Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Majikan


__ADS_3

Adlan dan yang lainnya masih terlihat cukup tenang meskipun mereka sudah terkepung oleh anak buah Zion, Adlan memang tidak berniat memulai keributan lebih dulu, jadi dia hanya diam dan menunggu, kalau mereka memaksa, apa boleh buat, Adlan tidak akan sungkan untuk membinasakan Zion dan anak buahnya itu


"Kau tau, aku masih bisa mengampuni mu kalau kau mau berlutut dan memberikan wanita mu padaku" ucap Zion, dia sedikit penasaran dengan Gea yang berpenampilan lebih tertutup daripada para wanita yang ada di sekitar sana


Gea memang tidak terlihat seperti wanita Darkland pada umumnya yang mengekspos keindahan lekuk tubuh mereka dengan cuma cuma di pinggir jalan, supaya bisa menarik lawan jenisnya untuk bersenang-senang


"Di sekitar sini ada banyak wanita, kenapa Tuan tidak pilih yang lain saja??, mereka lebih seksi, juga wanita ku ini,, dia sedang sakit, jadi dia tidak mungkin bisa berkencan," ucap Adlan masih mencoba bernegosiasi


"Kau mau berkompromi dengan ku??, benar benar sudah bosan hidup,, aku tidak suka di atur atur, kalau aku ingin wanita mu, berati itu harus" ucap Zion langsung menepis tangan Adlan yang menghalanginya, lalu mencengkram bahu Gea untuk menariknya


Namun Saat Zion akan menarik bahu Gea, dan Adlan juga sudah siap untuk menyerang, Tiba tiba saja tinju kecil dari tangan Gea melesat dengan cepat ke arah dagu Zion, dan 'Baaaaakkk'


"Argghhh" Zion langsung mendongak karena terkena hantaman keras ke dagunya dari arah bawah, dia langsung gontai kebelakang akibat pukulan dari Gea yang tiba tiba itu


Zion sedikit kehilangan keseimbangan dirinya dan hampir terjungkal kalau saja tidak di tahan oleh anak buahnya yang berada tepat di belakangnya,


Zion langsung mengusap rahangnya yang terasa hampir patah itu "Brengsek, beraninya kau memukulku?,, cepat habisi gadis ini,, dan seret mayatnya untuk berkeliling kota" ucap Zion


Adlan yang memang sudah ingin memulai langsung berdiri di samping Gea, begitu juga dengan yang lainnya yang langsung bersiaga, namun masih terlihat tenang


Karena bagi kelompok Adlan, pemuda urakan seperti mereka itu hanya seperti sekumpulan keledai, yang sama sekali tidak memiliki taring yang bisa menakuti mereka


"Aku sudah mencoba bernegosiasi, tapi jika kalian tetap memaksa, jangan salahkan kami kalau kalian menyesal" ucap Adlan masih dengan suara yang tenang


Gea yang sekarang berdiri masih tetap memalingkan wajahnya dari Zion, dia masih takut kalau kakak sepupunya itu mengenalinya, meski pun sekarang Gea memakai riasan aneh


"Tunggu apalagi kalian, cepat habisi mereka" ucap Zion memberi perintah pada anak buahnya


Tapi tiba tiba seorang pria paruh baya berperawakan tegap dan berisi masuk ke tengah-tengah antara kelompok Adlan dan anak buah Zion


"Tuan, tuan, tolong jangan sakit mereka , mereka ini sebenarnya saudara saya, saya mohon tuan Zion" ucap paman Beni memohon, karena dia benar-benar merasa kalau Gea memang asal nona mudanya

__ADS_1


"Oh, Jadi mereka masih saudara mu ya,??, kalau begitu, kau juga harus terima akibatnya" ucap Zion yang malah semakin geram karena di halangi paman Beni,, dan langsung menendang Paman Beni itu hingga terjungkal ke arah ke hadapan Gea


Gea langsung saja menahan pundak Paman Beni yang hampir menyentuh tanah itu


"Paman mending menyingkirlah, tidak ada gunanya paman memohon pada mereka, ini juga bukan urusan paman, ini urusanku" ucap Gea dengan mata yang langsung mendelik tajam pada Zion, Gea tidak perduli dia mengenalinya atau tidak, yang dia inginkan sekarang, siapapun yang mengenalinya di sana, dia harus mati,


Zion yang Melihat sorot tajam dari mata Gea, malah langsung terkesima melihatnya,, itu karena dia merasa sangat Familiar dengan sorot mata itu, dan seketika di kepalanya langsung terbayang kenangan saat masa remajanya bersama Gea, saat mereka saling bertatapan mata dulu


"Berhenti, jangan ada yang menyerang" ucap Zion meralat kata katanya lagi sambil mengangkat tangannya


Sontak para anak buah Zion yang sudah hampir baku hantam dengan rombongan Adlan langsung menghentikan pergerakan mereka,


Anak buah Zion langsung bertatapan satu sama lain karena merasa Bingung dengan titah tuanya yang plin plan,, sebentar menyuruh mereka menyerang, dan sebentar menyuruh mereka berhenti, jelas jelas tuanya itu sudah di pukul oleh seseorang, bukan lagi disinggung,


"Kenapa Tuan??" tanya salah seorang anak buahnya


"Kau tidak perlu banyak tanya bodoh, turuti saja, kita pergi sekarang" ucap Zion dengan terus menatap mata Gea,, kemudian dia berbalik dan pergi dngan menerobos kerumunan anak buahnya


Itupun di ikuti oleh semua anak buahnya yang langsung menunggangi kuda besi mereka masing-masing, meski mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi


Sekelompok pemuda urakan itupun segera mengikuti Zion yang sudah melaju lebih dulu di depan mereka


"Kenapa mereka malah pergi??,, apa yang terjadi" tanya bumi merasa tidak mengerti dengan polah Zion, padahal dia dan yang lainya sudah siap untuk mengobrak abrik sekelompok pemuda urakan itu


"Kurasa Zion sudah mengenalimu Ge" ucap Adlan


"Itu tidak mungkin, kalau Dia memang mengenaliku, harusnya dia menangkapku kan,, mungkin itu karena paman Beni yang membuat Zion berubah pikiran" ucap Gea,


"Jadi,, kau benar benar nona Gea??" tanya pama Beni sedikit tidak percaya


Gea langsung mengeluarkan sepucuk belati tajam dari sepatu nya, dan langsung mengarahkannya pada leher paman Beni

__ADS_1


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Adlan langsung menahan tangan Gea yang seperti ingin menghabisi paman Beni yang di hadapannya


"Dia sudah tau ini aku kan, jadi dia harus di lenyapkan, atau dia akan memberitahu Tiger" ucap Gea


Paman Beni langsung meneteskan Air mata bahagia karena dia bisa melihat nona mudanya lagi "Silahkan nona, paman Rela mati di tangan nona, kalau memang nona tidak mepercayai saya," ucap paman Beni langsung memejamkan matanya


"Ge" ucap Adlan seraya menggelengkan kepalanya, tanda dia tidak setuju dengan Gea yang ingin menghabisi paman Beni, itu karena Adlan Melihat ketulusan dari perkataan yang keluar dari mulut paman Beni


Gea sebenarnya juga tidak tega, tapi dia berpikir daripada paman Beni akan jadi masalah untuk nya, mending dia di binasakan,


Lalu Gea langsung memikirkan perkataan Zion sebelumnya, yang mengatakan kalau paman Beni hidup di jalanan karena keinginan nya sendiri, meski Tiger memintanya untuk tetap tinggal di kediaman nya,, itu artinya paman Beni memang sama sekali tidak berpihak pada Tiger


"Apa paman bisa bersumpah tidak akan memberitahu Tiger kalau aku datang ke darkland?" tanya Gea memastikan


Paman Beni langsung menggelengkan kepalanya "Paman bersumpah, tidak akan melakukan hal itu" ucap Paman Beni


"Baiklah, kalau begitu aku tidak perlu melenyapkan mu" ucap Gea seraya menarik kembali belati nya dari leher paman Beni


Paman Beni sedikit merasa lega dan langsung membuka matanya lagi dengan tersenyum, dia langsung merengkuh kaki Gea dan bersujud di sana


"Paman, apa yang kau lakukan?" tanya Gea sedikit kaget dan tidak menyangka kalau paman Beni akan bersujud di kakinya


"Nona Ge, terimakasih, Terima kasih karena masih mempercayai paman,, paman benar Benar merasa bahagia bisa bertemu dengan nona lagi" ucap paman Beni dengan bercucuran Air mata yang membasahi sepatu Gea


Gea terdiam sejenak karena tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh paman Beni "Kenapa paman berkata seperti itu?" tanya Gea


"Itu karena Paman hanya mengakui nona Ge dan keluarga tuan Leopard majikan paman di darkland ini, paman tidak ingin mengabdikan diri paman pada siapapun lagi,, kecuali pada keturunan tuan Leopard" ucap Paman Beni,


"Tapi saya sudah bukan dari keluarga penguasa Darkland lagi sekarang,, hubungan ku dengan darkland sudah putus semenjak Tiger membunuh Dady, jadi paman tidak akan mendapatkan keuntungan apapun jika tetap menganggap ku begitu" ucap Gea


"Bukan keuntungan yang paman cari, tapi paman hanya ingin membayar hutang Budi paman pada tuan Leopard" ucap Paman Beni

__ADS_1


Gea semakin tidak mengerti lagi, dia memang tidak terlalu paham dengan apa yang di maksud paman Beni, karena itu mungkin hanya di ketahui oleh paman Beni dan ayahnya saja


__ADS_2