
Mereka bertiga segera pergi meninggalkan jalanan itu, dan Gea tidak kembali ke tempat kerjanya lagi, karena dia takut kalau kelompok mereka akan datang lagi untuk mencarinya kesana
Di pikiran Gea sekarang adalah bagaimana caranya agar dia bisa mendapatkan perlindungan dari master Sent, dan salah satu jalan yang dia pikirkan adalah dengan cara bergabung dengan organisasi nya,
Gea mengetahui nama master Sent dari cerita Ibunya yang mengatakan kalau dia adalah orang yang tak terkalahkan pada masanya, dan namanya cukup di kenal sampai ke negara asal Gea yang mayoritas sektor bisnis mereka bergerak di bisnis dunia bawah
.
Gea pun pulang dengan di antar oleh Adlan dan Anju,
Sepanjang perjalanan, Gea terus bersikap manis pada anju karena dia merasa Anju lah yang akan jadi jembatan penghubung untuknya agar dia bisa bergabung dengan organisasi Redbear,
Di dunia bawah organisasi itu memang di kenal memiliki sejarah sebagai organisasi yang selalu di pimpin oleh orang orang kuat dan hebat, dan organisasi Redbear juga mempunyai jaringan yang sangat luas dengan ribuan pengikut yang tersebar di setiap penjuru negeri,
"Anju, aku dengar Ayahmu petarung yang sangat hebat ya?" tanya Gea
"Ya bisa di bilang begitu, aku juga banyak belajar darinya" ucap Anju
"Waaah, berarti kau jago bertarung juga dong?, Apa kau bisa melatih tehnik Bela diri mu padaku?," tanya Gea
"Bisa saja, tapi aku tidak yakin kalau latihanku bisa di terapkan pada seorang wanita," ucap Anju
"Tidak apa, kita coba saja, dan bisa atau tidaknya kita lihat nanti" ucap Gea
"Baiklah,, kamu cari waktu senggang saja untuk ke tempat latihan ku" ucap Anju
"Ge, sebenarnya siapa orang-orang yang ingin menangkap mu itu?" tanya Adlan
"Mereka hanya sekumpulan preman yang tidak berguna," ucap Gea
"Oh,, Tapi mereka pasti punya alasan kenapa mereka ingin menangkap mu kan?" ucap Adlan
"Ceritanya sangat panjang, tapi lebih baik kalau kau tidak tau apa apa tentang masalah ku" ucap Gea
"Ya ya Baiklah, aku tidak akan memaksa" ucap Adlan
Jika saja dunianya normal dan tidak serumit sekarang, Gea sangat ingin menyambut Adlan yang selalu berusaha peduli padanya, tapi logikanya mengatakan mungkin Adlan akan celaka jika dia dekat dengannya,
Karean Gea masih menganggap kalau Adlan itu hanya sosok pria biasa yang tidak punya kemampuan beladiri, dan Kesimpulan nya adalah dia tidak ingin Adlan terluka karena dunia nya,
Sementara Adlan jadi sedikit ilfil melihat Gea yang seperti terus mencari perhatian pada Anju, tapi tidak di pungkiri dia juga sedikit cemburu melihat nya
.
Akhirnya mereka segera tiba di tempat tinggal Gea, rumah sederhana yang tidak jauh dari tempat Gea kerja
"Apa ini Rumahmu?", tanya Anju
"Iya, inilah tempat tinggal ku" ucap Gea tersenyum manis
"Kalau begitu masuklah, jika orang-orang itu datang lagi, kau bisa menghubungi kami" ucap Anju
__ADS_1
"Baik, terimakasih sebelumnya," ucap Gea
"Kalau begitu kami langsung pergi" ucap Anju
"Ayolah, aku mohon kalian jangan pulang dulu, masuklah dulu ke rumahku untuk sekedar minum teh," ucap Gea
"Apa tidak papa?" tanya Anju ragu
"Ya tidak lah, sekarang kalian temanku kan, ayo masuk" ucap Gea langsung menarik tangan Anju untuk masuk ke dalam rumahnya
Adlan langsung menghela nafasnya karean melihat kedekatan mereka, Dia merasa kalau dia hanya di jadikan kambing conge saja oleh mereka berdua
"Im fine, kalau kau lebih suka Anju daripada aku, terserah lah," ucap Adlan malas,, dia langsung beranjak untuk duduk di kursi yang ada di depan rumah Gea, dan membiarkan Anju sendirian masuk ke dalam rumah Gea
…
Sementara di dalam rumah, Anju langsung celingak-celinguk karena dia tidak melihat tuanya ikut masuk juga
"Kamu cari apa?, ayo duduk" ucap Gea
"Kenapa tuan tidak masuk" ucap Anju
"Tuan tuan, kau itu terkesan terlalu meninggikanya, memangnya siapa dia?, kau lebih layak di segani daripada dia,, sudahlah, biarkan saja dia," ucap Gea
"Tidak bisa begitu Ge" ucap Anju berniat kembali keluar
Tapi Gea sedikit menahanya, "Ayolah" ucap Gea
Gea langsung menoleh ke asal Suara "Oh, dia temanku bu, dia ingin ku kenalkan padamu" ucap Gea
" Kamu Jangan sembarangan bawa orang kerumah ini, apa kau tidak pernah belajar dari pengalaman, jangan gampang percaya pada seseorang,, anak muda, pergilah dari sini" ucap Wanita paruh baya itu
"Bu,, dia bukan orang sembarangan,, Anju, tunggu sebentar ya" ucap Gea, dia langsung beranjak menghampiri ibunya
Dan Gea langsung membisikkan sesuatu ke telinga ibunya "Dia adalah putra dari pemimpin Redbear bu" bisik Gea
"Sungguh??,, apa kau tidak main-main dengan ucapan mu?" tanya Sang ibu sedikit terperanjat kaget
"Aku dengar dari seorang teman ku kalau dia adalah putra dari pemimpin Redbear, dan bukan dia yang mengakuinya sendiri, jadi aku sangat percaya" bisik Gea lagi
"Kalau begitu sambut dia dengan baik" ucap Angelina sedikit gelagapan
"Tentu saja bu" ucap Gea
Anggelina langsung beranjak menghampiri Anju dengan gemetaran "Tuan, saya mohon maaf kalau perkataanku barusan kurang sopan,, Ah, silahkan duduk, silahkan duduk" ucap Angelina
"Gea cepat kamu ambilkan minum untuk tuan muda, o yah Anda ingin minum apa??" Tany Angelina
"Apa saja bu" ucap Anju
"Baiklah, Gea, cepat ambil" ucap Angelina
__ADS_1
"Oh, Iya bu" ucap Gea langsung beranjak untuk meminum minuman
Sementara Anju yang tidak tau kenapa sikap Ibunda Gea itu berubah drastis, hanya bisa tersenyum kaku saja,, padahal sebelumnya dia melihat kalau wajah Angelina itu sangat menakutkan di awal, tapi dia tiba-tiba saja seolah-olah sangat menghormati nya, 'Gea mengatakan apa pada ibunya ini, aneh sekali' batinnya
"Tuan, silahkan duduk, saya jadi merasa tidak enak kalau tuan terus berdiri seperti ini" ucap Angelina membuyarkan lamunan Anju
"I Iya, baik bu" ucap Anju Langsung bergegas untuk duduk di kursi
...°°°°...
Sementara Adlan yang memilih duduk sendirian di luar terus saja menggerutu karena sedikit kesal, "Sialan Anju, kenapa dia bisa bisa-bisanya dia meninkungku seperti ini,, kalau saja kau bukan anak paman Agam, aku sudah ingin menghajarmu," ucap Adlan
Saat dia menikmati kesendirian nya, tiba tiba dia melihat seorang wanita muda yang berjalan mengendap ngendap dari samping rumah,, dan dia memeluk sebuah bonekayang sudah lecek, sekilas gadis itu hampir mirip Gea jika di lihat dari samping wajah nya,
Adlan yang penasaran langsung beranjak untuk menghampiri nya
"Heyyy" ucap Adlan langsung mengagetkannya dengan menepuk pundak nya
"Astaga mati aku mati aku, aku bersumpah bu, aku tidak akan membeli permen lagi" ucap gadis yang membawa boneka di tangannya itu,, dia sangat kaget dan sontak berbalik pada Adlan,,
Meski dia tidak melihat ibunya di sana, tapi dia menatap Adlan dengan ekspresi takut, dia juga sesekali membenarkan kacamata nya
Adlan langsung mendekat kan wajah nya pada gadis itu untuk melihatnya lebih jeli dia Gea atau bukan,
Dan Adlan melihat perbedaan yang cukup signifikan saat dia benar-benar memperhatikan nya, dia terlihat lebih muda dari pada Gea, tingkahnya juga sedikit kekanak-kanakan, dan kacamata nya juga tidak bulat seperti milik Gea,, rambutnya juga di kepang
"Kamu siapa?" tanya Adlan
"Aku, aku Anggi kak, kakak siapa?" tanya gadis itu
"Apa kau adik dari Gea?" tanya Adlan lagi,
"Iya Iya, aku adik kak Gea" ucap Anggi sambil manggut-manggut
"Pantas saja mirip," ucap Adlan yanh terus memperhatikan nya,,
Adlan sedikit heran dengan penampilan Anggi,, dia menebak kalau usia Anggi itu berkisar antara 15 sampai 17 tahunan, tapi penampilan dan sikap nya masih seperti anak kecil,
"Kamu mau kemana?" tanya Adlan
"Aku aku tidak akan kemana-mana kok, aku berani bersumpah, jangan bilang ibu ya" ucap Anggi
Adlan langsung terkekeh mendengar jawaban gadis itu, "Kamu pasti mau beli permen kan?" tanya Adlan
"Kok kakak bisa tau?" ucap Anggi
"Kan kamu yang bilang tadi" ucap Adlan merasa sedikit terhibur dengan adanya Anggi
"Ohh, aku bilang ya,, tapi jangan bilang ibu ya, nanti aku kasih kakak permen" ucap gadis itu
"Iya iya,, aku juga tidak kenal denga ibumu,, Baiklah, kakak akan mengantarmu untuk mmbeli permen, ini sudah malam, kamu tidak boleh keluar sendirian" ucap Adlan yang mulai mengerti kalau Anggi sedikit mengalami keterbelakangan mental
__ADS_1