Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Kekanak-kanakan


__ADS_3

Kapal pesiar mewah itupun segera melaju ke arah lautan lepas, untuk membelah cakrawala yang terbentang luas di depanya,,


Adlan yang berdiri bersama Gea di tepi pembatas dek kapal pesiar itu sontak merentang kan tanganya saat hembusan angin mulai menerpa pada tubuhnya, dia juga memejamkan matanya, rambutnya sampai berkibar karena terhempas angin


"Kosongkan pikiran mu sejenak dari masalah, dan cobalah rasakan terpaan angin ini, ini cukup menyejukkan, anggap semua masalahmu hanyalah kerikil yang bisa dengan mudah kau lewati, atau pun kau singkirkan, dengan begitu perasaan mu mungkin akan lebih nyaman" ucap Adlan dengan mata terpejam


Gea menoleh ke arah Adlan yang di sampingnya, dia sedikit tersenyum saat memperhatikan Adlan yang terlihat seolah tidak mempunyai beban apapun di pikiran nya


Dan Gea juga mencoba mengikuti kiat Adlan untuk memejamkan mata dan menikmati terpaan angin yang sama denganya


Gea mengambil nafas dalam dan mulai menyingkirkan pikiran apapun yang mengganggu nya saat ini, termasuk soal pilihan sulit yang di ajukan oleh Arman padanya


Gea mencoba menenangkan pikiran dan hatinya, dan menganggap semua masalahnya sekarang hanyalah pengghalang kecil yang bisa dengan mudah dia singkirkan seperti yang di katakan Adlan,


Adlan yang masih terpejam membuka sebelah matanya untuk melihat Gea yang ternyata mengikuti instruksi darinya


Adlan tersenyum dan memperhatikan wajah Gea, Adlan memajukan wajahnya mendekat ke arah wajah Gea yang di sampingnya, lalu mengecup pipi mulus Gea yang terpejam itu 'Cup'


Tentu saja Gea langsung membuka matanya dan menatap heran pada Adlan "Hey, apa yang kau lakukan?, di sini banyak anggota Redbear, bagaimana kalau mereka melihatnya," ucap Gea


"Mereka tidak akan melarangnya kan??, juga memangnya kenapa jika aku mencium pacar ku sendiri" ucap Adlan


"Kau ini, status mu di sini seorang putra pemimpin Redbear, kau harusnya bisa menjaga wibawamu sedikit di depan anggota anggota ayahmu kan" ucap Gea


"Baiklah nona FOX, aku akan menjaga wibawa ku" ucap Adlan dengan tersenyum


"Nona Fox???, darimana kamu dapat panggilan itu?" tanya Gea sedikit heran


"Aku sendiri yang membuat panggilan itu" ucap Adlan,


"Tidak, seseorang sebelumnya pernah memanggilku dengan panggilan itu, jadi jelas kau bukan orang pertama yang memanggilku nona Fox" ucap Gea


"Apa kau tau?, bawahanmu yang bernama kitting itu sebenarnya,, aku" ucap Adlan


"Maksudmu??" tanya Gea memastikan


"Apa perkataan ku barusan kurang jelas?" ucap Adlan


"Jadi pria yang berpenampilan aneh itu kau?" tanya Gea terheran, karena dia memang tidak menyangka sama sekali


"Ya begitulah" ucap Adlan

__ADS_1


Gea langsung tertegun sejenak, dan langsung teringat saat dia menyuruh Adlan untuk membelikan bra untuk nya


"Oh,, itu, soal itu, waktu itu, aku minta maaf, aku tidak tau kalau itu kau" ucap Gea dengan ekspresi tidak enak


"Tidak apa, aku sudah terbiasa dengan sikap judes mu" ucap Adlan


"Bukan yang itu, tapi aku minta maaf untuk sikap ku juga, soalnya aku sama sekali tidak mengenalimu, maaf" ucap Gea


"Bukankah sudah ku maafkan, tapi apa maksudmu bukan yang itu," tanya Adlan


"Ah tidak, lupakan saja,, tapi ngomong-ngomong kenapa kau harus berpenampilan seperti itu sebelumnya?, jadi itu bukan salahku jika aku memperlakukan mu seperti itu" ucap Gea


"Itu karena aku merindukan mu, dan aku tidak tau cara terbaik untuk menemuimu , itu karena kau yang melarangnya kan" ucap Adlan


Gea sedikit tersentuh dengan Adlan yang sebegitu niatnya dan melakukan cara yang absrud hanya untuk bersamanya, Gea jadi sedikit merasa bersalah juga karena keputusannya Tempo hari


Gea langsung meraih pinggang adalan yang berdiri di sampingnya "Maaf,,, aku juga sebenarnya tidak ingin jauh darimu, aku juga sangat tersiksa dengan keputusan ku itu" ucap Gea sedikit manja


"Tidak apa, semuanya sudah terjadi kan, yang penting sekarang kita bersama lagi,,, tapi sekarang aku minta tolong padamu, jaga wibawa ku sedikit, di kapal ini banyak anggota Redbear kan" ucap Adlan asal


Gea pun segera melepas kan pelukannya lagu "Oh, baiklah, aku minta maaf" ucap Gea


Gea yang kemabli masuk ke pelukan Adlan langsung mendongak untuk menatap wajah Adlan yang memang lebih tinggi darinya, dia merasa sangat bahagia karena akhirnya dia tidak perlu membohongi perasaannya lagi sekarang


Tapi di saat yang sama, muncul perasaan yang sedikit menghantui benaknya, dia takut jika nanti mereka harus berpisah lagi, kalau Seandainya dia memilih keluarganya,, dan di minta untuk tidak bertemu dengan Adlan lagi oleh master Sent, sebagai syarat dari bantuan yang di berikan padanya


Karena dalam hati Gea juga merasa tidak mungkin bisa meninggalkan keluarga yang sudah membesarkan nya selama ini, demi Adlan


Gea merasa ingin menghentikan waktu di detik ini, dia ingin kebersamaannya dengan Adlan tidak cepat berlalu


Mereka berdua mentap jauh ke arah lautan dengan tetap mendekap satu sama lain,


Adlan mengecup lembut rambut di ubun Gea dan menikmati aroma kebersamaan mereka tanpa mengiraukan masalah apapun yang mungkin sudah menantinya di depan sana,


Gea juga benar-benar merasa nyaman ada di dekapan Adlan, dan itu membuatnya ingin berlama-lama berada di dek kapal itu berdua saja dengan Adlan


Hanya saja tiba-tiba


"Pemandangan di sini cukup indah juga" ucap salah seorang wanita dari belakang mereka


Sontak keduanya menoleh ke asal suara

__ADS_1


Dan mood Adlan tiba tiba saja turun saat melihat kalau Shelin ada di belakang nya "Astaga, Kenapa bisa ada mahluk ini di sini, untuk apa kau ikut ke kapal ini?" ucap Adlan dengan nada sedikit kesal


"Memangnya kenapa?, ini kapal ayahku juga kan, aku juga punya hak untuk naik ke kapal ini," ucap Shelin acuh tak acuh dengan melangkah ke pembatas dek ke samping Gea, dan menatapi lautan di depannya


"Maksudku kenapa kau harus ikut dalam perjalanan ini?, apa kau tau kita akan kemana dan untuk apa?" Tanya Adlan yang sedikit merasa khawatir kalau adiknya itu ikut


"Tau, kita akan berperang kan, aku juga ingin melihat dan membantu kakak iparku, apa tidak boleh?" ucap Shelin


"Membantu??, apa iya, sejak kapan kau punya kepedulian?" tanya Adlan


"Aku tidak peduli padamu, jangan GR, aku bilang ingin membantu kakak ipar kan, bukan membantumu" ucap Shelin


Gea tersenyum mendengar perdebatan kecil dari kedua kakak beradik itu, dan terbersit di pikirnya untuk bisa mendamaikan mereka "Sudah sudah, apa kalian memang selalu begini kalau bertemu?, dia kan adikmu Adlan, harusnya kau bisa menyayangi nya" ucap Gea


"Iya kak Gea, dia memang bukan kakak yang baik, dia selalu saja memusuhiku" ucap Shelin


"Hey, apa kau tidak sadar kalau kau itu sangat menyebalkan" ucap Adlan


"Adlan, Ayolah, kalian akur sebentar apa salahnya, setidaknya untuk saat ini" ucap Gea


"Hhhhhh, Baiklah, terserah" ucap Adlan


"Kalau begitu kalian bersalaman, aku ingin melihat kalian berdamai" imbuh Gea


"Apa? bersalaman??" ucap Adlan sedikit enggan


"Kau sudah janji barusan kan, ayolah" rayu Gea dengan meraih lengan Adlan


"Baiklah, aku yang minta maaf duluan, aku mengaku selalu salah, jadi apa kau mau baikan dengan ku" ucap Shelin berbalik ke arah Adlan,, dia mengeluarkan tangannya dari saku dan mengulurkan nya


"Baiklah, asal kau bisa berjanji tidak menyebalkan lagi, kita berdamai,,, aku terima permintaan maaf mu," ucap Adlan langsung menjabat tangan Shelin


Namun, 'Zzzzzzzzztttt' Adlan langsung merasa tangannya tersengat aliran listrik dari tangan Shelin


"Aw Aw, apa ini" ucap Adlan langsung menarik tanganya lagi karena kaget


"Ahahahaha, kita baikan kan?, harusnya kau tidak akan mara," ucap Shelin sambil memperlihatkan alat kejut elektrik yang di pegang nya, dan "Kabuuurrr" ucap shelin langsung beranjak pergi dari hadapan mereka dengan cepat


"Dasar kau, jangan pergi kau, kemari kau" ucap Adlan langsung beranjak untuk mengejar Shelin


Sementara Gea hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tersenyum melihat keusilan Shelin pada Adlan, dia tidak menyangka di balik sosok mereka yang terlihat dewasa, mereka masih saja sedikit kekanak-kanakan

__ADS_1


__ADS_2