
"Jadi secara biologis Tiger itu adalah pamanku, adik dari ......." ucap Gea terhenti saat melihat salah satu pendengarnya sudah tertidur dan terlihat sangat lelap bersandar di kursinya
Anggi yang di samping Adlan juga tertidur di bahu Adlan
"Yah, dia malah Tidur, ku kira dia masih mendengar kan ku" ucap Gea
Sementara Anju yang masih terjaga hanya bisa tersenyum melihat tuanya yang ketiduran itu, bahkan dia langsung mengabadiakan momen Adlan dengan jepretan kamera ponselnya
"Mungkin dia lelah, Aku akan memesan taksi online untuk mengantarnya pulang" ucap Anju
"Apa tidak sebaiknya dia tidur di sini saja malam ini?" ucap Gea
"Di kursi ini!!???" tanya Anju
"Maksudku di kamarku,, bukan di kursi ini,, kasian dia kalau harus terganggu dengan perjalanan pulang," ucap Gea
"Oh, apa tidak papa jika dia menginap di sini" tanya Anju
"Tentu saja tidak, dia bisa tidur di kamarku" ucap Gea
"Jadi kau mau dia tidur bersama mu?, Baiklah aku tidak akan bilang siapa-siapa" ucap Anju
"Siapa yang ingin tidur bersama?, maksudku aku bisa cari tempat lain, sementara dia dikamar ku" ucap Gea
"Oh, kukira seperti itu" ucap Anju
"Pikiran mu terlalu berlebihan,, o yah suruh dia kedalam saja sekarang, biar sekalian lukanya itu ku obati di dalam" ucap Gea yang melihat beberapa luka lecet di tangan Adlan akibat dari perkelahian nya,
"Baiklah, aku akan coba membangunkanya, tapi adik mu bagaimana??" tanya Anju
"Bangunkan saja" ucap Gea
"Oh baiklah" ucap Anju
Anju langsung coba membangunkan Anggi, tapi ternyata gadis itu sulit untuk di bangun kan, jadi Anju langsung saja membopong nya untuk masuk ke rumah
__ADS_1
Setelah itu Anju membangunkan Adlan supaya dia pindah,
Adlan yang setengah sadar itu juga tidak menolak Saat dia di papah untuk masuk kedalam rumah oleh Anju dan Gea, dan dia langsung melanjutkan tidurnya di kamar Gea
Adlan kini tertidur tempat tidur kecil yang hanya muat untuk satu orang, karena Gea memang tidur sendiri, sementara Anggi bersama ibunya
Kalau saja Adlan sadar dia tidur di kamar Gea, mungkin dia akan langsung menolak untuk sedikit menjaga image nya,
Sementara Gea langsung membawa kotak P3K ke kamarnya untuk mengobati tangan Adlan, Gea langsung duduk di pinggir tempat tidur dan mengambil tangan Adlan yang terluka
"Tangan mu sampai terluka seperti ini, apa saja yang kau pukul saat berkelahi?,, sampai seperti ini" gumam Gea saat memperhatikan punggung tangan Adlan yang lecet lecet akibat menahan serangan benda tumpul yang di gunakan anak buah wolf
Gea pun segera membersihkan lukanya dan menempelkan beberapa plester di kedua punggung tangan Adlan, "Sudah selesai, tidur yang nyenyak ya" ucap Gea tersenyum sambil memperhatikan Adlan yang tertidur
Sementara Adlan hanya menggeliat sedikit di tidur lelapnya, dan sama sekali tidak merasa terganggu oleh Gea
Setelah itu Gea keluar untuk menemani Anju mengobrol karena dia masih terjaga di ruang tamu
ā¦
"Ya ampun, ini kamar siapa?" gumam Adlan langsung terperanjat, dia langsung memperhatikan sekitarnya dan melihat ke setiap sudut ruangan kamar yang tidak begitu luas, kamar itu di dominasi oleh warna ungu dan hitam
Tercium juga bau wewangian yang sangat khas dari kamar seorang wanita,, dia juga melihat ada beberapa foto Gea di bingkai kecil di atas meja laci
"Astaga, apa aku tidur di kamar Gea, yang benar saja" ucap Adlan langsung terperanjat turun dari atas tempat tidurnya
Adlan kemudian melangkah keluar dari kamar Gea dan melihat kalau Gea dan Anju sudah tidur di sofa tengah rumah,
Anju tidur dengan terduduk, sementara Gea tiduran di sofa panjang yang terpisah
"Ya ampun, bagaimana bisa aku tidak ingat mereka memindahkan ku ke kamar Gea?, benar benar memalukan" ucap Adlan, diapun segera menghampiri Gea yang tidur di sofa
Adlan berjongkok di depannya lalu menepuk nepuk wajah Gea supaya dia bangun dan pindah ke kamarnya,
"Ge, bangun, kau pindah ke kamar mu sana, hey, bangunlah" ucap Adlan
__ADS_1
Adlan merasa tidak enak melihat tuan rumah yang malah tidur kedinginan di ruang tamu, sementara dia enak enakan tidur di kamar
Tapi Adlan tidak berhasil membuat Gea membuka matanya, karena dia juga membangunkanya dengan ragu-ragu, jadi Adlan langsung berinisiatif untuk membopongnya supaya tidurnya tidak terganggu
Adlan segera mengangkat tubuh mungil Gea dan segera membawanya ke kamar
"Kau ringan sekali, apa kau jarang di kasih makan oleh orang tuamu?" gumam Adlan, dia pun segera menidurkan Gea di tempat tidur nya,
Adlan tersenyum saat melihat wajah imut Gea yang tertidur, namun lagi lagi ada yang mengganggu penglihatan matanya di wajah Gea yang nyaris sempurna itu, karena ada luka baru lagi di sudut bibir Gea akibat tendangan Wolf sebelumnya
"Ya ampun, kau terluka lagi?, luka kemarin juga belum sembuh kan,, kau ini benar-benar tidak bisa menyayangi dirimu sendiri" gumam Adlan sambil menyentuh dagu Gea, dan memperhatikan lukanya lagi
Dan saat itu juga Adlan baru sadar kalau di tangannya ada beberapa plester yang di tempel Gea, Adlan sedikit memperhatikan motif hati di plester itu, kemudian tersenyum simpul,
"Ini pasti kau yang menempelkan nya kan?, kau ternyata lumayan perhatian juga padaku, tapi kenapa kau tidak memperhatikan dirimu sendiri?," ucap Adlan, diapun melihat kotak Obat yang masih ada di atas lemari laci
Adlan segera mengambil kotak itu, kemudian mengambil kapas dan antiseptik di dalamnya, dia pun langsung mencoba membersihkan luka yang ada di sudut bibir Gea itu
"Tahan sedikit, mungkin ini akan sedikit perih" ucap Adlan yang dengan perlahan mengolesi luka Gea
Gea yang merasakan sedikit perih di bibirnya pun breaksi, dia mengerenyitkan dahinya dan perlahan membuka matanya, dia langsung terkejut karena pandangan nya langsung mengarah ke wajah Adlan yang sangat dekat di depan wajahnya, sontak tangannya langsung menahan dada Adlan
"A Adlan, apa yang ingin kamu lakukan??" tanya Gea sedikit tergagap karena mengira Adlan akan menciumnya, itu karena tangan Adlan seolah sedang menyentuh bibirnya
"Diamlah, bibirmu terluka lagi, aku sedang mengobati nya" ucap Adlan tetap fokus ke luka Gea
"Oh, kau tidak perlu melakukan nya, aku bisa sendiri, Ssssh Aw, perih tau" lirih Gea
"Hanya sedikit, nanti juga tidak akan sakit" ucap Adlan
"Kalian sedang apa?, apanya yang sakit??" tiba tiba terdengar seseorang dari belakang Adlan
Tentu saja Adlan yang mendengar itu cukup kaget, dan langsung menoleh ke asal suara,
"Eh , Nggi, kau belum tidur?" tanya Adlan
__ADS_1
"Aku habis dari kamar kecil, kalian sedang apa?, apa kalian sedang berciuman ya,?" tanya Anggi polos, karena dari sudut pandangan Anggi, Adlan terlihat seperti akan mencium Gea, karena posisi Adlan membelakangi nya