Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Meredam Amarah


__ADS_3

Mendengar komando dari Wolf, beberapa pria Black Python yang mempunyai pistol pun langsung mengeluarkan senjata mereka dari balik pinggang mereka, mereka tidak kepikiran menggunakanya sebelumnya karena terkesima, dan kondisinya juga tidak memungkinkan untuk bisa menembak Adlan di tengah kerumunan rekan rekan mereka


Dan saat mereka baru mengarahkan senjata api mereka kedepan, Adlan sudah lebih dulu sampai kehadapan salah satu pria dan merebut senjata api miliknya,


Adlan juga sekalian memelintir tangan pria itu kebelakang dan menjadikannya tameng hidup untuk dirinya, dia juga langsung menembak beberapa orang lainya yang memegang senjata api 'Duar 'duar 'duar'


"Argah" Arghhh "argh" Beberapa orang yang terkena tembakan itupun langsung mengerang dan menjatuhkan senjata mereka, karena Adlan menembak tepat ke tangan tangan mereka, karean dia tidak ada niatan untuk menghabisi mereka,


Melihat itu Wolf langsung mengambil alih Gea dari tangan anak buahnya, dan kemudian menodongkan senjata apinya ke arah Gea


"Menyerhlah, atau ku tembak kepala Gadis ini" ucap Wolf


Tapi Adlan seolah tidak peduli dengan ancaman Wolf dan malah mengarahkan moncong senjatanya pada Gea dan Wolf


"Memangnya apa peduli ku pada gadis itu, aku di sini hanya untuk bermain-main dengan kalian" ucap Adlan sedikit membual, itu supaya Wolf tidak merasa punya kendali atas dirinya


"Oh, jadi kau bukan ingin menolong gadis ini?, kalau begitu apa yang kau inginkan dari ku?" tanya Wolf mencoba bernegosiasi dengan Adlan


Sementara Gea merasa sedikit kesal dengan jawaban Adlan yang seolah tidak peduli dengan keselamatan nya itu


"Baiklah, aku bercanda, aku berada di sini memang untuk gadis itu, tapi aku tidak perlu menolong dia karena dia bisa menolong dirinya sendiri" ucap Adlan


Mendengar itu Gea seolah di komandoi oleh Adlan untuk langsung bertindak, jadi dia segera menahan pistol Wolf yang di arahkan padanya, dan juga menggunakan kesempatan itu untuk bebalik dan memdengkul area sensitif Wolf, 'Habuukkkk' "Arghhhhh, dasar kau" pekik Wolf kaget sekaligus merasa kesakitan di **** ***** nya


Gea juga berhasil merebut senjata Wolf itu dan langsung berbalik menodongkan pistol itu ke kepala Wolf, yang memegangi anunya


"Lempar kan senjata kalian padaku, atau aku ledakan kepala ketua kalian ini" ucap Gea pada sisa anggota lain yang belum sempat bereaksi dengan gerakan Gea


Anak buah Wolf pun langsung menurut pada Gea, mereka mengangkat pistol mereka dan melemparnya ke hadapan Gea


"Bagus,, sekarang kalian berbalik badan" ucap Gea

__ADS_1


Mereka juga tidak ragu untuk langsung menuruti perintah Gea,


Setelah itu Gea mengambil satu senjata api lagi yang mereka lempar di tanah, dan kemudian Gea membidik salah satu kepala anak buah Wolf yang sudah berbalik badan itu, dia berniat menghabisi mereka terlebih dulu dengan peluru, sebelum dia menembak Wolf,,, namun


"Sudah cukup Ge, jangan ada korban lagi, atau kau akan mendapatkan masalah lain di kota ini," ucap Adlan mencoba menahan tindakan Gea


Sontak Gea pun menoleh pada Adlan


"Apa peduli mu?, mereka semua sudah membinasakan ayahku, apa aku salah jika ingin membinasakan mereka juga," ucap Gea


Adlan langsung membanting tameng hidupnya dan langsung berjalan mendekat pada Gea "Apa perlu kau membinasakan semua nya?, aku yakin hanya beberapa orang saja yang bertanggung jawab atas kematian Ayahmu kan?, jadi kenapa kau tidak langsung mengakhiri nya dengan nyawa sang pelakunya saja?, dan kau tidak perlu menambah lebih banyak korban lagi di sini" ucap Adlan


"Mereka semua bersalah, dan mereka semua pantas untuk mati" ucap Gea yang dalam kondisi penuh amarah karena mengingat kematian ayahnya yang tragis


"Tiger!, pria itu yang sudah menghianati Ayahmu kan?, jadi apa pria ini yang sudah membunuh Ayahmu?" tanya Adlan melirik Wolf yang masih meringis kesakitan di bawah pistol Gea


"Bukan, dia bukan Tiger, orang itu berada di tempat yang cukup jauh dari sini, orang orang ini hanya suruhannya saja untuk menangkapku" ucap Gea sedikit meredam amarahnya, karena dia merasa kalau perkataan Adlan ada benarnya


Gea pun langsung menghela nafasnya dalam, Gea tau kalau Adlan menahanya itu karena dia peduli padanya, dan itu membuat hatinya sedikit tersentuh, perlahan Gea pun mulai menurunkan amarahnya


"Baiklah, kali ini aku melepaskan mu wolf, tapi jika kau masih mencoba mengejarku lagi, aku tidak akan segan-segan menghabisimu,, dansatu hal lagi, katakan pada Tiger, jika dia menginginkan ku, datang sendiri ke kota ini, aku menunggunya" ucap Gea, dan 'Duar', Gea langsung menembak kaki kanan Wolf


"Aaaaaaaaaarghh" Wolf langsung tersungkur kesakitan ke tanah karena panasnya peluru yang menembus pahanya itu


"Itu untuk teman kerjaku yang sudah kau lukai" ucap Gea, kemudian dia menendang jauh senjata api yang tersisa di dekatnya untuk berjaga-jaga kalau kalau Wolf akan mengambilnya


Setelah itu Gea memungut ponselnya yang hancur dan berbalik pada Adlan "Kita pergi sekarang" ucap Gea yang langsung saja melangkah melewati Adlan,


"Baiklah, tapi aku ingin bilang sesuatu padamu, sebagai seorang wanita kau ini tidak ada sisi lembutnya sama sekali" ucap Adlan juga berbalik dan mengikuti langkah Gea untuk pergi


"Kau tidak akan mengerti penderitaan ku selama ini" ucap Gea dingin

__ADS_1


Mereka bertiga pun segera meninggalkan tempat itu untuk kembali pulang ke pusat kota J lagi,


…


Beberapa saat kemudian, mobil taxi yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah tempat makan pinggir jalan, karena Adlan yang meminta sopirnya untuk berhenti di sana,,


Gea yang sedari tadi tidak bersuara dan sedikit melamun langsung menoleh pada Adlan yang duduk di depan, "Kenapa kita berhenti di sini?, tempatku masih jauh kan?" ucap Gea heran


"Aku dan Anju belum makan malam, apa kau tidak lapar?" tanya Adlan sambil menoleh ke tempat duduk Gea


"Tidak, aku tidak lapar" ucap Gea, namun 'Kruuuuuukk' perut keroncongan Gea malah langsung berbunyi, dan itu membuat Gea sedikit malu


"Yakin kau tidak lapar?, kurasa perutmu itu tidak bisa berbohong" ucap Adlan


"I Iya sih, aku juga sebenarnya belum makan sejak tadi sore," ucap Gea dengan senyum canggung


"Ya sudah, kalau begitu kita turun sekarang" ucap Adlan juga dengan tersenyum


"I Iya, baiklah" ucap Gea


Mereka pun segera turun dari taxi, dan kemudian masuk ke tempat makan pinggir jalan itu


"Tidak apa kan kita makan di sini?" tanya Adlan basa basi pada Gea


"Apa maksudmu?" tanya Gea


"Tidak,, barangkali saja kau ingin tempat makan yang lebih bagus" ucap Adlan


"Sejak kapan aku pilih pilih tempat makan?, yang penting kenyang juga kan" ucap Gea


"Baguslah" ucap Adlan

__ADS_1


Mereka pun segera duduk berdampingan di kursi yang memanjang dengan Gea yang berada di tengah-tengah Anju dan Adlan


__ADS_2