Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Bukan Wanita Baik


__ADS_3

Setelah pria gagah itu mengakui kekalahannya pada Gea, diapun segera melepaskan kuncian mematikannya dari tangan lawannya itu, dan Gea segera berdiri sambil menyeka darah yang keluar dari hidungnya


Dan sekali lagi tepukan yang bergemuruh dari sisi luar Arena pun langsung menyambut kemenangan Gea


Sementara lawannya langsung saja di boyong keluar oleh 2 orang rekannya dari tengah Arena


Adla langsung naik ke arena dan menghampiri Gea, karena dia sangat menghawatirkan keadaannya


"Ge, apa kau tidak papa?," tanya Adlan sedikit panik, dia tidak tega melihat Gea yang sampai berdarah darah


"Aku tidak papa, ini hanya mimisan saja, kau tidak perlu khawatir,, aku masih bisa melanjutkan pertandingan berikutnya" ucap Gea


"Aku tidak mengijinkan mu untuk bertanding lagi, ini sudah cukup" ucap Adlan


"Tidak, ini sudah tanggung, aku hanya tinggal menyelesaikan semua pertandingan ku, dan aku bisa meraih kemenangan mutlak kalau aku menang nanti" ucap Gea


Tiba tiba Adlan langsung memeluk Gea, dia selalu teringat kepada ibunya jika melihat Gea,, jadi mana mungkin dia akan tega melihatnya berdarah darah seperti itu


"Ge, menurut lah, kau jangan melanjutkan pertandingan mu lagi, aku mohon" ucap Adlan


Gea yang tiba-tiba saja di peluk Adlan sedikit sedikit tidak menyangka kalau Adlan akan melakukan itu, terlebih mereka masih berada di tengah Arena dan di saksikan oleh banyak orang, tentu saja dia sedikit risih


"Adlan, jangan seperti ini, di sini banyak orang" ucap Gea


"Aku tidak akan melepaskan mu kalau kau tidak menurut padaku" ucap Adlan


Hati Gea pun merasa hangat dengan sikap Adlan yang begitu mengkhawatirkan nya, tapi dia merasa kalau pertandingannya itu sangat penting baginya, jadi itu membuatnya sedikit dilema,


"Baiklah baik, aku menurut padamu, aku tidak akan melanjutkan nya," ucap Gea


"Baguslah, kita pergi untuk memeriksa kan lukamu ke rumah sakit, Oke?" ucap Adlan sembari melepaskan pelukannya, dan langsung meraih pundak Gea untuk memapah nya keluar dari Arena


"Tidak perlu di periksa, aku tidak papa," ucap Gea menolak, tapi baru beberapa langkah Mereka berjalan, Gea tiba-tiba merasa kalau kepala nya pusing,, diapun langsung memijat keningnya sendiri "Adlan, aku rasanya sedikit pusing" ucap Gea,


"Itu mungkin efek dari serangan pria tadi, jadi akan lebih baik jika kau periksakan lukamu ke dokter" ucap Adlan


"Tidak perlu" ucap Gea,, tetapi baru saja Gea berkata seperti itu, pandangannya tiba-tiba saja menjadi kabur, dan kemudian Gea langsung kehilangan kesadarannya


Tentu saja Adlan yang memapah nya saat berjalan menyadari kalau tubuh Gea tiba-tiba melemas, jadi dia langsung mendekap nya, "Ge, Gea, Hhhh,, sudah ku bilang kan, kau memang harus di periksa" ucap Adlan yang langsung membopongnya keluar Arena


"Kak, ka Gea kenapa kak??" tanya Anggi langsung menyambut mereka


"Kakak tidak tau, kakak akan bawa kak Gea ke ruamah sakit sekarang, kamu juga ikut" ucap Adlan


"Iya kak" ucap Anggi

__ADS_1


Mereka pun segera meninggalkan arena tarung dan langsung pergi luar kelab,, Adlan juga langsung menyuruh penjaga untuk mengantarnya ke ruamah sakit


Anju yang melihat kejadian itu dari ruang VIP juga tentu ikut keluar dari kelab, dia keluar dengan beberapa Angota Redbear yang mengikutinya dari dalam, dan mereka langsung menghampiri Adlan yang masih menunggu mobilnya yang masih di ambil penjaga


"Apa nona Gea terluka parah?" tanya Anju


"Entahlah, kuharap tidak begitu serius" ucap Adlan


"Oh, Baiklah" ucap Anju


Mobil pun segera tiba dan mereka langsung melarikan Gea ke ruamah sakit


.



Di rumah sakit, Gea langsung mendapatkan pemeriksaan dari dokter yang menangani nya,, dan setelah pemeriksaan nya selesai, Adlan menghampiri sang dokter untuk mengetahui info keadaan Gea


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Adlan


"Pasien hanya kelelahan saja, dan benturan keras di wajahnya mungkin jadi pemicunya, tapi dia baik-baik saja, dia hanya perlu istirahat yang cukup" ucap Sang dokter


"Terimakasih kalau begitu" ucap Adllan


"Sama sama pak, saya tinggal dulu kalau begitu" ucap Sang dokter wanita itu


Setelah itu Adlan langsung menatap lekat wajah Gea yang terbaring di tempat pemeriksaan nya


"Inilah yang ku khawatirkan, wanita seperti mu tidak pantas untuk berada di lingkungan yang keras" ucap Adlan,


Adlan lalu duduk di kursi di sebelah tempat pemeriksaan Gea


"Apa kak Gea baik baik saja?" tanya Anggi yang menghampiri


"Iya, dia baik baik saja, kakak mu hanya perlu tidur, jadi jangan ganggu dia" ucap Adlan


"Oh, Baiklah" ucap Anggi, diapun kembali ke tempat duduknya lagi di ruangan itu


Adlan juga beranjak dari kursinya dan menghampiri Anju dan anggota Redbear lainya yang menunggu di luar ruangan


"Anju, aku keluar dulu sebentar, kau tungu Gea di sini" ucap Adlan


"Baik tuan, tentu saja," ucap Anju


"Apa anda perlu pengawal?, atau membutuhkan sesuatu?, saya busa carikan untuk Anda" ucap salah seorang anggota Redbear yang di sana

__ADS_1


"Tidak perlu, aku hanya ingin mencari minuman saja" ucap Adlan


"Oh, Baiklah" ucap anggota Redbear itu


Adlan pun segera beranjak keluar dari rumah sakit tempat Gea di periksa, dia pergi ke sebuah mini market untuk membeli minuman untuk nya dan rekan rekan Redbear yang lain


Tidak lama setelah Adlan pergi, Gea juga perlahan mendapatkan kesadaran nya, dia langsung bangun dan mencari keberadaan Adlan


Tapi yang menghampiri nya bukan Adlan seperti yang dia harapkan,, melainkan Anggi


"Kak, kau sudah sadar?" tanya Anggi


"Iya, Kak Adlan kemana?" tanya Gea


"Dia keluar barusan" ucap Anggi


"Oh" ucap Gea, dia pun segera beranjak turun dari tempat nya


Tidak lama Anju menghampirinya dari luar "Ge, kau sudah sadar?" tanya Anju


"Iya, aku harus kembali ke kelab" ucap Gea


"Tidak, kurasa kondisi mu tidak baik, mending kamu sekarang pulang saja dan beristirahat di rumah" ucap Anj


"Tapi aku ingin melihat penilaian ku" ucap Gea,


Tidak lama Adlan juga kembali dari luar dan langsung menghampiri mereka,,


"Ge, kau sudah sadar, syukurlah, aku akan mengantarkan mu pulang kalau kau sudah merasa baikan" ucap Adlan


"Apa kita bisa kembali ke arena lagi??, hasil seleksi nya" ucap Gea


Adlan langsung berjalan kehadapan Gea "Ge, sudahlah, soal hasil seleksi mu, aku bisa memberitahu mu nanti, mending sekarang kita pulang, oke?, kata dokter kau perlu beristirahat" ucap Adlan


"Tapi aku tidak papa, aku....."


"Sssssst, jangan keras kepala lagi, pokoknya aku tidak akan mengantarkan mu kesana, kalau kau tetap bersikeras aku tidak akan memperdulikan mu lagi" ucap Adlan


Gea pun hanya menundukkan pandangannya, "Adlan, kalau seandainya aku di masa lalu sama seperti orang-orang dari tempat Asalku, yang tidak bisa menjaga kehormatan nya,, apa kau masih akan peduli padaku" tanya Gea


Adlan langsung menghela nafasnya "Ge, seperti apapun dirimu di masa lalu, aku tidak ingin mempersalahkan nya, yang aku tau sekarang, kau gadis yang baik dan pemberani, ya meskipun sebenarnya aku lebih suka jika kau jadi wanita biasa saja" ucap Adlan


"Jadi itu harapan mu?" tanya Gea mendongak dan menatap lekat mata Adlan


"Ya, tapi tidak hanya itu, aku juga ingin memiliki hatimu" ucap Adlan

__ADS_1


"Tapi aku bukan wanita baik baik seperti yang kau harapkan, seperti yang kau tau, aku masih punya tujuan di hidupku, aku pernah bersumpah pada diriku sendiri akan membalaskan dendam Ayah, dan selama itu belum terpenuhi, aku tidak mungkin bisa jadi seperti yang kau inginkan" ucap Gea dengan mata berkaca-kaca


...~°~...


__ADS_2