
Gea yang datang bersama Adlan ke kediaman Arman Arfandi itu hanya melihat ke arah pria dengan setelan formal itu sekilas, menurutnya meski usia Arman Arfandi yang tidak lain Adlan master Sean itu tidak lagi muda, tapi dia masih terlihat gagah dan berkarisma,
Setelah itu dia tidak berani mengangkat pandangannya lagi ke arah Arman dan terus menatapi lantai yang dia pijak
Adlan langsung melangkah untuk kehadapan Sang Ayah
"Ayah, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan padamu, apa boleh aku mengganggu waktumu sebentar?" ucap Adlan basa basi
Sang ayah langsung tersenyum "Kau seperti akan bicara pada Orang lain saja, langsung bicara saja" ucap Arman
Sementara Adlan sudah berhadapan dengan sang ayah,, Gea hanya bisa berdiri mematung di tempatnya, dia tidak punya keberanian untuk melangkah mengikuti Adlan
"Ayah, aku mau menanyakan soal organisasi Redbear, apa benar Redbear itu ada di bawah wewenang Ayah?" tanya Adlan
"Apa Agam yang mengatakannya?" tanya Arman
"Iya, paman Agam bilang tidak ada yang punya hak penuh atas Redbear selain ayah" ucap Adlan
"Itu memang benar," ucap Arman dengan menatap lurus wajah putranya
"Kalau begitu apa ayah bisa memerintah kan Redbear untuk membantu ku?" tanya Adlan
"Redbear tidak perlu mandat Ayah untuk membantu mu,, kecuali kalau kau meminta nya untuk orang lain" ucap Arman
"Aku memang ingin meminta bantuan Redbear untuk membantu teman ku, kuharap kau memberikan izin untuk hal itu" ucap Adlan
"Apa untuk membantu gadis itu?" ucap Arman melirik Gea yang masih berdiri di depan pintu masuk
"Iya, dia Gea, dan pastinya ayah sudah tau kalau dia juga Anggota dari Redbear" ucap Adlan
"Kalu begitu suruh dia yang bicara langsung pada Ayah" ucap Arman
"Apa Ayah akan membantu nya jika dia yang memintanya?" tanya Adlan
"Tergantung bagaimana cara dia meminta nya,, bersungguh-sungguh, atau tidak,," ucap Arman
"Baiklah Kalau begitu" ucap Adlan dia berbalik dan menghampiri Gea lagi
"Kau dengar kan?, ayah meminta mu untuk berbicara langsung padanya" ucap Adlan dengan suara kecil
Gea yang sedari tadi menatap lantai langsung mengangkat pandanganya ke wajah Adlan "Tapi aku tidak berani" ucap Gea dengan suara kecil juga
__ADS_1
"Kau tidak Perlu khawatir, ayahku orang yang baik, juga aku ada di samping mu kan, jadi kau tenang saja" ucap Adlan
"Be baik lah, aku akan mencobanya" ucap Gea yang merasa bisa meminjam sedikit keberanian dari Adlan
Mereka melangkah kembali untuk berhadapan dengan Arman Arfandi, Seiring langkah yang terus mengikis jarak dia antara mereka,, irama degup Jantung Gea juga semakin meningkat karena merasa semakin dekat dengan sang legenda yang di kaguminya itu,
Setelah berhadapan pun Gea tetap menundukkan wajahnya, dan tidak berani untuk menatap wajah Arman secara Langsung
"Saya Gea master Sent, saya anggota junior di organisasi,, maaf sebelumnya karena saya sudah lancang menginjakkan kaki di kediaman Anda ini" ucap Gea
Arman sedikit memperhatikan Gea yang hampir mirip dengan mendiang istrinya itu
"Bisa tinggalkan kita berdua di sini?, aku ingin bicara empat mata dengan gadis ini" ucap Arman pada Yang lainnya
"Tapi ayah..."
"Kalau tidak, berarti tidak perlu ada yang di bicarakan" ucap Arman
Adlan sedikit ragu untuk meninggalkan Gea dengan ayahnya, tapi dia yakin kalau sang ayah juga tidak mungkin menyakiti nya, karena dia mirip dengan mendiang istrinya saat masih muda,, meskipun sang ayah tidak menyukai latar belakang Gea
"Baiklah, kalau begitu, Ge, aku kedalam dulu," ucap Adlan
Adlan tentu langsung menoleh dengan tersenyum "Tidak apa, aku yakin ayahku tidak akan sampai bmemakan mu hidup hidup" ucap Adlan asal, meski dia tau kalau Gea sangat gugup sekarang, tapi Adlan juga tidak bisa terus di sana karena permintaan sang ayah
Gea pun perlahan melepaskan ujung baju Adlan itu dengan sedikit sedikit enggan
Setelah itu Adlan dan ibu sambungnya juga beranjak masuk ke dalam rumah dengan di ikuti oleh beberapa pelayan yang sebelumnya membantu persiapan tuanya yang akan berangkat ke kantor
Dan di ruangan luas itu pun kini hanya tinggal ada Gea dan Arman yang berdiri berhadapan
"Aku tau semua hal tentang mu,, dan mungkin kau tidak akan membawa pengaruh baik bagi putraku, apa kau tau alasan kenapa Adlan begitu mengistimewakan mu?" tanya Arman
"A aku tidak tau Master" ucap Gea dengan sedikit terbata
"Itu karena kau mempunyai paras yang sedikit mirip dengan ibunya, dan aku yakin itu alasan Adlan rela melakukan apapun untuk mu," ucap Arman
Gea pun hanya terdiam mendengarnya, dia sedikit tidak menyangka akan hal itu, karena Adlan memang tidak pernah membahas soal kemiripannya dengan seseorang
"Langsung pada masalah mu, aku bisa membantumu merebut kembali keluarga mu dari orang orang dark Land yang membawa mereka,, tapi aku punya syarat yang harus kau penuhi" ucap Arman
"Apapun syarat dari Anda, saya akan mencoba memenuhinya," ucap Gea
__ADS_1
"Baiklah, syarat nya adalah, kau harus memilih salah satu di antara Adlan, atau keluarga mu," ucap Arman
"Maaf master, saya tidak mengerti maksud anda" ucap Gea
"Jika kau memilih keluarga mu, itu artinya kau harus menjauhi Adlan untuk selamanya,, dan sebaliknya, jika kau memilih bersama putraku, itu artinya kau tidak perlu berhubungan lagi dengan keluargamu,," ucap Adlan
Mendengar syarat yang di ajukan Arman, tentunya Gea merasa berat untuk memutuskan, dia sangat menyayangi ibunya dan Anggi,, tapi dia juga sangat mencintai Adlan sekarang, jadi jika harus memilih di antara mereka, itu adalah pilihan yang teramat sulit untuknya
"Aku, aku, tidak bisa menjawabnya sekarang master" ucap Gea
"Baiklah, kau boleh memberikan jawabanmu nanti, karena waktu ku sekarang tidak banyak," ucap Arman
"Terimakasih Master" ucap Gea yang hanya bisa tertunduk lesu di kala dia di hadapkan dengan pilihan semacam itu, dia benar-benar merasa tidak bisa untuk memilih salah satu di antara dua pilihan itu
Setelah Adlan merasa pembicaraan yang tidak bisa di dengarnya itu usai, dia kembali menghampiri Gea yang terus tertunduk itu,
Melihat ekspresi Gea yang seperti itu tentu Adlan menebak kalau Gea tidak mendapatkan apa yang dia inginkan
"Ayah, aku mohon bantulah dia, aku akan berlutut jika itu perlu" ucap Adlan yang langsung menurunkan lututnya kelantai
"Untuk apa kau melakukan itu, gadis ini akan mendapatkan Apa yang dia inginkan,," ucap Arman,
"Oh, kukira ayah menolak permohonan nya" ucap Adlan
"Ada klien yang sudah menunggu ayah di kantor, jadi ayah tidak bisa mengobrol lebih banyak lagi dengan kalian" ucap Arman
"Tidak apa yah, terimakasih" ucap Adlan yang sudah berdiri lagi
Arman dan Rania pun segera melangkah keluar dari kediamannya, dan masuk ke mobil masing-masing untuk segera pergi ke kantor masing-masing, karena Arman dan Rania memang memimpin kantor yang berbeda
Arman duduk di dalam mobil mewahnya,, dan sejenak memperhatikan ke arah Adlan dan Gea yang juga mengikutinya keluar dari kediamannya,
"Apa kau berniat menghalangi cinta mereka?" tanya bayangan samar yang tiba-tiba saja ada di sebelah Arman
Arman menoleh sedikit dan tersenyum kepada bayangan samar yang hanya bisa di lihat oleh orang yang sudah terbuka mata batinya,
Karena bayangan samar itu tidak lain adalah sukma Lena, atau Ibunda dari Adlan
"Aku bukan berniat menghalangi mereka, aku hanya ingin menguji seberapa kuatnya perasaan gadis itu pada Adlan, jika putra kita bisa melakukan apa pun untuk gadis itu, harusnya gadis itu juga bisa melakukan hal yang sama untuk putra kita, aku hanya Ayah yang tidak ingin putranya di manfaatkan orang lain saja," ucap Arman
Bayangan samar itu pun langsung tersenyum, "Aku percaya kau ingin yang terbaik untuk putramu" ucap sukma Lena,
__ADS_1