Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Cepat Tanggap


__ADS_3

Adlan membawa Anggi ke area terbuka yang ada di bagian belakang aula latihan itu, di sana juga terdapat tempat untuk latihan, namun di sana biasanya di jadikan tempat untuk melatih ketahanan pisik bagi para anggota terdahulu


Alat dan tempat latihannya pun terbilang ekstrim, seperti sebuah tempat untuk Latihan militer dengan beberapa rintangan, dan karena berada di luar ruangan, tentu terik dari matahari langsung menyinari mereka, tapi untungnya hari masih pagi jadi sinar nya belum terlalu menyengat


"Kita belajar di sini, kau perhatikan kakak dulu, sesudah itu kau ikuti, paham?" ucap Adlan


"Iya, aku paham, tapi apakah oki boleh ikut latihan juga?" tanya Anggi


"Tentu saja, biar dia bisa kuat juga" ucap Adlan


"Baiklah oki, kau juga ikuti kak Adlan ya" ucap Anggi


Adlan hanya bisa tersenyum saja, "Sekarang perhatikan baik-baik" ucap Adlan memperagakan gerakan untuk pemanasan terlebih dulu untuk melenturkan otot-otot mereka terlebih dulu,


Anggi memperhatikan Gerakan Adlan dengan cukup serius, kemudian dia mempergakanya dengan benar


"Bagus, kau ternyata pintar juga" ucap Adlan dengan terus melakukan pemanasan


Kemudian Adlan mengambil sebuah ban latihan berukuran sedang, dia mengangkat dan membeliknya hingga beberapa kali " Lakukan seperti ini hingga sampai kesana, paham, kita lomba siapa yang paling cepat sampai kesana," ucap Adlan meletakan ban itu hadapan Anggi


Meski itu sebenarnya bukan latihan yang enteng untuk seorang gadis seperti Anggi, tapi Adlan ingin melihat seberapa kuat Anggi


"Ini sih mudah, tinggal balik balik saja kan" ucap Anggi, dia langsung mencoba mengangkat nya dengan satu tangan, tapi dia tidak bisa mengangkat nya karena ban latihan itu lumayan berat "Sebentar, ini berat juga, kamu tunggu dulu disini ya oki, dan perhatikan baik-baik" ucap Anggi meletakan oki si boneka anak perempuan di atas sebuah meja kayu sederhana


Anggi langsung mencoba membalikan ban itu dengan kedua tangannya, dan dia sedikit kesulitan untuk sekedar mengangkatnya


"Apa kau bisa, kalau tidak jangan di paksakan, kita latiana yang lain saja" ucap Adlan


"Akkku, bisa,,, ini mudah" ucap Anggi yang mulai bisa mengangkat dan membeliknya


"Yey, aku bisa kan" ucap Anggi bersorak saat berhasil melakukannya


Adlan langsung memberikan tepuk tangan untuk Anggi "Bagus bagus, kau ternyata kuat juga, apa kau berani balapan dengan kakak, tapi ban yang punya kakak yang ini, lebih besar dari punyamu" ucap Adlan menunjuk ban yang berukuran 3 kali lebih besar


"Itu besar sekali, harusnya itu lebih berat dari ini" ucap Anggi

__ADS_1


"Tentu saja, beratnya 3 kali lipat dari punyamu, apa kamu berani?" tanya Adlan


"Siapa takut, aku pasti akan menang" ucap Anggi


"Baik, kita mulai" ucap Adlan, dipun segera menyiapkan ban untuknya


"Satu dua tiga, mulai" ucap Adlan


Anggi pun langsung mengangkat dan membalikkan ban latihan nya dengan cukup bersemangat


Di susul Adlan dengan ban yang berukuran lebih besar, meskipun itu cukup berat, tapi Adlan memang sempat beberapa kali melakukan itu saat Dia latihan di bawah pengawasan Agam


Adlan sengaja melambatkan dirinya, dan membiarkan Anggi sampai ke finis lebih dulu yang hanya berjarak sekitar sepuluh meter itu,


"Yey, aku menang" ucap Anggi girang


"Haduh kakak kalah, punya kakak berat sih" ucap Adlan pura-pura kecewa saat mencapai finisnya


"Alasan saja, sini aku coba punya kakak" ucap Anggi langsung mencoba mengangkat punya Adlan, tapi dia benar-benar kesulitan untuk mengangkat nya, "I ini berat sekali, ini tidak bisa ku angkat" ucap Anggi yang mengeluarkan segenap tenaganya untuk mengangkat ban latihan milik adlan itu


"Sudah sudah, jangan di angkat, bagaimana kalau kita belajar gerakan bertarung sekarang" ucap Adlan


Anggi pun langsung menyerah untuk mengangkat nya, dan napasnya sampai terengah-engah karena dia benar-benar berusaha keras "Hah, hah, punya kakak memang benar-benar berat, aku menyerah" ucap Anggi langsung mendudukkan dirinya di tanah,


Adlan langsung terkekeh melihat Anggi yang akhirnya menyerah, tapi dia sedikit syok juga melihat Anggi yang duduk, karena rok scuba payung pendek yang di kenakan Anggi sedikit tersingkap dan menampakkan sebelah pahanya yang sangat mulus,


"Gi gi, kamu jangan duduk, kita sedang latihan kan" ucap Adlan sedikit tidak enak hati, karena bagaimanapun dia pria normal yang sebenarnya dia suka melihat itu, tapi dia tetap menjaga pikiran nya agar tidak ke mana mana


"Aku capek kak, masa aku tidak boleh Duduk sebentar sih" ucap Anggi


"Iya, maksudku kamu jangan duduk di tanah seperti itu, ayo bangun" ucap Adlan sedikit menarik lengan Anggi


"Baiklah, sebentar" ucap Anggi , dia bangkit dan sedikit membersihkan roknya yang terkena debu


Dan Adlan barulah bisa bernafas normal lagi setelah pemandangan dari Anggi itu tertutup kembali, Mereka pun beristirahat terlebih dulu sebelum melakukan latihan selanjutnya

__ADS_1


Dan setelahnya, mereka segera melanjutkan latihan mereka lagi, Adlan langsung mengajar kan Anggi beberapa gerakan Bela diri yang dia kuasai, tentunya baru gerakan gerakan dasar sebagai gerakan pembuka dan juga kunci utama yang nantinya akan di kombinasikan dengan gerakan gerakan yang lebih bervariatif lagi


Yang tidak di sangka sangka oleh Adlan, ternyata Anggi memiliki daya tangkap yang cukup bagus,, gerakan apapun yang di contoh kan Adlan, dia bisa langsung mengikuti nya meski dengan gerakan lambat, Anggi tidak banyak membuat kesalahan meski ini kali pertamanya dia berlatih seni beladiri


Adlan juga merasa sudah salah menilai Anggi, dia pikir akan sulit mengajari Gadis seperti Anggi, tapi ternyata itu di luar ekspektasi nya,


Gerakan demi gerakan mereka peragakan bersama, dengan sesekali Adlan bercanda supaya itu tidak membosankan untuk Anggi


Dan tidak terasa, hari pun mulai beranjak siang, Adlan dan Anggi juga sudah beristirahat dari latihan mereka


"Lumayan capek juga, kamu capek tidak?" tanya Adlan


"Iyah, aku capek, juga panas sekali di sini" ucap Anggi


"Ya Sudah, latihan untuk hari ini kurasa cukup, aku salut padamu,, kau benar-benar cepat sekali tanggap" ucap Adlan


"Iya,, aku haus kak, oki kamu haus tidak?" tanya Anggi pada bonekanya


"Oki juga haus katanya" ucap Anggi lagi


"Ya Sudah, sekarang kita masuk, di dalam ada minuman dingin" ucap Adlan


"Baiklah, ayo Oki, kita sudah selesai latihan nya, kamu boleh istirahat" ucap Anggi pada oki yang sebenarnya dari tadi dia diam saja


Mereka pun segera beranjak masuk kedalam aula latihan lagi,


Di dalam Gea terlihat masih berlatih bersama Anju di atas Ring tinju


Adlan hanya melihat nya sebentar, kemudian mengambil minuman dingin di freezer untuk dirinya dan untuk Anggi "Ini Minumlah" ucap Adlan menyerahkan satu minuman kaleng pada Anggi


"Terimakasih" ucap Anggi langsung menerimanya dan membukanya untuk dia minum


"O yah, lain kali kalau kamu ingin main kesini lagi, jangan pakai rok lagi,, kamu ikuti saja penampilan kakakmu itu" ucap Adlan yang melihat stelan Gea sangat cocok untuk berlatih, karena dia sekarang menggunakan stelan celana pendek dan tanktop hitam, dan itu terlihat seksi di mata Adlan


"Bukan kah kalau aku seperti Kak Gea itu akan seperti anak tomboy ya" ucap Anggi.

__ADS_1


"Bisa di bilang kalau itu setelan yang cocok untuk berlatih, karena bertarung itu memang identik dengan laki laki, jadi kalau kamu mau belajar bertarung, kamu juga harus berpenampilan seperti laki laki juga" ucap Adlan


__ADS_2