Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Sama Saja


__ADS_3

Gea sedikit menghela nafasnya, karena dia merasa sudah susah payah untuk merubah penampilannya itu, tapi Adlan hanya bilang 'Hampir' tidak mengenalinya saja


"Adlan, kau sangat menyebalkan" ucap Gea asal


"Menyebalkan apanya?, Apa salah jika aku mengenalimu?, Tapi ngomong-ngomong, kau benar-benar sangat cantik sekarang, aku rasa kau mungkin bisa luput dari perhatian orang yang ingin menangkap mu kemarin, yang entah siapa itu aku tak tau, tapi aku tidak yakin kalau kau akan luput dari kejaran pria pria hidung belang di kampus ini" ucap Adlan


"Persetan dengan pria pria hidung belang, yang penting sekarang, Aku masih bisa tenang beraktivitas di luaran dengan penampilanku yang sekarang,, tapi cepat atau lambat mereka pasti akan tau juga,, entah sampai kapan aku harus terus berubah-ubah, hidupku rasanya sudah seperti bunglon saja yang harus terus terusan berkamuflase" ucap Gea


"Makannya, kau harus bilang padaku apa masalahmu, siapa tau aku bisa membantumu kan" ucap Adaln


"Percuma aku cerita padamu, kau tidak akan mengerti masalah ku,, juga aku yakin kau tidak akan bisa membantu apa apa" ucap Gea


"Biar ku tebak masalahmu itu,, Apa kau terlilit hutang yang sangat besar pada seorang bos besar??" tanya Adlan


"Hhh,, Tebakan mu ngaco saja, sudah ah, ayo Anju, kita masuk kampus saja, sudah siang" ucap Gea sedikit menarik tangan Anju


"Aku hanya bertugas berjaga saja di sini, tidak masuk juga tidak papa, jadi mending kalian saja yang duluan masuk" ucap Anju


"Oh iya yah,, tapi Aku heran padamu, Apa Iya Ayahmu menugaskan mu untuk mengawal orang seperti Adlan??,, dia memang lemah, tapi apa dia orang kaya?, atau orang yang berkemampuan spesial?,, rasanya tidak ada tanda-tanda nya,, kalau kaya juga mana mungkin dia pergi ke kampus naik bus,, mustahil," ucap Gea mengira ngira


Adlan hanya bisa tersenyum saja mendengar pernyataan Gea


"Suka atau tidak, ini tetap tugasku, aku tidak bisa menolak perintah dari ayah" ucap Anju, dia tidak membeberkan fakta kalau Adlan sebenarnya adalah Tuan muda dari keluarga konglomerat, bahkan ayahnya saja tunduk pada orang tua Adlan, jadi Secara harfiah ayahanya atau dirinya adalah kacung atau ajudan bagi Adlan,


Dan Adlan memang melarang Anju untuk memberitahu siapapun tentang hal itu semenjak dia menghukum dirinya sendiri,


"Baiklah,, kurasa kau ini memang sosok yang rendah hati dan tidak sombong, aku salut padamu Anju," ucap Gea


"Terimakasih" ucap Anju dengan tersenyum canggung


Mereka bertiga pun akhirnya melangkah masuk bersamaan dengan Anju yang sengaja jalan di belakang mereka,, dia membiarkan Adlan dan Gea berjalan berdampingan,, meski ada jarak, tapi setidaknya dia tidak jadi penghalang di antara mereka

__ADS_1


Sesekali Adlan mencuri pandang ke arah Gea yang nampak Acuh tak acuh saat berjalan, dia tau Gea berubah bukan karena Ingin menarik perhatian Anju, tapi untuk menghindari seseorang yang belum di ketahui nya,,


Jadi dia boleh merasa lega karena Gea mendekati Anju juga bukan karena dia benar-benar suka, tapi dia butuh teman yang punya kemampuan bela diri untuk sedikit meringankan kekhawatiran nya, bukan soal siapa yang lebih tampan atau cool di antara Adlan dan Anju


Saat mereka berjalan memasuki area kampus, mereka melewati rombongan Erik yang masih nongkrong di depan mobil Ferrari nya, dan mereka langsung mencegat langkah Adlan dan Gea yang menarik perhatian nya


"Weiiss, sepertinya kampus kita kedatangan mahasiswa baru nih,, Wahai gadis cantik, boleh kah aku tau siapa namamu?" tanya Erik sraya mengulurkan tangannya untuk meminta tangan Gea


"Rasanya aku tidak perlu mengenal pria sepertimu di kampus ini, dari gayamu saja aku sudah tau kalau kau pria mata keranjang" ucap Gea


Erik langsung tertawa pada kawanya "Haha,, gadis, kau jangan suudzon dulu padaku,, asal tau saja, meskipun aku sangat tampan dan sangat populer di kampus ini, tapi semua orang juga tau, kalau aku ini orang yang bisa menjaga perasaan, apalagi perasaan gadis cantik seperti mu, benar tidak Bro??" tanya Erik pada kawanya


"Yo i brotheh" sahut kawanan Erik


"Omong kosong" ucap Gea yang sangat tau sifat Erik yang hobinya bergonta-ganti wanita seperti halnya berganti pakaian saja,, kalau bosan ya lepas dan cari yang baru


"Ayolah cantik,, beritahu aku Siapa namu?"tanya Erik tetap merayu Gea


Adlan sedikit terperangah mendapat perlakuan itu dan mendengar kata sayang dari Gea


"A apa??" tanya Adlan karena sedikit tidak percaya


"Katanya kamu mau mengantarku untuk melihat kelasku kan, ayo" ucap Gea sedikit menarik tangan Adlan,


"Oh iya,," ucap Adlan yang langsung mengikuti tarikan Gea


"Apa??, Sayang,??, Apa aku tidak salah dengar?, bagaimana bisa gadis secantik dirimu berpacaran dengan pria cupu seperti dia?,, Hey gadis, kurasa ku harus periksakan matamu ke dokter besok, dia tidak pantas untuk mu" ucap Erik yang melihat Adlan di gandeng mesra oleh Erik


Tapi Gea sama sekali tidak menggubris nya lagi


"Sial, darimana si cupu itu bisa mendapatkan gadis secantik dia, sepertinya tidak ada yang bisa menandingi kecantikan gadis itu di kampus ini,, lihat saja, jangan panggil aku Erik Wijaya kalau tidak bisa merebut dia dari si cupu itu" gumam Erik yang benar-benar tidak mengenali Gea yang sekarang, padahal sebelumnya dia sering membulinya dan memanggilnya si cupu juga

__ADS_1


Anju hanya tersenyum mendengar gerutu Erik,, menurutnya Gea memang wanita yang pandai memerankan karakter dari penampilan nya


Contohnya saat dia berpenampilan cupu, dia benar-benar seperti orang yang tidak punya kepercayaan diri di depan orang lain,, berbeda dari perannya yang sekarang


Adlan dan Gea akhirnya masuk ke dalam kampus, dan Gea juga segera melepaskan tangan Adlan,


"Panggilan yang tadi bisa di ulang tidak?" tanya Adlan


"Ayolah, masa tidak paham, Aku hanya terpaksa memangilmu begitu,, Aku muak jika harus meladeni si Erik itu, dia suka membuliku saat penampilan ku yang sebelumnya kan, giliran aku seperti ini, dia So soan jadi baik" ucap Gea


"Kurasa itu bukan salahnya, tapi itu salahmu, kenapa kau harus dandan secantik sekarang?, kenapa tidak berdandan lebih jelek saja dari sebelumnya?, supaya cuma aku saja yang tau kalau kamu cantik di kampus ini" ucap Adlan


"Benar juga, Itu tidak terpikirkan olehku, tunggu, apa kau sedang merayuku?" tanya Gea


"Tidak juga, itu sebuah pujian" ucap Adlan


"Hhh, sepertinya semua lelaki sama saja, kau sama saja dengan Erik, sama sama bermulut manis di awal," ucap Gea langsung beranjak


"Aku tidak begitu, aku ini manis dari awal sampai akhir" ucap Adlan asal, dia juga terus mengikuti langkah Gea yang berjalan menuju ke arah ruang kelasnya


"Berhentilah mengikuti ku" ucap Gea tanpa menoleh


"Kenapa?,,,, aku juga harus masuk ke kelas ku kan" ucap Adlan


"Ini arah ke ruang kelas ku, bukan ke kelasmu, apa kau mau ikut ke ruangan ku juga" tanya Gea


Mendengar itu Adlan sontak menghentikan langkahnya "Oh Iya, aku lupa, ya sudah, kalau begitu sampai jumpa lagi nanti, semoga harimu menyenangkan," ucap Adlan, dia pun mundur dan kemudian berbalik arah untuk menuju ke ruang kelasnya,


Dan mereka pun sekarang berjalan ke arah yang berlawanan


Saat Adlan sudah lumayan jauh, Gea diam diam menoleh ke arahnya, dia tersenyum melihat punggung Adlan yang perlahan menjauh itu

__ADS_1


"Hhhh,, Dasar, seandainya kau punya kemampuan untuk melindungi dirimu sendiri saja, aku pasti tidak akan khawatir jika kau dekat denganku,, tidak seharusnya aku membiarkan mu masuk lebih dalam di kehidupan ku,, aku tidak mau menambah satu orang lagi yang harus ku lindungi" gumamnya


__ADS_2