
Sementara Shelin membuat jus untuk Mereka di pantry, Gea hanya terus memperhatikan ruangan mewah yang dia diami sekarang, dari sofa empuk yang dia duduki,
Karena meskipun dulu dia pernah merasakan hidup layaknya seorang putri raja, tapi seingat nya dia tidak sampai memiliki kemewahan yang seperti itu saat ayahnya berkuasa di Dark Land,
Bisa di bilang kalau keluarga Shelin lebih kaya daripada ayahnya saat masih berkuasa di Dark Land
Jadi wajar kalau Gea merasa sedikit sungkan sekarang, mengingat beberapa tahun terakhir juga adalah masa di mana dirinya hidup di titik terendah nya
Shelin sudah menyiapkan jus segar dan segera menghampiri Gea yang masih sedikit melamun
"Ini jusmu, minumlah" ucap Shelin memberikan segelas jus untuk Gea
"O yah, terimakasih" ucap Gea langsung menerima nya
"Kita ke dek depan yuk,, dari atas sini pemandangan nya lebih bagus daripada dari dek bawah" ucap Shelin
"Sungguh, kalau begitu aku ingin melihatnya" ucap Gea
"Ya Sudah, ayo ikut" ucap Shelin langsung berjalan ke arah pintu kaca yang menjadi akses keluar masuk ke bagian luar dek dari ruangan pribadi itu
Gea juga langsung beranjak mengikuti Shelin di belakangnya, dari dalam pun Gea sudah bisa melihat Kilauan air jernih yang berada di dek luar "Di sini ada kolam renangnya juga?, benar-benar kapal yang Keren" gumam Gea
"Kau bilang apa?" tanya Shelin yang tidak begitu jelas mendengar gumaman Gea, karena dia sudah keluar lebih dulu
"Ah, tidak, aku hanya bilang kolamnya sangat bagus" ucap Gea yang langsung berdiri sejajar dengan Shelin yang kini berdiri di tepian kolam
"Ya lumayan, tapi kolam nya menurut ku kurang luas sih, apa kau mau coba kolamnya juga??" tanya Shelin
"Sepertinya boleh juga, gerah juga soalnya,,, Eh, master Sent tidak akan marah padamu kan?, karena membiarkan ku memakai pasilitas pribadi milik nya di sini?" tanya Gea
"Sudah kubilang, ayah tidak mungkin marah padaku, secara aku ini anak bungsunya, juga dia orang nya penyayang, jadi kau boleh merasa tenang, santai saja, anggap di rumah sendiri" ucap Shelin
"Oh, Baiklah Kalau begitu" ucap Gea yang sudah tidak sabar untuk menceburkan dirinya ke dalam kolam jernih di depannya, karena memang cuaca saat memasuki tengah laut terasa cukup panas, meskipun sinar matahari belum terlalu terik
__ADS_1
...°°°°°...
Sementara di sisi lain kapal, Adlan masih kebingungan karena mencari keberadaan Gea dan Shelin, dia terus bertanya pada semua orang yang dia temui di kapal, tentunya tidak ada yang melihat mereka, hingga sudah hampir di semua bagian kapal dia mencari mereka
"Benar benar Sialan kau Shelin,, kau sembunyikan di mana Gea?, Awas saja kalau aku menemukan mu, habis kau" gerutu Adlan yang benar-benar kesal karena ulah Shelin sekarang
Dan adlan Teringat perkataan Shelin soal tempat yang pasti di sukai Gea, "Ruang pribadi keluarga!, yah, kalian pasti di sana, di mana lagi tempat paling nyaman di kapal ini kalau bukan di sana kan" ucap Adlan pada dirinya sendiri,, dia langsung bergegas dengan sedikit berlari untuk menuju ke ruangan pribadi keluarga yang letaknya ada di atas kapal pesiar
.
Dengan cepat Adlan naik ke ruangan pribadi keluarga dengan hati yang di penuhi amarah pada Shelin, karena ke usilan Shelin yang memisahkan dia dengan Gea benar-benar membuat nya sangat marah, di tambah Gea yang juga tidak mengindahkan nya membuat di sedikit kesal pada Gea
Adlan langsung masuk ke pintu ruangan yang hanya bisa di akses oleh sidik jari anggota keluarganya saja, dan langsung mencari Shelin ke setiap sudut ruangan mewah itu
"Sembunyi di mana kau??, aku yakin kau ada di sini," ucap Adlan yang tidak henti-hentinya menggerutu
Adlan terus mencari Keberadaan shelin di setiap ruangan yang ada di sana, bahkan semua toilet yang ada di setiap kamar juga dia masuki, tapi dia tetpa tidak menemukan apa yang dia cari
Saat Adlan memperhatikan ke dalam kolam, Adlan seolah langsung tersengat aliran listrik di seluruh badannya,, itu karena dia mendapati dua sosok gadis cantik yang di carinya malah asyik menikmati segarnya air kolam di sana, mereka bak putri duyung yang di Setiap lekuk tubuhnya memiliki keindahan tersendiri yang membuat Adlan tidak bisa berkedip melihatnya
Terutama saat Adlan melihat Gea yang berpakaian minim dan hampir tidak ada yang menutupi keindahannya, Adlan sampai menelan ludahnya berkali-kali hingga tenggorokan nya terasa kering
"Astaga, apa apaan mereka, bagaimana kalau ada anggota Redbear yang Melihat mereka?,,, tapi itu tidak mungkin,, mereka tidak akan bisa masuk kesini" gumam Adlan menyelah perkataan nya sendiri
Kakinya tiba-tiba bergetar seolah takut ketahuan kalau dia sedang mengintip gadis yang mandi,
Meski pikiran nya mengatakan untuk berbalik dan tidak melihatnya lagi, tapi matanya tetap terpaku pada kemolekan Gea yang terpampang cukup jelas di sana,,
Jika di kolam itu hanya ada Shelin, Adlan tentunya tidak akan terlalu berminat untuk menyimak, toh dia sudah sering melihat adiknya itu berenang seperti itu, dan sudah terbiasa melihatnya sedari kecil,,,
Tapi melihat Gea yang berada di sana, tentu itu hal yang sangat berbeda, dan membuatnya sedikit meriang
Shelin yang ada di kolam sadar kalau Adlan sudah menemukan mereka di sana,, dan memperhatikan ke arah mereka yang masih di dalam air, Shelin langsung melambaikan tangannya ke arah Adlan
__ADS_1
Adlan yang merasa kehadirannya sudah di ketahui, tentu jadi sedikit salah tingkah, karena dia takut Gea menganggapnya sebagai pria yang suka mengintip para gadis, jadi dia berniat untuk berbalik kembali ke ruangan
"Kak, apa kau mau ikut bergabung, airnya benar-benar segar lho" triak Shelin dari arah luar
Adlan yang akan beranjak karena tidak ingin kepergok Gea malah merasa mendapat angin segar saat Shelin memanggilnya, "Ini di tempat ayah kan, jadi ini bukan salah ku kalau aku ada di sini, dan melihat lihat, benar kan?" gumam Adlan membela pikiran nakalnya sendiri, meskipun tidak akan ada yang menyalahkan nya juga
Jadi dia kembali berbalik dan bahkan memberanikan diri untuk keluar dari ruangan untuk menghampiri mereka, karena dia juga merasa tidak mungkin melewatkan kesempatan yang menurutnya sangat langka itu
Adlan mencoba bersikap seolah semuanya biasa biasa saja, meski sebenarnya pikirannya tidak biasa
"Di sini kalian rupanya, kalian benar-benar membuatku sangat pusing" ucap Adlan, kemarahan yang tadinya sudah di ubun-ubun, dan siap untuk meledak di kepalanya tiba-tiba saja menjadi beku, itu karena di depannya terpampang bunga salju yang putih bersih berenang di dalam kolam,
"Ayolah, jangan marah, aku hanya mengajak kekasihmu berendam, kasian kan, dia kepanasan" ucap Shelin sambil tersenyum,
"Tapi tidak begini juga caranya, kau bisa mengatakannya padaku sebelumnya, jika kalian akan kesini, supaya aku tidak kebingungan mencarinya" ucap Adlan yang sebisanya memasang wajah tegas, agar terlihat nampak normal didepan Gea, meski sebenarnya dia merasa hampir mimisan di buatnya
"Aku yang salah, jadi maafkan Shelin" ucap Gea
"Tidak, bukan kau yang salah, tapi air kolamnya,,, mm maksudku, Shelin,, itu maksudku" ucap Adlan yang gagal fokus saat di hadapkan dengan situasi yang baru kali ini dia lihat
"Apa maksudmu air kolamnya salah, airnya jernih, tidak ada yang salah, kurasa mata kakak yang salah di sini" ucap Shelin yang sadar akan gelagat Adlan
"Apa maksudmu?,, aku, aku tidak melihat itu" ucap Adlan langsung membuang pandangannya ke arah lain
"Itu apa maksudmu kak??, kalau bicara yang jelas" ucap Shelin menggoda Adlan, meski dia sebenarnya tau apa maksud Adlan
Adlan langsung menarik nafas dalam "Sudahlah, intinya aku hanya mencari Keberadaan kalian saja,, kalau kalian sudah selesai, cepatlah naik,,, aku akan menunggu kalian di dalam," ucap Adlan langsung berbalik dan berniat kembali kedalam karena memang pemandangan di sana sedikit menyesakan sesuatu di dirinya
Dan 'Biurrrr' biuur' cipratan air dari dalam kolam tiba-tiba saja menghujani bagian belakang Adlan, hingga membuat bagian belakang, tengkuk dan kepala belakang adlan basah kuyup karena nya
"Ahahaha, Aku yakin kakak sedikit gerah sekarang kan?, jadi itu akan sedikit mendinginkan kepalamu" ucap Shelin yang masih saja bisa usil pada Adlan
Jika di kondisi biasa, mungkin Adlan akan langsung marah karena keusilan Shelin itu, tapi kali ini dia membuat pengecualian,, dia berlalu begitu saja dengan tersenyum dan sedikit mengelengkan kepalanya, karena terbayang apa yang sudah dia lihat di belakangnya
__ADS_1