
Adlan yang berada di luar cofee shop cukup kaget saat dia mendengar suara tembakan dari dalam,, apalagi sekarang dia tidak melihat Gea karena terhalang meja barista,, dia sangat ingin segera masuk dan melihat keadaan Gea yang mungkin saja dia terluka,
Tapi kalau dia masuk berarti dia harus berhadapan dengan orang orang yang memegang senjata api yang menurutnya mereka itu komplotan perampok
Hatinya bergejolak hebat,, di sisi lain dia merasa ingin berbuat sesuatu untuk Gea sekarang, tapi di sisi lain Adlan mempunyai komitmen untuk tidak berkelahi lagi setelah ibunya meninggal
'Siaal,, apa yang harus ku lakukan, apa aku hanya akan diam saja di sini?, tidak berguna,,, maaf bu, untuk kali ini saja, izinkan aku berkelahi,,' gumam batinya
Tapi saat dia berniat untuk segera masuk kedalam, Adlan melihat kalau Gea muncul lagi dari balik mejanya, dan Adlan sedikit bisa bermanfas lega melihat Gea baik baik saja,
Terlihat Gea langsung menghampiri pria pria itu dengan cukup tenang
Dan Gea akhirnya dia bawa keluar dari cofee shop oleh tiga pria berpakaian hitam hitam itu, dia berjalan melewati Adlan dan Anju tanpa menoleh, Gea hanya fokus memperhatikan beberapa pria yang sudah menunggunya di luar
Gea diam diam membidik salah satu dari mereka dengan alatnya,, dan 'Cep'
"Argh, apa ini?" ucap salah satu pria yang masih duduk di motornya, awalnya dia tidak merasakan apa apa, tapi beberapa saat kemudian,, racun dari jarum Gea mulai beraksi, tiba tiba saja pria itu merasa tubuhnya lemas dan pembuluh darah di tubuhnya mulai pecah pecah, diapun langsung terjatuh dari motornya dan lalu kejang di tanah
Sontak rekan rekan yang lainya sedikit kaget dan langsung menghampiri temanya itu
Pria pria yang di belakang Gea juga langsung bereaksi "Ada apa, kenapa dia?" tanya pria yang membawa senjata api
Gea mencoba membidik lagi pria yang lainya, karena jarum beracunnya sudah terpakai,, jadi kini di dalam pelontar jarum yang berbentuk bolpen itu hanya tinggal tersisa 3 jarum saja, yaitu 2 jarum bius, dan satu penawar, jadi dia berniat membius yang dua lagi
Dan 'cep 'cep' dua jarum bius Gea langsung menancap tepat ke leher dua pria yang masih melihat keadaan rekannya yang terkena racun itu, mereka hanya lirih lalu kemudian mereka tidak sadar kan diri bersamaan dan menimpa Rekan mereka yang sudah duluan
Gea memiliki akurasi yang baik dengan jarumnya karena dia berlatih menggunakan alat itu selama bertahun-tahun
Kini, hanya tinggal sisa satu pria di depan Gea, dan tiga di belakang
"Brengsek, seperti nya ada yang menyabotase kita, Siaga," ucap salah seorang pria yang masih memegang senjata api
__ADS_1
2 orang yang di belakang Gea langsung maju dengan siaga dan memperhatikan sekitar mereka, dan satu orang di belakang Gea langsung berbalik ke belakang ke arah Adlan,, mereka menyangka kalau ada penyerang lain di sekitar mereka, karena gerakan Gea hampir tidak di sadari oleh mereka
Dan saat itu Gea langsung mengambil kesempatan untuk memutar tendanganya ke arah kaki bawah pria yang membawa senjata api yang posisi nya ada di belakang Gea
'Seeeet' 'Guprak' Argh
Pria itu langsung jatuh dan tersentak ke lantai paving, dan senjata nya juga terlepas dari tangannya
Gea juga langsung menendang Dua kaki pria lainya yang baru berbalik, dan menjatuhkan mereka juga dengan kaki pendek nya
Serangan Gea berlanjut pada pria yang masih berjongkok dan langsung menendang kepalanya, hingga terjungkal
Keempat pria itu dengan cepat di jatuhkan oleh Gea, dan setelah itu Gea langsung mengambil kesempatan untuk melarikan diri
Adlan yang melihat keahlian Gea itu cukup tercengang, dia tidak habis pikir dengan badanya yang kecil ternyata Gea bisa menjatuhkan pria pria yang lebih tinggi darinya
Pria pria yang di jatuhkan oleh Gea segera bangkit kembali "Hey, jangan lari,, cepat kejar dia jangan sampai dia lolos lagi" ucap salah satu dari mereka
Adlan masih tercengang seakan tidak mempercayai apa yang dilihatnya, pertama, Gea benar-benar bisa membuat orang pingsan tanpa menyentuhnya, dan kedua dia juga punya keahlian bealdiri yang lumayan
Sebagai laki laki martabat Adlan merasa tersaingi
"Tuan, apa kita tidak akan berbuat sesuatu??" tanya Anju memecah lamunan Adlan
"Baiklah, mari kita lakukan, tapi jangan biarkan kelompok mereka melihat wajah kita,, akan sedikit merepotkan jika kita di jadikan target buruan oleh kelompok mereka" ucap Adlan
"Baik, aku mengerti tuan, apa Perlu kita panggil bantuan dari markas ayah??" tanya Anju
"Tidak perlu, aku bisa mengurus yang seperti ini sendiri" ucap Adlan
Adlan langsung beranjak untuk mengejar ke arah perginya Gea yang melarikan diri
__ADS_1
Dia membalikan jaket hitam nya menjadi warna abu, dan mengenakan masker agar tidak mudah di kenali
...°°°°...
Sementara itu, Gea terus berlari memasuki jalanan gang gelap , dengan harapan mereka akan kesulitan mengejar nya
Di persimpangan jalan Gea rehat sejenak untuk mengisi ulang bolpen jarumnya, dia sekarang memasukan 4 amunisi jarum beracun berwarna merah,, meski di suasana temaram Gea cukup mahir melakukan nya dengan cepat,
Saat Gea selesai mengisi ulang, Gea berniat melanjutkan pelarian nya lagi,, namun tiba-tiba dari arah depan muncul salah satu pria bermotor yang mengejarnya
"Hey dia di sini" triak pria yang melihat Gea
Gea langsung berbalik Arah, namun ternyata di belakangnya juga sudah ada pria lainnya, dia berniat ke arah lainya juga sudah ada yang lainya juga, Gea sudah terkepung dan dia merasa sudah tidak punya pilihan selain menghadapi mereka
Dia langsung membidik salah satu pria, tapi dia sedikit kesulitan menemukan sasaran yang tepat di suasna gang yang remang
Dan Sebelum Gea bertindak, salah satu pria dengan cepat menangkap Gea dari belakang,, dan keadaan itu Gea gunakan untuk balik menyerang, dia langsung menancap kan bolpenya ke leher pria yang memeganginya
'Cep' "Argghhhh" rintih pria itu kesakitan, karena tidak hanya jarum beracun saja yang yang menacap, ujung bolpen yang runcing juga melukai leher pria itu
Gea langsung menendang pria itu hingga dia terjatuh dan langsung mengejang, karena racun yang di gunakan Gea cukup kuat untuk melumpuhkan lawan dengan cepat
Saat Gea berbalik salah satu pria langsung menendang nya cukup keras 'Baakk' "Awww" Gea berteriak lirih dan dia juga langsung terpental ke dinding dan berakhir lantai jalan
Dan apesnya bolpen Gea juga lepas dari tangan nya,
Pria yang menendang Gea langsung menangkap dan mengunci tangan Gea di tanah
"Ternyata Kau lincah juga seperti merpati Gadis, kau membuatku penasaran ingin menikmati kelincahan mu ini," ucap pria itu
"Tidak ada waktu untuk main main, cepat ikat dia dan bawa dia pergi, tuan Wolf menginginkan gadis ini segera" ucap salah satu rekannya
__ADS_1