Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Uncle Beni


__ADS_3

Mereka ber enam berjalan di trotoar dan berbaur dengan para penduduk lokal Darkland yang masih berkeliaran di tengah malam, yang memang penampilan mereka tidak jauh berbeda dengan penampilan kawana Adlan yang sedikit berantakan,,


Adlan dan yang lainnya berjalan lumayan jauh dari tempat mobil mereka yang mogok, mereka mencari sesuatu yang bisa mereka makan di sana, hingga akhirnya mereka menemukan sebuah stand yang menjual makanan di depan sebuah klab di pinggir jalan,


Gea memperhatikan Si koki penjualnya yang terlihat sangat Sangar Dengan kepala plontos dan perawakan berisi, dia juga memegang sebuah golok besar pemotong ikan di tangannya, dia memiliki tato jangkar di tangan sebelah kirinya,


Penjual itu menyajikan beberapa makanan laut, seperti gurita besar, lobster besar dan beberapa jenis ikan lainnya yang mentahannya bisa di lihat oleh Gea


"Nah, itu dia ,seperti nya kita bisa makan di sini" ucap Gea


Gea dan yang lainya langsung mendekati sang penjual Sangar itu


"Paman, aku mau guriatanya satu," ucap Gea yang berpenampilan seperti halnya wanita nakal di darkland dengan makeup tebal nya, namun bukan dengan versi yang seksi


Sang penjual itu langsung menatap tajam pada Gea, kemudian dia langsung melempar dan menancapkan golok besar miliknya itu di meja yang tepat ada di hadapan Gea 'Sleeb tak'


Sontak Gea sedikit terkejut karena sebuah golok yang tiba-tiba saja melayang dan menancap persis di hadapan nya , jadi dia sedikit merasa takut oleh sang penjual itu


"Oh, kau tidak menjualnya ya,, ya sudah kalau begitu" ucap Gea berniat mencari yang lain lagi meski perutnya sudah sangat lapar


Adlan yang melihat itu tentu saja tidak senang melihat Gea di intimidasi semacam itu, dia langsung maju ke depan stand pria Sangar itu, meraih kerah bajunya, dan menarik nya dengan kasar


Meski perawakan Sang penjual itu tinggi besar, tapi Adlan tidak merasa takut walaupun dirinya memiliki perawakan yang sedang sedang saja,


"Beraninya kau, apa maksudmu melempar golok ke hadapan wanitaku?, apa kau pikir aku akan takut padamu?, kau tidak suka dengan kami?, atau kau ingin kami menghancurkan stand mu dan menghabisimu sekalian?" ucap Adlan


"Ti tidak tuan, saya saya hanya menaruh pisau ku saja" ucap sang penjual dengan suara kecil nan cengeng,


Jelas itu tidak sesuai dengan ekspektasi Adlan, yang mengira akan mendengar suara yang menggelegar dan menakutkan dari sang koki, tapi malah mendengar suara yang bisa di bilang lucu

__ADS_1


Adlan yang tadinya sangat marah mendadak jadi ingin tertawa Karena nya, tapi dia mencoba untuk menahannya


Sementara Gea dan yang lainnya tidak bisa menahannya dan menertawakannya dengan sembunyi-sembunyi, karena menurut mereka juga kalau itu sedikit lucu


"Jadi apa maumu?, apa kau menganggap kami ini tidak punya uang?, atau apa?" ucap Adlan tetap memasang wajah galak,


Adlan melepaskan cengkramannya dari kerah si penjual, lalu merogoh sakunya untuk mengeluarkan satu ikat uang Dollar, dan uang itu langsung Adlan banting ke atas meja stand,,


"Lihat??, kami punya uang kan, jadi cepat buatkan apa yang wanita ku ingin kan" ucap Adlan


Merasa kalau mereka itu sangat galak dan juga punya uang, penjual itu pun langsung berwajah ramah "He he he, i Iya tuan,, Si silahkan nona, kau mau apa tadi?" ucap sang penjual yang tadinya nampak Sangar itu menjadi layu


"Aku, aku mau gurita bakarnya saja Satu" ucap Gea


Gea sedikit menatap heran pada Adlan yang tau dan bisa menyiapkan mata uang Dollar, seingat nya dia tidak pernah memberitahukan mata uang apa yang beredar di Darkland, bahkan dia sendiri lupa dan tadinya berniat membayar makanannya itu dengan mata uang rupiah yang di bawanya


"Buatkan enam gurita" ucap Adlan


"Bb Baiklah tuan" ucap pedagang itu dengan suara khas cengengnya yang hampir mirip suara anak kecil


Adlan juga langsung memalingkan wajah untuk sekedar tersenyum saat mendengar suara cengeng si penjual yang tidak berimbang dengan penampilannya yang menyeramkan,


Adlan berpikir mungkin dengan tampang nya lah dia bisa mempertahankan dagangan nya supaya dia tidak seenaknya di jarah orang, mengingat kalau di kota terkutuk itu orang orang bebas melakukan apa pun sekehendak jidatnya, asal tidak membantah pada Tiger sang penguasa Darkland


Setelah Beberapa Saat pesanan Gea pun sudah matang, dan si penjual itu segera mengemas makanan yang di pesan oleh Gea dan Adlan, lalu dia langsung menyerahkan nya pada semua rekan-rekan Adlan


"Berapa yang harus ku bayar?" tanya Adlan


"Semuanya 120 Dollar tuan" ucap sang penjual

__ADS_1


"Apa kau gila, kau mau berdagang atau memeras kami?" ucap Adlan yang sengaja bersikap menjengkelkan untuk mendalami karakternya sebagai berandal romance


"Itu itu, Baiklah, 60 dolar saja" ucap sang penjual


"Nah, itu baru masuk akal" ucap Adlan langsung menyerahkan beberapa lembar uang pecahan sepuluh Dollar


Sebenarnya Adlan tidak keberatan jika dia harus membayar lebih, mengingat sulit nya mencari tempat makanan yang cocok untuk mereka di sana, toh juga uang yang di pegang nya sebagian adlah uang jarahan,


Adlan dan lainnya langsung duduk berjajar di sebuah kursi panjang yang tidak terlalu jauh dari satand si penjual makanan, Untuk menikmati gurita bakar mereka yang berukuran cukup besar itu


Adlan langsung saja mencicipinya karena di lumayan lapar "Umh, ini cukup enak, aku tidak menyangka kalau di tempat seperti ini ada orang yang bisa memasak" celetuk Adlan


Sementara Gea yang juga sudah mencicipi makanan itu langsung terdiam, dia merasa sedikit familiar dengan rasa yang ada di lidahnya itu, seketika itu gea langsung teringat pada masakan yang selalu di makanya dulu di kastel sang ayah "Seperti nya, rasa dari gurita ini,, aku mengenalnya" ucap Gea sambil menoleh pada sang penjual


"Mungkin itu karena dulu kau sering jajan padanya" ucap Adlan asal


"Tidak, ini seperti masakan di rumahku dulu, aku sangat yakinb" ucap Gea sambil mencoba mengingat ngingat wajah pria si penjual makanan itu "Uncle Beni!, Ya kurasa dia Uncle Beni, dia pasti mantan juru masak di kediaman ayahku dulu, aku yakin,, itu pasti dia" ucap Gea


"Sungguh?, kukira tidak ada orang yang berprofesi semacam itu di sini, kalau dia memang seorang juru masak, kenapa dia tidak tetap tinggal di tempat tinggal Tiger,?" tanya Adlan


"Entahlah, itu juga yang jadi pertanyaan ku, aku harus bertanya langsung padanya" ucap Gea sambil mencoba beranjak dari tempat duduknya


Tapi Adlan langsung menahan tangan Gea "Sebaiknya kau tidak melakukan itu, karena itu sama saja dengan memberitahukan identitas mu padanya, dan jika dia tau,, dia pasti akan melaporkan kedatangan kita pada Tiger kan??" ucap Adlan


"Benar juga, tapi kalau dia berpihak pada Tiger, kenapa dia berada di sini sekarang??" ucap Gea merasa janggal


"Kalau begitu kau boleh bertanya,, Tapi sebaiknya kau tidak memperkenalkan dirimu padanya, itu untuk berjaga-jaga" ucap Adlan


"Baiklah, aku hanya akan bertanya saja padanya" ucap Gea yang segera melanjutkan kembali niatnya untuk menghampiri si penjual makanan

__ADS_1


__ADS_2