
Gea dan Adlan mengobrol panjang lebar mengenai hal hal yang menyangkut paman Beni, dan akhirnya mengtauhi asal usul paman Beni yang berasal dari negeri yang sama dengan Adlan
Gea pun sekarang menaruh kepercayaan yang penuh pada paman Beni, tidak seperti sebelumnya yang enggan untuk mempercayai nya karena menganggap paman Beni juga orang yang berasal dari darkland
Mereka keluar dari gang tempat tinggal paman Beni, dan berniat untuk melanjutkan kembali perjalanan mereka meski waktu sudah lewat tengah malam
"Nona Ge, malam sudah sangat larut,, Apa nona tidak ingin mencari tempat beristirahat dulu?" tanya paman Beni
"Tidak,, Justru ini waktu yang tepat untuk kita menyusup ke Puri BlackPython, kurasa mereka akan sedikit lengah jika di malam hari seperti ini" ucap Gea
Paman Beni langsung manggut-manggut "Baiklah, saya rasa nona memang benar" ucap paman Beni
"Tapi sayangnya mobil yang kami tumpangi sebelumnya kehabisan bahan bakar, jadi kami bingung harus melanjutkan perjalanan menggunakan apa, apa paman punya kendaraan yang bisa kita gunakan?" tanya Gea
"Ini di Tanah Gelap Nona, asal nona bisa menakuti orang, kendaraan bisa di dapat dengan mudah" ucap Paman Beni
"Begitukah??,, rasanya aku mulai menyukai tempat ini, kalau begitu ayo lakukan" ucap Adlan merasa cukup bersemangat, karena merasa berada di tanah gelap itu sangat memacu sisi liarnya yang tidak pernah tersalurkan jika di tempat asalnya
Mereka bertujuh segera memulai aksi mereka di jalanan dengan mencegat serombongan pemotor trail, dan mereka langsung menghajar pengemudi yang mencoba melawan, dan merampas motor mereka
Dan akhirnya mereka pun mendapatkan tumpangan mereka untuk melanjutkan perjalanan ke Puri
Adlan juga langsung mengambil salah satu motor yang tergeletak dan menaikinya,,
Dan Gea juga segera naik di motor yang sama dengan Adlan,
Adlan sekilas menatap pada pria pria pemotor yang sudah babak belur di tanah karena sudah di hajar oleh Bumi dan kawan-kawannya
"Kasian juga mereka" ucap Adlan
"Sudahlah, biarakan saja mereka, ayo jalan" ucap Gea menenpuk nepuk punggung Adlan
"Ya baiklah, kurasa jadi perampok itu seru juga,, pegangan yang erat, " ucap Adlan langsung meraung-raungkan motornya dan tanpa aba aba langsung tancap Gas hingga roda depan motornya sedikit terangkat ke atas
"Awwww, dasar gila" gerutu Gea yang kaget langsung memeluk tubuh Adlan karena motor yang tiba-tiba standing
__ADS_1
"Sudah ku bilang pegangan kan" ucap Adlan
"Iya, tapi aku belum melakukan nya kan, dasar gila" ucap Gea memukul punggung Adlan, namun dengan sedikit tersenyum
Adlan juga hanya tersenyum, Karena Gea benar-benar memeluk nya sangat erat dari belakang,
Mereka semua segera berkendara beriringan menggunakan jenis motor yang berbeda-beda,
Paman Beni berboncengan dengan Bumi yang melaju sejajar dengan Adlan, sementara yang lainnya mengikuti di belakang dengan mengendarai motor sendiri sendiri untuk menerabas gelapnya malam di jalanan kota Dark Land
.
Beberapa saat kemudian, Rombongan Adlan akhirnya mulai melihat bangunan puri BlackPython yang berdiri megah di depan mereka, mereka langsung menepi karena merasa tidak mungkin mendekat dengan motor, karena mereka pasti akan langsung di curigai
"Kita sudah cukup dekat dengan Puri, sebaiknya dari sini kita mendekat diam diam saja, bagaimana menurutmu Ge?" tanya Adlan pada Gea
" Aku setuju, kalaupun kita menggunakan motor kesana, mereka pasti akan menghentikan kita, dan mereka pasti akan mengintrogasi kita" ucap Gea yang masih duduk di belakang Adlan
"Baiklah semuanya, dari sini kita melanjutkan perjalanan kita diam diam" seru Adlan
"Siap, tuan" sahut Bumi dan yang lainnya
Mereka Segera sampai di salah satu sisi benteng gelap yang terhalang pohon dan semak, mereka berembung kembali untuk melakukan siasat
"Kita akan masuk dengan cara Apa tuan?, apa kita langsung melumpuhkan penjagaannya?" Tanya Bumi
"Tidak itu rencana yang konyol, itu pasti akan memancing semua penjagaan yang ada di Puri ini untuk bersiaga penuh, target utama kita di sini adalah Tiger, aku lebih suka langsung merobohkan pilar terkuat nya, daripada membuang-buang tenaga hanya untuk menghadapi orang-orang yang tidak penting" ucap Adlan
"Lalu bagaimana cara kita untuk melewati benteng tinggi ini" ucap Bumi sedikit mendongak memperhatikan benteng yang cukup tinggi di depannya
Adlan juga sedikit memperhatikannya, dan berpikir kalau Bumi dan yang lainya tentu bisa memanjat dinding tinggi itu dengan mudah,, tapi mengingat terakhir kali Gea cukup kesulitan dalam hal memanjat, Adlan jadi tidak mau melakukannya,
Gea juga memperhatikan ke arah pandangan Adlan dan yang lainnya "Apa kita akan memanjat lagi?" tanya Gea
"Seperti nya Tidak, kau sedikit merepotkan jika kita memanjat lagi" ucap Adlan
__ADS_1
Gea langsung nyengir, "Aku wanita, jadi wajar saja jika aku tidak bisa memanjat kan" ucap Gea
"Yuna juga wanita..." Ucap Adlan tertahan, karena merasa perkataan nya akan sedikit menyentil Gea, jika dia membandingkan Gea dengan Yuna
"Maksudmu aku ini memang wanita payah begitu?" tanya Gea mendelik tajam pada Adlan
"Aku tidak bilang begitu" ucap Adlan sedikit membuang wajah dari tatapan menakutkan Gea,
"Aku sudah bisa menebak maksud perkataan mu, kau membandingkan ku dengan senior Yuna kan?, Baiklah, aku akui kalau aku ini memang wanita yang lemah dan payah" ucap Gea dengan mengerucut kan bibirnya
Adlan pura pura tidak menyadari gelagat Gea yang cemberut itu, karena dia tau karakteristik Gea saat marah, jika di rayu pasti malah akan menjadi jadi
"Kita akan mengalihkan perhatian penjaga terlebih dulu, dan memancing mereka untuk kita lumpuhkan satu persatu,, secara diam-diam, dan kita tinggal menyamar jadi mereka untuk kita bisa mendekat tanpa di curigai, kalian paham maksud ku?" tanya Adlan
"Siap, di mengerti tuan" ucap Serempak ke empat anggota Redbear
Dan memang benar seperti dugaan Adlan,, Gea yang tadinya sedikit ngambek juga langsung teralihkan pada rencananya, karena dia juga langsung terlihat fokus mendengar kan instruksi Adlan, dan bibirnya tidak lagi monyong seperti sebelumnya
Adlan kemudian mencari sesuatu di sekitarnya untuk memancing pehatian musuh, dia langsung mengambil sebuah batu dan langsung melemparkannya ke semak yang tidak jauh dari tempat mereka
'Krusuk'
Suara itu pun di dengar oleh para penjaga yang gabut di pintu,, dan langsung menoleh ke asal suara "Apa itu??" tanya seorang penjaga gerbang
"Paling hanya tikus,," ucap Yang lainya
"Kalau begitu kau periksa sana, kalau tikus kau tangkap saja untuk kita bakar" ucap Salah seorang lainya
"Kau saja yang melakukannya", ucap pria yang sebelumnya
"Dasar kalian semua pemalas, biar aku saja yang memeriksa nya" ucap pria lainya lagi, diapun segera bergegas untuk memeriksa semak pancingan Adlan
Dan saat si penjaga sampai di dekat semak, dari kegelapan tiba-tiba muncul sepasang tangan yang langsung menarik pria tersebut dan menyergapnya, 'Krek' tangan bumi langsung mematahkan leher si penjaga itu, dan "Rrrgghhh" suara pria yang tidak sempat berteriak kesakitan itu,
Para penjaga lainya sontak kembali menoleh pada asal suara aneh di semak semak itu, dan mereka sekarang tidak melihat temanya di sana
__ADS_1
"Max, apa kau dapatkan tikus nya?" tanya salah satu pria
Namun dari arah yang di maksud hanya hening dan tidak ada jawaban satu patah kata pun,