Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Kakak Perempuan


__ADS_3

Adlan Dan Anggi langsung duduk di tempat mereka sebelumnya,, dan Adlan terus memperhatikan gerakan gerakan Gea yang terus menyerang alat target sasaran latihan yang ada di tangan Anju


Saat Adlan sedang menikmati minuman dinginya, dan memperhatikan setiap gerakan Gea yang berlaga di atas Ring, tanpa dia sadari seorang gadis cantik berperawakan jangkung masuk ke ruangan itu,


Sang gadis yang berpenampilan dewasa dan cukup elegan itu langsung berjalan ke arah tempat Adlan duduk


"Adlan" gadis itu langsung menyapa adlan


Sontak Adlan juga langsung menoleh ke arahnya "Kak Nay," Adlan langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri gadis yang sangat di kenalnya itu dengan ekspresi senang, dan mereka pun langsung berpelukan hangat melepas rindu mereka, karena sudah lama mereka tidak bertemu


"Adlan, kakak rindu sekali padamu" ucap Nayra


Adlan melepaskan pelukannya lagi


"Aku juga begitu, kenapa kakak tau aku ada di sini?" tanya Adlan


"Kakak dengar kabar katanya kamu ada di sini, jadi kakak kesini" ucap Nayra


Gea yang masih di atas Ring tentu saja melihat Adlan yang berpelukan dengan seorang gadis cantik yang baru saja datang, dan itu membuat nya sedikit tidak fokus dengan Latihan nya, dia bahkan sampai menendang keras tangan Anju yang memegangi sasaran latihannya 'Baaaak'


"Sshh Aw Aw, kau seperti nya bernafsu sekali untuk menyerangku" ucap Anju sedikit meringis, karena yang di tendang Gea bukan sasaran latihannya, tapi tangan Anju


"Oh, maaf maaf, aku sedikit tidak fokus, mungkin aku sudah sedikit lelah, apa boleh kita istirahat sekarang?" ucap Gea yang tiba tiba mood latihanya menurun karena melihat Adlan berdekatan dengan wanita lain


"Oh, Baiklah, kita istirahat dulu" ucap Anju


Gea langsung mengambil air minum di sudut lapangan dan meminum nya, dengan mata terus mengawasi Adlan yang kini sudah kembali duduk di kursi nya dengan wanita yang baru saja datang, mereka bergabung di meja Anggi


Gea kemudian turun dari ring latihannya dan segera bergegas menghampiri meja mereka, dia langsung duduk di sana dengan wajahnya yang sedikit di tekuk,


"Sepertinya ada yang lagi senang" ucap Gea yang melihat Adlan dan Nayra cukup Akrab


"Eh, Ge, kamu sudah selesai latihan?" tanya Adlan yang baru sadar kalau Gea kini sudah duduk di sebrang kursinya, dia tidak melihat saat Gea turun karena terlalu fokus mengobrol dengan kakaknya


"Aku salut padamu, seberapa banyak wanita cantik yang jadi simpanan mu, padahal menurutku kau biasa biasa saja" ucap Gea dengan nada datar


Adlan sedikit tidak mengerti kenapa Gea berbicara seperti itu, 'Apa Gea cemburu?,, rasanya tidak mungkin' batin Adlan


"Oh, ini adalah yang pertama, dan tidak ada yang kedua" ucap Adlan sengaja menggoda Gea


"Pertama pertama, pasti kau mengatakan itu pada setiap wanita kan?, terus siapa gadia yang di kampus Tempo hari, apa dia yang pertama juga?" tanya Gea sedikit menaikan nada bicaranya

__ADS_1


Adlan langsung terkekeh mendengar perkataan Gea "Tidak juga" ucap Adlan


Sementara Nayra terus memperhatikan Wajah Gea yang nampak seperti wajah ibu sambungnya, dia masih mengingat jelas wajah ibu sambungnya waktu dia masih muda, karena dia lahir jauh sebelum adalan di lahirkan oleh ibu sambungnya itu


Tapi Nayra tidak terburu-buru mengambil kesimpulan apapun "Anda siapa?" tanya Nayra


"Aku, aku bukan siapa-siapanya Adlan" ucap Gea


"Maksud saya nama Anda siapa?, dan kenapa Anda ada di sini?" tanya Nayra


"Aku Gea, aku hanya ikut latihan saja di sini, kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan tertarik dengan pria yang suka menyimpan banyak wanita di hatinya" ucap Gea


Adlan lagi lagi terkekeh mendengarnya


"Oh, kurasa kamu salah paham, aku Nayra, kakaknya Adlan" ucap Nayra memperkenalkan diri


"Benarkah, Adlan punya kakak??, Maaf kalau begitu, aku aku asal bicara saja barusan, aku sebenarnya teman kampus adlan kak" ucap Gea malu sendiri


"Oh,, teman,, Memangnya Adlan sudah punya berapa pacar di kampus nya?" tanya Nayra sedikit menelisik


"Aku tidak tau pasti,, tapi Tempo hari pernah ada pacarnya yang datang ke kampus" ucap Gea


"Siapa dia Adlan?, kok kakak tidak tau kalau kamu sudah punya pacar" ucap Nayra mengalihkan pertanyaan pada Adlan


"Yakin Shelin?" tanya Nayra


"Tanyakan saja ciri-ciri nya pada Gea" ucap Adlan


"Baiklah, seperti apa ciri ciri gadis itu?" tanya Nayra pada Gea


"Ya dia cantik, dia cukup tinggi dengan gaya rambut bob pendek" ucap Gea


"Oh, itu memang ciri-ciri adiknya Adlan, namanya Shelin, kurasa kau memang orang yang mudah mengambil kesimpulan" ucap Nayra


"Oh, salah lagi ya, tapi masa iya adik kakak seromantis itu" ucap Gea


"Masa sih romantis?,, setau Kakak kamu tidak pernah akur jika bertemu Shelin" ucap Nayra pada Adlan


"Dia sengaja mengusiliku karena dia menganggap Gea teman dekat ku, dan dia sukses membuatku malu saat di kampus" ucap Adlan


"Oh, itu masuk akal juga, tapi sepertinya ada yang pencemburu di sini" ucap Nayra

__ADS_1


Pipi Gea pun langsung merah padam mendengar sindiran dari Nayra, karena dia tau itu di tujukan untuknya "Siapa?, Apa maksud kakak itu aku?, perasaan aku biasa biasa saja" ucap Gea ngeles


"Aku tidak bilang itu kamu" ucap Nayra dengan tersenyum


"Tapi kenapa pipi kakak memerah gitu?,, kakak malu ya" ledek Anggi


"Diamlah, kamu tidak tau apa apa, kamu masih kecil" ucap Gea sedikit menoyor kepala Anggi yang duduk di sampingnya


Adlan hanya bisa tersenyum senyum sendiri, dan merasa kalau ucapan kakak cantik nya itu ada benarnya juga, kalau Gea sebenarnya memang cemburu


"Ge, apa kau tidak akan berlatih lagi?" tanya Adlan memecah kecanggungan Gea


"Sepertinya untuk hari ini sudah dulu, aku sudah agak capek" ucap Gea


"Baiklah, kakau begitu tunggu sebentar di sini" ucap Adlan


Dia beranjak dari kursinya dan menghampiri Anju yang sedang mempersiapkan ramuan turun temurun dari orang tuanya khusus untuk memulihkan vitalitas dan mempercepat peningkatan kekuatan tubuh untuk Gea dan yang lainnya


"Anju, apa kau buat ramuan untuk Gea?" tanya Adlan


"Tentu tuan, ini hal yang wajib untuk orang yang berlatih di sini kan" ucap Anju


"Baguslah kalau kau berpikir begitu, buatkan untuk Anggi juga" ucap Adlan


"Anggi kan tidak ikut latihan, apa tidak papa? " tanya Anju


"Dia latihan juga di belakang tadi, di ternyata cukup mudah di ajari beladiri" ucap Adlan


"Benarkah??, kedengarannya sedikit sulit di percaya" ucap Anju


"Aku juga berpikir begitu, tapi itulah kenyataannya, dia mungkin bisa seperti Gea nantinya, kemampuannya juga lumayan kan?" tanya Adlan


"Ya,, Gea punya potensi yang cukup bagus" ucap Anju


"Dia memang bukan wanita biasa" ucap Adlan


Setelah Anju selesai meracik minuman penambah energi itu, diapun segera membawnya ke meja tempat Gea dan Anggi duduk


"Ah iya, Aku lupa ada nona Nayra, aku tidakembawa minuman untuk mu" ucap Anju


"Tidak papa, aku bisa ambil sendiri jika aku mau" ucap Nayra

__ADS_1


"Baiklah, Ge, minumlah ini, ini untuk memulihkan tenaga mu, dan ini untuk Anggi juga" ucap Anju menaruh gelas gelas berisi ramuan di meja


Anggi langsung mengangkat gelasnya dan memperhatikan Ramuan pekat yang ada di dalamnya "Minuman apa ini??,, umh, baunya tidak enak sekali" ucap Anggi yang mencium baunya sangat tidak enak


__ADS_2