Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Cerita


__ADS_3

Setelah Gea selesai menyeduh kopi untuk Mereka bertiga, Gea pun segera keluar dari dapurnya, dan kebetulan berpapasan dengan Anggelina yang baru keluar dari kamarnya


"Darimana saja?, kenapa jam segini baru pulang ke rumah??" tanya Anggelina


"Aku keluar dengan Anju tadi," ucap Gea


"Oh, baguslah, apa dia menyukai mu sekarang?" tanya Anggelina


"Tentu saja, dia sangat baik padaku, dia juga banyak membantu agar aku bisa masuk organisasi Redbear, jadi kurasa dia memang menyukai ku" ucap Gea sedikit membohongi ibunya, dia tau kalau Anju datar datar saja karena dia sangat menghargai Adlan, dan Anju baik pada Gea juga itu karena Adlan


"Itu bagus, jangan buat dia kecewa, hanya dia harapan" ucap Anggelina dengan mengembangkan senyum di bibirnya


Gea juga tersenyum melihat senyuman ibunya yang sangat jarang di lihat nya itu


"O yah, kamu buat minuman untuk siapa?, rasanya tidak ada siapapun di ruang tamu" tanya Anggelina


"Ini untuk Anju, dia ada di depan sekarang" ucap Gea


"Kenapa kau tidak menyuruhnya masuk, dasar kau ini" ucap Angelina


"Aku sudah menyuruhnya untuk masuk tadi, tapi dia ingin di luar, mungkin dia gerah" ucap Gea


"Begitu ya, kalau begitu sini biar ibu yang bawakan minuman untuk nya" ucap Angelina langsung mengambil alih nampan yang di bawa Gea


"Oh ya" ucap Gea langsung membiarkan ibunya yang membawakan kopi untuk mereka keluar


Saat Gea mengikuti ibunya di belakang, tiba tiba Anggi juga keluar dari kamarnya, dia mengenakan piama tidur lucunya, dan melihat Gea dengan ekspresi mengantuk "Kakak, kau darimana saja?,, Hoam,,," ucap Anggi sambil menguap


"Kakak ada urusan di luar, sudah kamu tidur lagi sana" ucap Gea


"Ibu mau kemana kak?, kenapa dia membawa minuman kesana?" tanya Anggi


"Ada Kak Anju dan kak Adlan di luar" ucap Gea


"Sungguh?, kalau begitu ayo kita keluar kak, aku ingin bertemu kak Adlan" ucap Anggi girang karena mendengar ada Adlan di luar,


Anggi sangat menyukai Adlan karena menurutnya Adlan sangat baik padanya, tapi dalam konteks suka seperti anak kecil pada seseorang yang baik padanya, bukan seperti perasaan gadis dewasa seperti Gea yang membingungkan


"Apa kau menyukai Adlan??" tanya Gea


"Tentu saja, dia baik padaku" ucap Anggi


"Oh" ucap Gea dengan sedikit menunjukkan rasa cemburu "Kamu mending tidur saja, jangan keluar, di luar dingin" ucap Gea membujuk

__ADS_1


"Yah kakak, ak tidak mau tidur, aku pokonya mau bertemu kak Adlan, titik" ucap Anggi, diapun langsung beranjak dari hadapan Gea untuk keluar rumah


"Anggiii, kamu bandel sekali!" ucap Gea kesal dan langsung mengikuti Anggi yang sudah beranjak ke keluar


.


Di luar


"Kak Adlaaan" sapa Anggi Girang, diapun langsung beranjak duduk di kursi yang sama dengan Adlan


"Kamu belum tidur?" tanya Adlan pada Anggi


"Tadi sudah, tapi sekarang belum" ucap Anggi


"Oh, kamu bangun lagi?, kenapa tidak lanjutkan saja tidurmu" ucap Adlan


"Tapi kan ada Kak Adlan kesini, aku tidak mau tidur, kak Adlan juga kenapa jarang sekali main kesini akhir akhir ini?" ucap Anggi


"Kak Adlan punya banyak tugas dari kampus akhir akhir ini, jadi tidak punya waktu untuk main kesini" ucap Adlan


"Oh, begitu ya, sekolah itu memang merepotkan ya" ucap Anggi yang terus memegangi lengan Adlan


"Anggi, kamu tidak sopan, duduk yang benar" ucap Gea yang melihat kedekatan mereka


"Baiklah" ucap Gea


"Silahkan di minum kopinya, itu Gea yang buat, mumpung masih hangat" ucap Anggelina dengan wajah sumringahnya yang jarang sekali dia perlihatkan pada orang lain


"Iya bu, terimakasih" ucap Anju menyahut


"O yah, Ibu tinggal dulu ya," uca Anggelina


"Iya silahkan bu" ucap Anju


Anggelina pun segera beranjak masuk kedalam rumahnya lagi


Dan Gea juga segera duduk berseberangan dengan kursi Adlan dan Anggi, dia terus menekuk wajahnya karena tidak suka melihat Anggi terus menempel pada Adlan


"Anggi, mending kamu masuk rumah lagi sana, jangan mengganggu kakak" ucap Gea


"Tidak mau" ucap Anggi malah langsung memeluk tangan Adlan


"Anggiii, kamu tidak nurut ya, apa kamu mau di hukum?" tanya Gea

__ADS_1


"Sudahlah tidak papa, aku senang jika Anggi di sini" ucap Adlan


"Dasar, kau sama saja" ucap Gea yang merasa terasingkan


"O yah ge, Aku ingin tau inti masalah mu dengan kelompok itu, kenapa Ayahmu bisa berurusan dengan orang-orang seperti mereka?" tanya Adlan


Mendengar pertanyaan Adlan, Gea pun langsung menghela nafasnya dalam-dalam, dan merasa mungkin sudah saatnya dia jujur tentang dirinya, toh Adlan juga sudah banyak tau soal dirinya sekarang, dan dia yakin adlan bisa di percaya untuk mengetahui rahasia tentang keluarganya


"Maaf sebelumnya, aku pernah berbohong padamu soal tempat Asalku, aku sebenarnya bukan berasal dari kota ini, aku pindah ke kota ini saat aku masih remaja, dan kami memilih tinggal di kota ini karena aku tau pusat organisasi Redbear ada di sini, aku berharap bisa jadi bagian dari organisasi Redbear supaya kami mendapatkan pelindungan dari mereka yang mengejarku, itulah salah satu alasan ku ingin bergabung dengan organisasi ayahmu Anju" ucap Gea


"Begitukah?, lalu apa sebenarnya hubungan mu dengan orang orang yang mengejar mu" tanya Adlan terus menelisik


"Bagaimana ya, aku tidak yakin bisa menceritakan ini padamu" ucap Gea sedikit ragu untuk menceritakan latar belakang nya


"Kenapa, apa kau tidak percaya padaku?" tanya Adlan


"Entahlah, aku takut kau tidak ingin berteman lagi dengan ku jika kau tau latar belakang ku yang sebenarnya" ucap Gea


"Kau ini, untuk apa ada rahasia, aku bisa berteman dengan mu sekarang karena aku merasa kalau kita nyambung, dan kalaupun latar belakang keluarga mu itu sangat buruk, itu tidak akan merubah apapun" ucap Adlan


"Apa kau janji?" tanya Gea


"Kau ini, ya terserahlah, tidak cerita juga tidak papa, aku tidak akan memaksa" ucap Adlan


"Aku mau cerita, tapi kau harus berjanji untuk tidak mengubah apapun Setelah kau tau latar belakang keluarga ku" ucap Gea


"Baik, aku berjanji, kita akan terus berteman" ucap Adlan


"Sebenarnya,,, Ayahku itu adalah seorang pemimpin bandit, kami berasal dari negeri kecil yang tidak begitu jauh dari negara ini, ibu bilang, nenek moyang kami dulu adalah para perompak di laut, dan hidup bersembunyi di tempat Asalku itu, hingga sampai sekarang pun oarng orang di sana sering melakukan pembajakan kapal kapal yang melintas di perairan kami, negara kami tidak pernah di anggap ada oleh dunia, dan bahkan jika kau mencarinya di map biasa kau tidak akan menemukan nya, kecuali kalau kau masuk ke situs gelap yang punya kaitan erat dengan gerakan bisnis mafia, baru kau akan mendapatkan informasi tentang negaraku itu" ucap Gea


"Begitukah, kedengarannya itu sangat menarik, coba kau ceritakan lebih banyak lagi soal tempat Asalmu itu" ucap Adlan cukup antusias untuk mendengarkan cerita Gea


"Kau ini, apa kau tidak kaget, atau apa gitu" ucap Gea sedikit tidak mengerti dengan reaksi Adlan, dia berpikir Adlan tidak akan menyukai latar belakangnya


"Ayolah, ceritakan lagi" ucap Adlan


"Baiklah, jadi dengan kata lain, aku ini adalah putri dari seorang pemimpin mafia, pemberontak, atau apapun sebutannya untuk seseorang yang bergerak di bisnis terlarang............


Gea terus menceritakan semua hal tentang dirinya pada Adlan, meski awalnya gea sedikit ragu, tapi dia tetap melanjutkan ceritanya karena Adlan dan Anju cukup antusias untuk mendengarkan


Adlan yang mendengar cerita Gea itu sampai di buat menguap oleh cerita Gea yang menurutnya seperti sebuah dongeng pengantar tidur


Dan bahkan akhirnya Adlan sampai tertidur di tempat duduknya karena mungkin terbawa suasana alur cerita gea, terlebih dia sudah kelelahan setelah menghadapi puluhan anggota black Python sebelumnya

__ADS_1


__ADS_2