Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Kompetisi


__ADS_3

Gea yang sudah terkepung oleh anggota Python pun terus memutar pandangan ke sekitar nya, berharap dia menemukan sebuah selah di kerumunan untuk dia bisa lari dari kepungan puluhan Anggota Black pyton itu,


Tapi Gea merasa kalau itu hanya harapan semu saja, karena penjagaan mereka sangat ketat, dan mustahil untuk Gea bisa meloloskan diri dari kepungan itu, terlebih mereka masing-masing memegang senjata seperti pisau dan pipah besi di tangan mereka


Gea merasa kalau aksi nya kali ini sudah salah memperhitungkan situasi,,


Dia tidak memikirkan matang matang Rencananya kali ini setelah aksinya kemarin sukses mengalahkan Beberapa anggota black Python, dengan kemampuan nya yang sudah meningkat itu, dan semangatnya itu terlalu berapi api untuk membantai habis anggota Python itu satu persatu,


Mungkin harusnya Gea tidak terlalu terburu-buru untuk melakukan Aksinya lagi, dan ada jeda hari setelah penyerangan pertamanya malam kemarin, supaya mereka tidak bersiaga


"Baiklah, aku rasa aku tidak akan bisa lari lagi darimu sekarang, tapi bukankah ini terlalu mudah bagimu,, bagaimana kalau aku menantang mu bertarung terlebih dulu sebelum kau menangkapmu" ucap Gea mencoba mengulur waktu sambil memikirkan cara untuk kabur


"Aku memang bukan tipe orang yang suka melakukan sesuatu dengan sederhana, jadi aku terima tantanganmu, nona Gea" ucap Wolf,


"Baguslah, setidaknya ini untuk membuktikan kalau kau bukan orang yang hanya bisa mengandalkan anak buahmu saja untuk menangkap gadis sepertiku" uca Gea


"Hhhh, Nona ternyata pandai sekali menarik minat orang untuk berkelahi dengan mu, tidak pernah terpikirkan oleh ku kalau gadis yang dulu sangat manja bisa jadi gadis tangguh seperti sekarang,, tapi akan ku buktikan padamu kalau aku bisa menangkap gadis kecil seperti mu dengan tangan ku sendiri" ucap Wolf sambil melepaskan tuxedonya dan memberikan nya pada anak buahnya


Wolf melipat kemeja tangan panjang nya dan melangkah maju untuk berhadapan dengan Gea


Sementara itu Gea sekarang sedang berpikir bagaimana caranya dia bisa menghubungi Anju atau Adlan untuk membantunya


Gea diam diam mengeluarkan ponselnya dan mencoba mengetik sebuah pesan 'Help me' dan mengshare lokasinya untuk dia kirimkan pada Anju,


Namun 'Duar', 'Prak', "Ah" lirih Gea kaget karena ponselnya tiba-tiba di tembak oleh Wolf hingga terjatuh dan hancur ke tanah


"Ayolah, Aku tidak suka orang yang tidak serius,, mari kita mulai saja permainan kita, kau boleh menyerangku lebih dulu" ucap Wolf


"Kau curang, harusnya kau tidak menggunakan senjata api, apa kau takut kalah oleh gadis kecil seperti ku?" tanya Gea masih mencoba untuk tetap tenang


"Apa kau kira aku ini orang bodoh, pasti kau merencanakan sesuatu dengan ponselmu itu kan, sekarang aku tidak akan menggunakan ini" ucap Wolf mengangkat senjata apinya dan kemudian menjatuhkannya ke bawah

__ADS_1


"Baiklah" ucap Gea pasrah dengan keadaan nya sekarang yang mungkin tidak akan mendapatkan bantuan dari siapa pun, tapi dia tetap berniat melanjutkan pertarungan nya dengan Wolf


Gea pun segera maju dan menyerang Wolf dengan mengandalkan tehnik bertarung yang dia pelajari, meski dia tidak yakin bisa mengalahkan Wolf sang tangan kanan pemimpin black Python, yang tentunya memiliki level kemampuan di atas anggota bawahannya yang sebelumnya dia hadapi


Gea mencoba terus menyerang Wolf dengan belatinya, tapi meskipun dia sudah mengerahkan kemampuannya, tapi gerakan menghindar Wolf juga cukup taktis dan sangat susah untuk di tebak Gea, jadi serangannya tidak mendapatkan hasil apapun


Gea terus menyerang Wolf dan sesekali menghindari serangan darinya, hingga sampai ketika Wolf melayangkan sebuah tendangan yang tiba-tiba ke wajah Gea, dan Gea tidak bisa menghindari tendannya itu, dan 'Bak' "Ahhhh," Gea berteriak lirih dan tubuhnya pun terpelanting ke tanah, 'Brukkk' "Ahh"


Pisau yang di bawa Gea sampai terlepas dari tangannya dan hilang entah kemana, Gea langsung mengusap ujung bibirnya yang terluka lagi


"Bagaimana?, apa kau masih belum percaya kalau aku bisa dengan mudah mengalahkan mu jika aku mau" ucap Wolf


Gea tidak menggubris pertanyaan Wolf dan hanya terus mengatur nafasnya yang terengah, karena pertarungan barusan sedikit menguras energi nya


"Baiklah, ku anggap diamu adlah tanda kau sudah menyerah, John, bawa dia ke markas" titah Wolf pada anak buahnya


"Baik tuan" ucap pria yang di panggil John itu


Sementara Gea sudah menyerah dan merasa akan percuma saja jika dia mengeluarkan jaruum beracunnya sekarang, karena jumlah mereka cukup banyak sementara alatnya hanya bisa di isi dengan sedikit jarum saja


Gea pun segera di tangkap untuk mereka bawa ke markas mereka, tapi


"Wah wah, ada keramaian apa di sini?, kenapa kalian tidak mengundang ku" tiba tiba terdengar seseorang yang berbicara dari belakang kerumunan


Sontak mereka yang di sana menoleh ke asal suara itu, dan mendapati dua sosok pria yang berdiri santai di belakang mereka


Gea juga langsung menoleh ke arah suara itu karena dia merasa cukup familiar dengan intonasi suaranya itu, "Adlan" ucap Gea sedikit tidak menyangka, meski dia tidak bisa melihat sosoknya langsung karena pandangan nya terhalang oleh musuh, tapi dia bisa memastikan kalau suara itu adalah suara Adlan


"Ayolah, apa kalian tidak merasa malu?, bagaimana bisa kalian semua memprovokasi seorang wanita dengan puluhan orang, itu sedikit pengecut" ucap Adlan mengolok


"Diam kau bocah, kau tidak perlu ikut campur dengan urusan kami, atau kau akan menyesal" ucap salah satu pria yang sekarang berkacak pinggang pada Adlan

__ADS_1


"Baiklah, aku memang ingin ikut campur dengan masalah kalian, tapi menyesal atau tidaknya kita lihat saja nanti" ucap Adlan


"Kurang ajar, langsung beri mereka pelajaran saja, ayo!" ucap pria lainnya, dan sontak ucapan pria itu pun langsung jadi start untuk para anggota lain untuk melakukan penyerangan ke arah Adlan dan Anju


"Anju, apa kau siap" tanya Adlan


"Aku sudah siap dari tadi" ucap Anju sembari mengasah Kepalan tanganya


"Baguslah, kita tumbang kan mereka semua, siapa yang paling banyak menumbangkan lawan, dia yang akan jadi pemenang" ucap Adlan


"Baiklah, jika ini kompetisi, harusnya akan ada hadiah yang ku dapat kalau aku menang" ucap Anju.


"Tentu saja" ucap Adlan


Mereka pun langsung menyambut serangan dari para Anggota Python yang berhamburan menyerbu ke arah mereka


Dan pertarungan epik pun langsung terjadi di tempat itu, di mana Adlan dan Anju hanya berdua saja melawan puluhan anggota Python yang bersenjata, mereka tidak merasa gentar sedikitpun, dan bahkan mereka langsung mendominasi jalannya perkelahian,


Adlan melakukan serangan serangan ke beberapa orang sekaligus, dan dengan hanya satu kali gerakan dia bisa langsung melumpuhkan hingga beberapa orang,, tak ayal pukulan dan tendangan nya membuat lawan langsung mengerang kesakitan, dan bahkan sampai terpental beberapa meter ke tanah


Begitu juga dengan Anju, dia seperti sedang berada di sebuah arena dansa yang mematikan, seranganya juga tidak kalah hebat dari Adlan yang kuat dan cepat


Hingga tidak perlu waktu lama bagi mereka untuk mengalahkan separuh lawan yang lumayan banyak itu,


Kengerian pun tergambar jelas di wajah beberapa Anggota yang melihat keberingasan dua pria yang membabi buta menghajar rekan rekannya di depan mereka, itupun membuat mereka ragu ragu untuk maju karena melihat kemampuan lawanya yang bisa dengan mudah mengalahkan Rekanya dan terus bergelimpangan satu persatu di tanah oleh Adlan dan Anju


Adlan yang sudah melumpuhkan lawan terakhir nya langsung mengarahkan pandangannya pada anggota yang tersisa, dan dia juga sekarang bisa melihat jelas keberadaan Gea yang di tahan oleh Wolf, karena sebagian besar anggota mereka sudah berhasil di tumbangkan Adlan ke tanah, jadi Gea sudah tidak terhalang lagi oleh orang orang yang tersisa


"Majulah, akan ku bereskan kalian juga" ucp Adlan dengan berjalan ke arah anggota yang ragu ragu untuk maju itu


Mereka terus mundur saat Adlan melangkah maju, nyali mereka menciut hingt tidak berani untuk menghadang Adlan

__ADS_1


"Apa kalian bodoh, tembak dia bodoh, untuk apa kalian punya senjata" ucap Wolf yang sedikit kaget karena puluhan anak buahnya bisa mudah di kalahkan oleh dua orang di depannya itu


__ADS_2