Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Lengah


__ADS_3

Gea terus memandu pergerakan Adlan dan lainnya di Area kompleks Puri BlackPython yang cukup luas itu, dengan sembunyi-sembunyi, tempat yang mereka tuju adalah ruang tahanan bawah tanah,


Karena mereka menebak kalau Anggelina dan Anggi di tahan di sana oleh Tiger, dan filing Gea juga mengatakan seperti itu


Mereka bergerak mengelilingi luar bangunan utama puri hingga akhirnya mereka sampai di sebuah lorong yang sedikit gelap, dan tepat di ujung lorong itu adalah tangga untuk turun ke ruangan bawah tanah


Saat Gea mengintip ke arah lorong, Gea melihat ada beberapa penjaga yang berjaga di sana


"Sial, di sini juga ada penjagaan, bagaimana kita melewati nya?" tanya Gea yang langsung menarik wajahnya kembali dan merapatkan punggungnya ke dinding


"Kira kira ada berapa banyak penjaga yang ada di sana?" tanya Adlan yang di belakang Gea


"Mungkin sekitar sepuluh orang lebih" ucap Gea


"Apa tidak ada jalan lain lagi untuk sampai ke ruang bawah tanah?" tanya Adlan


"Tidak ada, lorong ini jalan satu satunya yang menuju ke ruang bawah tanah" ucap Gea


"Kalau begitu, kita hadapi saja mereka, kita tidak mungkin menunggu hingga mereka lengah kan,,di sini sedikit gelap, jadi meskipun ada kamera pemantau,, pergerakan kita pasti akan sedikit samar" ucap Adlan


"Baiklah Kalau begitu, aku setuju" ucap Gea


Adlan langsung beranjak lebih dulu untuk memasuki lorong yang sedikit gelap itu, dan dengan langkah yang tenang mereka berjlan mendekat ke arah para anak buah Tiger yang berjaga di area pintu masuk ruang bawah tanah


Para pengikut BlackPython yang sebelumnya mengobrol langsung mengalihkan perhatikan mereka ke arah Adlan dan yang lainnya, yang kini berjalan ke arah mereka,


Para penjaga itu tidak langsung menodongkan senapan Laras panjang yang tergantung di dada mereka, karena mengira Adlan dan yang lainya masih rekan mereka


"Hey bung, kalian ada keperluan apa kemari?, apa kalian dapat tugas di sini?" tanya salah satu dari mereka


Adlan tidak menjawab pertanyaan pria itu, hingga dia benar-benar berhadapan wajah dengan salah satu dari mereka

__ADS_1


"Hey bung, apa kau tidak punya mulut?, kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku?" tanya si pria sedikit kesal karena tidak mendapatkan jawaban dari Adlan,


"Aku kemari ingin menghajar kalian, apa boleh??" tanya Adlan dengan menatap tajam mata Pria yang di hadapan nya


Pria itupun langsung sadar kalau mereka bukanlah rekan mereka di Puri itu, "Sial, mereka penyusup" ucap si pria yang langsung menggemakan senjata nya berniat untuk mengarahkannya pada Adlan


Namun sebelum senjata si penjaga itu terarah, Adlan sudah lebih dulu memegang moncong senjata Laras panjang itu Kuat kuat, Karena jarak mereka memang sangat dekat,


Adlan langsung menendang perut si pria di hadapannya hingga dia terpental kebelakang, dan melewati beberapa rekannya yang lain, 'Buk' 'Brak' "Arghhh" lirih sang pria yang berakhir menyedihkan di lantai


Sementara senjata si Penjaga itu masih tertinggal di tangan Adlan, karena tendangan yang cukup kuat dari Adlan mampu memutus tali yang sebelumnya mengait di bahu pria itu


Sontak rekan rekan penjaga yang ada di Sana langsung mengangkat senjata mereka, dan mencoba membidik Adlan dan timnya


Tapi Adlan dan yang lainya tentu tidak diam saja,, mereka langsung bergerak cepat ke arah musuh, dan masuk ke tengah-tengah mereka untuk bertarung jarak dekat dengan mereka,


Adlan langsung menghantam kan senjata Laras panjang yang dia rebut itu ke beberapa wajah lawanya sekaligus, yang langsung merontokkan beberapa gigi milik mereka,, 'Baaakkk'


Pihak musuh juga merasa kesulitan untuk menembak tim Adlan, karena mereka juga tidak punya ruang yang cukup untuk menembak, dan juga pergerakan dari Adlan, Gea dan lainya cukup cepat di antara rekan rekan mereka, hingga yang lainya ragu-ragu untuk menembak


Adlan dan tim Redbear nya menghadapi para penjaga yang jumlahnya tiga kali lipat dari jumlah mereka, tanpa ada rasa gentar atau takut kalah jumlah, karena bisa di bilang kalau jumlah mereka masih terbilang sedikit bagi para anggota Redbear, karena orang orang dari Redbear sanggup untuk mengalahkan orang orang seperti mereka meski jumlahnya satu banding lima


Sementara paman Beni hanya mengintip dari kejauhan, karena dia hanyalah seorang mantan koki di kapal pelayaran,, dan bukanlah seorang yang bisa bertarung secara pisik, jadi dia lebih memilih menyaksikan pertarungan itu saja, dan tidak berani untuk mendekat


Gea yang berada paling belakang juga cukup bersemangat untuk menghajar para penjaga di depannya tanpa pandang bulu, meski Gea berbadan kecil, tapi pergerakan nya yang lincah itu sangat menyulitkan lawanya untuk menyerangnya, dan malah mereka yang dapat serangan beruntun dari Gea


Sampai ketika Gea lengah, sebuah tangan dari arah belakang Gea tiba-tiba membekap mulutnya dan langsung menarik Gea untuk mundur dari tengah pertarungan


Tentu saja Gea langsung mencoba berontak untuk melepaskan diri dari bekapan Tangan itu, tapi sayangnya dia kesulitan untuk melawan karena tenaga dari tangan itu cukup kuat mengunci tanga satunya, dan bahkan gea mencium bau aroma dari sehelai kain yang tangan itu gunakan untuk membekapnya,,


Dan Gea pun mulai merasa kalau tubuhnya mulai melemas, dan pandangan matanya pun mulai kabur,

__ADS_1


Gea tau kalau itu adalah efek dari obat pembius, jadi Gea merasa tidak punya harapan untuk melepaskan dirinya sendiri, dan Gea menggunakan sisa tenaganya untuk mencoba memanggil Adlan yang sedang fokus menghajar lawan lawannya "Mmmmmmmm" triak Gea seraya mengangkat tangannya ke arah Adlan


Namun itu sia sia saja, karena teriakannya itu sama sekali tidak terdengar keluar,, karena bekapan tangan yang ada di mulutnya itu ikut meredam suaranya,


Gea yang perlahan melemah itu pun terus di tarik mundur dari tempat perkelahian oleh si pria misterius


Sementara rekan rekan Gea belum menyadari kalau Gea sudah tidak ada bersama mereka lagi, karena mereka hanya fokus pada lawan mereka, dan tidak terlalu memperhatikan ke rekan satu tim,


Hingga setelah semua musuh sudah berhasil di lumpuhkan, Adlan dan timnya dengan bangga membersihkan tangannya mereka, karena merasa mereka susah menang


"Hhmhh,, ternyata sangat mudah untuk membereskan mereka, itu tidak seperti dugaan ku" ucap Adlan


"Mereka jelas bukan tandinganmu tuan Adlan," ucap Bumi sedikit memuji, karena dia bisa menilai kalau Adlan Memiliki bakat bertarung yang cukup hebat, tapi dia tidak merasa heran karena Adlan adalah putra dari pemimpin tertinggi dari Redbear


Setelah itu Adlan menatap ke arah rekannya satu persatu, Adlan langsung mengerutkan dahinya saat dia tidak mendapati wajah Gea di antara mereka


"Sebentar, Gea kemana,?, apa dia terluka?" tanya Adlan pada rekan rekannya, matanya terus berputar untuk mencari keberadaan gea di antara lawan lawan yang sudah tergeletak di lantai


Bumi dan yang lainya juga segera mencari keberadaan Gea di sekitar mereka, dan sesekali membalik tubuh musuh yang tergeletak di bawah


Adlan mulai merasa cemas karena di tidak menemukan Gea di sana, Adlan terus memutar tubuhnya dan memperhatikan ke setiap sudut area yang bisa dia lihat di sekitarnya


"Ge, kau kemana, apa kau pergi sendirian ke ruang bawah tanah,, kenapa kau tidak bilang?" tanya Adlan yang merasa khawatir, karena dia takut akan terjadi hal yang buruk lagi kepada Gea


Paman Beni langsung keluar dari persembunyiannya dengan tergesa-gesa, dan langsung berlari ke arah Adlan yang lumayan jauh darinya


Paman Beni langsung memegangi lututnya di depan Adlan dengan nafas yang terengah-engah, "Tuan, tuan Adlan, Nona Gea tadi di bawa pergi oleh seseorang ke arah sana tuan,," ucap Paman Beni menunjuk ke sisi lain lorong


"Apa???, jadi Gea di bawa pergi oleh seseorang??,,, Sial, kenapa aku bisa sampai lengah untuk melindunginya," ucap Adlan langsung saja berlari ke arah yang di tunjuk oleh paman Beni


Bumi dan yang lainnya juga segera bergegas mengikuti Adlan untuk mengejar orang yang membawa Gea, di ikuti oleh paman Beni yang berlari sangat lambat dan tertinggal jauh di belakang

__ADS_1


__ADS_2