
Para penjaga pintu terus memanggil nama Rekanya yang tiba tiba menghilang di semak semak,, dan karena rasa penasaran tidak mendapatkan jawaban dari rekan yang sebelumnya pergi memeriksa, salah satu dari mereka juga menghampiri semak untuk mencari rekannya
"Hey max, apa kau dapatkan tikus nya" ucap sang penjaga dengan berjalan perlahan ke arah kegelapan
'Krusuk' semak di hadapannya tiba tiba bergoyang lagi, dan itu sedikit mengagetkan nya
"Max, jangan main-main dengan ku, cepat keluar dan bawa tikus nya kemari," ucap pria itu tidak sabar dan langsung menghampiri kegelapan,
Dan Bumi yang sudah menunggu di kegelapan tentu langsung menyergapnya lagi, seperti yang dia lakukan terhadap Rekan si penjaga yang sebelumnya, dan
'krek', "Kkkk, kkkhhhhh" lagi lagi bumi mematahkan tulang si pria penjaga lagi
Sang penjaga yang di sergap Bumi langsung ambruk dan mengejang hingga dia sedikit menendang semak,
Dan para penjaga lain langsung curiga ada sesuatu yang terjadi di kegelapan, jadi mereka maju satu pemersatu untuk memeriksa keadaan
Dan tentu saja Adlan Dan semua reknya langsung menyergap mereka semua di kegelapan semak itu
Hingga akhirnya satu persatu penjaga berhasil di lumpuh kan oleh Adlan dan rekanya, tanpa terlihat oleh kamera pemantau yang terpasang di beberapa sudut di gerbang masuk
Setelah mereka memakai jaket dan kupluk yang di kenakan oleh para penjaga sebelumnya,, Adlan dan yang lainya segera keluar dari persembunyian dengan tenang,,
Karena sekilas penampilan mereka tidak berbeda dengan para penjaga pintu yang sebelumnya,,
Adlan langsung berembung kembali di depan gerbang besar yang jadi satu satunya akses untuk masuk ke dalam area Puri BlackPython itu
"Sekarang bagaimana?, pintu ini terkunci dari dalam, bagaimana cara nya kita bisa masuk" uap Gea dengan suara di pelankan
"Tidak perlu khawatir, memangnya untuk apa loki ikut bersama kita ke sini" ucap Adlan menoleh pada Loki
Loki yang di tatap oleh Adlan langsung tersenyum bingung, karena dia tau gerbang kayu solid di depannya itu tidak bisa di buka dengan menggunakan kata sandi digital, atau pun membukanya dengan kunci kawat yang jadi keahliannya,,, Melainkan kunci gebang manual yang di geser dari dalam oleh penjaga yang ada di dalam, dan tentu saja membuka pintu seperti itu tidak ada di dalam latihannya selama ini
"Maaf Tuan, saya memang ahli dalam membuka kunci, tapi saya belum terlatih untuk membuka pintu manual seperti ini" ucap Loki nyengir
"Aku hanya bercanda" ucap Adlan tersenyum,
Adlan lalu menoleh pada Bumi "Bumi, buat ledakan kecil di mobil untuk memancing penjaga di dalam," ucap Adlan menatap ke arah mobil Jeep tanpa atap yang selalu di gunakan para penjaga untuk berpatroli,
Karena pikir Adlan, jika mereka bernegosiasi untuk di bukakan pintu kepada penjaga di dalam, pasti mereka akan langsung di curigai karena gaya berbicara mereka jelas berbeda
__ADS_1
"Baik Tuan, siap laksanakan" ucap bumi
"Sebentar Aku akan menyuruh 'S' untuk mematikan kemera pengawas nya terlebih dulu" ucap Adlan yang langsung menghubuungi S Hackers dari ponselnya
"Paman, matikan kamera pengintai di gerbang utama puri BlackPython" ucap Adlan
š²"Maaf Tuan muda, saya tidak bisa mengakses sistem keamanan internal di Puri BlackPython, sepertinya mereka memiliki sistem keamanan cyber yang sulit untuk di tembus" ucap Sandri
"Bagus,, itu artinya kita harus bergerak Secara terang terangan di sini," ucap Adlan langsung menutup panggilan nya dengan S
"Bumi, segera lakukan saja" ucap Adlan
"Siap" ucap Bumi, diapun langsung beranjak ke arah mobil yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri itu,
Bumi langsung berjongkok di balik mobil dan mengeluarkan peralatan yang di butuhkanya dari dalam ranselnya, kemudian dia memasangkan peledak kecil di badan mobil itu
Setelah peledaknya siap, Bumi segera kembali ke timnya lagi
"Siap tuan, paket sudah terpasang" ucap Bumi
"Ledakan sekarang" ucap Adlan
Semua Penjaga pintu yang asa di bagian dalam tentu mendengar bunyi ledakan yang lumayan keras itu, jadi salah satu pejaga langsung membuka pintu kecil yang ada di dinding gerbang yang memang peruntukan untuk akses komunikasi penjaga di dalam dan yang ada di luar,,,
"Ledakan apa itu?, apa ada serangan di luar" tanya sang penjaga
"Sepertinya begitu, cepat panggil yang lain untuk bersiaga" ucap Snip 07
Dan untungnya Penjaga pintu itu tidak curiga pada Snip, karena fokus pria itu hanya ke bunyi ledakan saja,, dan mengira kalau mereka yang di luar masih Rekanya yang sebelumnya,
Pintu gerbang kokoh itupun segera terbuka, dan belasan penjaga dari dalam langsung berhamburan keluar untuk memastikan situasi
Para penjaga langsung terfokus pada mobil yang terbakar dan memperhatikan sekitarnya untuk mencari musuh yang meledakkan mobil itu,
Sementara tim Adlan memanfaatkan situasi itu untuk segera bergerak masuk sebelum mereka semua sadar kalau mereka bukan rekanya,
Mereka pun akhirnya bisa masuk ke dalam area Puri dan langsung bergegas kedalam dengan cepat,
Dan Saat mereka berpapasan dengan rombongan penjaga lain dari dalam, Adlan masih tenang dan tetap mendalami peran samaran nya, karena penampilanya memang mirip dengan beberapa penjaga yang ada di sana
__ADS_1
"Ada apa dia luar?" tanya salah satu pria dari rombongan
"Ada penyerangan di luar gerbang, cepat bersiaga, kami akan ambil senjata dulu" ucap Adlan berakting seolah dia adalah bagian dari mereka
Semua pengikut BlackPython itu tidak terlalu memperhatikan Adlan, karena fokus mereka juga memang teralihkan ke ledakan yang di luar gerbang, jadi mereka tidak mencurigai Adlan dan yang lainnya sebagai penyusup
"Baik, ayo cepat kita keluar " triak salah seorang dari mereka,
Dan mereka pun segera berlalu dari hadapan Adlan dan berlarian ke arah gerbang masuk
Adlan sedikit menungging kan senyum dan segera meneruskan langkahnya lagi untuk mencari sudut yang aman untuk mereka bersembunyi, guna mengatur rencana selanjutnya di Puri BlackPython
Begitu mereka memasuki kawasan luar puri, Atensi Adlan langsung teralihkan ke sebuah patung besar yang berbentuk seperti Ular Python hitam,, yang kepalanya tepat menghadap ke arah rombongan Adlan yang baru saja datang , patung Python itu terlihat melilit sebuah pedang besar, dengan menunjukkan taring tajam dari rahangnya
Di sepersekian detik Adlan hanya melongo memperhatikan patung BlackPython yang jadi simbol kebesaran dan kekuatan dari Puri itu
"Adlan, ayo cepat bergerak" ucap Gea membuyarkan kekaguman Adlan pada patung ular itu
"Oh iya" ucap Adlan kembali mempercepat langkahnya lagi
Mereka pun terus bergerak hingga mereka menemukan tempat yang dirasa cukup aman untuk mereka berembung
Gea mengarahkan mereka untuk bergegas ke sudut lorong yang sedikit gelap,, supaya kehadiran mereka tidak terlihat jelas oleh penjaga kamera pengawas nya
"Baiklah, kurasa di sini cukup aman, sekarang rencana kita apa?" tanya Gea
"Ada baiknya jika kita langsung membebaskan ibumu dan Anggi dulu, sebelum Tiger menjadikan mereka sebagai tameng hidup untuk nya, kira kira, di mana Tiger menyekap Ibumu dan Anggi??" tanya Adlan
"Entahlah, mungkin mereka di sekap di salah satu ruangan di Puri ini, tapi aku tidak bisa memastikannya, Puri ini sangat luas, jadi Tiger bisa menahan mereka di masa saja" ucap Gea
"Mungkin saja nyonya di kurung di ruang tahanan bawah tanah non" ucap Paman Beni berpendapat
"Kalau benar Tiger memperlakukan ibuku seperti tahanan, awas saja dia, akan ku kuliti dia hidup hidup" umpat Gea
"Ya Sudah, tidak ada salahnya jika kita mencarinya ke tempat tahanan, kurasa akses kesana akan lebih mudah daripada mencari ke setiap ruangan Puri" ucap Adlan berpendapat
"Baiklah, aku Setuju" ucap Gea
"Ya Sudah, kau yang memimpin di depan, karena kau lebih tau jalan di Puri ini daripada kami" ucap Adlan
__ADS_1
"Baik" ucap Gea yang langsung bergerak lebih dulu untuk menuntun arah jalan Adlan dan lainya