Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Pemimpin Gila


__ADS_3

Adlan kembali mengemudikan mobil Jeep rampasan nya itu terus melaju mendekati sebuah pos penjagaan yang masih belum di kuasai oleh Yuda dan anak-anak buahnya, karena memang pasukan Redbear masih belum bergerak terlalu jauh, mereka melakukan tugasnya dengan sangat vhati hati supaya pergerakan mereka tidak cepat di sadari oleh Tiger


Mereka pun akhirnya melintas ke hadapan para penjaga pos keamanan distrik, dan benar saja, mobil Adlan langsung di hentikan oleh 2 orang dari mereka


"Stop"


Adlan juga langsung menghentikan mobilnya dengan tenang,


Sementara Gea langsung merangkul lengan Adlan dan belga manja, dan tidak lupa pura pura mabuk "Ahhhhh, sayang, kenapa kau hentikan mobilnya, aku mau cepat cepat sampai" ucap Gea sambil memegangi tangan Adlan seperti wanita nakal


Adlan tentu sedikit geli dengan tingkah Gea itu,, dan itu membuatnya merasa sedikit merinding,, tapi dia sadar kalau dia juga harus bisa berakting "Tidak sayang, ada yang menghalangi jalan kita, hus hus pergilah" ucap Adlan mengibaskan lengannya pada ang penjaga


"Hey, kalian dari distrik mana?, Kenapa kalaian Melawati distrik ini?" ucap Salah satu penjaga yang menghampiri mobi mereka


"Aku dari distrik sana, ke sana dan kesini" ucap Adlan menunjuk ke berbagai arah


"Hey, kenapa kau menghalangi jalan kami?, kami ini mau bersenang-senang, kau mengganggu sekali" ucap Gea dengan tetap merapatkan tubuhnya pada Adlan


"Dasar anak anak muda payah, kalian pasti hanya mabuk sedikit, tapi kalian tidak tau arah kan??" benar Benar payah" ucap sang penjaga


"Apa kau bilang?, siapa yang kau panggil payah, pacarku ini sangat hebat tau" ucap Gea tetap berlaga manja di tangan adlan


"Kalian ingin bersenang-senang?, kenapa tidak di sini saja, biar kami juga ikut bersenang-senang dengan kalian" ucap sang penjaga itu


"Aku?, bersenang-senang dengan orang tua seperti kalian, hhh hahh, lupakan saja, kau harusnya cari yang lebih jelek dariku untuk bersenang-senang, aku ini terlalu cantik" ucap Gea


"Kau!, dasar jal*ng, kau bilang apa barusan, awas saja kau, akan kubuat kau berteriak histeris" ucap sang penjaga yang kesal karena menganggap perkataan Gea meledeknya


Adlan, Bumi dan Yuna langsung mengepalkan tinju mereka dan bersiap untuk menyerang kalau kalau penjaga itu berbuat sesuatu, itu karena Gea yang kebablasan dan malah menyinggung mereka, tapi


"Hey Hey sudahlah, biarakan anak anak ini lewat, mereka masih belum berpengalaman untuk bersenang-senang, mereka tidak akan paham,, biarkan saja mereka" ucap rekn penjaga yang lain

__ADS_1


"Tapi mereka bilang aku tidak pantas bersenang-senang dengan mereka, itu saja dengan menyebutku pecundang kan" ucap penjaga yang kira-kira berusia 40 tahunan itu


"Ya kau sadar sedikit lah, kau ini memang sudah tua, mereka masih muda muda" ucap Rekanya


"Sialan kau, kau sama saja, bukanya membelaku" ucap si penjaga itu kesal "Ya Sudah, pergi kalian, dan jangan sampai aku melihat kalian lagi, kalau tidak, akan ku hancurkan mobil rongsokan kalian ini" ucap pria penjaga itu


"Baiklah pak tua,, ayo jalan sayang, dadah pak tua busuk, weee" ucap Gea


"Ah iya, sampai jumpa lagi pak tua," ucap Adlan langsung tancap gas dan kembali melajukan mobilnya melewati


beberapa penjaga pos di sana dengan aman


Dan akhirnya mereka bisa lolos dari mereka tanpa menimbulkan keributan sedikit pun


"Ge, kenapa kau malah memancing emosi mereka, bukan kah kau ingin perjalanan kita berjalan dengan lancar??" ucap Adlan tidak mengerti pada Gea yang sekarang masih merangkul lenganya itu


Gea segera melepaskan rangkulan nya di tangan adlan karena merasa mobil mereka sudah jauh dari para penjaga


Adlan sedikit manggut-manggut karena baru paham dengan maksud Gea seperti itu "Pelajaran keduanya pasti aku harus selalu bermesraan dengan mu, benar kan??" ucap Adlan


"Huuuu, dasssaar, ,, itu tidak termasuk pelajaran, itu hanya formalitas di depan mereka saja" ucap Gea


"Aku tidak akan keberatan kalau pun kau melakukannya di tempat yang tidak ada mereka" ucap Adlan


"Dasar nakal, kau ingin memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan kan?" ucap Gea memicingkan matanya pada Adlan


Adlan hanya nyengir dan tidak menjawab pertanyaan dari Gea, karena jawabannya tentu saja 'Iya', Adlan pun kembali terfokus pada mengemudinya lagi


.


Beberapa pos distrik sudah berhasil mereka lewati tanpa menimbulkan masalah yang berarti, hanya perdebatan kecil seperti di awal-awal saja,

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka pun mulai memasuki daerah pusat kota Darkland yang nampak seperti kota kuno, dengan banyaknya bangunan Bangunan bertingkat dengan tampilan yang kumuh, dan lumayan ramai meski waktu di sana sudah memasuki pertengahan malam, dengan arus jalanannya yang semerawut oleh pengguna jalan yang tidak punya aturan


Itu mungkin karena tidak ada yang peduli dengan kenyamanan lingkungan di sana, hanya mementingkan bisnis mereka, dan terfokus untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya dan menjaganya bsupaya tidak ada orang yang bisa mencurinya


"Kota macam apa ini?, berantakan sekali" gerutu Adlan


"Memangnya ekpektasi mu seperti apa?, kota yang indah?,, itu terlalu berlebihan,, meskipun mereka sudah mengenal dunia modern, dan peralatan tempur mereka sudah lumayan canggih, tapi orang-orang di sini hanya mementingkan keamanan dan kenyamanan diri sendiri, itu karena tidak adanya pemerintahan yang mengatur lingkungan hidup untuk mereka, peraturan mutlak satu satunya di sini adalah tunduk patuh pada pemimpin mereka, kalau ada yang membangkang itu artinya ya mati,,, jika pemimpinnya gila, jangan harap ada penduduknya yang waras" ucap Gea


"Kalau begitu Aku sangat bersyukur kau meninggalkan tempat ini" ucap Adlan


"Ya, memang mata hatiku tidak akan pernah terbuka jika selama nya aku hidup di sini," ucap Gea


"Baiklah, sekarang kita harus kemana?" tanya Adlan sedikit kikuk di tengah ramainya jalanan pusat kota Darkland yang sangat asing baginya


"Kita terus ikuti jalan ini saja, nanti akan ku beritau kita akan kemana?" ucap Gea


"Apa kita tidak akan kena tilang di sini?, secara kita tidak punya surat surat dari mobil ini, dan SIM" ucap Adlan membuat lelucon


"Lelucon mu tidak lucu,, mana ada mobil yang punya surat surat di sini, semua yang ada di sini adalah barang selundupan, kalau tidak ya pasti hasil rampasan dari kapal feri yang melintas" ucap Gea sedikit tersenyum


"Aku hanya bertanya, Siapa tau di sini ada petugas lalu lintasnya kan" ucap Adlan asal


Mereka pun menyusuri jalanan kota Dark Land dengan arahan Gea, Dan di tengah perjalanan mereka, tiba tiba mobil yang di Kendari Adlan mogok karena kehabisan bahan bakar


"Astaga, kenapa mobilnya malah berhenti" ucap Adlan dengan mencoba menghidupkan mesinnya mobilnya lagi, karena memang adlan tidak melihat adaalat ukur bahan bakar di mobil itu,


"Kurasa bahan bakarnya habis" ucap Gea langsung memperhatikan ke sekitar nya, berharap ada tempat untuk mengisi bahan bakar, karena perjalanan mereka masih lumayan jauh,, tapi sayang nyabGea tidak melihatnya, karena mereka sekarang berada di daerah yang terdapat banyak Bar, atau tempat hiburan malam


"Mending kita istirahat dulu di sini, untuk mengisi tenaga dulu,, bagaimana?" tanya Gea yang merasa sedikit lapar setelah hampir semalaman di perjalanan


"Baiklah, itu bukan ide yang buruk" ucap Adlan, mereka pun segera turun dari mobil masing-masing dan mencari sesuatu yang mungkin bisa mereka makan di sana

__ADS_1


__ADS_2