepaskan diri, tapi dia merasa cukup kesulitan karena Zion bisa mengunci setiap gerakan Gea dan malah Zion semakin merapat ke tubuhnya,,
"Lepaskan aku Zion, kau Gila,, aku tidak sudi bersenang-senang dengan mu" ucap Gea masih mencoba berontak
"Terus lah melawan, sepertinya aku mulai menyukai permainan yang menantang," ucap Zion langsung mencoba mencium bibir Gea,
Gea segera memalingkan wajahnya untuk menghindarinya, "Bedebah kau Zion, aku pasti akan membunuhmu nanti" ucap Gea yang kesulitan bergerak, tapi dia masih belum menyerah
Zion mencoba meraih wajah Gea yang sulit untuk dia kendalikan, dan langsung mencengkeram dagunya untuk memaksa wajahnya diam,
"Kau sangat Agresif sekali Ge, ini sepertinya akan jadi pengalaman bercinta yang paling berkesan untuk ku,, aku suka" ucap Zion yang langsung menurunkan wajahnya untuk segera mencium bibir Gea lagi yang sudah tidak mungkin bisa menghindar
Gea langsung terpejam karena merasa tidak mungkin bisa menghindari nya lagi meski dia mencoba
Tapi tiba tiba, sebuah tangan kekar menangkap kerah baju Zion dari belakang, tangan itu langsung menarik Zion kebelakang dengan cepat, dan otomatis Zion melepaskan Gea dari kungkungannya
Zion langsung menoleh pada orang yang menarik nya dan mencoba menepis tangan itu, dia merasa tidak senang karena kesenangan nya di ganggu seseorang
"Berengsek!!, apa apaan ini?" tanya Zion kesal
Tapi begitu Zion melihat orang yang di belakangnya, Sebuah tinju besar langsung melesat ke wajahnya, dan 'Habuuukkkk'
"Arghhhhh" pekik Zion yang merasakan pukulan yang sangat kuat dan teramat sakit untuknya,, seolah pukulan iu langsung menghancurkan tulang tengkorak nya
Adlan kembali memukul wajah Zion, tapi kali ini dia menggunakan seluruh tenaganya untuk memukul, dan 'Habuuukkkk'
"Aaa,, argh"
Hantaman keras yang kedua kalinya langsung membuat Zion kehilangan kesadarannya, karena mungkin kali ini tengkorak nya benar benar sudah di buat retak oleh Pukulan Adlan yang bertenaga
Sementara Gea masih tertidur di kasur dengan terengah-engah, dia tertegun syok karena hampir saja dia kehilangan kegadisannya untuk ke sekian kalinya,
"Maaf aku harus menggangu kesenangan mu Ge" ucap Adlan pada Gea
Gea langsung mendudukkan dirinya dan menatap kesal pada Adlan "Apanya yang kesenangan,, apa Kau gila, pacarmu hampir saja di perkosa, dan kau masih setenang itu" ucap Gea sedikit meninggi kan nada bicaranya,
"Yang penting aku belum terlambat kan,, tenang saja, aku akan melenyapkan pria ini sekarang juga" ucap Adlan yang masih mencengkeram kuat baju jion yang berlutut dan sudah tidak bergerak lagi itu, Adlan meraih kepala Zion bersiap untuk mematahkan tulang lehernya
"Tunggu tunggu, jangan lenyapkan dia dulu,, aku masih butuh informasi mengenai ibuku darinya, jadi sebaiknya kau ikat saja dulu dia, setelah nya, biar aku sendiri yang melakukanya" ucap Gea
"Begitukah, Baiklah" ucap Adlan langsung membanting Zion ke lantai, dan mencari sesuatu untuk meringkus Zion supaya dia tidak bisa bergerak
__ADS_1
Gea juga beranjak untuk membantu meringkus Zion
.
Setelah Zion terikat kuat, Gea langsung mencengkeram rambut Zion yang meringkuk di lantai
"Kau akan terima akibatnya karena sudah berani bermain-main dengan ku" ucap Gea
Adlan hanya memperhatikan nya dan tersenyum, dia sekilas melirik minuman yang ada di meja yang tidak jauh darinya,
Sontak Adlan merasa tenggorokan nya sangat kering, karena dia sudah berlari kesana kemari untuk menemukan Gea, dan membuatnya sedikit kehausan,, jadi Adlan bergegas untuk mengambilnya, dan tanpa pikir panjang Adlan langsung meminum air yang ada di gelas itu hingga habis
"Ah"
Gea langsung menoleh dan sedikit kaget karena Adlan meminum minuman yang di buat oleh Zion sebelumnya
"Tunggu tunggu, kau jangan minum itu Adlan" cegah Gea
"Sudah habis, apa ini beracun?, sial, apa aku akan mati oleh minuman ini??" tanya Adlan sambil mencoba untuk memuntahkannya lagi
Gea langsung beranjak menghampiri Adlan
"Kenapa kau sembarangan minum di sini,, itu mungkin berbahaya?" ucap Gea sedikit khawatir
"Aku Sedikit haus, apa aku akan mati setelah ini??" tanya Adlan
"Tapi aku tidak bisa mengeluarkan nya lagi, bagaimana??? hkkkkh" ucap Adlan yang masih mencoba mengeluarkan nya
"Apa ada yang kau rasakan saat ini?," tanya Gea
Adlan langsung terdiam dan mencoba mengkaji keadannya sendiri "Sepertinya aku merasa kebelet ingin ke kamar kecil, apa itu efeknya??" tanya Adlan nyengir
Gea langsung menghela nafas lega, karena merasa mungkin obat Zion tidak akan berpengaruh pada Adlan,
"Ya sudah pergilah kalau begitu" ucap Gea, dan dia sedikit melirik tangan Adlan yang membawa tas rias kecilnya
"Eh tunggu, kau menemukan tas kecilku di mana?" tanya Gea
"Aku menemukan nya di depan Paviliun ini, itu angbuat aku yakin kau ada di sini" ucap Adlan langsung memberikan nya pada Gea,
"Benarkah??,, Ya Tuhan tasku, kau penyelamat ku kali ini" ucap Gea langsung memeluk tas kecilnya itu
Adlan Lagsung memutar mata malas,, "Ya ya ya, memang tas itu yang menyelamatkan mu sekarang, Sementara aku sama sekali tidak berbuat apapun untuk mu" ucap Adlan langsung beranjak pergi untuk mencari toilet
__ADS_1
"Bukan begitu maksudku sayang, kau ini, o yah terimakasih kau selalu datang di saat yang tepat" ucap Gea,,
"Sama sama" ucap Adlan tanpa menoleh
Gea pun langsung menghampiri cermin dan membuka tas kecilnya itu untuk kembali merias wajahnya
.
Setelah Beberapa saat, Adlan kembali ke ruangan kamar
"Apa kita akan bawa pria ini pergi mencari keberadaan ibumu?" tanya Adlan melihat Zion yang terikat
"Tidak, tunggu dia bangun saja, setelah kita tau ibu ada di Mana, kita tidak butuh dia lagi" ucap Gea
"Kurasa itu akan sedikit lama" ucap Adlan
"Daripada kita mencari tanpa tujuan, itu akan lebih memakan waktu" ucap Gea sambil tetap merias wajahnya
Adlan mendudukkan dirinya di sisi tempat tidur di hadapan Zion yang meringkuk, yang tepat di belakang Gea yang berdiri untuk merias dirinya di depan kaca dinding
...
Sekitar sepuluh menit kemudian, Gea sudah hampir selesai menata wajahnya,,
Namun Adlan tiba-tiba merasakan ada yang janggal dengan dirinya, dia merasa badannya mulai terasa terbakar oleh suatu hasrat yang tiba tiba memuncak, dan sesuatu di dirinya juga mulai menegang
Pikiranya kacau dan tidak jelas, dan saat dia melirik postur tubuh Gea yang masih berdiri membelakangi nya,, Adlan serasa ingin langsung menerkamnya saat itu juga
"Ada apa ini?? kenapa seperti ini?, obat macam apa yang sudah ku minum" gumam Adlan yang merasa ada yang tidak beres,, di langsung beranjak pergi dari duduknya dengan tergesa
Gea langsung menoleh ke arah perginya Adlan "Adlan, kau mau kemana??," tanya Gea sedikit Heran
Adlan tidak menjawab Gea dan dia langsung masuk ke dalam toilet lagi, tanpa pikir panjang Adlan langsung menyalakan kran shower yang ada di dalamnya,, dan mengguyur dirinya dengan air dingin,,
Adlan berharap itu bisa sedikit menetralkan tubuhnya
Gea yang penasaran segera mengikuti Adlan dan berdiri di pintu toilet yang tidak di tutup "Adlan, kau kenapa??," tanya Gea tidak mengerti dengan tingkah Adlan, Gea mencoba melangkah masuk untuk memastikan kalau Adlan baik baik saja
"Jangan mendekat Ge,, pergilah, ini sangat buruk" ucap Adlan tanpa menoleh, dia tau kondisinya sangat sensitif sekarang, jadi dia tidak ingin Gea mendekati nya,,
"Tapi kau kenapa Adlan?" tanya Gea semakin penasaran
"Aku bilang pergi Ge" ucap Adlan membentak dengan memukul dinding keramik di depany hingga pecah
__ADS_1
Gea sedikit kaget karena baru kali ini Adlan membentak nya seperti itu,
"Adlan, aku mohon katakan ada apa?" tanya Gea kekeh dan mencoba meraih bahu Adlan karena sangat menghawatirkan keadaan Adlan yang tidak biasa itu